[Chapter] I Love You || Chapter 2


Author: Tisa Khansa

Main Cast: 
– SJ Cho Kyuhyun
– SJ Lee Donghae
– SJ Lee Hyukjae aka Eunhyuk
– SNSD Im Yoona

Side Main Cast: 
– SNSD Jung Sooyeon aka Jessica
– SNSD Kim Hyoyeon
– SNSD Choi Sooyoung

Cameo:
– SJ Park Jungsoo aka Leeteuk
– SJ Kim Youngwoon aka Kangin
– SNSD Kim Taeyeon

Genre: romance, fun, cute, friendship

Length: Chapter

Rating: General

NB: Di chap sebelumnya peran Donghae, Eunhyuk, Hyoyeon, Sooyoung sama Jessica belum keliatan memang ~ but lama-lama juga muncul kok, just wait! Chap 1 terlalu fluffy ya? Haha gue juga ngerasa gitu-_- jan baca chap 1 ah ntar diabetes /maksudnya terlalu manis/ okay that’s strange. Di chap 2 gue juga ngerjainnya gak sekali jalan langsung jadi, jadi saat gue nulis NB ini gue belum nentuin plot yang ada buat di chap 2 :/ aneh? Memang. Jan lupa RCL! Gue kebanyakan ngomong ah ‘-‘ yasudah cekidot bebeb semua~

{I only own the storyline and ideas. Those are purely from my imagination, and weren’t proved as the reality}

[Saya hanya pemilik dari plot dan ide. Itu semua adalah murni imajinasi saya, dan tidak terbukti sebagai kenyataan]

 

~~~~

• Last Chapter Review •

“Sudah kubilang, kan? Aku tidak akan melakukan hal buruk padamu, walaupun sebenarnya aku bisa.” Bisik Kyuhyun.

“Gomawo. Terima kasih untuk telah menjagaku, terima kasih juga untuk telah mencintaiku.” Balas Yoona berbisik.

~~~~

Kyuhyun dan Yoona sudah keluar dari pantai, setelah membilas diri mereka masing-masing di ruang bilas pantai tentunya. Keduanya telah memakai baju yang kasual dan nyaman. Yoona memakai kemeja putih lengan panjang yang dimasukkan ke celana denim high-waist yang pendek miliknya. Kyuhyun juga memakai kemeja putih, bedanya kemeja yang ia gunakan berlengan pendek dan ia memakai celana panjang.

“An-ppaegoppa?” Tanya Kyuhyun.

“Ppaegoppajji, ayo kita makan!” Rengek Yoona.

“Arraseo, arraseo. Mau makan dimana?” Tanya Kyuhyun. 

“Di hotel saja, kau lelah kan?” Sahut Yoona lalu tersenyum.

“Tidak lelah selama apa yang aku lakukan adalah untukmu.” Goda Kyuhyun. Sangat gombal bagi Yoona.

“Ih, aku tidak mengerti. Setelah berpacaran denganku namja buncit ini menjadi sangat gombal.” Yoona mencolek dagu Kyuhyun.

“Masa bodoh.” Sahut Kyuhyun lalu memeletkan lidahnya.

Keduanya menyebrangi jalan dan sampai di depan hotel. Mereka memasuki hotel dan membungkuk, menyapa para pegawai yang ada. Keduanya adalah idol yang sangat ramah walaupun sangat iseng, evil dan jahil.

Kyuhyun dan Yoona masuk ke lift kemudian menekan tombol DR yang berarti Dining Room atau Ruang Makan. Sambil saling bercanda, mereka mengobrol tanpa berhenti.

TING

Lift terhenti di lantai DR. Keduanya keluar dan melihat beberapa rekan SM mereka sedang memakan sarapan pagi mereka. Keduanya bergabung di meja Kyu-Line dimana terdapat Victoria, Changmin dan Minho. Kyuhyun kemudian duduk di sebelah Victoria, di sebelah Kyuhyun duduk Yoona dan di sebelah Yoona terdapat Minho.

“Noonaa..” Sapa Kyuhyun.

“Eo geurae.” Balas Victoria lalu membentuk angka ‘peace’ dengan tangan kanannya kemudian melanjutkan makannya.

“Geu Noona jinjja.”

“Minho-ya, (Changmin) Oppa, (Victoria) Eonnie…” Sapa Yoona. Ketiganya yang disapa tersenyum hangat pada Yoona.

“Berbeda sekali ya respon kalian terhadap Yoona dan terhadapku. Yoona kajja, kita ambil makan.” Ajak Kyuhyun. Victoria, Changmin dan Minho tertawa mendengarnya. 

Kyuhyun dan Yoona mulai mengambil makanan-makanan yang mereka inginkan. Keduanya adalah shikshin yang sangat suka makan. Walau tidak banyak yang tahu Kyuhyun sangatlah suka makan.

Sesaat setelah keduanya selesai mengambil makanan, mereka kembali ke meja dimana anggota-anggota Kyu-Line duduk. Keduanya mulai makan dengan lahap.

“Yoona-ya, kenapa kau memilih untuk pacaran dengan bocah tengil ini?” Tanya Victoria pada Yoona. Yoona yang mendengarnya hanya dapat tertawa lepas. Tapi Victoria benar. Mengapa ia memilih Kyuhyun?

“YA apakah itu penting?” Balas Kyuhyun. “Daripada kau Noona, tidak punya namching, masih mending Yoona memilih bocah tengil.”

“Ish brengsek.” Umpat Victoria. Lalu menjitak kepala Kyuhyun.

BLETAK

“Appo..” Rintih Kyuhyun.

“Geundae, Yoong Noona, apakah Kyu Hyung memperlakukanmu dengan baik?” Tanya Minho.

“Tidak.” sahut Yoona.

Tapi dalam waktu yang bersamaan, Kyuhyun juga menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditunjukan untuk Yoona itu. “Geurom.”

“YA! Aku memperlakukanmu dengan baik!” Pekik Kyuhyun pada Yoona.

“Kalau Yoona bilang begitu, pasti kau memang memperlakukannya dengan buruk, Kyu!” Bela Changmin. Kyuhyun menoleh dari menghadap Changmin kemudian menghadap Yoona. Yoona memberikan merong mengejeknya pada Kyuhyun.

“Kalian berdua sialan.” Umpat Kyuhyun.

“Biar saja.” Sahut Yoona dan Changmin.

“Eonnie, kapan kau akan berpacaran?” Tanya Yoona. “Bukan Eonnie sekarang sedang WGM bersama Nichkhun Oppa?”

“Nichkhun OPPA? Oppa katamu? Sedekat apa kau dengan bocah tengil itu hingga kau memanggilnya Oppa?” Sela Kyuhyun sebelum Victoria menjawab. Ia memang pencemburu yang berlebih.

