[Chapter] Broken Inside || Chapter 2


Image

[Chapter] Broken Inside || Chapter 2

Judul: Broken Inside

Author: Tisa Khansa

Main Cast: SNSD Im YoonA, Super Junior Cho Kyuhyun

Other Cast: find by yourself ^^

Genre: romance, sad

Length: Chapter

Rating: General

NB: okelah gue kambek lagi pake broken inside ‘_’ yang nungguin FF ini atau nungguin gua plis polow @tisakhansaelf di twitter, and instagram arrachi? Okelah JAN LUPA RCL~ kurang dari 10 comment password buat next chap ~kalo inget~ cekidot!

23.30 CST, Beijing, Cina

“Kyuhyun-ah, kau belum tidur?” tanya Sungmin dari ranjang sebelah Kyuhyun. Di dorm SJ-M, setiap kamar memang diisi dua member, tidak seperti dorm Super Junior di Korea yang sudah dijadikan satu member perkamar.

“Hmm, ajikdo.” Jawab Kyuhyun pelan.

“Apa kau masih memikirkan YoonA?”

“Jjal morreugaesseo.” Sahut Kyuhyun asal. Ia sendiri pun memang benar-benar tidak tau apa yang sedang dipikirkan dirinya sendiri. Sejujurnya ia tau sedikit apa yang sedang dipikirkannya. Ia berpikir bahwa nanti Seunggi dan YoonA putus, lalu.. “ANDWAE!”

“Kyuhyun-ah, gwenchana!?” seru Sungmin lalu langsung beranjak dari tempat tidurnya, berdiri di sebelah ranjang Kyuhyun. “Wae geurae?”

“Ani Hyung. Gwenchana. Kau tidurlah.” Sahut Kyuhyun. Tidak, ia tidak boleh berpikir bahwa nanti YoonA dan Seunggi putus. Tidak boleh, pikir Kyuhyun sendiri. Bagi Kyuhyun, jika ia tidak bisa membuat YoonA bahagia, maka orang lain harus bisa. Dan sekarang ia percaya bahwa orang itu adalah Lee Seunggi.

Apakah Kyuhyun mulai menyadari bahwa ia jatuh cinta pada YoonA? Tidak ada yang tau isi hati Kyuhyun yang sebenarnya. Seberapa sakitnya ia menahan penyakit fisik paru-paru yang dideritanya, ditambah penyakit hati karena ditinggal sahabat yeoja yang sebenarnya ia akui paling dekat dengannya di 2013 ini.

Kyuhyun memang pernah menyebutkan bahwa idol yeoja yang dekat dengannya adalah Victoria, BoA dan YoonA. Tapi saat ia mem-flashback dari Januari 2013 sampai Desember ini, YoonA lah yang paling sering diajak ngobrol olehnya. YoonA lah yang melakukan CF berdua dengannya. YoonA lah yang ia pegang tangannya secara erat di SMTown Beijing. YoonA lah yang memukul kepala stroberinya dengan bahagia di SMTown Tokyo.

Dan… YoonA lah yang akhir-akhir ini memenuhi pikirannya. Selalu muncul secara tiba-tiba di sudut bahkan di tengah-tengah pikirannya. Yang menjadi beban baginya. Tapi Kyuhyun dengan senang hati selalu mengangkut beban itu tanpa keberatan.

“YA Kyuhyun-ah, kau kembali memikirkan YoonA, geutji?” tanya Sungmin.

“Anieyo.” Dusta Kyuhyun. “Untuk apa aku memikirkan YoonA? Ia sudah punya namching (namjachingu).”

Kyuhyun yang mulanya berbaring dengan posisi menghadap ke langit-langit kamar tiba-tiba merubah posisinya membelakangi kasur Sungmin. “Hyung, aku tidur duluan.”

“Hmm, geurom.” Jawab Sungmin lalu ikut mencoba untuk terbang ke alam mimpi.

Sementara Kyuhyun? Walaupun sudah berpamitan untuk tidur, tetap saja namja yang akan berulangtahun ke-27 dalam kalender pada Februari 2014 ini tetap tidak bisa tertidur. Perlahan setitik air mata jatuh dari matanya membasahi pipinya. Airmata yang terus mengalir dengan deras.

“YoonA…” rengeknya pelan hampir sama sekali tidak terdengar di malam yang sunyi itu.

September 2005

“Kyuhyun-ah!” panggil yeoja cantik berambut coklat panjang ikal itu pada namja yang dipanggilnya; Cho Kyuhyun.

“Hmm,” sahut Kyuhyun. Kyuhyun, dengan seragam SMA Shincung itu. Kyuhyun, seorang siswa tingkat 3 SMA Shincung yang sedang berada di depan gerbang SMA Daeyeong. “Mwo-e?”

“Kau tidak ingin ikut kontes menyanyi Chin Chin?” tanya yeoja bernama YoonA itu lalu berjalan di samping Kyuhyun. Kyuhyun pun memperlambat jalannya, membiarkan YoonA berjalan sejajar dengannnya.

Sejak Kyuhyun dan YoonA saling kenal beberapa bulan yang lalu, setiap pulang sekolah dari SMA Shincung, ia akan menghampiri SMA Daeyeong untuk menjemput YoonA pulang.

“Hh, untuk apa?” Sahut Kyuhyun.

“Cih kau ini. Kau hanya tidak percaya diri. Wajah? Ya okelah, kau memiliki wajah yang good-looking, bisa diakui.”

“YA NEO! Jika kau ingin puji aku, pujilah dengan tulus!” cerca Kyuhyun.

“Dengarkan aku dulu… kau punya wajah yang cukup tampan, dan yang paling penting, kau punya suaranya. Kau tidak tau sebaik apa suaramu jika kau menyanyi?”

“Tentu aku tau, aku memang berbakat.”

“Cih sombong. Makanya itu, kau harus ikut!” YoonA menyodorkan poster bertuliskan ‘ChinChin Singing Competition 2005’ kepada Kyuhyun.

“Kau pikir aku akan menang jika mengikuti ini?” Kyuhyun melemparkan poster tersebut lalu lanjut membiarkan kakinya berjalan.

“YA! Kau tau SM Entertainment? Agensi DBSK, agensi musik yang aku masuki tahun 2002 itu.” Ucap YoonA lalu memungut poster itu dan mengejar Kyuhyun kembali.

“Arra. Wae?”

“SM akan menarik salahsatu pemenang lalu memasukkannya ke dalam agensi tanpa audisi. Mosisseo, eo?”

“Cih, Appa tidak akan membiarkanku menjadi penyanyi. Kubilang, ia hanya ingin aku serius belajar. Akhir-akhir ini karena bermain denganmu, otak matematikaku semakin membatu kau tau?”

“Tapi sejujurnya kau ingin menjadi penyanyi kan?” cetus YoonA. Kyuhyun terdiam. Sebenarnya iya, ia ingin sekali menjadi penyanyi. “Ayolah… ikut ini, demi aku!”

“Kenapa demi kau?” maki Kyuhyun.

“YA! Kau harus jadi artis juga, sepertiku!”

“Tapi kudengar agensi itu mementingkan wajah. Mataku sipit begini.”

“Kau tau Oppa, kalau kau mau sesuatu, kau harus berkorban sedikit.”

“Berkorban?”

“Sedikit aja untuk memperbesar matamu, oke?” ucap YoonA.

“Tidak! Tidak aku tidak mau operasi plastik…!” seru Kyuhyun tapi terlambat karena YoonA sudah menariknya.

Beberapa jam kemudian…

Jam menunjukkan pukul 21.00 malam, tapi Kyuhyun dan YoonA masih belum pulang ke rumah masing-masing. Mereka sedang berada di restoran yang tidak pantas disebut sebagai restoran. Mungkin bisa disebut warung? Ya, mereka sedang berada di warung makanan. Mereka membeli dan akan memakannya di jalan pulang nanti.

