[Drabble] Paboya


Image

Judul: Paboya

Author: Tisa Khansa

Main cast: Super Junior Kyuhyun, SNSD Yoona

Other cast: Find by yourself

Genre: romance, angst

Rating: PG-13

Length: Drabble / ficlet / one-shoot

Note: Annyeong, ini FF yang bukan chapter pertama gue yang gue post di sini^^!! Semoga kalian semua suka! Lo pasti kaget kenapa di FF pendek banget-___- soalnya biasanya FF yang gue buat tuh beribet panjang.-. yaudah Cekidot~

Background Music: She’s Gone – Super Junior & Goodbye My Love – Super Junior M

~~

“Im YoonA, tunggu aku!! Yang kau lihat tidak seperti itu!!!” seru seorang namja.

“Oppa, bagaimana aku salah! Aku melihat dengan kedua mataku sendiri!”

“Tidak seperti itu….”

Rupanya, YoonA tengah salah paham terhadap namjachingunya; Kyuhyun. Ia kira Kyuhyun sedang kencan dengan Seohyun; adik YoonA. Tapi nyatanya tidak. Kyuhyun hanya menemani Seohyun pulang karena dia kepeleset lalu keseleo.

“Oppa, sebaiknya kita akhiri hubungan ini.” Ucap YoonA lalu berlari.

“IM YOONA….! KAU TELAH SALAH PAHAM!!!” seru Kyuhyun.

~~~

“YoonA, dibilangin, kau tidak boleh terlalu capek…. kambuh lagi, kan?” omel Donghae; sahabat YoonA.

“Mianhae, Donghae… tapi aku benar-benar tidak kuat. Apa gunanya aku terus dipasangin alat-alat pencegah penyakit ini? Toh akan tetap kambuh.” Ujar YoonA.

“Jangan berbicara seperti itu, Yoong!” omel Donghae lagi. “Bagaimana kabar Kyuhyun?”

“Molla.”

“YA dia namjachingumu!”

“Ani, kami sudah putus.”

“Jinjja?! Wae…? kau dan Kyuhyun terlihat cocok sekali…”

“Bukan urusanmu.”

~~~

Pagi ini YoonA sedang stretching di taman ditemani Donghae. Tiba-tiba ia ngos-ngosan padahal ia baru sebentar.

“Donghae-ya…. Donghae-ya….” rintih YoonA.

“YoonA, kambuh lagi?! Aish, aku lupa bawa obatmu!!! Donghae, paboya!!!” YoonA pun terjatuh sesak nafas. “Noona, Noona…!!” panggil Donghae pada seorang yeoja yang lewat.

“Ne?”

“Apakah kau bawa mobil? Bolehkah menumpang? Dia sesak nafas….!”