“Diamlah kau!” Seru Yoona.

“Nichkhun? Nichkhun cukup baik.” Sahut Victoria.

“Tapi Noona tidak merasa sesuatu yang lebih?” Tanya Minho.

“Geurom, geundae.. Tidak berpikir bahwa dia yang terbaik untukku.” Jawab Victoria.

“Lalu? Di sini kan tinggal Eonnie dan (Changmin) Oppa yang masih single.” Lanjut Yoona.

“Kenapa kalian tidak berpacaran saja?” Usul Kyuhyun pada Victoria dan Changmin.

“Kau tau, Anak Bodoh?” Tanya Changmin setengah memaki. “Di sini sudah terlalu banyak pasangan dalam agensi. Bukan lebih baik kalau aku mencari yeoching dari luar SM?”

“Bukankah Hyung bilang Hyung menyukai Yoona Noona?” Tanya Minho. Changmin langsung menahan tangan Kyuhyun sebelum Kyuhyun berhasil memukulinya.

“Sedikit kok Kyu, sedikit.” Jelas Changmin.

“Mati saja kau.” Balas Kyuhyun.

~~~~

Hari ini seperti kemarin, artis SM bebas. Yang sedang bermalas-malasan ya bermalas-malasan di kamar masing-masing, yang jalan-jalan ya jalan-jalan di seputar Jejudo. Kyuhyun sedang berada di kamar SHINee, DBSK dan Kangta. Sedang bermain Starcraft melawan Minho.

“Ada pesan dari Cho Yoona! Ada pesan dari Cho Yoona!” Ringtone SMS custom milik handphone Kyuhyun jika ada SMS dari Yoona itu berbunyi. Ia mem-pause Starcraft-nya kemudian membuka handphone-nya.

“Kau tau, namja yang memberhentikan game-nya untuk yeochingnya adalah namja yang benar-benar mencintai yeoja itu.” Ucap Key yang tidak sengaja lewat di belakang Minho dan Kyuhyun.

From: Cho Yoona ❤
Kyuhyun-ah…, aku bosan :s

Kyuhyun tersenyum geli melihatnya. Yeojachingu-nya mengiriminya SMS hanya berisi hal itu?

To: Cho Yoona ❤
Mainlah ke sini kalau begitu

Setelah menekan tombol SEND, Kyuhyun kembali melanjutkan game-nya. Tak lama, SMS balasan dari Yoona datang.

“Ada pesan dari Cho Yoona! Ada pesan dari Cho Yoona!” Kyuhyun kembali memberhentikan game-nya.

From: Cho Yoona ❤
Kamarmu kan? Aku akan ke sana kalau begitu…

Kyuhyun menggerutu. Kalau ia membiarkan Yoona pergi ke kamar laknat kamar Super Junior 2, maka para Hyung-nya akan bertanya macam-macam. Jika ia memberitahu Yoona bahwa ia sedang di kamar SHINee, DBSK dan Kangta ini, Yoona akan melihat para anggota SHINee dan DBSK yang sedang topless atau shirt-less itu.

To: Cho Yoona ❤
Ani! Jangan pergi ke kamarku! Baiklah nanti sore aku akan mengajakmu jalan-jalan

Kyuhyun kembali melanjutkan game-nya dengan Minho. Dengan asik mereka bermain game. Tiba-tiba, handphone Kyuhyun berbunyi lagi.

“Ada pesan dari Cho Yoona! Ada pesan dari Cho Yoona!” 

From: Cho Yoona ❤
Huft, nappeun namjaya. Dasar perut buncit, niga miwo 😡 jangan dibalas! Aku bisa bersenang-senang dengan baju pendekku jika tidak ada kau \(v.v \) hush!

“MWO?” Pekik Kyuhyun setelah membaca SMS dari Yoona.

“Wae geurae, Hyung?” Tanya Minho panik.

“Yoona, Minho! Yoona!” Seru Kyuhyun.

“Yoona Noona-ga wae?” Balas Minho panik.

“Ia akan memakai baju super pendek dan berjalan-jalan!” 

“Hyung! Demi TV hitamku yang rusak, aku sudah panik setengah mati tadi!” Bentak Minho. “Biarkanlah Yoona Noona jalan-jalan kalau begitu!”

“Tapi tidak akan kubiarkan dengan pakaian super pendeknya!” 

Kyuhyun menekan nomor telepon Yoona dan langsung meneleponnya.

“Yeob..”

“YOONA-YA!! JANGAN PERGI DENGAN PAKAIAN PENDEK!” 

“Cho Kyuhyun cerewet!” Balas Yoona. Kyuhyun dapat mendengar Yoona ber-merong dari ujung telepon.

“Jebal, kkajima! Hajima!” Larang Kyuhyun.

“Nanti sore kita bertemu lagi eo? Eunhyuk Oppa sudah datang. Annyeong! Saranghae.” 

KLIK

Yoona memutuskan hubungan teleponnya pada Kyuhyun secara sepihak. Kyuhyun mengepalkan tangannya. “Hyung itu mengajak Yoona jalan-jalan…!?”

“Nugu?” Minho akhirnya malah bermain game tanpa menunggu Kyuhyun.

“Eunhyuk Hyung! Mereka berdua berjalan berduaan! Berudu-berudu sialan!” Sahut Kyuhyun.

“Sudahlah Hyung, nanti kalau mereka pulang Yoona Noona juga pasti akan menghubungimu.”

“Aish.” Kyuhyun kemudian melanjutkan pertandingan game-nya dengan Minho.

~~~~

“Ada apa, Oppa?” Tanya Yoona yang berjalan di samping Eunhyuk.

“Kita akan membicarakannya di cafe, nanti. Ini pembicaraan yang cukup serius, Yoong.”

Keduanya masuk ke cafe yang tidak terlalu jauh dari hotel tempat mereka menginap. Eunhyuk dan Yoona duduk berhadapan.

“Wae geuraeyo, Oppa? Apa yang ingin kalian bicarakan?” Tanya Yoona. 

“Sebentar, lebih baik kita memesan dulu.” Sela Eunhyuk. 

“Ne, apa yang ingin anda pesan?” Tanya pelayan.

“Ice Latte.” Ucap Yoona.

“Ice chocolate.” Ujar Eunhyuk.

“Itu saja?” Tanya pelayan. Yoona dan Eunhyuk mengangguk.

“Jadi.. Wae geuraeyo, Oppa?”

“Donghae…” Gumam Eunhyuk. “Semenjak ia tahu kau berpacaran dengan Kyuhyun, ia menjadi sangat down. Kupikir ia sakit, jadi semalam aku mengompresnya selain karena dia sedikit demam. Tapi kurasa bukan sakit fisik penyebabnya. Tapi sakit hati.”