“Ahjumma, ddukboki-nya 30.000 won.” Ucap YoonA sambil mengeluarkan 3 lembar 10.000 won dari tas ranselnya.

“Ne,”

“Dwasseo,” ucap Kyuhyun lalu berusaha meraih 3 lembar 10.000 won dari saku-nya.

“Ani, geunyang, kau baru saja membayar untuk operasi matamu. Biar aku yang mentraktirmu kali ini, eo?” ucap YoonA. “Tadi adalah operasi yang cukup mahal.”

“Ani, gwenchana.” Jawab Kyuhyun. Tentu Kyuhyun tidak terbebani untuk membayar operasi kecil tadi, ayahnya adalah pemilik Akademi (les pelajaran, bimbel) yang cukup terkenal. Bahkan perusahaannya sendiri sudah berdiri di Korea Selatan dan Taiwan.

“Kalian berdua terlihat cocok.” Ucap Ahjumma pemilik warung ddukboki lalu memberikan dua kotak sterofoam berisikan ddukboki. 15.000 won per kotak.

“Ani, kami bukan…” seru Kyuhyun dan YoonA bersamaan.

“Eyy, ggeojimal hajima,” ucap Ahjumma Ddukboki. “Hati-hati,”

“Ne, gamsahamnida Ahjumma.” Ucap Kyuhyun dan YoonA lalu membungkuk 90 derajat, berpamitan pada Ahjumma Ddukboki.

Kyuhyun dan YoonA sampai di taman dekat rumah YoonA, tempat tinggal YoonA bersama Appa-nya dan Eonnie-nya. Mereka berdua duduk di atas sebuah ayunan lalu mengayunkannya bersama dengan kedua pasang kaki indah itu.

“Apa kau benar-benar ingin aku ikut kompetisi itu (ChinChin)?”

“Hm, geurom! Ini adalah kesempatan hebat untukmu.” Sahut YoonA kembali memakan ddukbokinya. “Eoh! Punyaku habis?”

“Cham.” Kyuhyun menusuk dua buah ddukboki dari garpu kecil miliknya dan memberikannya kepada YoonA, tepat di hadapan mulut YoonA.

“Hm?” YoonA melahap ddukboki yang diberikan Kyuhyun.

“Untuk berterimakasih,” ucap Kyuhyun lalu mengecap garpu yang baru saja dipakai *?* oleh YoonA (mpun cheesy yah ‘_’). “Baiklah, aku akan berusaha keras!”

Beberapa bulan kemudian….

“Ini dia saat-saat yang ditunggu! Pengunguman pemenang ChinChin Singing Competition 2005! Adalah…”

Kyuhyun tengah berdiri dengan gugup dengan temannya di sebelahnya. Temannya itu adalah orang yang tadi bernyanyi dengannya. Dari barisan tengah penonton, terlihat YoonA yang ikut gugup melihat Kyuhyun yang juga gugup..

“Juara pertama diraih oleh…. PARK SEO YEON!! Chukkae imnida.” Kyuhyun menghela nafasnya kecewa. Ia tidak berhasil memenangkan juara satu.

“Juara kedua, diraih oleh…”

Kyuhyun tidak dapat mendengar apapun termasuk pengunguman juara ketiga. Ia terlalu kecewa karena ia telah mengecewakan YoonA.

“Chukkae imnida…” ucap MC ChinChin Singing Competition itu. “Dan yang terakhir. Juara ketiga diraih oleh…. CHO KYUHYUN & TEMANNYA!” Kyuhyun hanya tersenyum tipis menanggapinya lalu mengambil piala dan membungkuk sehormat mungkin.

Jalan pulang

“Hey, jangan terlalu bersedih.. jangan terlalu kecewa. Bukankah juara tiga itu juga sudah bagus?” Ucap YoonA lalu mengelus punggung Kyuhyun pelan.

Kyuhyun menepis tangan YoonA lalu menggenggamnya erat. “Aku tidak mau mengecewakanmu.”

“Eyy, jangan begitu. Kau tidak mengecewakanku. Tidak sama sekali.” YoonA memeluk Kyuhyun erat. Kyuhyun pun membalasnya.

KRRRR

Handphone Kyuhyun tiba-tiba berdering tanda ada telepon masuk. YoonA melepas pelukkan eratnya.

“Yeoboseyo?”

Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun-ssi?

“Nde?”

Annyeonghaseyo Cho Kyuhyun-ssi. Kami dari SM Entertainment.” Kyuhyun menutup ujung telepon dengan tangan kirinya sejenak.

“YOONA-YA!! ini dari SM!” teriak Kyuhyun bahagia. Ya, SM memilih Kyuhyun dibanding juara satu dan dua.

“Jinjja ya? Jawab, ppali!”

“Nnne?” sahut Kyuhyun di telepon dengan suara yang terbata-bata.

Kami ingin merekrut anda menjadi bagian dari trainee SM Entertainment. Apakah anda tertarik untuk menjadi bagian dari kami?” tanya seseorang dari ujung telepon.

“Ehh, ne, geuromyeon.” Jawab Kyuhyun.

Arraseo, anda bisa datang ke gedung SM Entertainment besok pagi. Kami akan mengirimkan alamatnya nanti. Gamsahamnida.

“Ne, nado gamsahamnida.”

KLIK

Kyuhyun dan YoonA saling bertatapan.

“YA!!!” seru Kyuhyun dan YoonA bersamaan lalu saling memeluk. Kyuhyun mengangkat tubuh YoonA lalu berputar (mirip scene di Jejudo chapter 1). Tak beberapa lama kemudian, Kyuhyun menurunkan YoonA lalu melepas pelukkannya.

“YoonA-ya, aku berhasil!”

“Ne, kau berhasil. Charaesseo.”

~~~~

28 Desember 2013, Beijing, Cina

“Kyuhyun-ah, ireona. Ini sudah pagi.” Ucap Sungmin lalu membuka tirai jendela dan menggoyangkan pundak Kyuhyun yang tidur dengan keadaan terbalik (tengkurap). “Kyuhyun-ah ireo abwa.”

Kyuhyun sebenarnya tidak tidur sejak tadi malam, ia mengubek-ubek kenangannya bersama YoonA. Entah mengapa semakin hari Kyuhyun semakin merindukan YoonA… dan semakin merasa sakit hati.

Kyuhyun benar-benar tidak tidur, ia hanya malas untuk menyapa Hyung-nya itu. Kenapa hidup harus berat? pikirnya. Kyuhyun menangis sambil mengingat kenangan-kenangan bahagianya dengan YoonA tadi malam.

“YA Kyuhyun-ah!” seru Sungmin lalu membalik badan Kyuhyun. “OMONA!” pekiknya. “Kyuhyun-ah, Kyuhyun-ah! Apa kau menangis dan tidak tidur semalaman?” Kyuhyun terlihat hancur berantakkan, terdapat kantung mata hitam gelap di bawah matanya, kornea dan wajahnya memerah.

“Anieyo.” Jawab Kyuhyun, tentu saja berbohong.

“Eyy, jangan berbohong padaku.” Sanggah Sungmin.

“Anieyo Hyung, jinjja gwenchana.” Kyuhyun berdiri dari ranjangnya menuju kamar mandi di kamar KyuMin.

~~~~

Pagi yang cukup biasa terjadi di dorm Super Junior M. Canda tawa menghiasi ruang makan tersebut, kehangatan dan rasa sarapan yang mengenyangkan pun tersedia. Begitupula dengan wajah suram Kyuhyun. Setelah dua sampai tiga hari Kyuhyun berwajah seperti itu, tak lama para member pun mulai terbiasa dengan itu. Terkecuali dua Hyung yang sangat peduli padanya, Sungmin dan Siwon.

“YA Kyuhyun-ah, neo… jinjja gwenchana?” bisik Siwon.

