[Chapter] I Love You || Chapter 1


i love you cover 3

[Chapter] I Love You || Chapter 1

Judul: I Love You

Author: Tisa Khansa

Main Cast:

– SJ Cho Kyuhyun

– SJ Lee Donghae

– SJ Lee Hyukjae aka Eunhyuk

– SNSD Im Yoona

Side Main Cast:

– SNSD Jung Sooyeon aka Jessica

– SNSD Kim Hyoyeon

– SNSD Choi Sooyoung

Cameo:

– SJ Park Jungsoo aka Leeteuk

– SJ Kim Youngwoon aka Kangin

– SNSD Kim Taeyeon

Genre: romance, fun, cute, friendship

Length: Chapter

Rating: General

NB: (DI POST LEWAT HP JADI POSTER MENYUSUL) Hello cuprit-cuprit yang gue cintahhh ♥ oke fix kali ini gua share chapter ^^ –lagi– jan marah kalo ceritanya ini terlalu manis (?) Padahal gue suka cerita konflik #plakk tapi akhir-akhir ini gua males baca ff panjang terus isinya drama semua jadi gue carinya biasanya “asianfanfic kyuna funny”. Plus gue juga males baca cerita yang unfinished yet. So gue juga nyari “asianfanfic kyuna” nanti ada tulisan ‘completed’ itu isinya ff kyuna yg udah kelar di asianfanfic ^^ oke gue terlalu banyak bercapciscus. Btw mulai dari ff ini, broken inside chap 4, nama yoona gue tulisnya bukan YoonA lagi ya, tapi Yoona. Entah mengapa ingin mengganti suasana ‘-‘ FF INI MENGAMBIL LATAR BELAKANG PERTENGAHAN TAHUN 2011-sekarang! DO NOT FORGET TO RCL!

{I only own the storyline and ideas. Those are purely from my imagination, and weren’t proved as the reality}

[Saya hanya pemilik dari plot dan ide. Itu semua adalah murni imajinasi saya, dan tidak terbukti sebagai kenyataan]

~~~~

Dari samping panggung, Yoona tengah menatap ke arah yeodongsaeng-nya dan sahabatnya yang sedang perform bersama.

“YA mereka terlihat cocok, eo?” Victoria tiba-tiba datang dan merangkul YoonA.

Tapi Yoona tidak menjawab Victoria.

“YA Yoona-ya, wae geurae?” Victoria mendelik ke arah Yoona, wajah Yoona yang tengah terpaku ke arah Seohyun dan Kyuhyun.

Yoona masih belum menjawab.

“YOONG!” Victoria menepuk punggung Yoona.

“OMO!” Yoona tersadar dari lamunannya.

“Hey, jangan-jangan kau… cemburu?” Goda Victoria.

“MWO? AKU? CEMBURU? PADA SEOHYUN? TENTU TIDAK, ANAK MUDA.” Bantah YoonA keras.

“YA YA YA, aku tidak bilang bahwa kau cemburu pada Seohyun, kok. Hanya bertanya, apakah kau cemburu atau tidak..” Victoria tersenyum penuh kemenangan, masih menggoda YoonA. “Dan itu malah membuktikannya.”

“YA MWOE!” Victoria sudah berlanjut melangkah meninggalkan Yoona. “YA EONNIE!”

“Kalau cemburu, jangan disembunyikan ah, Yoona!” Seru Victoria.

“Siapa yang cemburu?” Tanya Kyuhyun dari belakang Yoona. Rupanya Kyuhyun dan Seohyun sudah selesai perform.

“Eo? Tidak, Eonnie itu perlu dihajar hidup-hidup.” Gumam Yoona.

“YA YOONG, AKU MENDENGARNYA!!” Pekik Victoria.

“Ish..”

“Hey, jangan bilang kalau kau cemburu pada Seohyun!” Ucap Kyuhyun.

“YA apa-apaan kau ini? Cih.” Cibir Yoona. Kyuhyun menyenggol pinggang Yoona dengan sikunya.

“Hey, berbohong akan memasukkanmu ke neraka!” Ujar Kyuhyun bergaya ala Siwon.

“Ish, seperti kau takpernah.”

TAP!

Yoona menutup mulutnya sendiri. Bodoh sekali!, pikirnya.

“Jadi benar, kau cemburu…?” Kyuhyun tersenyum evil, seperti biasanya.

“Cih untuk apa aku cemburu.” Balas Yoona. “Tidak berguna.”

Melihat Yoona pun melenggang pergi, senyum tulus mengembang di bibir Kyuhyun. “Tapi.. Aku senang melihat kau cemburu, Yoong.”

~~~~

“Heechul Oppa!” Seru Yoona lalu menghampiri Heechul.

“Wae?”

“Eyyy, ani.. hanya merindukanmu saja. Bogoshippo..!” Seru Yoona lalu melingkarkan tangannya di lengan Heechul.

“Cih dasar aneh.”

“Memang, terus kenapa?” Yoona ber-merong ria ke arah Heechul.

“Dasar tidak sopan.” Balas Heechul. “Kalau kau begini terus, akan ada yang cemburu.”

“Hm? Nugu?” Tanya Yoona. Heechul mendekatkan bibirnya ke sisi kepala Yoona; tepatnya telinga; lalu mulai membisikkan sesuatu.

YOONA POV

Heechul Oppa mendekatkan bibirnya ke telingaku lalu mulai membisikkan sesuatu.

“Kau tau, dari tadi magnae itu,…” Bisik Heechul Oppa sambil melirikkan matanya ke arah Kyuhyun. “menatap mataku terus dari jauh. Padahal dia sedang berbicara dengan Changmin.”

“Hahaha! Jinjja?” Seruku lalu memukul lengan Heechul Oppa pelan sambil tertawa. Heechul Oppa mengangguk.

“Kau lebih baik tanyakan pada si Bodoh itu, daripada aku menjadi cupid di sini. Sana.” Usir Heechul Oppa.

“Arra, arra!”

KYUHYUN POV

Aku sedang berbicara dengan Changmin setelah SMTown selesai, di ruang istirahat di mana hampir seluruh artis SM ada di sana. Tangan kananku memegang gelas kertas berisi teh hijau hangat.

Tapi mataku menangkap sahabatku sedang berbicara dengan Heechul Hyung. Tiba-tiba kulihat bibir Heechul Hyung mendekatinya.

Untuk apa dia mendekati Yoona!?

TAK!

ZZ

“YA Kyuhyun-ah, jangan hancurkan gelas itu!” Seru Changmin yang melihatku meremas gelas berisi teh hijau itu.

“Aaaw panas, panas!” Pekikku saat aku merasakan teh hijau tadi mengalir di tanganku. Aku pun langsung mengibaskan tanganku.

“Sudah kubilang.”

Tapi mataku takbisa lepas dari Heechul Hyung dan Yoona. Hey, hey, hey! Dia mencium pipi Yoona?! Tak lama Heechul Hyung melepaskan dirinya dari Yoona, lalu Yoona tertawa sambil memukul lengan Heechul Hyung.

“Kyuhyun-ah!” Seru Changmin. Tapi aku tidak menghiraukannya. Aku pergi ke arah Yoona yang sedang tertawa sendiri setelah Heechul Hyung pergi.

“YA!! Apa-apaan tadi?” Omel Kyuhyun.

“Tadi apa?” Tanya Yoona.

“Tadi! Barusan!”

“Apanya yang barusan?”

“Aku tanya UNTUK APA HEECHUL HYUNG MENCIUMMU, BODOH?” Amarah tampak terpancar dari mata Kyuhyun.

“YA! Lihatlah baik-baik, ia tadi hanya membisikkan sesuatu padaku!” Tawa YoonA pecah.

“Mwo?” Pipi Kyuhyun berubah menjadi pink, tampaknya ia malu setelah berteriak dan membuat beberapa artis lainnya menatap ke arahnya dan Yoona. Yang menatap hanya bisa tertawa kecil tentunya.

“Hey, jadi kali ini kau yang cemburu?”