Yoona tersentak. Lee Donghae… Mantan pacarnya. Ia baru putus dengan Donghae enam bulan yang lalu. Jelas saja Donghae merasa terkhianati, mengapa setelah mereka menjalin hubungan hampir selama 4 tahun Yoona bisa langsung berpindah hati pada namja lain? Mungkin itu yang ada di pikiran Donghae sekarang.

“Tapi.. Ia terus-terusan merintih namamu, Yoong.” Lanjut Eunhyuk. “Yoona… Im Yoona…”

“Donghae Oppa..” Seberkas rasa bersalah yang tadinya hanya sedikit muncul sesaat putusnya Yoona dan Donghae ternyata masih menjamur.

TES

Tetesan air mata jatuh ke pipi Yoona. Ia tidak mau Donghae tersakiti karenanya. Bahkan alasan putus mereka adalah karena skandal yang sudah terlalu banyak. Keduanya lelah. Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa sekali-kali Yoona merindukan Donghae.

“Yoong..” Yoona menghapus airmatanya.

“N…ne?” Sahut Yoona.

“Aku mohon, aku menyayangimu. Aku juga mau melihatmu bahagia. Tapi tolong bisa bantu aku?” Eunhyuk memegang kedua tangan Yoona erat. “Bisakah kau kembalikan Donghae? Donghae yang ceria dan kekanak-kanakkan?”

“Mollayo, Oppa…” jawab Yoona.

“Aku terus-terusan melihatnya berusaha ceria di depan anggota yang lain, tapi di malam hari ia merintih seperti itu.” Curah Eunhyuk.

“Arraseo, Oppa. Aku akan berusaha membuat Donghae Oppa kembali ceria.” Sahut Yoona menyanggupi.

“Tapi… Berhati-hatilah dengan Sooyeon. Sepertinya ia menyukai Donghae. Jika kau terlalu dekat dengan Donghae bisa saja Sooyeon dan Kyuhyun marah. Tolong buat perbaikan ini serapih mungkin.”

“Ne, Oppa.” Jawab Yoona.

~~~~

Yoona sampai di kamar SNSD. Ia merebahkan dirinya di kasur kemudian membuka handphone-nya. Ia memang meninggalkan handphone-nya di kamar SNSD.

Ada lima miss-call dan tujuh SMS. Semuanya dari Kyuhyun. Yoona tersenyum geli melihatnya. Ia pun membuka SMS dari Kyuhyun.

From: GaemGyu
Jangan pergi berdua dengan Hyung monyet itu, jebal!

From: GaemGyu
Ini sudah sepuluh menit sejak kau pergi dengan Eunhyuk Hyung… Kenapa tidak membalas SMS-ku?

From: GaemGyu
CHO YOONA.. DIMANA KAU? Jangan-jangan Hyukjae Hyung berbuat hal buruk padamu? Hah!? Aku benar kan!?

From: GaemGyu
Cho Yoona! Kau jahat sekali.. Jawablah SMS-ku!

From: GaemGyu
Tidak akan kubiarkan Eunhyuk Hyung memperlakukan sesuatu padamu!! Cepat hubungi aku!

From: GaemGyu
Awas saja kalau aku menemukanmu aku akan segera membunuhmu, Cho Yoona! 😡

Yoona benar-benar tertawa geli membacanya. Ia kemudian membuka kontak Kyuhyun dan menekan tombol call.

“YOONA-YAA!!” Pekik Kyuhyun dari ujung telepon. Bahkan belum satu detik Yoona mulai menelepon Kyuhyun, tapi Kyuhyun sudah mengangkatnya.

“Wae?” Jawab Yoona.

“Wae katamu!?” Seru Kyuhyun dengan nada marahnya. “Jangan-jangan Hyukjae Hyung melakukan sesuatu padamu? Jangan-jangan kau selingkuh dengan Hyukjae Hyung? Jangan-jangan kau baru selesai kencan dengan Hyukjae Hyung?”

“Semua dari pertanyaanmu memiliki jawaban TIDAK, Cho Kyuhyun. Kau tenang saja.” Sahut Yoona.

“Lalu kau habis darimana?”

“Pergi dengan Oppa. Ada urusan. YA lagipula aku pergi baru satu jam, kenapa ribut sekali?”

“Aku akan membiarkanmu pergi sehari tanpa menghubungiku jika kau pergi dengan Qian, Eonniedeuri-mu atau Seohyun. Tapi tidak dengan Hyukjae Hyung!”

“Arraseo, mianhae. Aku meninggalkan handphone-ku di kamar, mianhae.” Ucap Yoona.

“Permintamaaf-an diterima! Ini sudah jam dua belas, tidak ingin makan siang?”

“Tidak, aku sedang tidak nafsu.”

“Wiihh, ada apa denganmu shikshin perut cekung? Biasanya kau paling semangat dalam hal makan?” 

“Hanya sedang tidak nafsu makan.” Sahut Yoona. “Lebih baik kau makan siang dulu, eo? Belum makan siang kan? Aku ingin beristirahat, kita akan bertemu lagi nanti sore.”

“Hhm? Arraseo. Annyeong, saranghae.” Ucap Kyuhyun.

“Saranghae.” Balas Yoona. 

KLIK

Yoona memutuskan teleponnya. Ia menghela nafas cukup berat.

“Akan ada banyak badai yang menerpaku..” Gumam Yoona pada dirinya sendiri.

~~~~

Yoona benar-benar sendiri di kamar SNSD. Para Eonnie-nya dan Seohyun sedang berjalan-jalan keluar, menikmati Jejudo. Tapi Yoona malah sendirian di kamarnya. Memikirkan rencana bagaimana caranya untuk berbaikan dengan Donghae dan tetap memiliki hubungan Oppa-Dongsaeng tanpa menyakiti Kyuhyun.

Ia tau semua namja sama, pencemburu, tapi cemburu Kyuhyun lebih parah. Ia tidak segan-segan berteriak di depan umum jika cemburu atau tidak suka dengan hal yang dilakukan oleh Yoona. Ia tidak malu berteriak nama Im Yoona menjadi Cho Yoona.

Ia takut jika ia mendekati Donghae untuk meminta maaf karena sudah berpacaran dengan Kyuhyun, Kyuhyun marah. Ia takut jika Donghae malah mengira Kyuhyun tidak memperlakukannya dengan baik sehingga hubungan Kyuhyun dan Donghae merenggang.

“Hhmm, aku tau aku bisa. Im Yoona himnae!” Ucap Yoona menyemangati dirinya sendiri. Ia kemudian membuka salah satu kontak di handphone-nya dan menekan tombol call.

“Yeoboseyo..?” Sapa orang dari ujung telepon.