“Hmm, na jinjja gwenchana, tidak ada yang perlu kau khawatirkan, Hyung.”

“Hh, arraseo,”

~~~~

29 Desember 2013, Dorm SNSD, Korea

“YA YoonA, ppaliwa! Kalian akan terlambat untuk rehearsal!” pekik manager SNSD.

“Ne Oppa, geopjeong hajima, aku sudah berusaha secepatnya!”

“YA YOONA PPALI!” pekik Hyoyeon.

“Ne, ne chakkaman!” pekik YoonA. Ia dengan cepat merampas Galaxy S3 miliknya yang sedang dipegang oleh Prince Fluffy yang tidak lain dan tidak bukan adalah anjing mungil peliharaan Tiffany.

Dengan cepat YoonA berlari menuju van SNSD yang berada di tempat parkir lantai dasar; yang tidak cukup jauh dari dorm kamar SNSD; dan duduk di samping satu-satunya dongsaeng-nya di SNSD; Seohyun; di kursi paling belakang, dan Yuri; Eonnie sekaligus sahabatnya. Van itu pun melaju di jalan.

Tanpa memperhatikan Seohyun dan Yuri yang sedang bercanda, YoonA menatap layar handphone-nya berharap handphone itu akan bergetar dan SMS ataupun chat dari orang itu muncul.

Lee Seunggi? Bukan. YoonA dan Lee Seunggi masih berhubungan baik, jadi ia tidak perlu khawatir tentang kapan SMS dari Seunggi sendiri datang, karena setiap hari Seunggi pasti akan mengirimnya SMS.

Cho Kyuhyun? Bagaimana jika iya? Bagaimana… jika orang itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun, sahabat YoonA, sahabat yang selalu ada di sana untuknya. Tapi akhir-akhir ini YoonA merasa semakin jauh, semakin terseret arus. Ia bahkan tidak mendapat SMS sama sekali dari Kyuhyun.

“Eonnie, wae geuraeyo? Ada apa denganmu?” tegur Seohyun sambil mencengkram pundak YoonA.

“Ne? Ani, tidak ada apa-apa.” Jawab YoonA sekena mungkin.

“Eyy, ggeojimal hajima, Yoong-ah,” timpal Yuri. “aku tau kau, dan kau yang aku tau tidak diam seperti ini.”

“Ani, na jinjja gwenchana.” Sahut YoonA lagi.

“Jinjja?”

“Eo, jinjja.” Jawab YoonA lalu melemparkan pandangannya ke arah jendela van tersebut yang memperlihatkan jalanan luar.

22 Juli 2012

“YA rusa, igeo jom bwa!” seru seorang namja yang sedang duduk di hadapan laptop-nya. Ya, dia adalah Kyuhyun Super Junior.

“Wae?” jawab yeoja yang dipanggil oleh Kyuhyun tadi; yang tentu saja adalah sahabat Kyuhyun sendiri; YoonA.

Sore itu keduanya yang sedang tidak ada jadwal berada di dorm Super Junior, tepatnya di kamar Kyuhyun. Mereka hanya bertiga di dorm Super Junior; bersama dengan Ryeowook, tapi ia sedang tidur di kamarnya sendiri.

YoonA yang pada awalnya sedang merapikan baju-baju Kyuhyun yang tergeletak di lantai langsung beranjak dari lantai dan berdiri merunduk di samping Kyuhyun yang sedang duduk.

Kyuhyun menunjuk ke arah layar laptop di hadapannya yang menunjukkan website yang sedang membuat polling, SUPER JUNIOR vs GIRLS’ GENERATION.

“Mwo?” tanya YoonA.

“Menurutmu siapa yang akan menang? Mereka akan menutup polling besok siang.”

“Eyy, tentu saja kami (SNSD) akan menang!” pekik YoonA sambil membusungkan dadanya percaya diri.

“Apa-apaan, kami sudah duluan debut, tentu saja kami (Super Junior) akan menang!” balas Kyuhyun.

“Gee (MV) sudah memiliki 116 juta viewer lebih di youtube! Memangnya Super Junior sudah pernah dapat lebih dari 100 juta viewer?” tusuk YoonA.

“YA!” pekik Kyuhyun. “Dwasseo, siapapun yang kalah, selama seminggu harus menuruti si pemenang, dan.. besok siang harus mentraktir makan siang di dekat MBC!”

“MBC? Wae?”

“Besok siang aku ada syuting Radio Star, pabo…!” seru Kyuhyun gemas sekaligus kesal lalu mencubit pipi YoonA.

“YA APPO!!” teriak YoonA. lalu menyentil dahi Kyuhyun.

“YA wajahku sedang dalam perawatan para dermatologist, kau sendiri tau itu!” balas Kyuhyun lalu mengelus dahinya sendiri.

“Mian, mian. Baiklah, call (call sama aja kayak deal atau setuju kalo orang Korea yang nyebut)!”

MBC Recording Building, 12.45 KST, 23 Juli 2012

“YA rusa!” seru seorang namja yang bisa dipastikan adalah Kyuhyun.

“Wae?” sahut sang yeoja yang merasa dipanggil, Im YoonA. YoonA baru saja sampai di ruang tunggu para MC Radio Star.

Ya, keduanya tengah berada di lantai 3 gedung MBC, tempat recording Radio Star berada.

“Kau sudah melihat hasil polling-nya?” tanya Kyuhyun dengan senyuman menggoda.

“Ani, ajik. Wae? Kau sudah liat? Bagaimana hasilnya!?” pekik YoonA lalu berlari menghampiri Kyuhyun yang tengah duduk di sofa.

“Tebak saja? Tentu kami menang!” seru Kyuhyun lalu memeletkan lidahnya ber-merong ria sambil menunjukkan layar handphone-nya yang sudah memperlihatkan hasil polling SUPER JUNIOR vs GIRLS’ GENERATION di website yang kemarin mereka kunjungi.

“MWO?” teriak YoonA seraya merampas handphone Kyuhyun dari tangan sang pemilik. Matanya terbelalak melihat hasil polling yang sangat tidak familiar.

Ia melihat fotonya dan para anggota SNSD sudah diberi filter hitam dan tulisan merah yang dibaca LOSE, tanda mereka kalah dari Super Junior. Foto para anggota Super Junior pun diberi mahkota di atasnya. Kyuhyun tersenyum penuh dengan kemenangan lalu mendelik ke arah YoonA.

Image

“Otte? Sudah kubilang, pasti kami menang.” Sindir Kyuhyun.

“Arraseo arraseo!” jawab YoonA ketus.

“Jangan lupa mulai sekarang sampai minggu depan, kau harus menurutiku, Im YoonA sayang.” Ucap Kyuhyun dengan nada iblis dan senyuman licik yang menyeringai.

“Arraseo, arraseo!”

“Mulai sekarang sampai minggu depan, panggil aku Oppa.”

“MWO? SHIREO!” bantah YoonA. “YA Kyuhyun-ah, kita sudah pernah sepakat bahwa aku akan memanggilmu Oppa hanya saat on air di TV!”

“Aku tidak mau tau. Kau sekarang harus menuruti apa yang aku mau.” Jawab Kyuhyun seenaknya lalu melenggang keluar dari ruang tunggu.

“YA CHO KYUHYUN, TUNGGU AKU!”

“Apa katamu!?” seru Kyuhyun memunculkan kepalanya dari balik pintu dengan nada marah yang terdengar SANGAT dibuat-buat.

“Arraseo. OPPA. Puas kau?”

Kyuhyun dan YoonA turun dari lantai 3 gedung MBC menuju lantai dasar. Baru saja ingin keluar dari gedung MBC, keduanya ditahan oleh rekan MC Radio Star Kyuhyun,Yoon Jongshin.

“YA Kyuhyun-ah, YoonA-ya! Mau apa kalian keluar?” tanya Jongshin.

“Makan siang, memangnya tidak boleh?” terka Kyuhyun sarkastik.

“SOPANLAH SEDIKIT!” pekik Jongshin. “Jam 1 nanti kita mulai syuting. Lagi pula di luar sangatlah panas, keringatmu bisa menghapus makeup-nya.”

“Lalu? Aku harus makan siang di mana?” tanya Kyuhyun.

“Di café saja, apa susahnya.” Jawab Jongshin.

“Café mana?” tanya Kyuhyun polos.

“CAFÉ MBC, BODOH, CAFÉ MANA LAGI!” teriak Jongshin.

“Eyy, jangan marah Hyung! Baiklah aku pergi!” sambil menggenggam tangan YoonA, Kyuhyun menariknya menjauh sebelum Jongshin menghambisinya.

“Aish anak itu, jinjja! Kerjanya hanya berduaan dengan YoonA.”

Tanpa sadar Kyuhyun dan YoonA berjalan sambil menggenggam tangan masing-masing. Mereka bercanda tawa ria dalam perjalanan menuju café MBC yang terletak di lantai 1. Ya jadi mereka harus naik satu lantai lagi dari lantai dasar.

KLONTANG

Bunyi bel otomatis dari pintu kaca café cepat saji MBC berbunyi karena Kyuhyun dan YoonA membukanya. Para pengunjung café yang sebagian besar mengenal Kyuhyun juga YoonA langsung menyoraki mereka.

“CIEE!!” sorak para pengunjung café yang tentu saja adalah artis dan komedian.

“YA MWOE?” seru Kyuhyun.

“Akhirnya kau jadian dengannya juga, eo, Kyuhyun-ah!” seru komentator dari acara terkenal bagian dari Happy Sunday; We Got Married; Park Mi Sun.

“Aniyo!” bantah YoonA. “Kami tidak pacaran!”

“Ne, kami tidak!” sahut Kyuhyun.

Keduanya berpandangan dan sadar apa yang membuat para artis dan komedian berpikir mereka adalah sepasang kekasih. Kedua tangan yang bertautan dengan erat.

SRET

Keduanya langsung menarik tangan masing-masing dari kegiatannya semula—menggenggam tangan. Rona merah muncul dari pipi keduanya.

“Eyy, kami tidak pacaran! Kami tadi sedang kabur dari Jongshin Hyung!” sanggah Kyuhyun. Yang lain pun pura-pura mengangguk mengerti padahal sebenarnya mereka tetap ingin menggoda Kyuhyun dan YoonA

Setelah keadaan sedikit menjadi damai, Kyuhyun dan YoonA memilih untuk duduk di meja nomor 7 di dekat jendela yang memiliki kursi yang saling berhadapan. Kyuhyun duduk.

“Pesankan!” perintah Kyuhyun.

“Apa? Apa yang kau mau?…” tanya YoonA yang mau tidak mau mengikuti drama suruh-suruhan ini. Tapi omongannya terhenti sedikit setelah melihat tatapan melotot tajam Kyuhyun. “Apa yang kau mau…, Oppa?”

“Charaesseo. Spagetti bolognaise dan Choco cream… hazzelnut?” baca Kyuhyun dari tempat duduknya. Kyuhyun membaca daftar menu yang hanya terpampang di atas kasir pembayaran sekaligus pemesanan (kayak di McD atau AW).

“Arraseo, Oppa.” Jawab YoonA yang sudah mulai terbiasa dalam menggunakan kata-kata Oppa.

YoonA berjalan ke arah kasir pemesanan. Kyuhyun memperhatikan YoonA dari jauh, betapa anggunnya ia berjalan., pikir Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum melihat YoonA sedang dengan hati-hati memilih pesanan untuk dirinya sendiri dan mengingat-ingat pesanan Kyuhyun. Ia tersenyum dengan tulus. Jarang-jarang Kyuhyun tersenyum seperti ini di depan umum. Biasanya Kyuhyun tersenyum tulus saat menatap wallpaper handphone-nya yang adalah selca dirinya dan YoonA.

“YA Oppa, kau melamun!” seru YoonA.

“Kalau kau memanggilku Oppa, panggilnya jangan bawa embel-embel YA di depannya, dong!”

“Arraseo arraseo, Oppa kesayanganku yang cerewet.” Jawab YoonA dengan rasa terpaksa lalu menaruh pesanan Kyuhyun dan dirinya sendiri di atas meja. Tentu saja pesanannya datang dengan super cepat, namanya juga café cepat saji, bukan?

Keduanya makan dengan lahap, tak lupa saling mengejek satu sama lain. YoonA menyendok fettuchini-nya dan dengan cepat memasukkan ke mulutnya. Entah mengapa bisa krim manis fettuchini membekas di pipinya.

“YA bersihkan itu! Kau makan belepotan sekali!” seru Kyuhyun yang sedang makan juga.

“Apanya? Krim?” YoonA menjilat sisi-sisi bibirnya. Ia kira krim fettuchini-nya hanya belepotan di dekat bibirnya saja.

“Eh dasar bodoh.” Kyuhyun menaruh garpu dan pisaunyanya kemudian menaruh jari telunjuknya di krim yang ada di pipi YoonA. Kyuhyun pun mengusapnya lembut berusaha menghapus krim tersebut. Setelah merasa pipi YoonA sudah bersih, Kyuhyun pun menjilat jari telunjuknya sendiri.

“Eonnie, kajja. Kita sudah sampai. Jangan melamun terus, Eonnie.” Ujar Seohyun pada Eonnie-nya, YoonA.

“Eo, geurae.” Sahut YoonA singkat.

SNSD di sambut meriah oleh para SONE yang menunggu di luar venue untuk acara meriah pada malam hari nanti, SBS Gayo Daejun.

SNSD benar-benar disambut dengan meriah. Tidak hanya disambut oleh fans mereka yang notabene-nya bernama SONE, SNSD juga disambut oleh para rekan sesama artis. Sebagian besar adalah hoobae SNSD, artis-artis yang debut setelah SNSD.

SNSD dengan manis menyambut sapaan para hoobae mereka. Tapi YoonA sedikit terlihat kaku dalam membalas sapaan artis lain kali ini. Padahal biasanya ia yang paling semangat membalas sapaan artis lain dengan senyuman yang lebar. YoonA hanya tersenyum lebar dengan alis yang lancip; seperti sedang tertekan; membalas sapaan dan… menatap layar handphone-nya.

“Cho Kyuhyun…” gumam YoonA tanpa ia sendiri sadar.