“Mwol, mwol. Tidak berguna!” Kyuhyun pergi meninggalkan Yoona yang tengah tertawa.

~~~~

Tengah malam sudah datang, dan Yoona tengah merebahkan dirinya di atas kasur miliknya. Masih belum tertidur. Di kasur sebelahnya terdapat Yuri yang tengah mengorok dengan keras.

“Aish… jika Eonnie tidak mengorok, aku akan bisa segera tidur!”

Yoona keluar dari kamarnya dan Yuri lalu menemukan Sooyoung sedang duduk di sofa, memakan cemilan. Sooyoung menoleh ke arahnya.

“Wae, Yoong, lapar?” Tanya Sooyoung.

“Ani, bosan. Tidak bisa tidur. Aku akan keluar sebentar, mencari udara segar.”

“Arraseo, jangan terlalu lama, ini sudah jam setengah 12.”

“Eo.” Sahut Yoona singkat lalu dengan sendal seadanya ia berjalan keluar dari dorm SNSD.

Ia memasang hoodie di bagian kepalanya agar kepalanya tertutup. Tidak mau menghancurkan reputasi SNSD jika orang-orang mengetahui seorang anggota SNSD jalan-jalan di Seoul yang padat pada jam 11.30 malam, sendirian.

Langkah Yoona terhenti di sebuah gedung. Gedung SM Town yang memang cukup dekat dengan dorm SNSD yang sekarang, hanya berjarak 5 menit jika menaiki mobil dan sekitar 15 menit jika berjalan. Ia masuk ke dalam gedung tersebut lalu membuka hoodie-nya dan mulai menyapa orang-orang dalam SM yang masih bekerja.

“Hhh… Aku harusnya meminta Kyuhyun menemaniku.” Gumam Yoona, ia terlihat bosan saat berjalan di dalam gedung SM.

Ia berjalan ke arah lift, menekan tombol untuk lantai paling atas. Setelah sampai di lantai paling atas, ia naik ke rooftop melalui tangga. Ia melihat seorang namja tengah menatap pemandangan Seoul dari pagar pembatas di rooftop gedung SM Town.

“Kyu?” Panggil Yoona. Namja itu menoleh. “YA Bodoh, kenapa kau ada di sini?”

“Justru itu yang ingin aku tanyakan. Bodoh.” Sahut Kyuhyun. Yoona mendekat ke arah Kyuhyun, ikut-ikutan melipat tangan di atas pagar pembatas. “Yoong.”

“Eo?” Sahut Yoona.

“Kau tidak punya hubungan spesial dengan Heechul Hyung, kan?” Tanya Kyuhyun. Matanya melirik ke arah Yoona sebentar lalu kembali menikmati pemandangan.

“Bagaimana kalau aku bilang iya?” Tanya Yoona balik.

“Jadi yang dibilang Heechul Hyung {di Family Outing 2 bahwa kau adalah pacarnya} itu benar!?” Kyuhyun memutar tubuhnya dan menghadap ke arah Yoona.

“Bagaimana kalau aku bilang iya, aku tanya?” Tanya Yoona, masih belum menatap Kyuhyun.

“Hmm tidak apa-apa sih..” Kyuhyun baru saja ingin memutar tubuhnya kembali ke arah pemandangan.

GRAP!

Yoona menahan lengan Kyuhyun sebelum ia kembali memutar tubuhnya dari Yoona.

“Aku ingin kau cemburu pada semua namja yang mendekatiku, Kyu.” Ucap Yoona dengan wajahnya menunduk, berusaha untuk Kyuhyun agar tidak melihat wajahnya sekarang.

“Maksudmu?”

“Aku hanya ingin…”

GRAP

Wajah Yoona tenggelam dalam Kyuhyun. Kyuhyun memeluknya dengan erat.

“Aku… Aku menyayangimu Im Yoona.” ujar Kyuhyun pelan. Tangan kanannya mengelus-elus puncak kepala Yoona. “Aku memang tidak suka melihatmu bersama namja lain, apalagi bersama namja-namja yang kukenal baik.”

Keduanya terdiam sesaat, masih dalam posisi Kyuhyun memeluk Yoona. Tak lama Yoona membalas pelukan Kyuhyun.

“Apakah aku salah jika aku cemburu, Yoong?” Tanya Kyuhyun.

Yoona menggeleng pelan, tapi tentu Kyuhyun merasakannya karena kepala Yoona menempel di dada Kyuhyun.

“Apakah kau juga menyayangiku kalau begitu, Yoong?”

Yoona mengangguk pasrah. Ia tak dapat berbohong. Ia benar-benar menyayangi Kyuhyun.

“Kalau begitu.. Kau mau menjadi yeojachingu-ku, Yoong?” Kyuhyun tersenyum.

Yoona melonggarkan pelukannya dengan Kyuhyun.

“Wae? Tidak tau bahwa aku menikmati pelukannya?” Goda Kyuhyun.

“Ish, don’t be too cheesy, Cho Kyuhyun!”

“Kalau begitu bagaimana jawabannya? Kau mau?”

“Tidak, aku tidak mau,” Sahut Yoona. Wajah Kyuhyun berubah cemberut.

“Wae? Kau kan sendiri mengakui kalau kau sayang padaku?”

“Aku tidak mau… menolaknya.”

“Ah jadi begitu… Yasudah kalau begitu. APA? JADI KAU MAU?” Seru Kyuhyun. Yoona mengangguk lalu tersenyum. Kyuhyun lalu menggenggam tangan Yoona erat.

“Mau apa kau?”

“HEI SEOUL! SEKARANG DAN SELAMANYA, IM YOONA ADALAH MILIKKU!!” Seru Kyuhyun.

“Choding sekali ah, Kyu!”

“IM YOONA ADALAH MILIKKU! SARANGHAE!” Seru Kyuhyun. “YA Yoong, kau juga dong!”

“Untuk apa? Tidak berguna.” Cibir Yoona.

“Kalau kau tak mau..” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah wajah Yoona.

“Cho Kyuhyun, apa-apaan sih kau ini!?” Pekik Yoona.

CUP

Kyuhyun mengecup ujung hidung Yoona.

“Teriaklah atau aku akan melakukannya sekali lagi.”

“IM YOONA ADALAH MILIK CHO KYUHYUN DARI SEKARANG SAMPAI SELAMANYA! KYUHYUN-AH, SARANGHAE!” Teriak Yoona. “Sudah kan?”

Yoona menoleh ke arah Kyuhyun lagi tapi yang ada malah Kyuhyun mendorong Yoona ke arah dinding. Kedua tangannya mengunci sisi kanan dan kiri Yoona.

“Kyuhyun-ah, kau curang! Aku sudah berteriak barusan..!”

Yoona berusaha kabur tapi kedua tangan Kyuhyun yang mengunci sisi kanan dan sisi kirinya membuatnya tidak bisa kabur. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya menutup matanya.

“Masa bodoh.” Kyuhyun mendekat ke arah Yoona. Semakin dekat…

TAK!

Kyuhyun menyentil dahi Yoona.

“YA! APPO!” Pekik Yoona.

“Kau mengharapkan aku untuk menciummu, kan? Tidak akan terjadi. Bibir Cho Kyuhyun adalah bibir yang mahal.”

“Tidak aku tidak berharap!” Bantah Yoona.

“Tapi kau menutup matamu rapat-rapat kan tadi?” Goda Kyuhyun.

“Dasar bibir sok mahal. Kau jahat, aku akan kembali ke dorm kalau begini.” Yoona melenggang pergi lalu memasang hoodie di bagian kepalanya lagi.

“Hey, hey, jangan pergi dulu dong…” Pinta Kyuhyun. “Aish..”

GRAP

Kyuhyun menggenggam lengan Yoona lalu menariknya. Kyuhyun memegang kepala Yoona kemudian menempatkan kecupan manis di puncak kepala YoonA.

CHU~

“Sudah kan? Bibir Cho Kyuhyun sudah menciummu 2 kali hari ini. Sangat beruntung.” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya bangga.

“Cih dasar. Kalau begitu aku pulang! Hush sana pergi.” Usir Yoona sambil berjalan menuju tangga, hendak turun.

“Hey kau naik apa ke sini?” Tanya Kyuhyun yang sekarang tengah berjalan di samping Yoona.

“Jalan kaki.” Sahut Yoona.

“Jinjja? Dorm-mu kan jauh?”

“Lalu? Daripada kau Ahjussi perut buncit, tidak mau jalan kaki.” Balas Yoona lalu ber-merong ria ke arah Kyuhyun.

“YA! Aish.” Gerutu Kyuhyun, sementara Yoona hanya terkekeh pelan. “Mau kuantar pulang?”

“Tidak perlu, kau kan juga harus kembali ke dorm-mu.” Jawab Yoona.

“Hmm, jinjja?”

“Jinjja. Aku bisa pulang sendiri, Cho Kyuhyun.”

Keduanya pun akhirnya sampai di lantai dasar.

“Hati-hati ya.” Pesan Kyuhyun.

“Eo. Geopjeong hajima.” Yoona baru saja ingin melangkah keluar.

GRAP

Kyuhyun menahan lengan Yoona. Mengisyaratkan Yoona untuk tidak pergi.

“Aish, wae geurae ddo?” tanya Yoona. “Jangan main-main Kyu, aku ingin pulang. Aku mengantuk.”

“Satu lagi…” ujar Kyuhyun. “Panggil aku Oppa, eo, eo?”

“Oppa?” Yoona tergelak. “YA namamu tidak cocok jika diberi embel-embel Oppa!”

“Eishh, kau memanggil Hyung-ku bahkan Henry dengan sebutan Oppa. Tapi tidak denganku? Wae?” Kyuhyun menggembungkan pipinya sambil pura-pura kelas lalu menghentakkan kakinya. Menggemaskan.

“Eyy, kau memang sejujurnya tidak cocok dipanggil Oppa kok!” Balas Yoona jujur.

“Hh…” Kyuhyun menghela nafas. “Kalau begitu panggil aku Chagi! Eo, eo?”

“Chagi?” Yoona kembali tergelak. “YA! Malam ini kau sangat menggelikan, tau?”

“Eyy jinjjada…!” Kyuhyun kembali menggembungkan pipinya.

Yoona mengelus pipi Kyuhyun lalu mendekat ke wajah Kyuhyun.

PLAK

“YA! Kenapa kau tampar aku!?” Pekik Kyuhyun.

“Jangan bermimpi Cho Kyuhyun. Oppa, Oppa.. Chagi, Chagi.. Haha!” Tawa YoonA.

“Hh dasar. Baiklah, hati-hati.” Pesan Kyuhyun.

“Ne, ne, Ahjussi. Aku sudah mendengarnya berkali-kali darimu.” Balas Yoona.

“Geurae, geurae.” Kyuhyun pun hanya terdiam melihat Yoona berjalan menuju arah dorm-nya.

~~~~

“Jadi sekarang aku dan Kyuhyun resmi pacaran?” Pipi Yoona berubah merah, kedua tangannya memegangi wajahnya.

BRAK

Sebuah pengendara motor tidak sengaja menyerempet tubuh YoonA hingga ia terjatuh.

“Aww..” Rintih Yoona.

“Sudah kubilang untuk hati-hati kan?” Seorang namja muncul dari belakang Yoona. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Yoona berdiri. “Gwenchana?”

“Kyu?” Pekik Yoona.

“Sudah ditawari untuk diantar baik-baik, malah jalan sendirian. Tuh kan jadinya begini.”

“Hehehe, lagian salah pengendaranya, daritadi aku kan baik-baik saja jalan di trotoar.”

“Lututmu berdarah?” Tanya Kyuhyun yang memperhatikan celana jeans panjang biru muda yang dipakai Yoona tampak menggelap di bagian lutut kirinya.

“Eo? Tidak..” Elak Yoona. Kyuhyun menarik Yoona menuju halte bus.

“Duduklah.” Pinta Kyuhyun pada Yoona, meminta agar Yoona duduk di kursi tunggu halte bus. Kyuhyun menggulung celana Yoona sampai di atas lutut. “Ishh, darahnya banyak.”

“Eyy gwenchana, hanya berdarah segitu.”

Kyuhyun mengeluarkan saputangan dari kantung celananya lalu mengikatnya di bagian lutut kiri Yoona. Yoona melihat Kyuhyun tengah menahan luka di kaki kirinya agar tidak melanjutkan aktifitasnya dalam membuang darah Yoona. Ia lalu menggenggam tangan kanan Kyuhyun.

“Gomawo.” Ucap Yoona lalu tersenyum tulus.