“Ne, Donghae Oppa..” 

~~~~

“Yoona-ya, wae geurae? Kenapa kau mengajakku bertemu?” Tanya seorang namja di depan cermin. “Ah ani, ani, seharusnya lebih ceria lagi.”

“Donghae-ya, wae geuroni?” Tanya Eunhyuk yang sedang lewat.

“Hmm, ani!” Tutup Donghae tapi dengan senyum lebar.

“Yoona meneleponmu, eo?” Goda Eunhyuk.

Donghae mengangguk senang. “Eo.”

“Lalu apa yang kau lakukan barusan?” Tanya Eunhyuk lagi.

“Berlatih menyapa Yoona.” Sahut Donghae.

“Ahh, geurae. Aku ingin mandi.” Pamit Eunhyuk. Donghae mengangguk.

“Ah Yoona-ya, wasseo? Ada apa ingin bertemu?” Ucap Donghae lagi. “Ahh itu lebih baik.”

“Donghae-ya, ppali kka! Nanti Yoona menunggumu!” Teriak Eunhyuk dari kamar mandi.

“Arraseo! Annyeong, Hyuk-ah!” Balas Donghae lalu keluar dari kamar Super Junior 1.

BLAM

“Aku hanya bisa melakukan ini, Donghae-ya. Kuharap kau dapat menjadi ceria lagi.” Ucap Eunhyuk.

~~~~

Donghae masuk ke sebuah cafe dan menemukan Yoona tengah duduk di salah satu meja. Yoona melambaikan tangannya.

“Yogi, Oppa.” Yoona tersenyum. Donghae datang lalu duduk di hadapan Yoona.

“Ahh, wae geurae? Tumben meneleponku?” Tanya Donghae.

“Aku ingin…,” Yoona menundukkan wajahnya kemudian menelan ludahnya. “berbalikan denganmu.”

“Ne? Kyuhyunnie-ga?” Tanya Donghae.

“Aku…” Ucapan Yoona kembali terbata-bata. “sudah berpisah dengannya.”

YOONA POV

“Ne? Kyuhyunnie-ga?” Tanya Donghae. 

DEG

Hatiku bergoncang keras. Tetesan air mata lambat laun datang juga dari mataku, walau aku sudah menahannya.

“Aku…” Aku menarik nafas. “sudah berpisah dengannya.”

“Ne!?” Pekik Donghae. “Apakah dia memperlakukanmu dengan buruk?”

“Anio,” tentu saja tidak. Aku diperlakukan sangat baik dan aku sangat mencintai Kyuhyun. “hanya saja aku tidak merasa bahwa kami cocok.”

Tuhan, tolong maafkan aku. Apakah aku berbuat sesuatu yang salah?

AUTHOR POV

“Oppa, aku ingin ke toilet sebentar.” Pamit Yoona.

“Eo, geurae.” Sahut Donghae.

Yoona berlari kecil masuk ke dalam toilet. Ia berhenti di depan cermin toilet. Tetesan air mata yang semakin membludak jatuh ke pipinya. Ia mengeluarkan handphone miliknya lalu menelepon seseorang.

“Eunhyuk Oppa?” Sapa Yoona.

“Yoong, eotteokkhae? Berjalan lancar?” Tanya Eunhyuk. 

“Eo.. Eo, geurom.” Sahut Yoona. “Bisakah kau ajak Donghae Oppa pergi? Aku sedang ingin sendiri.”

Eunhyuk tentu tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi didengar dari nada bicara Yoona, sepertinya Yoona sedang tidak mood. 

“Geurom.” 

“Telepon dia sekarang, jebal.” Pinta Yoona.

“Arraseo.”

KLIK

Yoona memutuskan teleponnya pada Eunhyuk. Ia menghela nafasnya sesaat kemudian kembali ke meja Donghae menunggu.

“Jadi.. Kau mau berjalan denganku nanti sore sebelum nanti malam kita kemb…” Ucapan Donghae terpotong. 

“Joheun sarami sungan neoreul jikyeojyo…” ringtone handphone Donghae berbunyi.

Yoona tertegun.

YOONA POV

“Joheun sarami sungan neoreul jikyeojyo…” ringtone handphone Donghae Oppa berbunyi.

Aku tertegun. Lagu itu… Finding a Good Person, lagu solo-ku yang kunyanyikan di tur SNSD. Ia menyimpannya?

“Ah tapi aku sedang bersama Yoona sekarang.” Keluh Donghae Oppa. Aku yakin yang ada di ujung teleponnya adalah Hyukjae Oppa.

“….” 

“Oh geurae? Arraseo, aku akan ke sana.” Entah apa yang dikatakan Eunhyuk Oppa, tapi Donghae Oppa sepertinya akan pergi.

KLIK

“Wae geurae, Oppa?” Tanyaku pura-pura tidak tahu.

“Aku harus pergi, Eunhyuk meneleponku.” Pamit Donghae. “Mian.”

“Ah gwenchana,” sahutku.

“Mau kuantar ke hotel?”

“Anio, aku akan pulang sendiri nanti, gomawo.” Ucapku. Donghae tersenyum lalu keluar dari cafe.

Aku menghela nafasku berat. Rasanya aku berdosa telah membohongi dua orang yang sangat mencintaiku itu.

~~~~

Sudah sekitar lima menit sejak Donghae Oppa pergi tapi aku masih melamun di salah satu meja di cafe itu. Minumanku belum habis, padahal biasanya aku dapat cepat sekali menghabiskan makanan atau minuman.

KLING

Bel tanda pintu masuk dibuka berbunyi. Tapi aku tidak terlalu peduli. Didengar dari langkah kakinya sepertinya pengunjung itu adalah namja.

“Lho, Yoona?” Sapa namja itu. 

Aku menoleh. CHO KYUHYUN?

“Kyu… Kyuhyun-ah.” sahutku.

“Sejak kapan kau di sini?” Tanya Kyuhyun lalu duduk di hadapanku.

“Cukup lama.” Sahutku.

“Mau jalan-jalan?” Tawar Kyuhyun. “Kajja, eo?”

Namja ini… mengapa ia harus mencintaiku? Bukan… bukan itu yang seharusnya aku tanyakan. Mengapa… aku harus mencintai namja ini?

~~~~

AUTHOR POV

Kyuhyun dan Yoona berjalan berdampingan di luar cafe. Mereka saling berbicara, tapi Yoona berkali-kali melamun jika diajak bicara.

“Wae geurae?” Tanya Kyuhyun.

“Eo? Aku? Wae geurae mwo?” Tanya Yoona balik.

“Kau tampak tidak bersemangat.” Ucap Kyuhyun.

“Aku hanya lelah.” Kyuhyun menggenggam tangan Yoona.

YOONA POV

“Aku hanya lelah.” Kyuhyun menggenggam tanganku. 