~~~~

SNSD sedang tidur-tiduran di dalam ruang tunggu yang dipakai oleh mereka dan Kara.

“YoonA-ya, kenapa dari tadi kau diam saja?” tanya seorang yeoja pada YoonA.

“Seungyeon Eonnie!” pekik YoonA terkejut dan langsung meletakkan handphone-nya di meja, membiatkan Seungyeon duduk di sampingnya.

“Kau kenapa?”

“Ani, tidak ada apa-apa.”

“Eyy, ggeojimal hajima.” Sahut Seungyeon. “Kau tidak akan bisa membohongi Eonnie-mu yang satu ini.”

“Aniyo Eonnie.” YoonA hanya tersenyum.

“Hh, arraseo. Jika kau ingin bercerita, cerita pada Eonnie, eo!” ucap Seungyeon lalu menepuk punggung YoonA.

“Eo, geurae.” Jawab YoonA singkat. Ia kembali menatap handphone-nya.

Tiba-tiba…

Yojeum ttara nekko indeut, nekko anin nekko gateun neo..” ringtone handphone YoonA berbunyi. Dengan cepat ia membaca nama siapa yang muncul di screen handphone-nya. Ia tersentak. Nama ‘My Chagi Seunggi ❤’ tertera di screen handphone-nya. Raut kecewa tampak sekilas di wajahnya.

KLIK

“Yeoboseyo, Oppa?”

Hmm, Chagi. Aku pikir kita tidak bisa ke Cina dan mengajak Kyuhyun minum bersama.