“Tak perlu berterima kasih. Aku akan mengantarmu ke dorm-mu dengan taksi. Kajja.” Kyuhyun menggenggam balik tangan kiri Yoona mengajaknya berdiri.

“Bisa berdiri?” Tanya Kyuhyun.

Tangan Yoona membentuk isyarat ‘OK’. Ia bersusah payah bangun dari duduknya.

“Itu bukannya bisa, tapi kau terlalu memaksa.” Kyuhyun merangkul Yoona dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memegang pundak kanan Yoona. “Hati-hati. Kajja kita tunggu taksi yang lewat.”

Tak lama, sebuah taksi lewat di hadapan Kyuhyun dan Yoona. Keduanya masuk ke dalam taksi itu dan taksi itu pun mulai berjalan menuju dorm SNSD.

~~~~

Kyuhyun dan Yoona telah sampai di dorm SNSD, tapi Kyuhyun telah tertidur.

“Ahjussi, ini uangnya. Antarkan dia ke Apartemen XXX jika sudah sampai, bilang padanya kalau saya sudah berada di apartemen ini.” Ucap Yoona lalu perlahan menyingkirkan kepala Yoona dari pundaknya.

“Ne.” Sahut pengendara taksi singkat.

“Kyuhyun-ah, hati-hati.”

CUP

Yoona mengecup pipi Kyuhyun lalu turun dari taksi dengan hati-hati. Walaupun rada tertatih-tatih, Yoona berhasil naik sampai masuk ke dorm SNSD.

“Yoong? Sudah jam 1, kemana saja kau!” Tanya Sooyoung, masih di ruang TV seperti sebelum Yoona pergi tadi.

“Ke gedung SM, bermain-main sebentar di sana.”

“Eohh… Yasudah kalau kau sudah pulang, aku akan tidur. Kau tidurlah, jangan sampai Taeyeon Eonnie memarahi kita jika melihat kita masih terbangun.”

“Jaljja, Eonnie.” Pamit Yoona lalu masuk ke kamarnya dan Yuri.

“Jaljja.” Sooyoung pun masuk ke kamarnya dan Jessica.

~~~~

“AIDEUL-AH!! IREONA, WAKTUNYA SARAPAN!!” Seru Manager SNSD.

Seohyun, Sooyoung dan Taeyeon keluar dari kamar masing-masing. Tapi 6 member lainnya masih terlelap di kamar masing-masing.

“Magnae-ya, bangunkan yang lain.” Pinta Taeyeon.

“Ne, Eonnie.” Sahut Seohyun.

Seohyun masuk ke dalam kamar YoonA dan Yuri. “Yoona Eonnie, Yuri Eonnie, ireonasaeyo!”

“Ne..?” Yuri menggeliat lalu bangun terduduk.

“Najunghae, Appa.”

“YA Yoong, dia Seohyun, bukan Appa-mu!” Seru Yuri.

“Seohyun? Aa Seohyun-ah…” Yoona mulai sadar lalu digandeng oleh Yuri menuju ruang makan.

~~~~

Dorm Super Junior

“Kyuhyun-ah! Ireona! Sungmin sudah keluar dari tadi!” Seru Leeteuk lalu menyingkirkan selimut dari atas tubuh Kyuhyun.

“Hyung… Dingin… Ngantuk…” Kyuhyun menarik selimut yang tadi disingkirkan Leeteuk.

“Kyu… kau lupa hari ini kita akan pergi ke Jeju bersama anak SM yang lain?”

“Ooh.. Anak SM yang lain…” Kyuhyun menghela nafas. Tapi lalu dia memekik sadar. “Kalau begitu.. SNSD isseo!? Oneuleun!? Jinjja!?”

“Eo, jangan bilang kau lupa. Kita akan berangkat pada pukul 9! Sekarang sudah pukul 8, Kyu.”

“Arraseo, arraseo.” Kyuhyun keluar dari kamarnya dan Sungmin menuju ruang makan.

~~~~

Super Junior akhirnya sampai di gedung SM, artis terakhir yang tiba di sana setelah Kangta, BoA, DBSK, SNSD, SHINee dan f(x) menunggu mereka. Artis SM yang masih aktif itu memang berjanji dulu untuk bertemu di gedung SM baru kemudian berangkat ke bandara Incheon.

“Juseonghamnida, juseonghamnida.” Super Junior membungkukkan badan mereka.

“Yasudah, gwenchana. Ayo kita segera berangkat!”

~~~~

Kyuhyun kembali duduk di mobil van Super Junior.

Ia kemudian menekan tombol ‘call’ sesaat setelah ia menekan kontak nomor Yoona.

“Yeoboseyo? Wae?” Tanya Yoona.

“YA! Dingin sekali kau pada namjachingu-mu yang sangat tampan ini.” Eunhyuk yang duduk di samping kiri Kyuhyun langsung menyenggol Sungmin yang duduk di samping kirinya.

“Hyung, aku dengar barusan Kyuhyun bilang ‘Dingin sekali kau pada namjachingu-mu yang tampan ini’.”

“Mwo? Jinjja? Kyuhyun-ga yeojachingu isseo?” Keduanya membuka telinga lebar-lebar.

“Cih, menjijikkan.” Sahut Yoona. “YA aku serius, kenapa kau telepon? Baru saja kita bertemu?”

“Hyung, aku barusan dengar sedikit kalau yeoja yang berbicara dengan Kyuhyun menyebut bahwa mereka baru saja bertemu. Berarti dia anak SM?” Ucap Eunhyuk.

“Deurobwa. Ddo.” Perintah Sungmin. Eunhyuk mengangguk.

“Lalu kenapa jika kita baru saja bertemu? Aku tidak boleh meneleponmu kalau begitu?”

“Isshh, bukan begitu, dasar Bodoh.” Sahut Yoona.

“YA Hyung, aku tau siapa yeojachingu Kyuhyun!” Bisik Eunhyuk.

“Nugu nugu? Aku tidak bisa dengar apa-apa tadi.”

“Yoona-neundae! Cuma anak itu yang berani memanggil Kyuhyun dengan sebutan bodoh kecuali kita dan Ahra Noona.” Bisik Eunhyuk ke arah telinga Kyuhyun.

“Daebak. Jeongmal daebak.” Sungmin membinarkan matanya. “Tapi bukankah dia mantan yeojachingu orang ‘itu’? Dan kudengar orang itu masih mencintainya?”

“Ah matta… pokoknya kita harus melindungi mereka Hyung. Kau tau bagaimana imutnya Kyuhyun saat ia menatap Yoona terus-terusan kan?”

“Eo, Kyuhyun YoonA-ga jikyeo julgaetji.” Angguk Sungmin.

“Lalu kenapaaaa?” Kyuhyun merengek dengan suara pelannya. Ia tergelak sendiri.

“Hey, kau benar-benar menjijikkan. Ayolah, apa yang kau mau bicarakan, Kyu?”

“Tadi malam… Kau menciumku, eo?” Goda Kyuhyun.

“Hyung, Hyung, neon an-deurobwayo!?” Bisik Eunhyuk tapi dengan nada antusias.

“Mwol mwol?”

“Kyuhyunnie bilang Yoona menciumnya tadi malam!”

“Wuah, bisa ya mereka bertemu tadi malam? Mereka sudah sampai tahap itu?”

“Apa-apaan sih?” Pekik Yoona. Walaupun tidak bisa melihatnya, Kyuhyun tau wajah yeojachingunya itu sedang merah seperti ramyeon pedas dengan senyuman tersipu khas-nya.

“YA geojimal hajima! Tadi malam aku hanya pura-pura tidur. Aku bisa merasakannya.”

“Hyung, TIDUR, Hyung! Deuroga? Jangan-jangan mereka..” Eunhyuk dan Sungmin saling menepukkan tangan mereka masing-masing lalu tertawa girang.

“YA SUNGMIN-AH, EUNHYUK-AH! Tu-boni wae geurae? Michin saramiya!” Tegur Shindong dari kursi tengah.

“Aniyoo.. Mianhae…” Sahut keduanya yang ditegur sambil menyengir.

“Kyuhyunnie telepon siapa?” Bisik Shindong.

“Nanti aku kasihtau, Hyung.” Sahut Eunhyuk.

“Apa? Jadi kau tau aku keluar dari taksi dengan kaki yang terluka itu? Sialan.” Umpat Yoona.

“Bukankah kau pura-pura terluka?” Tanya Kyuhyun sedikit menggoda.

“YA apanya yang bohongan!? Jinjja. Aku tutup teleponnya kalau begitu….”

“ANDWAE JANGAN DITUTUP!” Pekik Kyuhyun kali ini dengan suara yang keras. Para Hyung-nya melirik. “Yoong, najunghae. Keadaan bahaya, bahaya.”

“YA mwoy…”

KLIK

Kyuhyun menutup teleponnya.

“Kyuhyun-ah, siapa yang kau telepon?” Tanya Leeteuk.

“Ini pertama kalinya aku lihat kau bilang seseorang untuk jangan menutup telepon. Yeojachingu-mu?” Goda Heechul.

“Ish mwoyaa…” Elak Kyuhyun, tidak mau melanjutkan topik.

“Kyuhyun berpacaran dengan Yoona!” Ceplos Eunhyuk.

“MWO?!” Seru para member Super Junior, sangat chaotic.

“Jinjja?” Ryeowook mendekat.

“Kyu jinjja?” Tanya Donghae.

“Hhhmmm, geurae.” Sahut Kyuhyun. Semua Hyung-nya tampak speechless. “Lalu apa masalahnya jika aku berpacaran dengannya?”

“Aniyoo… Geunyang, ehm…” Leeteuk berdeham sangat disengaja diikuti oleh member yang lain.

“JESU-YA! AKU PUNYA SEORANG JESU LAGI SEKARANG!” Goda Yesung. Dan mereka juga punya jesu + hyeongsu di sana, yaitu Nari, tunangan Shindong. Karena ada member yang lebih tua dan lebih muda dari Shindong, jadi cara memanggil mereka berbeda-beda. (Jesu: adik ipar • Hyeongsu: kakak ipar)

Satu orang hanya diam, tetapi ia tersenyum pahit.

~~~~

Mobil van SNSD

“Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom, neowa hamgge…” ringtone lagu Hope Is a Dream That Doesn’t Sleep yang dinyanyikan oleh Kyuhyun untuk OST drama Bread, Love and Dreams berbunyi tanda ada telepon masuk dari handphone Yoona.