“Mau aku antar ke hotel?” Tanya Kyuhyun lembut. “Sepertinya kau benar-benar lelah.”

Tetesan air mata kembali membasahi pipiku.

“Kyuhyun-ah, mianhae..” Ucapku kemudian memeluk Kyuhyun.

“Yoong, munjae isseo?” Tanya Kyuhyun. Tapi aku tidak menggubrisnya. Air-air mataku mulai membasahi baju Kyuhyun. “Wae ureo? Uljima…”

Aku benar-benar tidak tahu, apakah kembali berpacaran dengan Donghae Oppa tapi masih berpacaran dengan Kyuhyun itu pilihan yang tepat atau tidak. Aku hanya merasa sangat bersalah. 

Setidaknya, Tuhan, biarkan aku memilih satu. Bukan seperti ini.

~~~~

AUTHOR POV

Yoona merebahkan dirinya di salah satu tempat tidur di kamar SNSD. Ia tidak bisa menyimpan semuanya sendiri. Semua yang baru saja ia lakukan. Ia bukan tokoh seperti di drama-drama yang selalu sok kuat tapi menangis setiap malam. Tokoh yang kuat dengan sendirinya tanpa bantuan orang lain. She’s not that kind of person. Ia perlu seseorang, ia perlu teman.

Ia membuka salah satu kontak anggota Super Junior dari handphone-nya. Kemudian setelah ragu sedikit ia menekan tombol call.

“Yeoboseyo, Yoona-ya? Wae geurae?” Sapa namja di ujung telepon dengan nada hangat dan tipis miliknya. Lee Hyukjae, tokoh yang meminta Yoona untuk membuat Donghae ceria.

“Oppa…” Isakan tangis terdengar dari Yoona.

“YA, wae ureo?” Tanya Eunhyuk panik.

“Oppa, eotteokkhae?”

Yoona menceritakan semuanya yang baru saja ia lakukan pada Eunhyuk. Dengan isakan tangis, tentunya. Eunhyuk terkejut bukan main dengan keputusan Yoona untuk memacari keduanya.

“Yoona-ya, aku memang memintamu untuk membuat Donghae kembali ceria…, tapi ini bukan caranya…” ucap Eunhyuk.

“Lalu bagaimana caranya lagi? Oppa an-saenggakhaesseo? Apa cara untuk membuat Donghae Oppa kembali ceria selain kembali memacarinya?” Desak Yoona.

EUNHYUK POV

“Lalu bagaimana caranya lagi Oppa? Oppa an-saenggakhaesseo? Apa cara untuk membuat Donghae Oppa kembali ceria selain kembali memacarinya?” Desak Yoona padaku.

Aku tertegun mendengar penuturan Yoona. Ia benar, jika Donghae benar-benar mencintai Yoona, hanya itulah satu-satunya cara.

“Nado molla, Yoona-ya…” sahutku. 

Mengapa aku malah membuat keadaan menjadi semakin sulit? Jika perbuatan Yoona ini ketahuan, maka akan ada tiga orang yang tersakiti. Kyuhyun yang merasa dikhianati, Donghae yang merasa dibohongi, dan Yoona yang lelah.

Jika saja aku tidak membuatnya melakukan sesuatu agar Donghae ceria… jika saja. Penyesalanku belum terlambat, seharusnya ada jalan keluar, bukan? Tapi mengapa aku tidak menemukan satu pun pintu jalan keluar?

“Oppa, tolong rahasiakan ini, eo? Aku akan diam-diam bertemu dengan Donghae Oppa, karena orang-orang hanya tahu aku berpacaran dengan Kyuhyun Oppa.”

“Geurae. Tapi jebal, jangan membebani dirimu sendiri. Cerita padaku kapanpun, aku pasti akan mendengarkanmu.” Ucap Eunhyuk.

“Gomawo, Oppa.” Sahut Yoona.

KLIK

Yoona memutuskan telepon. Sepertinya ia masih depresi tentang semua ini. Biasanya kalau meneleponku ia akan berteriak-teriak dengan suara cempreng miliknya. Tidak hanya padaku sebenarnya. Anggota Super Junior yang lain pun sama.

“Wae geurae? Tadi Yoona? Munjae itta?” Tanya Jungsoo Hyung yang tadi sedang berjalan melewatiku.

“Hm, Yoona. Eopseo, gogjeongma.” Sahutku berbohong. Tentu ada masalah. 

“Jinjja eopta?” Tanya Hyung lagi. Aku mengangguk tak yakin.

~~~~

AUTHOR POV

Hari menjelang sore di langit Jejudo, jam telah menunjukkan pukul 5 sore. Kyuhyun tengah membantu para Hyung-nya membereskan beberapa barang yang harus mereka bawa pulang besok. Besok pagi SM akan segera kembali ke Seoul.

Sesaat setelah selesai beres-beres, Kyuhyun meraih handphone-nya. Ia mengetik SMS untuk Yoona.

To: Cho Yoona ❤
Yoong, mau lihat matahari terbenam?

Setelah mengirimkan SMS tersebut ia mengambil sebotol air dari dalam kulkas hotel.

“Ada pesan dari Cho Yoona! Ada pesan dari Cho Yoona!” Kyuhyun membuka SMS balasan dari Yoona.

From: Cho Yoona ❤
Arraseo, Oppa. Eonjae? Jigeum?

BUFT

Kyuhyun menyemburkan air yang ada di mulutnya ke atas meja. Ia benar-benar terkejut. Kalian tidak merasa ada yang aneh?

“Oppa? Sejak kapan ia panggil aku Oppa? Ia menjadi sangat sopan* begini, eonjae buteo?” Gumam Kyuhyun sambil membersihkan meja dengan tisu. (* Informal: GEURAE | IJE | Formal: ARRASEO | JIGEUM ~ arraseo dianggap bentuk formal dari geurae di hanya beberapa kalimat, selainnya bentuk formalnya adalah arraseoyo)

To: Cho Yoona ❤
Oppa? Jinjja? Kau panggil aku Oppa? 

“Jinjja isanghanda..” Gumam Kyuhyun lagi.

~~~~

YOONA POV

From: GaemGyu
Oppa? Jinjja? Kau panggil aku Oppa?

GLEK

Kukira SMS tadi adalah SMS dari Donghae Oppa! Jadi aku memanggilnya Oppa. Mati aku…

To: GaemGyu
SALAH TULIS! Yaampun, jangan terlalu berharap.

Ya Yoona, selagi kau bisa sebaiknya kau nikmati saja kebersamaanmu dengan Kyuhyun. Jika waktunya datang untuk berpisah karena masalah yang kau sebabkan, kau tidak akan bisa bersama dengan Kyuhyun lagi.

Nikmatilah Yoona. Nikmatilah.