“Wae?” rengek YoonA.

Kita sama-sama sibuk, Chagi. Aku janji aku akan mengajak Kyuhyun untuk minum bersama lain kali.

“Baiklah kalau begitu. Kau sudah berjanji, jangan diingkari!” ancam YoonA pura-pura sambil tersenyum. Ternyata Seunggi dapat menghapus sekilas kesedihan dari wajah YoonA.

Kkk, arra arra. Annyeong Chagi, saranghae.

“Hm, annyeong Oppa. Nado.” YoonA menjawab.

No, no, no. Jika Seunggi Oppa tidak bisa, masa aku juga tidak bisa?” YoonA tersenyum kecil. Ego-nya yang merindukan Kyuhyun terlalu sangat sudah mengalahkannya.

~~~~

“Oppa jebalyo, bilang saja aku sedang syuting drama, eo? Jebal..” rengek YoonA pada manager SNSD.

“Kau sudah absen di KBS 2 hari yang lalu karena syuting (drama). Sekarang kau mau membuatku berbohong? Lagipula mau apa kau ke Cina?” sang manager menghela nafas.

“Aku…” kalimat YoonA tampak terhenti. “Aku merindukan Kyuhyun Oppa!”

“Mwo? Kau merelakan job ini hanya untuk melihat Kyuhyun? Ayolah, Yoong!” pekik manager SNSD sambil meremas rambutnya sendiri.

“Oppa, biarkan dia.” Ucap Taeyeon yang datang tiba-tiba sambil menepuk pundak sang manager SNSD.

“MWO? Wae!?” manager SNSD itu berteriak memekik.

Taeyeon mengalihkan pandangannya ke arah YoonA lalu tersenyum. “Kau boleh pergi, Yoong.”

“Jinjja, Eonnie?” seru YoonA sembari memeluk Taeyeon.

“Hmm, pergilah ke bandara dan langsung beli tiket untuk ke Beijing, arraseo?” Taeyeon tersenyum.

“Jeongmal gomawoyo, Eonnie!” YoonA mengemas barang-barangnya dan langsung pergi keluar ruang tunggu. Ia tidak membawa koper sama sekali. dan tanpa pikir panjang, ia begitu saja langsung melesat ke bandara Incheon.

~~~~

Incheon International Airport

“Hhh… Hokshi.., Kyuhyun menyukaiku? Lalu dia… dia cemburu kalau aku pacaran dengan Seunggi Oppa? Maka dari itu ia menjauhiku?” gumam YoonA. “Eyyy, tidak mungkin. Kyuhyun tidak pernah memiliki perasaan lebih padaku. Tidak mungkin.”

13 Juli 2011 – 09.00 KST, Incheon International Airport

 

“YA! Mau apa kau suruh-suruh aku ke bandara, hah?” pekik yeoja cantik visual SNSD yang sedang berbalut pakaian tebal yang menutupi tubuhnya yang membuatnya terlihat seperti seorang teroris. “Apalagi dengan pakaian tebal ini! Kau tau, Cho Kyuhyun? Ini MUSIM PANAS!”

“Kau bisa melepas baju tebalmu itu di pesawat nanti!” sahut namja yang dipanggil Kyuhyun itu yang hanya memakai kacamata hitam dan t-shirt garis-garis biru putih yang ditutupi oleh jubah biru tua.

“MWO? PESAWAT? Kita mau kemana? YA BODOH!”

TAK!

YoonA menjitak kepala kesayangan Kyuhyun (?). YoonA mendengus sebal lalu membelakangi Kyuhyun. “YA YA, jangan marah-marah dulu! Kau pasti senang jika aku beritahu kita akan kemana!”

“Hm? Kemana?” tanya YoonA masih setengah sebal.

“PARIS!” seru Kyuhyun.

“MWO?!” YoonA berbalik menatap Kyuhyun. “Cho Kyuhyun, pikirkan. Untuk apa kita pergi ke Paris jika baru bulan lalu kita pergi ke sana (untuk SMTOWN)?”

“Hm, hm, aku tau. Tapi kita tidak punya waktu jalan-jalan saat di sana, bukan?” ucap Kyuhyun.

“Ani. Aku jalan-jalan bersama eonniedeul dan yang lainnya, kok! Kau saja paling yang kudet dan hanya bermain Star Craft!” cibir YoonA.

“Ayolah, Yoong. Hm?” Kyuhyun menyambar kopernya dan menggenggam tangan YoonA. Mereka keluar dari ruang tunggu.

Para fans dan wartawan yang dapat mencium jejak Kyuhyun yang sedang berada di bandara sudah memenuhi jalan masuk menuju pesawat. Entah bagaimana mereka bisa tau. Sempat berbingung ria siapa orang yang ditarik-tarik oleh Kyuhyun, akhirnya mereka juga tidak terlalu peduli dan sibuk mengambil foto Kyuhyun. Mengabadikan momen tersebut.

Ahh, jadi ini maksud Kyuhyun aku harus memakai baju tebal.. agar tidak ketauan…, pikir YoonA.

“Chogiyo, juseonghamnida.” Kyuhyun masih menarik kopernya dan tangan YoonA sekaligus seraya membungkuk memintamaaf untuk meminta jalan lewat. YoonA hanya bisa menundukkan kepalanya.

TEK!

“AAH!” pekik YoonA. Ia duduk terjatuh dengan tangan Kyuhyun yang masih mengggenggam tangan kanannya.

“Wae, wae? Gwenchana?” tanya Kyuhyun panik.

“Hak sepatuku patah… argh..” YoonA meringis lalu memegang kakinya dengan tangan kirinya.

“Mwo? Aish, makanya jangan pakai sepatu hak!” Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada YoonA dan pada kopernya lalu berjongkok di depan YoonA. “Naiklah.”

“Mwo? Kau kuat? Jangan salahkan aku kalau kau pegal-pegal…!” sahut YoonA.

“Jangan banyak omong.” Kyuhyun meraih kedua kaki YoonA lalu menggendong YoonA di punggungnya. Ia biarkan YoonA bersender di punggungnya dengan kedua tangan YoonA yang menggantung di leher Kyuhyun. “Bukan hanya aku saja yang kerja, kan? Nih pegang kopernya! Jangan cekik leherku.”

“Arraseo, arraseo!” geram YoonA lalu menggenggam koper Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan dengan cepat tak peduli para fans dan wartawan yang mengerubuninya, ia menerobos keributan tersebut.

Sesampainya di pesawat…

Kyuhyun menurunkan YoonA di kursi pesawat paling depan, di First Class. Setelah menurunkan sahabatnya itu, Kyuhyun menjatuhkan dirinya di kursi sebelah YoonA. “Appo? Masih sakit?”

“Masih…” ucap YoonA. Kyuhyun meraih kaki kiri YoonA lalu ia taruh kaki indah tersebut di atas kakinya.

“Makanya kalau jalan hati-hati.” ia memijat ringan kaki YoonA.

“Gomawo.”

“Tidak perlu berterima kasih. Aku memang selalu akan membantumu, Friend.” Kyuhyun kembali memijat kaki YoonA. Tanpa sadar, keduanya telah tertidur di masing-masing pundak. Kepala YoonA terbaring di pundak Kyuhyun, begitu sebaliknya dengan Kyuhyun.

3 jam kemudian…

Kyuhyun terbangun. Ia menyadari kaki kiri YoonA masih berada di atas kakinya.

“Pantas saja posisi tidurnya tidak enak.” Kyuhyun pun menurunkan kaki YoonA dari atas kakinya.

“Chogiyo, untuk makan siangnya…” seorang pramugari mendekat.

“Ah mianhae… tapi bisa tolong di-pack ke dalam tempat makan saya ini? Teman saya masih tertidur.” Jawab Kyuhyun.