“Yeoboseyo? Wae?” Tanya Yoona.

“YA! Dingin sekali kau pada namjachingu-mu yang sangat tampan ini.” Sahut namja yang ada di ujung telepon, siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

“Cih, menjijikkan.” Sahut Yoona. “YA aku serius, kenapa kau telepon? Baru saja kita bertemu?”

“Lalu kenapa jika kita baru saja bertemu? Aku tidak boleh meneleponmu kalau begitu?” Tanya Kyuhyun.

“Isshh, bukan begitu, dasar Bodoh.” Sahut YoonA.

“Lalu kenapaaaa?” Kyuhyun merengek dengan suara pelannya. Yoona tergelak.

“Hey, kau benar-benar menjijikkan. Ayolah, apa yang kau mau bicarakan, Kyu?”

“Tadi malam… Kau menciumku, eo?” Goda Kyuhyun.

“Apa-apaan sih?” Pekik Yoona. Wajahnya berubah menjadi merah muda seperti udang rebus.

“Yoona bicara dengan siapa?” Tanya Yuri yang ada di samping kirinya.

“Kyuhyun Oppa, kkok Kyuhyun Oppa!” Sahut Sooyoung yang ada di sebelah kanan YoonA.

“Jinjja? Mereka berdua pacaran?”

“Eo, sepertinya. Aku juga penasaran.” Jawab Sooyoung.

“Hey, ggeojimal hajima! Tadi malam aku hanya pura-pura tidur. Aku bisa merasakannya.”

“Apa? Jadi kau tau aku keluar dari taksi dengan kaki yang terluka itu? Sialan.” Umpat Yoona.

“Bukankah kau pura-pura terluka?” Tanya Kyuhyun sedikit menggoda.

“YA apanya yang bohongan!? Jinjja. Aku tutup teleponnya kalau begitu….”

“ANDWAE JANGAN DITUTUP!” Pekik Kyuhyun sampai Yuri dan Sooyoung dapat mendengarnya. “Yoong, najunghae. Keadaan bahaya, bahaya.”

“YA mwoy…”

KLIK

Kyuhyun memutuskan telepon.

“Heyy, kau pacaran dengan Kyuhyun Oppa?” Tanya Yuri lalu menyenggol Yoona dengan sikunya.

“Pacaran, pacaran. Konyol.” Sahut Yoona.

“Heyy, jangan berbohong!” Ceplos Sooyoung.

“Siapa yang pacaran? Nugu?” Tanya Taeyeon dari kursi tengah.

“Yoona-ga, Yoona!” Jawab Yuri.

“Jinjja? Dengan siapa?” Tanya Jessica dari kursi paling depan dengan suara yang melengking.

“Kyuhyun Oppa, eo?” Tanya Tiffany lalu tersenyum menggoda.

“Eonnie pacaran dengan Kyuhyun Oppa? Pantas saja pada awalnya Kyuhyun Oppa ingin dipasangkan di WGM dengan Miss A Suzy, ia menolak. Jadi kemudian couple Kyuhyun Oppa dan Suzy diganti dengan couple Nichkhun Oppa dan Victoria Eonnie.” Ucap Seohyun.

“Eh? Aku baru jadian kemarin kok.” Sahut Yoona.

“Tuh kan benar, sama Kyuhyun Oppa.” Gumam Taeyeon.

“Hehehe…” YoonA hanya nyengir pelan. “Gwenchana eo? Yuri Eonnie malah pacaran sama namdongsaeng-nya.” Yuri langsung menyumpal mulut Yoona.

“Namdongsaeng? Minho?” Tanya Tiffany.

“Eo.” Sahut Sooyoung.

“YA SOO, YOONG!”

“Huh kalo Yuri sih, dia memang dari dulu sudah naksir Minho.”

“Iya sajalah, terserah kalian.” Ujar Yuri pasrah.

~~~~

Seluruh artis SM telah sampai di Incheon Airport. Para fans menunggu idola-idolanya di bandara, dengan kawalan polisi yang sangat ketat.

Kawalan polisi yang sudah sangat ketat pun masih belum bisa mengalahkan kekuatan para fans. Para fans yeoja mendorong-dorong polisi dan membuat kawalan kuat mereka pecah.

Saat Yoona dan Kyuhyun sedang berjalan bersampingan di tengah jalan di antara kerumunan fans yang dibuat oleh para polisi untuk para artis SM bisa berjalan, para fans yang mendorong-dorong polisi untuk menyentuh tangan atau punggung idola masing-masing membuat tubuh polisi itu goyah dan terdorong ke depan.

Kepala Yoona terhantam oleh kepala polisi tersebut. Badannya jadi uring-uringan. Kepalanya pusing. Pandangannya kabur.

“YA Yoona!” Pekik Kyuhyun. Pekikkannnya tak dapat terdengar oleh fans yang meneriakkan nama para idola. Tapi ia tidak bisa menolong Yoona, apa yang akan dikatakan para ELF tentang Yoona? Mereka akan mengatakan hal buruk pada Yoona karena “mendekati” idola mereka? Ia tidak mau… yeojachingu-nya itu terluka lagi.

“Ee eoh?” Sahut Yoona sempoyongan.

“Taeyeon-ah!” Seru Kyuhyun pada Taeyeon yang berada tepat di belakangnya. Kyuhyun, Yoona dan Taeyeon adalah artis SM terakhir yang berjalan menuju pesawat. “Bantu Yoona, kepalanya terhantam kepala polisi.”

“Mwo!?” Seru Taeyeon. Ia langsung memapah Yoona yang masih memegangi kepalanya. “Gwenchana? Tinggal sebentar lagi.”

“Ne Eonnie, geopjeonghajima.” Sahut Yoona.

“Juseonghamnida.” Ucap polisi itu lalu membungkuk. Fans yang mendorong-dorong tadi pun sudah tampak mereda setelah melihat Yoona terhantam. Belum kaki Yoona yang tampaknya pincang.

~~~~

Yoona duduk di samping Seohyun. Ia duduk di kursi ujung, tempat yang di sebelahnya terdapat jendela. Di seberang deretan kursi Yoona dan Seohyun, terdapat deretan kursi untuk tiga orang. Dimana di sana duduk Kyuhyun, Sungmin, dan Eunhyuk. Di seberangnya lagi ada deretan kursi untuk dua orang dimana di sana duduk Donghae dan Leeteuk. Donghae duduk persis di samping kursi Eunhyuk, yang hanya terputus oleh jalan koridor pesawat.

“Eonnie? Kok Eonnie melamun?” Tanya Seohyun yang melihat Eonnie-nya itu menatap ke arah jendela terus-terusan.

“Ah, ani.” Sahut Yoona. “Ahya Seohyun-ah.”

“Ne, Eonnie?”

“Pemasangan Kyuhyun wa Suzy-ga eonjae?”

“Eo? Sepertinya dua bulan setelah aku mengikuti WGM dengan Yonghwa Oppa. Karena penolakan Kyuhyun Oppa, pembentukan couple baru ditunda sebulan.”

“Ahh… Bagaimana hubunganmu dengan Yonghwa Oppa?”

“Baik-baik saja, kami hanya semakin dekat.”

“An-joahae?” Pipi Seohyun memerah sedikit.

“Joahaeyo geuromyeon, Eonnie. Geutjiman kurasa ia tidak menyukaiku.”

“Maldo andwae! Geureongga eodiseo, jangan berbicara yang tidak-tidak. Yonghwa Oppa jinjja nigga joa.” Yoona mengelus kepala dongsaeng satu-satunya di SNSD itu.

“Eonnie.” Yoona menoleh. “Geugae, Jonghyun Oppa geurigo Jungshin-ga, jinjja Eonnie joahaeyo.”

“Eoh? Jonghyun Oppa? Jungshin?” Yoona mengingat-ingat nama-nama tersebut. Dia tersadar bahwa itu adalah member-member CNBlue, dan Jonghyun-nya bukan SHINee Jonghyun. “Ah… Pemain bass dan gitar itu eoh? Jonghyun Oppa jinjja jjal saenggyoni geundae.”

“Ne, matjayo.” Sahut Seohyun.

“Seohyun-ah! Berbicaralah banmal padaku, banmal.”

“Ne? Banmal? Bagaimana cara berbicara banmal Eonnie?”

“Coba kau bilang ‘Na Yong Oppa joa’.” Tantang Yoona.

“Na.. ~ Yong.. ~ Oppa..~ joa..~.” Seohyun berkata dengan nada yang rendah dan terbata-bata menandakan bahwa ia berusaha dengan keras tapi tidak nyaman.

“Hahaha!” Yoona tertawa keras.

“YA Yoona-ya! Kau suruh Seohyun berbicara banmal lagi, eo?” Tanya Heechul dari belakang kursi Seohyun dengan Taeyeon di sampingnya. Terdengar tawa Sooyoung dari kursi di depan Kyuhyun dan tawa Taeyeon.

“Eo, jinjja isanghae geutji?” Yoona tergelak sekali lagi.