~~~~

KYUHYUN POV

From: Cho Yoona ❤
SALAH TULIS! Yaampun, jangan terlalu berharap!

Sudah kuduga begini akhirnya. Ya itu lebih baik daripada ia gila. Dia pasti sudah gila kalau mau memanggilku Oppa. Anak ini memang aktris sialan, ia berakting di TV memanggilku Oppa, Oppa. Jinjja…

To: Cho Yoona ❤
Cih, sudah kuduga. Tadinya kukira kau gila karena sudah memanggilku Oppa. Aku akan menjemputmu, jangan pergi dari kamarmu.

Dengan kaos oblong putih dan celana panjang yang kupakai ini aku segera mengantongi handphone-ku dan bergegas berjalan ke kamar SNSD. Tapi kulihat Donghae Hyung sedang mengobrol dengan salah seorang anggota SNSD. Aku mengintipnya sedikit dari balik pot bunga.

Aku tidak tahu Donghae Hyungie dekat dengan anggota SNSD kecuali Yoona. Paling Jessica atau Tiffany, tapi sepertinya Donghae Hyungie tidak menyukai Jessica dan Tiffany. Lagipula sepertinya Tiffany menyukai orang lain.

Oh! Itu anggota SNSD yang bertubuh tinggi? Sooyoungie, Seohyunnie, Yuri? Animyeon… Yoona!?

Ah da aengida, itu bukan Yoona tapi Sooyoung. Kubiarkan Donghae Hyung pergi dari depan kamar SNSD lalu aku mengetuk pintu.

~~~~

YOONA POV

From: GaemGyu
Cih, sudah kuduga. Tadinya kukira kau gila karena sudah memanggilku Oppa. Aku akan menjemputmu, jangan pergi dari kamarmu.

Aku mengikat rambut hitam kecoklatan dan ikal milikku ini. Aku sudah memakai kaos oblong hitam dan celana pendek, tidak harus berganti baju kan? Aku benar-benar malas mengganti bajuku. Lagipula besok sudah kembali ke Seoul, tidak perlu menambah cucian.

TOK TOK TOK

Kulihat Sooyoung Eonnie mengintip dari lubang pintu, memastikan siapa yang mengetuknya. Dia memicingkan matanya.

“Ada yang membuat janji dengan Donghae Oppa?” Seru Sooyoung Eonnie. Aku mendekat.

“Sepertinya ia mencariku, Eonnie.” Sooyoung hanya mengangguk lalu bergegas kembali melakukan aktifitasnya. Aku menahannya. “Eonnie, tolong bilang padanya bahwa aku sudah ada janji dengan orang lain, ya?”

“Wae? Kenapa tidak bilang sendiri?” Tanya Sooyoung Eonnie.

“Jebal Eonnie, eo?” Pinta Yoona.

“Arraseo, arraseo.” Sahut Sooyoung. Yoona berlari ke dapur kamar lalu meraih sebotol air dingin.

“Yoona itta?” Tanya Donghae Oppa pada Sooyoung Eonnie sesaat setelah Sooyoung Eonnie membukakan pintu. Suara mereka terdengar samar-samar.

“Ia ada janji dengan orang lain, Oppa. Mian.” Ucap Sooyoung Eonnie.

“Ah geurae? Gwenchana. Gomawo, aku pergi kalau begitu.” Pamit Donghae Oppa. Aku menghela nafas.

Taklama bunyi ketukan pintu terdengar lagi. Aku berjalan menuju pintu dan membukakannya. Kyuhyun berdiri di sana dengan senyuman khasnya.

“Apa senyum-senyum? Dasar orang gila.” Umpatku padanya, seperti biasa.

“Orang gila? Kau perlu dibunuh jinjja.” Balas Kyuhyun. “Mau apa Donghae Hyungie ke sini tadi? Aku tadi melihat ia pergi.”

Kyuhyun melihat Donghae Oppa tadi? Aish, mau bohong apalagi aku?

“Donghae Oppa?” Kyuhyun mengangguk. “Donghae Oppa… nado bwasseo, ia habis bicara dengan Sooyoung Eonnie tadi.”

“Kukira ia mencarimu.” Kyuhyun tersenyum memperlihatkan gigi-gigi putihnya.

Aku hanya membalas senyumannya. Aku tidak sepenuhnya berbohong kan, Tuhan? Donghae Oppa memang berbicara dengan Sooyoung Eonnie, kan? Walau ia mencariku… tetapi ia berbicara dengan Sooyoung Eonnie, kan?

“Ayo kalau begitu.” Kyuhyun menggenggam tanganku lalu berjalan menuju lift.

~~~~

AUTHOR POV

Kyuhyun dan Yoona duduk di atas pasir beralaskan tikar dengan kedua kaki mereka masing-masing diselonjorkan. Tangan Kyuhyun merangkul pundak Yoona. Yang berada di pantai ini tidak hanya Kyuhyun dan Yoona, tapi artis SM yang lain pun juga.

YOONA POV

Aku mengedarkan pandanganku. Aku berharap Donghae Oppa tidak ada di sini. Aku tidak ingin ia melihatku dengan Kyuhyun Oppa kemudian melampiaskan kemarahannya dengan cara yang tidak akan pernah kuketahui.

Tiba-tiba pandanganku terhenti di arah jarum jam pukul 2. Donghae Oppa sedang bermain di pantai dengan Oppadeul yang lain. Mati, awas saja dia melihatku. Habislah hidupku.

“Kyu, ayo kita pergi.” Ajakku. Aku menarik-narik tangan Kyuhyun.

“Wae? Mataharinya kan belum terbenam!” Ucap Kyuhyun.

Ia benar. Mataharinya belum terbenam. Aku juga ingin melihat matahari terbenam. Apa aku harus menelepon Hyukjae Oppa agar mereka agak menjauh dari posisi aku dan Kyuhyun duduk?

Ah sepertinya itu ide yang baik. “Kau benar. Kyuhyun-ah, aku ingin ke toilet, kau tunggu dulu di sini.”

“Geurae.” Sahut Kyuhyun. 

Aku bergegas menuju ke toilet pantai lalu meraih handphone-ku. Aku membuka kontak Hyukjae Oppa lalu meneleponnya.

“Yeoboseyo? Oh wae?”

“Oppa…” rengekku.

“Wae, wae?” Tanya Eunhyuk Oppa.

“Bisakah kau bawa Donghae Oppa agak jauh dari tempat kalian bermain air sekarang? Aku ada di dekat sana dengan Kyuhyun, aku tidak mau Donghae Oppa melihatku dengan Kyuhyun.” Pintaku.

“Kau ada di dekat sini?” Tanya Eunhyuk Oppa.