“Ah ne,” pramugari itu tersenyum menggoda. “tapi, bukankah Im YoonA ini adalah yeojachingu anda?”

“Ne? Im YoonA?”

“Jelas-jelas terlihat bahwa kalian sedang berlibur berdua. Nikmatilah, Kyuhyun-ssi. Juseonghamnida.” Pramugari itu pun kabur entah kemana.

“Yeojachingu… apa ia benar-benar terlihat seperti yeojachingu-ku?” Kyuhyun tersenyum tersipu. “Ah, tidak penting. Lebih baik aku tidur lagi.”

1 jam sebelum landing…

“Aish, mengapa aku terbangun lagi?” Kyuhyun yang terbangun lagi pun tidak bisa tidur kembali. Alhasil, ia hanya menatap terus-terusan wajah YoonA. “Mengapa kau terlihat begitu cantik?”

Tanpa sadar ia mendekat ke arah wajah cantik itu lalu menempelkan bibir miliknya ke arah bibir YoonA. Hanya terdiam. Setelah kurang lebih 7 menit, Kyuhyun melepaskan bibirnya dari bibir YoonA.

“Apa yang baru saja kulakukan!? Cho Kyuhyun, wae geureoni?”

 Sebelum landing…

“Chogiyo, sebentar lagi kita akan landing.” Seorang pramugari mendatangi Kyuhyun dan YoonA.

“Ah ne,” jawab YoonA. “Kyuhyun-ah, ireona. Kita akan segera landing.”

“Hhmm, 5 menit lagi, Eomma…” rengek Kyuhyun.

“Eomma, Eomma! Ini aku, YoonA! Bangunlah!” pekik YoonA. “Pergi dari pundakku, Bodoh!”

“YoonA?” Kyuhyun meluruskan kepalanya lalu ia menggeliat sedikit. “Ohya, lepaskan itu lapisan-lapisan bajumu, di Paris sedang musim panas juga.”

“Eo, matta.” YoonA melepas satu-satu jaket dan sweater-nya. Dan alhasil yang tersisa hanyalah t-shirt garis-garis biru putih dengan rompi tutupan putih dan jeans pendek.

“Kok t-shirt milikmu sama sepertiku?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk t-shirt miliknya.

“Nan molla? Kau kali yang mengikutiku?” tanya YoonA lalu mendelik.

“Untuk apa! Cih.” Cibir Kyuhyun. “Ohya, pakai kacamata ini, agar kita bisa berjalan-jalan dengan tenang.”

“Hmm, arraseo.” Sahut YoonA.

Mohon perhatian, kencangkan sabuk pengaman, tegakkan sandaran kursi, lipat kembali meja makan. Kita akan segera mendarat di Charles de Gaulle International Airport.

Attention, please

WUUUSHH

Pesawat menukik ke arah bawah, berusaha mendaratkan badannya di landasan Charles de Gaulle atau yang lebih singkatnya di sebut Roissy Airport.

“Argh,” rintih YoonA.

“YA wae? Gwenchana?” ucap Kyuhyun lalu menoleh ke arah YoonA.

“Kakiku… berdenyut…” rintih YoonA lagi. Ia memegang kaki kirinya yang tadi sempat terkilir.

“Itu terjadi hanya karena tekanan udara yang muncul saat pendaratan pesawat. Tenanglah, ini akan segera berakhir.” Sahut Kyuhyun. “Sebentar lagi kita mendarat, eo?”

“Hm, gomawo.” YoonA meremas lengan baju Kyuhyun. “Appo…”

“Gidaryo, sebentar lagi.” Ujar Kyuhyun menenangkan YoonA.

BRAK!

Pesawat akhirnya mendarat di landasan Roissy.

“Ggeunnasseo?” tanya YoonA. “Sudah mendarat?”

“Eo, kau bisa lepas aku dari pelukanmu sekarang.” Goda Kyuhyun.

“Ish, untuk apa aku memeluk makhluk sepertimu! Ish.” Sindir YoonA.

“Makhluk apa maksudmu!” teriak Kyuhyun.

“Permisi, kita sudah mendarat, silahkan turun.” Ucap seorang pramugari.

“Ah ne, gamsahamnida.” Jawab Kyuhyun dan YoonA. YoonA susah payah berusaha berdiri karena kakinya masih sedikit nyeri.

“Makanya jangan sok bisa, sini aku bantu.” Kyuhyun mengulurkan tangannya ke arah YoonA. “Bangunlah.”

“Ish.” YoonA menarik uluran tangan Kyuhyun. Tapi, tarikannya yang agak terlalu kuat dan tangan Kyuhyun yang tidak siap ditarik membuat Kyuhyun terjatuh di atas YoonA. Keduanya terhenti sesaat. Tapi YoonA pun tersadar dan langsung memalingkan wajahnya. “Bangunlah, aku masih perlu bantuan untuk berdiri.”

“Hm,” sahut Kyuhyun lalu berdiri dan menarik tangan YoonA. YoonA terbangun dari duduknya lalu berjalan tertatih-tatih dengan tangannya yang masih bertautan dengan tangan Kyuhyun. Kyuhyun meraih koper miliknya. Dan kemudian mereka berjalan menuruni tangga pesawat.“Hati-hati.”

Sesaat sampai di bawah…

“Ini sudah malam, kakimu juga sakit. Mau langsung ke hotel?” tanya Kyuhyun masih menggenggam tangan YoonA.

“Hotel? Kau pesan hotel?” YoonA balas bertanya.

“Hotel yang berada di dekat Eiffel. Memang cuma ada satu kamar yang tersisa…”

“MWO? Aku? Satu kamar denganmu? Kau memang punya pikiran yadong, hum!?” pekik YoonA ngeri.

“YA YA, aku tidak berpikiran yadong. Tapi waktu aku pesan kamar di hotel itu, yang tersisa hanya satu kamar dan juga budget yang kusiapkan hanya cukup untuk satu kamar. Tenanglah, ada dua tempat tidur. Jangan berprasangka buruk padaku. Kita sudah bersahabat sejak 6 tahun yang lalu, hm? Percaya padaku.”

“Arraseo, arraseo.” sahut YoonA lalu mengangguk. “Bukankah itu sia-sia? Sebaiknya kita ke Eiffel hari ini!”

“Sekarang? Ini sudah jam setengah 8!” seru Kyuhyun, masih berjalan.

“Bodoh, lagipula kita belum makan siang tadi, makan malam apalagi! Kau tidak tau aku lapar? Kenapa kau tidak membangunkanku untuk makan siang tadi, huh?”

“Berhenti complain! Arraseo, arraseo, sekarang kita pergi ke Eiffel, lalu kita makan malam, deal?” ucap Kyuhyun.

Deal for sure!” sahut YoonA lalu tersenyum.

Keduanya keluar dari Roissy, menaiki taksi.

Please take us to the Eiffel.” (Tolong antarkan / bawa kami ke Eiffel.) Ucap Kyuhyun pada supir taksi.

Okay.” jawab sang supir taksi.

“Hei, habis ke Eiffel, kita makan di mana?” tanya YoonA.

“Jangan buru-buru! Kita akan ke Galeries Lafayette dulu.” Sahut Kyuhyun santai sambil memainkan handphone-nya.

“Galeri… Pamflet? Mwo? Galeri apa?” tanya YoonA polos.

“GA-LE-RIES LA-FA-YET-TE.” Eja Kyuhyun dengan nada menyindir.

“Galeries Lafayette? Tempat apa? Katamu tadi setelah ke Eiffel kita akan makan malam..”

“Ikut sajalah, jangan protes.” sahut Kyuhyun. “Kita harus membeli pakaian. Kau kan tidak bawa pakaian lagi, hanya pakaian tebal yang kau pakai di pesawat tadi.”

“Cih. Memangnya kau ada uang untuk membelikanku baju?” cibir YoonA.