“Eonnie…” rengek Seohyun.

~~~~

Yoona dan Seohyun tengah tertidur lelap. Perjalanan ke pulau Jeju tidak ditempuh dengan hanya satu jam. Jadi para artis memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Tiba-tiba seseorang menyolek pundak Seohyun. Seohyun menoleh.

“Ah ne? Kyuhyun Oppa? Wae geuraeseyo?”

“Bagaimana kalau kita tukar tempat? Kau duduk di tempat Heechul Hyung, aku duduk di tempatmu dan Heechul Hyung duduk di tempatku?”

“Ne? Arraseoyo.” sahut Seohyun.

“Heechullie Hyung!” Panggil Kyuhyun. “Tukar tempat, duduklah di tempatku!”

“Ish, dasar.” Heechul berdiri lalu berdiri kemudian duduk di kursi sebelah Sungmin dan melanjutkan tidurnya. Ia ingin cepat tidur lagi jadi ia tidak menolak permintaan Kyuhyun.

“Gomawo.” Ucap Kyuhyun pada Seohyun.

“Ne, cheonmayo.” Seohyun kemudian duduk di kursi sebelah Taeyeon.

“Ah magnae-ya?” Taeyeon mengelindur setelah melihat Seohyun lalu kemudian tidur kembali.

Kyuhyun duduk di samping Yoona. Ia mulai menekan-nekan hidung Yoona, pipi Yoona kemudian juga menyentil dahi Yoona.

PLAK

Yoona menggampar tangan Kyuhyun yang iseng pada wajahnya. Ia masih setengah tidur.

“Aww.” Rintih Kyuhyun. Ia pun mencubit pipi Yoona.

“YA Seohyun-ah..!” Yoona terbangun.

Kyuhyun tersenyum ala kuda, memperlihatkan kalau ia bukanlah Seohyun. Dengan kedua jarinya membentuk ‘peace’, wajahnya makin terlihat jelas.

“Kapchagi! Wairae..!? Seohyunnie-ga eodi?”

“Tukar tempat!” Sahut Kyuhyun.

“Neon yogie wae?” Tanya Yoona.

“Aish, sangat tidak berkelas.” Racau Kyuhyun.

“Mwo? Apa hubungannya!? Bodoh.”

“Oppa an-bogoshipposseo?” Tanya Kyuhyun.

“Mwohae? Kita baru bertemu, untuk apa aku merindukanmu? Lagipula kenapa kau menyebut dirimu sendiri ‘Oppa’?”

“Ayolah Yoong, panggil aku Oppa, eo?” Bujuk Kyuhyun.

“Aku tidak mau memanggilmu Oppa, Chagiyaa.” Ucap Yoona dengan nada menggoda.

“Da yaengidaa.. Gomawo, Chagiyaa.” Sahut Kyuhyun lalu memainkan rambut Yoona.

“Dwasseo, aku hanya berkata sekali, aku tidak akan memanggilmu Chagi lagi.”

“Arra, arra.” Kyuhyun kemudian memeluk lengan Yoona erat. “Bagaimana dengan kakimu? Kepalamu?”

“Eoh? Sudah lebih baik.”

“Jinjja? Ggeojimal hajima, kau memakai celana panjang ke Jejudo. Kau hanya menutupi lukamu, kan?” Kyuhyun menarik kaki kiri Yoona lalu menggulung jeans Yoona sampai ke lututnya.

Perban putih dengan noda darah di tengahnya melekat di lutut Yoona. Yoona dan Kyuhyun sama-sama memperhatikan lutut itu.

“Gwenchana, geurigo perban itu hanya tidak kubuka sejak tadi malam. Paling darah bekas tadi malam, pagi ini belum kuganti perbannya.” Yoona memeletkan lidahnya lalu tersenyum.

“Sesampainya di hotel, ganti perbanmu, eo?”

“Geurae.” Sahut Yoona. Kyuhyun mengelus kepala Yoona pelan. Merapikan poni panjang yang menutupi beberapa bagian wajah Yoona.

“Apa kau benar-benar menyayangiku?” Tanya Kyuhyun.

“Ye? Kenapa kau bertanya?” Tanya Yoona balik berusaha keras menyembunyikan pipi merahnya. Entah mengapa ia tersipu mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Moreugesseo.” Sahut Kyuhyun singkat. “Ayolah.”

“Hmm, molla.” Jawab Yoona singkat.

“Tidakkah kau.. Masih menyayangi Donghae?” Tanya Kyuhyun.

Dari 2007 sampai tiga bulan sebelum Kyuhyun dan Yoona pacaran, Yoona dan Donghae sempat berpacaran. Mereka pasangan yang benar-benar disukai.

“Nado molla, Kyu. Kau hanya perlu tunggu, saat waktunya sudah tepat, kita semua akan tau.”

“Benar.” Kyuhyun kemudian menggenggam tangan Yoona lalu menyenderkan kepalanya ke pundak Yoona. “Tidurlah, masih ada waktu untuk tidur lagi.”

“Eo.” Sahut Yoona. Ia kemudian membalas genggaman tangan Kyuhyun dengan menautkan jari-jarinya di antara jari-jari Kyuhyun.

~~~~

Para artis SM sudah tiba di hotel. Semuanya mendapatkan pembagian kamar yang adil dan masuk akal.

DBSK, Kangta dan SHINee bergabung di satu kamar karena jumlah anggota DBSK dan SHINee juga Kangta sendiri jika digabungkan hanyalah delapan orang. Sementara itu tiga manager mereka tidur di salahsatu kamar Super Junior.

Super Junior mendapatkan dua kamar untuk mereka sendiri yang berukuran besar. Jumlah anggota aktif mereka adalah sepuluh orang ditambah Henry dan Zhoumi menjadi dua belas orang. Belum ditambah satu manager dan ditambah tiga manager dari DBSK, Kangta dan SHINee. Jadi satu kamar ditempati oleh delapan orang.

BoA dan f(x) menempati satu kamar sedang dengan dua tempat tidur di dalamnya. Jumlah anggota f(x) ditambah BoA dan dua manager menjadi delapan orang tidur dalam satu kamar.

SNSD mendapatkan satu kamar dengan ukuran besar. Sembilan anggota ditambah satu manager menjadikan kamar mereka diisi oleh sepuluh orang.

~~~~

“Huahh..” Yoona merebahkan dirinya di salahsatu kasur yang ada di kamar SNSD. Entah kasur siapa, karena SNSD belum memulai pembagian kasur. Belum lagi di kamar SNSD hanya terdapat tiga kasur.

“YA Yoona, jangan tidur dulu! Makan siang sana.” Saran Jessica.

“Eonnie memangnya tidak? Kenapa menyuruhku?” Balas Yoona.

“Tidak, aku mau tidur.”

“YA sama saja dong! Eonnie kajja..” Yoona menarik tangan Jessica yang tengah berbaring di sebelahnya.

“Arraseo, arraseo.” Sahut Jessica.

Seluruh member SNSD pun membersihkan diri sedikit lalu turun ke dining hall untuk makan siang. Di sana mereka menemukan para artis SM lain sibuk makan. Makanan di dining hall ini sudah termasuk harga kamar hotel, jadi para artis SM tidak perlu khawatir tentang berapa jumlah makanan yang mereka makan. Juga makanan di sana prasmanan, jadi mereka bebas mengambil apa pun.

Yoona duduk di salahsatu meja di mana lima anggota SNSD duduk. Di meja sebelahnya duduk empat anggota SNSD dan manager SNSD. Selagi para Eonnie-nya, manager SNSD dan Seohyun mengambil makan ia menunggui meja makan. Menjaga bawaan anggota SNSD.

“Kenapa tidak ambil makan?” Kyuhyun datang dan menaruh sepiring penuh berisi nasi, kimchi sawi, bulgogi dan tjapchae di hadapan Yoona. Di tangan kirinya masih ada sepiring lagi untuk dirinya sendiri. Masing-masing lauk di jauhkan dengan lauk lainnya agar rasanya tidak tercampur. Toh ini prasmanan, tidak ada nampan untuk membawa banyak piring kecil berisi lauk pauk.

“Yang lain sedang ambil makan, aku menunggu.” Jawab Yoona.

“Cih, biasanya kau paling semangat tentang makan?”

“Tentu saja itu masih, Anak Buncit!” Sahut Yoona.

“Buncit, buncit, aku ini namching-mu!” YoonA hanya memeletkan lidahnya imut. Kyuhyun pun mencubit hidung Yoona. “Jangan ber-aegyo di depanku, aku tidak tahan melihatnya.”

Kemudian Kyuhyun melenggang pergi meninggalkan Yoona yang tertawa. Sooyoung dan Yuri datang.

“Dapat makan darimana kau?” Sindir Sooyoung pada Yoona lalu duduk di sampingnya.

“Pasti Setan itu mengambilkannya untuknya.” Sahut Yuri masih dengan nada menyindir.

“Kyuhyun Oppa baik sekali.” Puji Seohyun.

“YA JUNG JOO HYUN!” Seru Yuri dan Sooyoung. Wajah Seohyun berubah merah.

“Aku Seo Joo Hyun, bukan Jung Joohyun.” Sahut Seohyun malu.

“Anak ini benar-benar jatuh cinta.” Cetus Yoona.

“Neo-do!” Seru Yuri dan Sooyoung. Juga Sunny yang datang entah kapan.

Sementara itu di meja Super Junior…

“Kenapa aku tidak diambilkan makanan juga?” Sindir Leeteuk dengan mata yang diimut-imutkan.

“Pada akhirnya Cho Kyuhyun jatuh cinta juga?” Sindir Eunhyuk.

“Dia benar-benar jatuh cinta geundae.” Gumam Sungmin.

“Eo, geurom. Jika tidak dia tidak akan berbuat sebaik itu pada seorang yeoja.” Balas Ryeowook.

“YA wae geurae ddo?” Sahut Kyuhyun.

Para Hyung-nya itu membuatnya gila sekaligus tersipu malu. Dan yang lebih memalukan lagi seluruh anggota Super Junior menyindirnya. Bukan malu karena disindir, tapi karena mereka yang duduk di meja lain dan bukan di meja di mana Kyuhyun duduk meneriakkan sindiran mereka.

“Geumanhae…” Rengek Kyuhyun.

“Arraseo, arraseo Magnae-ya, geunyang mogo.” Perintah Leeteuk. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

~~~~

Hari menjelang sore. Para artis SM sedang menikmati waktu mereka berjalan-jalan. Mereka tidak bisa pergi bergerombol, jadi paling hanya sekitar 3-4 orang yang dapat pergi bersama agar tidak terlalu menarik banyak perhatian.

Yoona pergi berjalan bersama dua Oppadeul-nya; Changmin dan Kyuhyun; dan namdongsaeng-nya; Minho. Sebenarnya Yoona sudah menjadi anggota Kyu-Line; artis-artis yang dekat dengan Kyuhyun dan menjadi teman bepergian Kyuhyun; sejak lama. Tapi ia tidak pernah ikut berfoto atau apapun. Anggota Kyu-Line juga dia sendiri tidak mau fans menanggapi adanya Yoona di sana menjadi pengganggu atau apalah. Belum lagi f(x) Victoria yang sebenarnya juga anggota Kyu-Line.

Sekarang Yoona bukan hanya anggota Kyu-Line, tapi Ketua Kyu-Line yang kedua karena ia berpacaran dengan Kyuhyun. Para anggota Kyu-Line pun telah mengetahui hubungan mereka berdua.