“Mwo? Ne, tentu. Kajja!”

~~~

-rumah sakit-

“Lee uisa, apakah YoonA sudah sadar?” tanya Donghae.

“Ani… kau kerabat dekatnya bukan?” tanya Lee uisa. Donghae mengangguk. “Jangan pernah biarkan dia stress dan jangan pernah lupa membawa obat asma miliknya!”

“Ne, mianhae, uisa… aku benar-benar lupa mengingatkannya hari ini.”

“Lee uisa, Lee uisa!! YoonA-ssi kejang-kejang!! Ada apa dengan dia, uisa!!!” seru suster Kim.

“MWO?!” seru Lee Uisa dan Donghae.

“Uisa, tolong YoonA… tolong dia…!!” pekik Donghae. Lee uisa masuk ke ruangan YoonA.

Satu jam kemudian Lee Uisa keluar.

“Wae, uisa? Ada apa dengan YoonA?”

“Sekarang dia tidak apa, tapi dia masih belum sadar. Dia masih koma. Kamu sudah boleh masuk.”

“Mwo? YoonA!!! YoonA!!!” rintih Donghae.

Dua minggu kemudian~

TokTokTok

KREK

Pintu rawat YoonA dibuka.

“Annyeong YoonA-ya… kau masih tidur saja^^? Tidak lelah?? Kalau kau lelah untuk tidur, sebaiknya kau bangun… aku merindukanmu…” ucap Donghae. “Aish… kapan kau bangun, YoonA?” lirih Donghae sambil menggenggam tangan YoonA.

“Argh…” YoonA menggerakkan tangannya.

“Yoong?!”

“Donghae-ya…” ucap YoonA lalu tersenyum.

“Lee uis…”

“Donghae-ya… jangan panggil Lee Uisa. Kalau kau panggil dia aku harus menjalankan banyak perawatan lagi. Aku sudah tidak kuat.”

“YA, Yoong…”

“Hae-ya, kau mau mengabulkan keinginanku, kan? Kau sahabatku, kan?”

“Yoong…” rintih Donghae menahan airmata yang akan berjatuhan.

Donghae PoV

“Hae-ya, kau mau mengabulkan keinginanku, kan? Kau sahabatku, kan?”

“Yoong…” rintihku menahan airmata yang hampir menetes. Tidak aku tidak boleh menjadi cengeng di hadapan yeoja yang kusukai. Ya, sudah sejak lama aku bersahabat dengan yeoja ini, begitu pula dengan perasaanku yang sudah lama tapi takpernah pudar.

“Hae-ya, kau tidak boleh menangis… aku masih ada untukmu, eoh?” ucap YoonA lalu tersenyum manis. Di saat-saat sakit begini, kenapa kau masih sempat memberikan senyum manismu? Kau taktau bagaimana rasanya denyut jantungku yang berdebar semakin cepat melihat senyumanmu? “Hae-ya, kabulkan permintaanku… tolong, anggap ini adalah permintaan terakhirku.”

“Shireo! Andwae, Yoong, andwae! Kau tidak boleh mati.”

“YA paboya.” Ejeknya. “Siapa yang mau mati? Aku bilang anggap saja.”

“Hmmm, yasudah.” Ucapku tenang.

“Ambilkan aku kertas, amplop juga pulpen.” Aku menurut dan mengambilkan kertas, amplop dan pulpen.

“Ini.” Ucapku.

“Gomawo.” Dia pun mulai menulis. “Menghadap ke pintu dan jangan kau menghadap ke sini!!” omelnya.

“Nde, nde. Cerewet.” Aku berkata seperti itu, tapi aku tidak melakukannya. Sekali-sekali aku meliriknya. Dia tetap menulis, tapi bedanya, airmata mengalir deras dari matanya. Ada niat dalam diriku untuk menghapus airmata dari mata indahnya. Tapi kuurungkan.

“Ini. Jangan kau buka.” Ucap YoonA sambil memberikan amplop putih juga pulpen padaku. Aku membaca amplop itu sekilas. Tulisan ‘Untuk Cho Kyuhyun’ terlukis jelas di muka amplop itu. Hatiku semakin sesak.

Kyuhyun PoV

Cho Kyuhyun paboya. Kenapa kau tidak menjelaskan yang sebenarnya pada YoonA??

Aku, Cho Kyuhyun. Namja bodoh yang sudah dikira selingkuh oleh adik mantan yeojachingu sendiri. Dua minggu ini aku samasekali tidak mendengar kabar dari YoonA, Seohyun maupun sahabat dekat YoonA; Donghae. Mereka seperti menghilang. Bahkan YoonA maupun Seohyun tidak ada di rumah mereka. Begitu pula dengan Im Ahjumma dan Im Ahjussi.

Sepenuh hatiku masih dipegang teguh oleh yeoja itu. Ne, YoonA. Siapa lagi? Aku tidak akan melepaskannya kalau aku berhasil menemukannya.

YoonA PoV

TokTokTok

KREK

“Seohyunnie?” sapaku. “Annyeong…”

“Eonnie…!!” Seohyun berlari lalu memelukku.

“Wae?”

“Neo jeongmal michyeosseo, Eonnie. Kau hilang dari kehidupan kami selama dua minggu dan memilih untuk tidur di sini…”

“Mianhae, Seohyunnie…”

“Eonnie, yang kau lihat waktu itu tidak benar. Aku tidak berkencan dan Kyuhyun Oppa. Dia hanya membantuku pulang karena kakiku keseleo…”

“Gwenchana, Seohyunnie… aku sudah tau kalau kau dan Kyu Oppa tidak berkencan. Aku sudah tau.”

“Lalu, Eonnie? Wae? Wae kau memutuskan Kyu Oppa?”

“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, Hyunnie. Kau akan tahu sendiri.”

~~~

Author PoV

-malam hari di kamar YoonA-

Pendekteksi jantung masih dipasang di tubuh YoonA. tiba-tiba alat itu berbunyi nyaring. Niiiiiiittt….. Donghae yang sedang menjaganya terbangun.

“Yoong? Yoong?! Yoong…!!” Donghae berteriak sambil memeluk YoonA. “Kau belum pergi, Yoong, kau belum….” pendekteksi jantung YoonA mulai berhenti berbunyi, mulai membuat zigzag. YoonA terbangun.

“Ani, Hae-ya. aku benar-benar tidak kuat. Penyakit ini jeongmal michyeosseo.” yoonA kembali tak sadarkan diri.