“Geurom! Jika aku tidak punya banyak uang, untuk apa aku mengajakmu ke sini dan membeli pakaian? Lebih baik aku pergi sendiri.”

“Eyy, jangan marah. Begitu saja kok marah. Galeries Lafayatte? Mall, eo?”

“Hm, mall.”

“Tapi sehabis ke sana, kita makan, geutji? Aku super lapar.” Ucap YoonA.

“Arraseo, arraseo, kau rusa gendut.” Ejek Kyuhyun.

“YA! kau bilang apa padaku? RUSA GENDUT?” pekik YoonA, bersiap-siap memukuli Kyuhyun.

“Kalau kau pukul aku, aku tidak akan membelikanmu baju dan kau harus memakai baju biru-putih itu hinga kita sampai di Korea lagi.” Ancam Kyuhyun pura-pura.

“Arraseo, arraseo.” Sahut YoonA.

“Charraesseo.”

“Dasar om-om buncit.” Gerutu YoonA.

“Mwo?!” seru Kyuhyun.

Excuse me, we’ve arrived.” (Permisi, kita sudah sampai.) Tegur supir taksi.

“Ah, yes. Sorry.” Sahut Kyuhyun. Ia menuntun YoonA keluar dari taksi dengan tangan kanannya dan menuntun koper dengan tangan kirinya.

“Tempat yang indah, hm?” gumam Kyuhyun.

“Geuromyeo.” Sahut YoonA.

Keduanya berjalan lurus ke arah menara terkenal di kota cinta, Paris, menara Eiffel.

“Hmmm, umurmu tahun ini 23 kan?” tanya YoonA pada Kyuhyun.

“Eo, 23 di luar Korea. Dan kau… 21? Memangnya kenapa?”

“Tiket masuk. Umur 24 tahun ke bawah tiket masuknya 13 euro.” Jelas YoonA. “13 euro itu berapa won?”

“Hmm, sepertinya sekitar 18 ribu won lebih.” Jawab Kyuhyun. Ia mengeluarkan selembar uang 20 euro dan selembar uang 10 euro. Kemudian Kyuhyun memberikan 2 lembar euro tersebut kepada penjaga loket tiket. Penjaga loket tiket itu kemudian memberikan kembalian dengan recehan keping sen.“Thank you.”

Keduanya masuk ke area Eiffel, terperanga melihat ketinggian dari menara tersebut. Tapi keduanya pun terdiam seribu bahasa seketika melihat banyak pasangan bule yang sedang berciuman dan berpelukan.

GLEK

Kyuhyun menelan ludah yang sudah lama ia tahan dalam mulut.

“Yoong.” Panggil Kyuhyun pada YoonA.

“Hm?” YoonA menoleh ke arah Kyuhyun.

TAP

Kyuhyun memegang tangan YoonA erat.

Semakin hangat, Kyuhyun menarik YoonA mendekat. memeluknya seakan tidak mau melepaskan diri mereka masing-masing.

1

2

3

4

5

6

7

YoonA melepaskan dirinya dari Kyuhyun, perlu mengambil oksigen untuk dihirup. Ia memalingkan wajahnya dari Kyuhyun, menyembunyikan rona pipinya yang terlihat jelas.

“YA, belum kucium 10 detik, wajahmu sudah memerah begitu.” Sindir Kyuhyun mendinginkan suasana yang tadi sempat panas.

“YA! Coba kau pikirkan, untuk apa kau menggenggam tanganku, Bodoh!” balas YoonA.

“Untuk apa? Aku juga tidak tau. Aku hanya terbawa suasana di sini.” Goda Kyuhyun. “Mau lagi?”

“YA! Dasar byun kau!” (byun: pervert; semacam ‘ngeres’) maki YoonA.

“Tapi kau sepertinya suka? Wajahmu masih memerah gitu, kok.”

“YA!” pekik YoonA. Ia masih membelakangi Kyuhyun.“Kalau kau menggodaku sekali lagi aku akan berteriak bahwa Super Junior Cho Kyuhyun menyukai SNSD Seohyun!”

“YA! Kenapa bawa-bawa nama Seohyun? Di sini hanya ada kau dan aku!” balas Kyuhyun.

“Eh?” YoonA menoleh ke arah Kyuhyun. “Jangan-jangan kau…” YoonA mendekat ke arah Kyuhyun, memojokkan Kyuhyun ke salahsatu kaki menara Eiffel. “menyukaiku?”

“Mak… makss…maksudmu?” tanya Kyuhyun terbata.

“Hahaha! Liat wajahmu, Cho Kyuhyun! Kau lucu sekali!” YoonA tergelak.

“Pingin dibunuh, ya?” ancam Kyuhyun.

“Bunuh saja aku, nanti aku adukan kau pada Noona-mu atau bahkan Eomma-mu! Lagipula mereka mengenalku!”

“Jika kau kubunuh, kau kan tidak bisa mengadu pada mereka!” sahut Kyuhyun.

Image

“Oh iya ya?” gumam YoonA lugu. “Terus gimana dong?”

“Ishh..” Kyuhyun mencubit pipi YoonA gemas. “Yasudah, ayo kita ke Galeries Lafayatte.”

“Hm, habis itu kita makan, eo?” ucap YoonA lalu membesarkan matanya dengan aegyo.

“Ahh, menjijikkan. Berhenti memperlihatkan aegyo gagalmu itu padaku, jinjja. Hm, habis itu kita akan pergi makan malam.”

~~~~

“Bagaimana dengan yang ini?” tanya Kyuhyun pada YoonA memperlihatkan mini dress long sleeve berwarna hot pink dengan garis semi-transparan di dekat leher. “Ini cocok dengan dompet hitam yang tadi kita beli, Yoong!”

“Terserah kau, tapi aku lapar.” Jawab YoonA.

“Baiklah, kita ambil yang itu!” sahut Kyuhyun. “Excuse me, we’ll take this one.” (Permisi, kami akan beli / ambil yang satu ini.)

“Kyuhyun-ah, kau sudah dapat jas, aku juga sudah dapat dress itu, kan? Jadi sudah selesai, kan? Kajja, ayo kita makan malam.. ini sudah jam setengah 10, Cho Kyuhyun!”

Wait, wait. Bagaimana dengan yang ini?” tanya Kyuhyun lagi kemudian menunjukkan mini dress long sleeve pink tua seperti ungu dengan segitiga hitam yang besar-besar.

“Bagus.” Jawab YoonA singkat.

Ok, we’ll take this one as well!” (Ok, kami akan ambil yang ini juga) ucap Kyuhyun pada salahsatu pegawai toko.

“YA Kyuhyun-ah, kau sudah membeli jas untuk dirimu sendiri, lalu membeli 4 setel baju-celana santai untukmu. Kemudian kau juga sudah membeli 2 dress untukku, juga 4 setel baju-celana santai. Kau benar-benar membelikan baju-baju itu untukku?”

“Tidak, jika sudah sampai di Korea, kau harus menggantinya.” Jawab Kyuhyun santai.

“MWO?” seru YoonA.

“Tentu tidak Im YoonA… ini hanya sebagai simbol sayangku padamu…” YoonA mendelik dengan wajah merah. “sebagai teman. Hm, sebagai teman. Ohya, Im YoonA. Bagaimana dengan yang ini?” Kyuhyun memperlihatkan dress pink pastel dengan motif flower print bergaris.

“Yeppuda.” Sahut YoonA.

“Bagus kan?” ucap Kyuhyun. “Ok, this is the last one. I’ll take this too.” (Oke, ini yang terakhir. Aku akan mengambil yang ini juga.)

“Kyuhyun-ah, ini yang terakhir kan? Kajja, kita makan malam!” YoonA menggenggam lengan kanan atas Kyuhyun dengan kedua tangannya, memeluk lengan itu tepatnya.

“Arraseo, arraseo.” Ucap Kyuhyun.