“Yoona-ya, kenapa kau tidak berpacaran denganku saja? Anak tengil ini tidak pantas untuk dipacari oleh orang sepertimu..” Rengek Changmin yang mengundang tawa Minho dan Yoona.

“YA!” Pekik Kyuhyun dengan nada tinggi.

“Masih tinggian nadaku ah, Kyu.” Maki Changmin.

“Geuman, geuman.” Yoona melerai keduanya masih dengan tawa.

“Hari ini kita pergi kemana?” Tanya Minho dengan nada hangatnya.

“Kudengar ada pusat perbelanjaan di Jeju. Bagaimana kalau kita ke sana, eo?” Tawar Changmin.

“Ye? Aku tak salah dengar? Max Changmin ingin ke pusat perbelanjaan?” Seru Kyuhyun.

“Aku tak tau Hyung suka belanja!” Ucap Minho.

“Bukan untukku, tapi untuk Im Yoona yang cantik ini.” Sahut Changmin lalu merangkul Yoona, menyelip di antara Kyuhyun dan Yoona.

“Jangan sentuh dia!” Pekik Kyuhyun lalu menyingkirkan tangan Changmin dari pundak Yoona. Kemudian ia menggenggam tangan Yoona erat. Kedua namja yang menyaksikannya hanya bisa tertawa seraya menatap iri.

“Minho-ya, kau tidak pergi dengan Yuri Eonnie?”

“Yuri Noona? Kok tiba-tiba jadi Yuri Noona?” Seru Minho dengan nada bertanya.

“Bukannya kau pacaran dengan Yuri?” Tanya Changmin.

“Jangan berbohong!” Seru Kyuhyun.

“Arraseo, arraseo. Eo aku berpacaran dengannya…” Sahut Minho pasrah.

“Jadi di sini tinggal aku yang masih single?” Rengek Changmin.

“Masih ada Qiannie, tenang!” Ucap Kyuhyun.

“Ah matja! Qian Noonaaaaa!” Seru Changmin.

“YA Hyung!” Minho menyumpal mulut Changmin dengan segumpal tisu kering. “Kalau kau berteriak-teriak nama Qian Noona nanti kau akan dikejar para fans!”

“Mian mian.” Sahut Changmin kemudian menyengir.

“Hari ini kita ke pusat perbelanjaan, eo?” Tanya Kyuhyun.

“Eo, kajja!” Seru Yoona lalu menggaetkan tangan kanannya ke tangan Kyuhyun dan tangan kirinya ke tangan Changmin dan Minho.

~~~~

Kyuhyun, Yoona, Changmin dan Minho tengah asik memilah-milah baju santai yang mereka temukan di pusat perbelanjaan di Jejudo.

“Beli apa kau?” Tanya Kyuhyun pada Yoona lalu berdiri di sebelah yeoja yang tengah memilah-milah. “Bikini!?”

“Wae? Tidak boleh?” YoonA memeletkan lidahnya.

Kyuhyun malah jadi membayangkan YoonA yang memakai bikini dan menarik perhatian para namja… “ANDWAE!”

“YA! Kau berisik sekali! Shiikuura!” Seru Changmin dari tempat pilahan baju di slot yang berbeda di toko yang sama.

“Cho Yoona, kau tidak akan memakai bikini itu kan!?” Bentak Kyuhyun dengan suara pelan tentunya. Tidak cukup pelan sebenarnya, para karyawan yang melihat hanya tersenyum melihat sepasang kekasih yang bahkan tidak dikenali identitasnya sebagai Hallyu Star karena mereka memakai penyamaran yang cukup itu.

“Wae? Aku lebih baik bersenang-senang dengan memakai bikini ini dibanding mendengarkan ocehanmu!” Sahut Yoona. Kemudian ia mengangkat bikini berwarna biru langit dengan bercak-bercak bintang yang diwarnai putih. “Badayo, yeppuda, eo?”

“Tidak tidak, kau tidak akan memakai bikini kemana pun!” Sahut Kyuhyun lalu menaruh hanger bergantung bikini itu kembali ke gantungan.

“Wae? Ini musim panas Cho Kyuhyun sayang…” ucap Yoona gemas lalu mencubit pipi Kyuhyun. Berpura-pura merengek ingin memakai bikini, padahal ia tau namjachingu-nya yang pencemburu dan overprotektif itu tidak akan membolehkannya.

“Oooh, tidak akan terjadi, Nona muda.” Jawab Kyuhyun. Yoona merubah bibirnya menjadi cemberut. “Tidak akan berhasil!”

“Katakan kenapa aku tidak boleh memakai ini!” Pinta Yoona.

“Karena namjadeuri yang melihatmu memakai ini akan berusaha merebutmu dari genggamanku!” Jawab Kyuhyun tanpa sadar.

“Wuahahaha Cho Kyuhyun kau memang pencemburu ulung.” Tawa Yoona. Kyuhyun tersadar akan apa yang telah ia katakan.

“Memang kau milikku, tidak ada salahnya aku mengatakan itu!” Seru Kyuhyun.

“Arraseo, arraseo, aku tidak akan memakainya.” Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. “Tapi aku akan tetap membelinya!”

“MWO?! WAE?”

“Untuk Qian Eonnie, kasihan dia belum dapat pacar.” Kyuhyun yang mendengarnya tertawa lega lalu melenggang pergi melanjutkan pencarian bajunya.

~~~~

Para anggota Kyu-Line sudah selesai berbelanja. Karena sudah berbelanja dengan jumlah yang cukup, maka besok akan mereka habiskan untuk bermain.

“Ppaeggopaa..” Rengek Yoona.

“Nado,” sahut Minho.

Keduanya ber-aegyo ria di hadapan Changmin dan Kyuhyun. Kyuhyun mencubit pipi Yoona dan hidung Minho. “YA! Kalau lapar ya makan!”

“Tapi ditraktir yaa…” Ucap Yoona dan Minho masih ber-aegyo kali ini diikuti Changmin.

“Mereka boleh aegyo, kau tidak boleh!” Kyuhyun menggenggam kerah belakang Changmin dan menariknya sampai Changmin berdiri di sebelahnya. “Baiklah, akan kutraktir. Setengah aku yang bayar setengah lagi Changmin.”

“MWO?” Pekik Changmin yang merasa ditarik-tarik ke dalam masalah ekonomi oleh Kyuhyun. Keduanya berjalan duluan di depan YoonA dan Minho. Kemudian dari belakang; magnae line; YoonA dan Minho saling menggaetkan tangan mereka lalu berjalan dengan riang mengikuti para tetua.

“YA! Jangan menyentuh YoonA-ku!” Seru Kyuhyun setelah menoleh ke belakang.

“Sudahlah, Kyu!” Changmin memegang pundak Kyuhyun dan mendorongnya. YoonA dan Minho yang melihat hanya bisa tertawa riang. Kedua magnae itu sangat senang dapat membuat Kyuhyun cemburu.

~~~~

“Kyu-ya, janji kau yang bayar, eo!” Pekik Yoona yang duduk di sebelah Minho dan berhadapan dengan Kyuhyun.

“Ne, Halmeoni. Sekarang cepatlah kalian pesan makanannya, aku juga lapar!” Sahut Kyuhyun.

Para anggota Kyu-Line berhenti di salahsatu cafe bernuansa cozy dan cukup menawan dengan design berkonsep vintage. Mereka duduk di meja dengan empat kursi di sekelilingnya. Meja itu terletak di penghujung cafe, seperti beranda dengan pagar.

Kyuhyun, Yoona, Minho dan Changmin bergantian menyebutkan pesanan mereka.

“Ne, tolong ditunggu lima belas menit. Gamsahamnida.” Ucap pelayan cafe lalu membungkuk 45 derajat.

“Noona, sejak kapan kau berpacaran dengan Kyu Hyung?” Tanya Minho memulai pembicaraan.

“Ne? Baru saja. Tadi malam.” Jawab YoonA.

“Belum sehari bahkan!?” Pekik Changmin.

“Eo, ajik.” Jawab Kyuhyun. “Lagipula memangnya kenapa eo? Tidak ada urusannya dengan kalian.”

BLETAK

“Eish anak ini jinjja.” Changmin menjitak kepala Kyuhyun.

“Qian Noona charaesseo?” Tanya Changmin. Akhir-akhir ini DBSK memang sering pergi keluar negeri untuk melakukan aktifitas mereka di sana, jadi wajar saja ia tidak tau kabar teman-temannya di Korea dengan lengkap.

“Noona charaenni, masih single seperti kau, Hyung.” Jawab Minho yang langsung mendapat cubitan di hidung oleh Changmin.

“Kau ada artis yang kau sukai, Oppa? Aku bisa membantumu!” Ucap Yoona masuk ke pembicaraan.

“Eopseo.” Jawab Changmin kemudian berpikir sejenak. “Ah isseo, isseo!”

“Eo? Isseo?” Tanya Kyuhyun. Changmin mengangguk yakin. “Nugu?”

“Im Yoona…! Im Yoona joahae.” Sahut Changmin lalu ber-aegyo di depan Kyuhyun.

BLETAK

Giliran Kyuhyun menjitak kepala Changmin. “Yoona-ga naekkoya, jigeumeun, yongwonhi!”

“Blahh bodoh, aku kan expert dalam hal ini, aku dapat merebut Yoona darimu.” Changmin memeletkan lidahnya.

“Andwae, tidak akan bisa! Kau menyayangiku kan, Yoong?” Tanya Kyuhyun.

“Ani, na Minho-ga saranghaetjyo!” jawab Yoona lalu merangkul Minho.

“Eo, matja! Noona, nado saranghae!” Ucap Minho.

“Kyu, kita sudah dikhianati.” Ujar Changmin.

“Benar. Lebih baik aku menikahimu saja, Changmin-ah.” Sahut Kyuhyun lalu menggenggam tangan Changmin. Minho dan Yoona yang melihatnya pecah dalam tawa, disusul tawa Kyuhyun dan Changmin.

“Permisi, ini pesanan anda.” Ucap pelayan.

“Ne, gamsahamnida.” Jawab Yoona mewakili yang lain. “Jjalmokkae-seumnida!”

Yoona melahap pesanannya dengan cepat.

“Pelan-pelan, nanti tersedak.” Perintah Kyuhyun.

“Ye, Cho Sajangnim.” Jawab Yoona. Kyuhyun mengelus kepala Yoona lembut.

“Jangan lupa kalau kami juga ada di sini.” Ucap Changmin sarkastik.

“Mengganggu saja!” Kyuhyun memeletkan lidahnya.