“Lee Uisa, Lee Uisa!!” teriak Donghae. Lee Uisa datang. “Tolong YoonA, tolong dia…!!!!!”

“Ne, sebaiknya kau keluar, Tuan Lee. Kami akan berusaha sebaik mungkin.”

~~~

Donghae, Seohyun, nyonya Im dan tuan Im menunggu dengan sabar. Nyonya Im menangis sambil duduk di tempat duduk, tuan Im berusaha menenangkannya. Donghae terduduk di lantai, menundukkan kepalanya lalu menangis pelan. Seohyun tetap berdiri namun terlihat jelas matanya masih terus-menerus mengeluarkan airmata.

~~~

3 jam kemudian….

Lee uisa keluar dari ruangan YoonA.

“Mianhae, dia tidak dapat diselamatkan.” Ucap Lee uisa.

“MWO?!” Donghae yang sangat-sangat mencintai YoonA bahkan lebih mencintai YoonA dibanding dirinya sendiri, menerobos kerumunan suster dan masuk ke ruangan YoonA.

“Yoong, Yoong ayo bangun sebentar…. sebentar… katakan selamat tinggal padaku, Yoong. Jangan pergi seperti ini… jebal..” tangan YoonA bergerak. Pendekteksi jantung membentuk zigzag pendek.

“Donghae…” ucap YoonA.

“Yoong?!”

“YA, YA.. namja ganteng ini tidak boleh menangis. Tapi Hae-ya, aku mintamaaf, aku sudah tidak kuat. Selamat tinggal, jangan lupa sampaikan suratku waktu itu pada Cho Kyuh….” NIIITTTTT pendekteksi jantung kembali berbunyi.

“YOONG, JANGAN TINGGALKAN AKU, JEBAL!!!!”

~~~

-pemakaman YoonA-

Semua orang telah pergi. Tinggallah Seohyun, Donghae, Nyonya Im dan Tuan Im. Keempatnya tidak bisa menahan tangis.

“Donghae-ah, sebaiknya kau pulang. Ini musim dingin, nanti kau sakit.” Ucap nyonya Im yang telah menganggap Donghae (dan Kyuhyun) sebagai anaknya sendiri.

“Shireo, eommonim… aku masih mau di sini, biarkan aku di sini sendirian, eommonim… jebal…” pinta Donghae yang memanggil nyonya Im dengan sebutan ‘eommonim’ sejak ia dan YoonA bersahabat.

Nyonya Im mengerti sekali perasaan Donghae. Beliau tau Donghae menyimpan perasaan untuk YoonA. Sayangnya, beliau juga tau YoonA sangat mencintai Kyuhyun.

“Baiklah, Donghae. Kami duluan. Jangan terlalu lama, jaga kesehatanmu. Annyeong,” ucap tuan Im sambil mengajak nyonya Im dan Seohyun pulang.

“Nde, appa. Annyeong, jeongmal gomawo.” Ketiga orang tersebut pun pergi.

“Yoong, kau takpernah tau, tapi aku mencintaimu. Bagaimana caranya aku memberitahu Kyuhyun kalau keadaanmu sudah tidak terlihat seperti ini?”

~~~

1 minggu kemudian…

Donghae sedang menangis sambil menutupi kepalanya dengan bantal, mengingat masa persahabatannya dengan YoonA.

TokTokTok

“Hae… tidak baik jika selama seminggu ini kau selalu menangisi YoonA. di alam sana pun jika dia melihatmu menangis terus, dia juga akan sedih.” Ucap nyonya Lee dari luar. Nyonya Lee pun masuk. Donghae mendelikkan (?) kepalanya keluar dari bawah bantal.

“Eomma… eotteokkhae? Aku mencintainya…”

“Gwenchana, Hae. Eomma tau, cintamu pada dia tidak bisa diubah. Eomma tau. tapi sebaiknya, kau lupakan sejenak kematian YoonA. itu takkan membuatnya kembali kan, Hae?” Donghae menyetujui pendapat nyonya Lee. “YoonA menyayangimu.”

“Tapi tidak lebih dari seorang sahabat.”

~~~

-Rumah keluarga Im-

Seohyun sedang membantu nyonya Im membereskan kamar YoonA. tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.

TingTong

“Seohyun, bukakan pintunya, ne?”

“Ne, Eomma.” Seohyun berjalan lalu membukakan pintu. Seohyun kaget mendapati Kyuhyun, mantan namjachingu YoonA yang baru dia sadari tidak tahu apa-apa.

“Annyeong, Seohyun-ssi^^! Ada YoonA-nya?” tanya namja tersebut.

“Sebaiknya Oppa temui Donghae Oppa… Mianhae, Oppa.” Seohyun menutup pintu rumahnya.