~~~~

“Huh, kau ternyata hobi belanja juga! Kau tidak tau dari tadi aku kelaparan?” keluh YoonA sambil terus melahap pastanya.

Biasanya pun aku tidak suka belanja, hanya jika untuk barang yang aku beli itu untukmu, Im YoonA, aku jadi seperti ini., gumam Kyuhyun dalam hati.

“YA Kyuhyun-ah! Wae geurae? Makanlah, aku sekarang mengantuk!” pekik YoonA tapi tetap saja mulutnya penuh makanan. “Uhk, uhk!”

Kyuhyun menyodorkan minuman milik YoonA pada YoonA. “Makanya jangan complain terus padaku. Terima akibatnya.”

“Ish, ini hanya karena aku tersedak,” bantah YoonA. “Uhk, uhk!”

“Minum lagi.” Ucap Kyuhyun tenang lalu melanjutkan makannya.

Kyuhyun dan YoonA sudah selesai makan. Sekarang keduanya bergegas keluar dari café di dekat Galeries Lafayatte dan masuk ke dalam taksi.

Please take us to Mercure Paris Centre Tour Eiffel hotel, thank you.” (Tolong antarkan / bawa kami ke hotel Mercure Paris Centre Tour Eiffel, terima kasih.) Ucap Kyuhyun.

“Kok ‘eiffel’? memangnya kita mau ke Eiffel lagi?” tanya YoonA.

“Ani, di dekat Eiffel ada hotel. Karena dekat jadi dinamakan begitu.” Jelas Kyuhyun. YoonA hanya mengangguk-angguk mengerti.

Perjalanan sebenarnya tidak jauh tapi karena terhambat sedikit macet, perjalanan bertambah lama. YoonA pun merasa kantuk menyerangnya. Walaupun dia tertidur selama 10 jam di pesawat, tapi tetap saja karena ia sudah berjalan-jalan cukup lama dari jam 7 sampai sekarang yang telah menunjukkan pukul 11 malam, tentu saja ia merasa mengantuk. YoonA sudah berkali-kali tertidur lalu berusaha terjaga lagi.

“Jika ingin tidur, tidur sajalah.” Kyuhyun meraih kepala YoonA lalu ia senderkan kepala itu di pundaknya. “Tidurlah, aku akan membangunkanmu jika sudah sampai.”

“Hm, kau juga sebaiknya tidur…”

ZZZzzzz

YoonA mengorok kecil saat tidur. Kyuhyun tersenyum gemas mendengarnya. “Mungkin dia benar-benar kelelahan.”

10 menit kemudian…

“Yoong-ah, ireona. Kita sudah sampai.” Kyuhyun memukul pelan pipi YoonA.

“Eoh? Sudah sampai?” YoonA terbangun.

“Eo, ayo turun.” Kyuhyun mengajak YoonA turun dari taksi sambil meraih koper miliknya.

“Hm,” keduanya masuk ke dalam hotel yang tadi disebut-sebut oleh Kyuhyun.

Excuse me, I’ve reserved a room which have two bed for 2 nights. Cho Kyuhyun, from South Korea.” (Permisi, aku telah memesan sebuah kamar yang mempunyai dua tempat tidur untuk dua malam. *Namaku* Cho Kyuhyun, dari Korea Selatan.) Ucap Kyuhyun pada resepsionis. Kedua tangannya sibuk, yang satu memegang koper, yang satu lagi menggenggam tangan YoonA.

Ahh, yes, Mr. Cho Kyuhyun. This is your room key, the bell-boy will get you to your room.” (Ahh, iya, Tuan Cho Kyuhyun. Ini kunci kamar anda, bell-boy itu akan mengantarkan anda ke kamar anda.) Ucap resepsionis.

Thank you.” Kyuhyun memberikan kopernya dan kuncinya pada bell-boy, lalu bersama YoonA berjalan di belakang sang bell-boy. Mereka berjalan menuju lift, menuju lantai 3.

TING!

Lift berbunyi, tanda mereka sudah tiba di lantai 3. Si bell-boy mengantarkan mereka ke kamar 303.

This is your room, enjoy.” (Ini kamar anda, nikmatilah.) Bell-boy tadi membuka pintu kamar 303 dengan kunci kamarnya lalu memberikan kembali kunci kamar tersebut kepada Kyuhyun.

Thankyou.” Balas Kyuhyun. Kyuhyun dan YoonA masuk ke dalam kamar tersebut.

YoonA merebahkan dirinya di tempat tidur yang berada di dekat jendela. Lalu tertidur kembali.

“Ishh, belum mengganti baju. Sudah tidur saja.” Gerutu Kyuhyun. “Ah yasudahlah.”

“Kyuhyun-ah, jaljjayo.” Pamit YoonA yang mau menyebrang ke alam mimpi.

“Eo, jaljjayo.” Kyuhyun pun melepas sepatu yang masih melekat di kaki YoonA, topi yang masih setia berada di kepala YoonA.

Kyuhyun menjatuhkan dirinya di tempat tidur satunya lagi yang ada di sebelah YoonA, lalu ikut serta masuk ke alam mimpi.

Image

“Panggilan terakhir untuk penumpang pesawat penerbangan Korean Airlines dengan tujuan Beijing dengan nomor penerbangan IB92XXX dimohon untuk segera menuju gate A2. Gamsahamnida.

The last call for passengers of Korean Airlines…”

“Ah! Itu kan penerbanganku!” YoonA terlonjak lalu ia berlari menuju gate A2 seperti yang diumumkan. Setelah sampai di gate A2, ia masuk ke pesawat dan duduk di kursi First Class, Korean Airlines.

.

.

.

.

.

.

TBC~

Oya, yang flashback ke Paris itu baru part 1 gitu ya, nanti ada lanjutannya kok ^^~ keep RCL, biar gue makin semangat nulis chapter 3~

Kepanjangan kah chapter ini? jangan bilang kalau chapter ini kependekan ya, soalnya sejujurnya dengan font garamond size 16 di ms word 7, ini chapter selesai dalam 34 halaman ‘_’ okesip pamer.

UNTUK BOCORAN, gue udah selesai bikin One-Shoot angst yang kece abis, tapi pake bahasa Inggris :p judulnya Late Confession. Tapi itu OS nya gantung jadi gue bikin sekuel. Sekuelnya udah selesai chap 1, tapi yang jadi hambatan buat post di sini itu karena gue harus translate ke Indonesia dulu biar kalian enak bacanya. Tadinya sih rencananya itu yang versi Inggris mau di post di asianfanfics, tapi syarat daftar asianfanfics itu umurnya 13 tahun sementara gue sekarang baru 11, tahun ini 12 -_- okesip gue emang masih kecil.-. okelah buat bocoran Late Confession sama sekuelnya (Sickening Amnesia) segitu aja, kalo udah gue translate ke bhasa Indo, nanti gue post /insyaAllah/ oke, segini dulu dari gue, annyeong!

Regards,

Image

 

formed by Musketeers

from Musketeers

presented for Musketeers

Advertisements

14 thoughts on “[Chapter] Broken Inside || Chapter 2

  1. yey akhirnya dipost juga hehe aku sempet rada ngakak pas baca kyu nangis kaya gitu hahah imagenya jadi luntur gatau kemana xD ditunggu kelnjutannya

  2. Wahh thank you untuk update.. Seneng baca part ini karena banyak KyuNa moment walaupun ini cerita flashback.. Ditunggu next chapter nya sama OS nya juga.. Fighting…

  3. Author… akhirnya melanjutkan nie FF…
    Aku penasaran bgt ma klanjtannya
    SEMANGAT ya AUTHOR 🙂 🙂 B)

    THANX AUTHOR DAEBAKK

  4. DAEBAK!! ayolah, kok kalian pada ga peka sih, apalagi yoona yg ga tau sebernya dia sangat membutuhkan kyuhyun, dan kyuhyun terlalu bodoh ga ngakuin perasaan nya /korban ff/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s