“Tidak, tidak sekarang. Aku sedang di toilet, Kyuhyun ada di dekat sana. Tolong ya, Oppa.”

“Eo, geogjeongma.” Sahut Eunhyuk Oppa.

KLIK

AUTHOR POV

Yoona kembali ke pantai dan duduk di sebelah Kyuhyun. Ia memicingkan matanya ke arah Eunhyuk, Donghae dan Oppadeul-nya yang lain. 

Eunhyuk dengan telunjuknya menunjuk ke arah tempat berselancar. Ia mengajak Donghae dan yang lainnya ke sana.

Yoona menghela nafas lega. “Wae geurae, Yoong?”

“Eh? Ani. Kyu, igeo jom bwa!” Ucapku takjub melihat matahari terbenam. “Jinjja yeppuda…”

“Eyy, seperti tidak pernah melihat matahari terbenam.” Maki Kyuhyun.

“Biar saja.” Sahut Yoona lalu memeletkan lidahnya. “Memang belum pernah kok.”

“Dengan namjachingudeuri-mu yang sebelumnya juga belum pernah?” Tanya Kyuhyun sekaligus menyindir tentunya. Apa sih perkataan Kyuhyun yang tidak pedas?

“Namjachingudeuri? Aku hanya punya satu mantan! Donghae Oppa, ggeutkaji. Pernah sekali tapi melihat matahari terbit.”

“Cih, aku juga bisa mengajakmu melihat matahari terbit.”

“Eonjae?” Tanya Yoona.

“Saat ada waktunya.” Yoona memeletkan lidahnya mengejek. “Tapi benar, kan?”

“Terserah sajalah.” Sahut Yoona.

“Sudah gelap sekarang, mataharinya sudah hilang.” Komentar Kyuhyun. “Hm, mau kembali ke hotel?”

“Kau sendiri?”

“Aku? Aku terlalu banyak istirahat tadi siang. Bagaimana kalau kita pergi lagi? Bukankah kau banyak istirahat juga tadi siang?”

“Benar juga.” Sahut Yoona. “Tapi mau kemana?”

“Hmm, Ilchilbong?” Tanya Kyuhyun.

“ILCHILBONG? Oh Tuhan Kyuhyun-ah, itu tempat untuk melihat matahari terbit, ini masih malam!”

“Besok pagi kita ke sana, eo? Makanya malam ini kita begadang.” Sahut Kyuhyun. 

“Jinjja? Begadangnya pergi kemana? Aku tidak tahu banyak tentang Jejudo.” 

“Nado. Bagaimana kalau kita pergi ke pernikahan orang lalu perform di sana?” 

“MWO?” Pekik Yoona. “Itu sangat tidak sopan, Kyu!”

“Tapi siapa sih yang tidak suka pada SNSD dan SJ? Pasti mereka menyambut kita dengan baik.” Yoona mulai mengangguk setuju. “Dan juga kita akan dapat…”

“Makanan gratis!” Seru Yoona. “Benar juga.”

“Jadi, setuju? Setuju?” Tanya Kyuhyun. 

“Tapi itu tidak benar Kyu..” Jelas Yoona. “Kita bukan orang jahat yang tidak berakal yang tidak memiliki uang untuk membeli makan.”

“Lalu? Kita kemana?” Tanya Kyuhyun.

“Lebih baik kau bangunkan aku malam-malam, ada pertandingan penentuan BBVA (liga sepakbola Spanyol) nanti malam, Barcelona melawan Levante. Kau juga ingin menontonnya, kan?”

“Ah matja! Arraseo aku akan membangunkanmu nanti malam. Lantas kita menonton di mana?” Tanya Kyuhyun.

“Masa iya kau ke kamarku?” Usul Yoona.

“Tapi kau yakin bisa bangun? Bagaimana caraku membangunkanmu? Kau saja pemalas, apalagi aku.”

“Benar juga…” sahut Yoona bingung.

“Tidur di kamar kami saja, eo?” Usul Kyuhyun.

PLAK

Tamparan manis jatuh ke pipi Kyuhyun. “YA appo! Wae geurae?”

“Kau mesum atau apa? Kamarmu FULL NAMJA, Cho Kyuhyun.” 

“Kau bisa tidur di kasur kan? Nanti aku akan tidur di bawah. Ada delapan orang di kamarku, ada tiga kasur.”

“Andwae, andwae! Kau tidur berdua dengan Leeteuk Oppa atau Sungmin Oppa, geutji? Masa kalian berdua tidur di bawah?”

“Gwenchana…” jawab Kyuhyun.

“Ah! Arra! Aku akan tidur di sofa! Ada sofa kan di tempatmu?”

“YA! Tidak ada namja yang membiarkan yeoja-nya tidur di sofa.”

“Gwenchana, Hyungdeuri-mu pasti tidak keberatan.” 