~~~

Kyuhyun PoV

BLAM! Pintu rumah YoonA ditutup oleh Seohyun. Adaapa sebenarnya? Aku harus mampir ke rumah Donghae Hyung.

BRUMMMMMMM

~~~

TingTong

“Ne, sebentar…!” ucap seorang namja dari dalam yang aku yakini adalah Donghae.

KREK

“KYUHYUN!” seru Donghae.

“Annyeong, Hyung….! aku tadi ke rumah YoonA dan mencarinya. Aku bertemu Seohyun-ssi. Dia bilang sebaiknya aku bertanya padamu saja.”

“Kyu, ikut aku, ne. tinggal saja mobilmu di sini.”

“Hmmm, ne?.” Donghae menarik Kyuhyun menuju mobil miliknya. Menyetir menuju…. makam YoonA.

~~~

“Lho, Hyung? Untuk apa kita ke sini??”

“Diamlah, ikut aku. Bawa bunga ini.”

“Eh, nde?.” Mereka pun sampai di makam YoonA.

“Baca siapa yang dimakamkan di sini.”

“Im… YOONA?! YOONG!!!!” seru Kyuhyun. “Hyung, ini bercanda kan? Dia belum meninggal, kan?!”

“Ani, mana mungkin aku bercanda separah ini.”

“Lalu? Kenapa aku tidak tau apa-apa?! Ceritakan padaku, Hyung, ceritakan…!! jebal…”

“Jadi, kau ingat 3 minggu yang lalu kau putus dengan YoonA?”

“Ne.”

“Dia sengaja memutuskanmu. Dia tau kau takmungkin selingkuh dengan Seohyun. Dia berbohong, karena dia punya penyakit asma akut. Dia gampang sekali kambuh asmanya. Dia takpernah cerita padamu, kan?” Kyuhyun mengangguk pelan. “Jadi 3 minggu yang lalu, dia kambuh parah. Lalu dia pingsan di taman. Aku membawanya ke rumah sakit. Dia koma. Lalu kejang-kejang lalu koma lagi. Seminggu yang lalu, dia baru saja bangun. Tapi malamnya dia kembali koma. Lalu dia…”

“Cukup.. Cukup Hyung, jangan dilanjutkan, jebal….” mata Kyuhyun lembab, hidung Kyuhyun memerah, pipi Kyuhyun penuh dengan airmata.

“Mian, Kyu. Mianhae.” Ucap Donghae yang kembali dihujani airmata yang deras. “Dia titip surat ini. Dia bilang aku harus menyampaikannya padamu.” Donghae memberikan surat itu kepada Kyuhyun.

“Aku buka, ne?” Donghae mengangguk. Dia juga penasaran apa isinya.

Untuk Cho Kyuhyun

Annyeong, Kyu^^ ini aku, YoonA. maaf aku meninggalkanmu, aku tau kau tak mungkin selingkuh. Aku berbohong. Dokterku bilang hidupku taklama lagi karena asmaku tidak bisa diatur. Seandainya aku stres pun asmaku bisa kambuh. Jeongmal mianhae.

Saat kau baca surat ini aku mungkin sudah tiada. Kau liat kertas ini begitu lembab? Ya, airmataku mengalir deras saat menulis ini. Aku sengaja tidak memberitahumu tentang penyakit parahku. Aku tidak ingin kau terluka lebih dalam, karena aku sangat yakin kau dan aku saling mencintai, benar bukan?

Jadi, carilah yeoja lain, Kyu. Aku sangat berharap kau bisa menemukan yeoja yang lebih baik dariku. Jeongmal gomawo untuk semua pengalaman indah yang kualami bersamamu.

Saranghae, Kyu^^

Dari: Saranghaneun Im YoonA

Kyuhyun kembali menangis deras membaca surat dari YoonA.

“YoonA, paboya. Aku malah akan menjagamu lebih ketat jika kau memberitahuku. Paboya.”

~~~

“YoonA, bahagialah di alam sana. Aku mencintaimu selalu.” – Kyuhyun

-END-

maaf KyuNa momentnya gakbanyak + gak happy ending 🙂 namanya juga angst-___-v ini gabisa dibuat sequel loh.-. jeongmal mianhae kalau feelnya nggadapet^^ gue minta maaf sama cover abalnya-___- tadinya ada yang lebih bagus cuman gakbisa di upload.-. itu buatan gue sendiri kok tenang aja :p

Advertisements

One thought on “[Drabble] Paboya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s