~~~~

Jam tangan Baby-G Yoona menunjukkan pukul 9 malam. Ia, Kyuhyun, Changmin dan Minho sudah sampai di hotel, di lantai tempat kamar mereka berada.

“Kyuhyun-ah, Yoona-ya, kami duluan masuk ya, kami tidak ingin mengganggu.” Ucap Changmin lalu menarik lengan Minho masuk ke kamar DBSK, SHINee dan Kangta itu.

“Anak-anak itu, jinjja.” Umpat Kyuhyun.

“Benar-benar tidak tau diri mereka memang.” Umpat Yoona tidak kalah.

Kyuhyun berbalik dan mendapati Yoona berada tepat di hadapannya tapi wajah itu tengah menoleh ke arah lain. “Y… Yyy… Yoong.”

“Wae?” YoonA menoleh ke arah Kyuhyun. Keduanya bertatapan dengan intens.

“Saranghae.” Ucap Kyuhyun. Yoona tersenyum tipis. “Berjanjilah bahwa kau tidak akan meninggalkanku. Kkajima. Yaksokhae.”

Yoona kembali tersenyum hangat. “Ne, Nampyeon-ah… Cerewet.”

“Apa kau bilang? Cerewet!?” Pekik Kyuhyun. Yoona memeletkan lidahnya.

“Ne, cerewet. Tuan Cho sangatlah berisik!” Sahut Yoona.

“Baiklah kalau begitu buat aku menjadi diam.” Ucap Kyuhyun.

“Hhm? Maksudmu?” Tanya YoonA.

“Ayo, cepat buat aku diam. Kalau tidak aku akan berisik lagi.”

CHU~

Yoona menekan bibirnya ke pipi kanan Kyuhyun.

“Dwasseo?” Tanya Yoona sarkastik. Namja di depannya selalu berhasil membuatnya melakukan segala hal.

“Yang kiri belum?” Goda Kyuhyun.

CHU~

Yoona mencium pipi Kyuhyun pelan.

“Yang tengah kok tidak dikasih?” Tanya Kyuhyun sambil menunjuk bibirnya sendiri manja.

“Tidak akan, ya! Hush, yasudah, aku mau tidur, pergilah. Tidur sana!” Perintah Yoona lalu berbalik berjalan menuju kamar SNSD.

GRAB

Tangan Kyuhyun menahan lengan Yoona, menahan laju Yoona untuk pergi dari hadapannya.

“Wae..?” Rengek Yoona. “Aku mengantuk, Kyu!”

Kyuhyun membersihkan dahi Yoona yang tertutup oleh poni berwarna hitam kecoklatan itu. Yoona hanya menatap Kyuhyun aneh.

CHU~

Kyuhyun mencium dahi Yoona cukup lama lalu melepasnya. Kedua tangannya menggenggam kedua tangan Yoona.

“Saranghae.” Kyuhyun tersenyum.

“Kau sudah mengatakannya berkali-kali! Lagipula kau juga tau kan kalau aku mencintaimu juga!” Yoona menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Pipinya berubah merah.

“Ahh akhirnya aku mendengar pengakuanmu juga. Itu saja kok yang ingin kudengar! Yasudah kau juga sana tidur, jangan malam-malam!” Kyuhyun membalik tubuh Yoona yang tadinya menghadap ke arahnya menjadi membelakanginya.

WHUUSH

Kyuhyun mendorong tubuh Yoona pelan.

“Jangan dorong-dorong!” Perintah Yoona.

“Sana tidur saja kau! Berisik!” Jawab Kyuhyun.

“Arraseo, arraseo. Kau juga.”

Keduanya pun masuk ke kamar hotel mereka masing-masing.

~~~~

Jam menunjukkan pukul 6 pagi. Pagi yang cerah, matahari bersinar menerangi langit di Jejudo. Yoona masih menggeliat di tempat tidur yang sempit itu. Di satu kasur yang dibuat untuk satu orang ditiduri oleh tiga orang di waktu yang sama.

Yoona tidak dapta menggeliat terlalu leluasa. Ia tidur di tengah, di samping kanannya ada Yuri dan di samping kirinya ada Sunny.

“Kedua anak ini, jinjja..” Umpat Yoona. “Yuri Eonnie, Sunny Eonnie…!”

“Mwoe, mwoe?” Tanya Sunny.

“Aku ingin berdiri bisa kau lepaskan tanganmu dari leherku, oh ayolah Eonnie. Aku tidak mengerti mengapa kau sangat nafsu terhadapku!” Ucap Yoona.

“Anak ini! Yasudah sana hush, aku akan memegang Yuri saja!” Jawab Sunny. Yoona yang melihatnya hanya dapat tertawa.

Yoona pergi mengambil handphone-nya. Menyalakannya dan membuka password-nya.

“Ada pesan! Ada pesan!” Seru ringtone handphone Yoona menderu.

“SMS? Pagi-pagi begini ada SMS?”

From: GaemGyu

Yoong-ah ~ aku tau kau sudah bangun! Cepatlah mandi, ayo kita bersenang-senang!

“Apa-apaan si Cho Kyuhyun ini? Bagaimana ia bisa tau aku sudah bangun?”

Belum sempat Yoona mengetik SMS untuk membalas Kyuhyun, ringtone handphone-nya berbunyi lagi. “Ada pesan! Ada pesan!”

From: GaemGyu

Jangan berpikir terlalu keras mengapa aku bisa tau, aku memang Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun yang hebat.

“Anak ini… Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan kesombongannya.” Yoona menekan kontak Kyuhyun lalu meneleponnya.

“YA! Apa-apaan?” Seru Yoona sesaat setelah Kyuhyun mengangkat telepon darinya.

“Apanya yang apa? Cho Kyuhyun memang hebat, bukan?” Sombong Kyuhyun. Yoona hanya berdecak kagum. Bagaimana seorang namja bisa menyombongkan diri di depan yeojachingu-nya sendiri?

“Terserah kau!” Sahut Yoona. “Aku tidak mau mandi, kenapa kau mengajakku keluar? Ini masih pagi buta, Bodoh.”

“Tidak mau mandi? Sini ke kamarku, biar aku menemanimu mandi.” Goda Kyuhyun.

“Hilangkan pikiran yadong-mu! Aku sungguh tidak mengerti mengapa seorang magnae dapat berpikir sekotor itu.”

“Aku adalah Cho Kyuhyun Magnae yang Hebat, tentu saja bisa.” Jawab Kyuhyun yang entah selalu dapat memberikan jawaban dari segala perkataan.

“Ayolah, ini masih jam tujuh! Kau bodoh atau apa? Aku mengantuk!” Sahut Yoona.

“Masa bodoh, sekarang kau harus ke sini!”

“Eodi?” Tanya Yoona polos.

“Ke kamarku! Kamar Super Junior 2!” Sahut Kyuhyun.

“Arraseo, arraseo.” Sahut Yoona. Ia memakai sendal hotel lalu keluar dari kamar SNSD.

“Mau kemana anak itu?” Tanya Taeyeon yang baru terbangun.

“Pasti ke tempat Kyuhyun Oppa.” Jawab Tiffany yang menjawab dengan matanya yang masih tertutup.

“Pagi-pagi begini?” Pekik Jessica yang entah kapan bangun. Padahal biasanya ia menjadi terakhir yang bangun.

“Aigoo, mereka memang sungguh saling mencintai.” Gumam Taeyeon.

~~~~

TOK TOK TOK

“Kyuhyun-ah!” Seru Yoona dari depan kamar Super Junior 2.

“Tunggu, Cerewet!” Balas Kyuhyun dari dalam.

“Cepatlah!” Tambah Yoona.

KREK

“Cerewet. Ayo masuk.” Ucap Kyuhyun.

“Tadi kau yang menyuruhku datang!”

“Ne, ne.” Jawab Kyuhyun.

Yoona duduk di sofa kecil yang ada di dekat jendela. “Untuk apa memanggilku?”

“Bogoshippo.” Sahut Kyuhyun kemudian duduk di samping Yoona. Menopang dagunya dengan kedua tangannya. Memperhatikan Yoona dengan seksama.

“Itu tidak rasional, Kyu…! Aku mengantuk!” Ucap Yoona. Ia berdiri dan berusaha melangkahkan kaki meninggalkan kamar laknat itu pikirnya.

GRAB

Kyuhyun menahan lengan Yoona.

“Wae ddo?” Rengek Yoona. Kyuhyun ikut berdiri lalu menghadap ke arah Yoona.

“Aku hanyalah sangat mencintaimu.” Kyuhyun kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Yoona.

CHU~

Kyuhyun mencium Yoona dengan lembut. Yoona hanya terdiam. Tadinya matanya membelalak terkejut tapi tak lama ia menutup matanya dan menikmati.

“Leeteuk Hyung! Kyuhyun mencium seseorang!” Seru Sungmin.

Kyuhyun dan Yoona yang mendengarnya langsung melepaskan diri mereka masing-masing. Wajah keduanya memerah.

“Mwo? Yoona-ya!” Pekik Leeteuk.

“Anak ini. Kalau mau ber-yadong-an jangan di kamar kita, pesanlah kamar kalian sendiri!” Seru Heechul.

“Ani! Aku tidak ber-yadong-a!” Elak Kyuhyun. “Yoong ayo kita pergi saja dari sini.”

“Annyeong Oppadeul, mianhae!” Ucap Yoona agak berteriak karena Kyuhyun telah cepat-cepat menariknya keluar dari kamar Super Junior 2.

BLAM

“Beruntung Donghae ada di kamar sebelah.” Gumam Leeteuk yang disusul helaan nafas Sungmin dan anggukkan Heechul.

~~~~

“Kyuhyun-ah, kita mau kemana?” Tanya Yoona yang masih ditarik-tarik oleh Kyuhyun.

“Ayo kita ke pantai, mumpung masih pagi!” Sahut Kyuhyun.

“Pantai? Yeyy! Habis itu kita sarapan ya?” Pinta Yoona.

“Iya, iya, habis itu kita sarapan.” Jawab Kyuhyun.

“Tapi Kyu.” Yoona menahan Kyuhyun yang hendak menariknya lagi. Ia melepaskan genggaman tangan Kyuhyun. “Kau tidak liat aku masih memakai piyama seperti ini? Dan lihatlah dirimu!”

“Apa?” Kyuhyun melihat dirinya sendiri dari layar handphone-nya. “Kupikir ini oke-oke saja?”

“Kau berantakan! Kau perlu ganti baju, aku juga akan ganti baju!” Seru Yoona.

“YA tidak perlu, aku malas mengganti bajuku.”

“Harus ganti baju. Kalau malas pintalah Hyung-mu untuk menggantikan bajumu.”

“Shirreo, kau saja yang menggantikan bajuku!” Ucap Kyuhyun manja tapi jelas sekali bahwa ia menggoda Yoona.

“Menjijikkan! Cho Kyuhyun, gantilah bajumu! Kita bertemu lima menit lagi di depan kamarku, arrachi? Annyeong!”

“Cho Yoona!” Panggil Kyuhyun. Baginya Yoona memang bukan bermarga Im lagi tapi sudah Cho. “Hh, anak itu memang seenaknya saja.”

PLAK

Kyuhyun menepuk dahinya. “Bagaimana kalau dia memakai bikini!? Aku akan membunuhnya jika iya!”

~~~~

Kyuhyun memakai baju oblong putih bergambar kartun dirinya sendiri yang diberikan oleh fans-nya pada hari ulang tahunnya yang ke-23 pada kalender Lunar tahun 2010. Tak lupa celana jeans selutut menghiasi kakinya. Ia tampak dengan bete menunggu Yoona di depan kamar SNSD.

KREK

Yoona membuka pintu kamar SNSD. “Kyu, ayo!”

Kyuhyun terperanga melihat Yoona. Sangat terperanga.

Bikini bermotif bunga berwarna merah, kuning dan jingga melekat pada tubuhnya. Ditutupi dengan crop-blazer putih yang sisi kanan dan sisi kirinya disatukan dengan ikatan simpul tali putih yang merupakan bagian dari blazernya, bagian atas tubuh Yoona tampak sempurna. Celana jeans denim berwarna putih yang super pendek itu membuat kakinya yang jenjang terlihat.

Kyuhyun benar-benar tidak tau harus berbicara apa. Ia memang protektif dan tidak mau melihat Yoona memakai bikini, tapi setelah melihatnya pun… ia malah merasa senang sekaligus tergoda.

“Apa?” Tanya Yoona. “Jangan-jangan kau baru sadar kalau aku memiliki tubuh yang bagus?”

Tapi Kyuhyun takpunya pilihan lain, ia tidak mau Yoona menarik perhatian namja-namja lain yang sedang berlibur di Jejudo. “Yoong, aku sudah bilang jangan pakai bikini!”

“Tapi kan aku sudah memakai crop-blazer putih, tidakkah kau lihat itu cukup menutupi tubuhku?”

“Apalagi kau memakai denim pendek! Super pendek, Yoona!” Lanjut Kyuhyun tidak menggubris jawaban Yoona.

“Ayolah, Kyu, kita sudah terlambat! Kalau begini, pantai akan penuh!” Yoona memeluk lengan Kyuhyun erat dan mulai melangkah menuju lift.

~~~~

Kyuhyun dan Yoona jalan berdampingan dengan tangan mereka yang bertautan dengan erat. Keduanya sampai di penghujung hotel tempat artis-artis SM menginap. Pantai ada tepat di depan gedung hotel, jadi mereka hanya perlu berjalan menyebrang.

Yoona memakai kacamata hitam pada dirinya sendiri. Penyamaran kecil karena matanya yang sangat indah itu memang sangat mencolok. Kemudian ia mengambil kacamata hitam Kyuhyun dari saku celana Kyuhyun.

“Wae?” Tanya Kyuhyun. Yoona melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun kemudian memakaikan kacamata hitam tersebut pada Kyuhyun.

“Kita bisa melepasnya saat sudah sampai di pantai, agar aman.” Jelas Yoona.

~~~~

Keduanya masuk ke pantai. Udara masih sangat sejuk, ombak bermain dengan riang dan cukup tinggi. Keduanya melirik ke kanan kemudian ke kiri. Tidak ada orang lain selain mereka di pantai tersebut.

“Aman kan di sini?” Tanya Kyuhyun. Yoona mengangguk. Keduanya pun melepas kacamata hitam yang mereka pakai.

“Tidak ada namja lain kan?” Tanya Yoona. Kyuhyun mengangguk tapi dengan tatapan aneh.

“Memang kenapa?” Tanya Kyuhyun. Yoona kemudian melepas ikatan simpul crop-blazer putihnya dan melempar blazer itu entah kemana. “CHO YOONA!”

“Lebih enak begini kan, kalau basah, baju yang harus di laundry jadi lebih sedikit!” Sahut Yoona.

“Tidak akan kubiarkan kau!” Kyuhyun memungut blazer putih Yoona lalu dari belakang ia memakaikan blazer tersebut pada YoonA.

“Kyu, aku serius.. Aku ingin sekali memakai bikini. Lagipula di sini hanya ada kau dan aku, apalagi masalahnya?”

“Karena di sini hanya ada kau dan aku, masalahnya malah semakin besar.” Sahut Kyuhyun.

“Wae?”

“Aku takut tak dapat menahan diri untuk melihatmu terus-terusan.” Jawab Kyuhyun. Yoona tertawa lepas.

“Kenapa kau harus menahan diri untuk melihatku?” Tanya Yoona polos.

“Karena kau sudah menggodaku secara berlebihan, Cho Yoona.” Balas Kyuhyun.

“Eyy, apa yang menggodamu?”

“Pakaianmu. Makanya jangan goda aku. Aku tidak mau melakukan hal buruk padamu, walaupun aku bisa, aku tak mau. Jadi Cho Yoona yang aku cintai, ikatlah blazer-mu kuat-kuat, dan jangan pakai pakaian terbuka seperti ini lagi di tempat umum.” Pinta Kyuhyun tulus.

Yoona menghela nafas. Ia mengikat blazer putihnya kuat-kuat. “Arraseo, Cho Kyuhyun.”

“Itu baru yeoching-ku.”

“Yeoching-mu? Milikmu katamu?” Ujar Yoona. “Kata siapa..?”

SPLASH

Yoona mencipratkan air laut ke arah Kyuhyun.

“Apa-apaan kau?” Kyuhyun membalas Yoona.

SPLASH

Kini Yoona juga basah.

Kyuhyun menarik Yoona mendekat ke ombak yang datang. Keduanya masuk ke laut yang masih dalam zona aman tentunya. Kedua tangan mereka bertautan erat. Yoona kemudian mendorong Kyuhyun sampai Kyuhyun terjatuh dan setengah tinggi badannya terendam air.

Kyuhyun kemudian menarik tangan Yoona agar Yoona ikut terjatuh masuk ke air. Alhasil Yoona malah jatuh di atas Kyuhyun. Keduanya terdiam dalam posisi yang sungguh dekat. Leher Kyuhyun hampir terendam karena Yoona terjatuh di atasnya. Kini yang menahan agar dirinya tidak tenggelam hanya kedua sikunya. Kedua sikunya menopang semuanya.

Yang menahan Yoona agar tidak sepenuhnya jatuh di atas Kyuhyun hanya kedua tangannya. Kedua tangannya menahan tubuhnya agar tidak jatuh dengan menempatkan telapaknya di pundak Kyuhyun.

Kemudian Kyuhyun malah menggoyangkan tubuhnya agar keseimbangan Yoona hilang. Alhasil keseimbangan Yoona pun benar-benar hilang. Kini kedua tangannya hanya menahan tubuhnya agar tak jatuh dari daratan pasir yang terendam air. Cukup membuat jarak antara Kyuhyun dan Yoona semakin dekat.

Dengan kepalanya yang masih bisa menjulur ke depan, ia mengecup pipi Yoona pelan. Tanpa paksaan, hanya kecupan tulus.

CUP

Kemudian dengan kepalanya juga ia menepis kepala Yoona ke arah sampingnya, tidak lagi persis di hadapannya. Lalu ia menyenggol tangan Yoona yang setelah itu membuat kepala Yoona jatuh di pundak Kyuhyun.

“Sudah kubilang, kan? Aku tidak akan melakukan hal buruk padamu, walaupun sebenarnya aku bisa.” Bisik Kyuhyun.

“Gomawo. Na jikyeo julggae gomawo, na saranghalkkae ddo gomawo. Terima kasih untuk telah menjagaku, terima kasih juga telah mencintaiku.” Balas Yoona berbisik.

• To Be Continue •

Okay, di chap 1 emang belum ada konflik, karena baru chapter 1, dibuat lovey dovey gak ada salahnya yeps? Apa salah yak-_-? Peran penting Hyukjae, Hyo, Donghae sama Jessica belum datang memang. Tata bahasa gue udah cukup memuaskan ya kan? Kalo masalah typo, gua juga mintamaaf. Everyone makes mistakes anyway ~ /smirk ala kyu/ oke see u on the other chap or the other ff! Sorry for the long wait! Annyeong musketeer-deul!

my ttd

Advertisements

11 thoughts on “[Chapter] I Love You || Chapter 1

  1. Kyaaaa, demi apapun ini keren banget.
    meskipun tata bahasanya agak kurang, tapi nilai plusnya tiap chapter isinya panjang. Daebak 😀

    boleh saran gaa?? kalo bisa yg percakapan bahasa korea yg agak panjangnya dikasih translate aja gitu didalem kurung. Hehee ya biar pembaca yg pengetahuan bahasa koreanya kurang banyak (macem saya) bisa ngerti gitu 😀

    Jinjja demi apapun ini puas banget bacanya. Pertahankan yaa.. chapter2 selanjutnya juga harus panjang, kalo bisa lebih panjang daripada ini /digampar/ 😀

    Kyaaa, kyuna pacaran. Assaa!! dan selalu suka baca cerita yoona sama kyu-line ❤ ❤
    dan ini emang full fluff banget. Nyampe mesem2 sendiri bacanya…

    waaah, cant wait for the next updates. Semangat yaaa!!

  2. ternyata eh ternyata hae oppa mantan yoona unni terus pacaran sama kyu oppa
    mudah” hae oppa gak merusak hubungan mereka #amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s