“Baiklah, nanti aku tanyakan pada Hyungdeul.” 

~~~~

Jam menunjukkan pukul 10 malam. Setelah makan malam pukul 7 tadi, Yoona dan Kyuhyun bermain game di kamar Super Junior 2.

“Yoona-ya, kau tidak kembali ke kamarmu?” Tanya Ryeowook.

“Malam ini aku…”

“Malam ini dia menginap di sini.” Sahut Kyuhyun.

“MWO?” Seru Sungmin, Leeteuk, Ryeowook dan Heechul. Dua manager yang ada lalu mendengarnya pun ikut shock.

“Dia akan tidur di sofa, gwenchana eo? Nanti malam aku akan menonton pertandingan penentuan pemenang BBVA bersamanya.”

“Oppadeul… eo, jebal, eo?” Pinta Yoona dengan wajah sok diimut-imutkan.

“Hyung… jebal, eo?” Pinta Kyuhyun dengan puppy eyes ajaran Changmin.

“Geundae…” ucapan Leeteuk terpotong.

“Biarkan saja, dia tidur di sofa kan?” Ucap manager Super Junior.

“Tos!” Kyuhyun dan Yoona ber-high five ria tapi kemudian langsung melanjutkan game yang mereka mainkan.

“Itachi! SERANG TERUS! Masa kalah sama yeoja, kan malu!” Seru Yoona. Uchiha Itachi, kakak dari Uchiha Sasuke dalam film Naruto.

“Jangan kalah, Temari! Ayo kebaskan kipasmu!” Seru Kyuhyun pada tokoh fiksi lainnya di anime Naruto, teman dari Subaku No Gaara, Temari, si jago kipas.

Keduanya tengah bermain Naruto Ultimate Ninja 3 di Playstation 2 yang ada di kamar Super Junior 2. Entah PS milik siapa tapi Kyuhyun dan Yoona sudah terlanjur senang memainkannya.

“Yak, Temari! Terus kibas kipasnya…” seru Kyuhyun.

“Tidak akan kubiarkan! Itachi! Mukamu seram! Karena itu jangan kalah pada Temari!” Ucap Yoona semangat.

“Kedua anak itu sepertinya hafal betul tokoh-tokoh di Naruto…?” Gumam Sungmin.

“Tidur saja Sungmin-ah, tutup telingamu dengan earphone atau apapun.” Saran Leeteuk.

“Ne, arraseo.” Ucap Sungmin yang disambut oleh Hyung-nya yang lain.

“MWO?” Pekik Kyuhyun. 

Di samping Kyuhyun terdapat Yoona yang tengah menari-nari seperti Shakira di lagu Waka-Waka. Selebrasi atas kemenangannya. Ya, Yoona baru saja mengalahkan Cho Kyuhyun sang gamer sejati.

“Mwoya ige? Aish Temari! Kenapa ia kalah pada Itachi! Bodoh! Lagipula kenapa aku memilih yeoja juga?” Keluh Kyuhyun.

“Huuahh.” Yoona menguap lebar dan mendapati tangan Kyuhyun menutupi mulutnya yang terbuka. “Aku mengantuk, aku tidur, eo?”

“Baru jam 10 lebih 15, Yoong!” Cegah Kyuhyun.

“Aku benar-benar mengantuk..” Keluh Yoona. “Kau juga tidurlah, Kyu.”

“Bangunkan aku saat finalnya dimulai, eo?” Pinta Yoona.

“Aku juga tidak yakin akan bangun. Jam 1.30 kan?” Tanya Kyuhyun.

“Eo. Pokoknya bangunkan aku, arraseo? Jaljja…” Yoona membenahi bantal yang ada di ujung sofa dan merebahkan dirinya di atasnya. Ia menutupi tubuhnya dengan selimut tipis.

“YA Yoona!” Seru Kyuhyun. Yoona sudah tidur dengan tubuhnya membelakangi sandaran sofa. Kakinya menjuntai melewati tatakan tangan sofa. Ia benar-benar tinggi.

Kyuhyun melemah juga melihat wajah Yoona yang terlihat damai dengan matanya yang tertutup. Wajah Yoona yang polos terlihat sungguh cantik di mata Kyuhyun. Akhirnya Kyuhyun membereskan PS 2 yang ia dan Yoona temukan tadi lalu ia kembalikan ke rak di bawah TV.

Ia mendekat ke arah Yoona lalu membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan Yoona yang tengah tertidur. Kyuhyun memiringkan kepalanya kemudian mengecup puncak kepala Yoona.

CUP

“Jaljjaya, Yoona.” Pamit Kyuhyun. Ia kemudian merebahkan dirinya di samping Sungmin lalu berusaha cepat tidur agar ia bisa membangunkan Yoona untuk menonton pertandingan penentuan pemenang BBVA bersamanya.

~~~~

Jam menunjukkan pukul 2.30. Alarm Kyuhyun dan Yoona masih saja berbunyi sejak satu jam yang lalu, tapi tidak ada yang bangun. Tiba-tiba Sungmin mengusap matanya kasar dan bangun terduduk.

“Alarm kedua bocah itu, jinjja! … Ah matta, keduanya ingin menonton Barcelona versus Levante!” Pekik Sungmin sadar. Ia mematikan alarm di handphone Kyuhyun dan Yoona.

Sungmin pergi kembali ke kasur di mana ia dan Kyuhyun tidur. Ia menggoncang pundak Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, ireona.” Panggil Sungmin. Tapi Kyuhyun tidak berkutik, masih saja menikmati alam mimpinya. 

Sungmin beralih ke sofa. “Yoona, ireona.” Sama saja, Yoona tetap tidak berkutik.

“Aish, kedua anak ini! Aku tidak mau tau, biarlah jika mereka mau tidur.” Sungmin merebahkan dirinya di samping Kyuhyun lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.

~~~~

“Huaahh…” Yoona menguap sambil menggeliat dari atas sofa kamar Super Junior 2. Ia menoleh ke arah para Oppadeul-nya yang masih nyenyak. Kemudian ia menoleh ke arah jam dinding. “MWORAGO!?”

Jam telah menunjukkan pukul 8 pagi. Yoona terkejut bukan main. Ia tidak bisa menyaksikan Barcelona, klub di liga Spanyol kesayangannya, menang atau tidak. 

Karena pertandingan ini adalah pertandingan penentuan bagi Barcelona. Maka Yoona sangatlah bersemangat. Melawan Levante, jika Barcelona menang maupun mendapatkan hasil seimbang maka mereka dapat dipastikan menjadi jawara liga Spanyol musim 2010-2011. Karena tinggal tersisa dua pertandingan lagi.

“Aish, apa Oppadeul juga tidak menonton?” Gumam Yoona. 

Yoona menyingkirkan selimut tipis yang ada di atas tubuhnya kemudian beranjak menuju kasur di mana Kyuhyun dan Sungmin tidur. Ia menggoncang tubuh Kyuhyun.

“CHO KYUHYUN!” Panggil Yoona. “IREONA!”

“Mwohae?” Tanya Kyuhyun lalu menggeliat.

“Lihat jam!” Perintah Yoona. Kyuhyun menoleh ke arah jam dinding lalu langsung lompat berdiri.

“MWO!? KITA KELEWATAN PERTANDINGAN PENENTUANNYA?” Seru Kyuhyun.

“Kau tidak membangunkanku!” Sahut Yoona. “Siapa yang menang ini, kita kan jadi tidak tahu!”

“Kau juga kenapa tidak membangunkanku?” Balas Kyuhyun.

“Aku membangunkan kalian berdua, kalian saja yang tidak bangun.” Jelas Sungmin tiba-tiba dengan kedua matanya masih tertutup. Jelas sekali ia tidak ingin ikut campur dengan masalah dua bocah yang tidak mendengar alarm mereka berbunyi semalam.

“MWO?” Seru Kyuhyun dan Yoona. 

~~~~

Kyuhyun dan Yoona dengan langkah gontai berjalan menuju lantai DR. Perut mereka saling bersautan, mereka sangat lapar.

“Yang menang Levante! Pasti Levante dan harus Levante.” Gumam Kyuhyun. “Kalau Levante menang ada kemungkinan untuk Madrid tidak ya?”

“Tidak mungkin. Barcelona sedang di atas angin sekarang, tidak mungkin mereka kalah!” Balas Yoona. 

Ia membuka handphone-nya kemudian mencari pemenang liga Spanyol 2011 di mesin pencarian internet. Matanya berbinar setelah memandang headline yang terpampang di layar handphone-nya. Ia kemudian memegang kedua pundak Kyuhyun dan menggoyangkannya.

“Neon wae geurae?” Tanya Kyuhyun dengan nada terganggu.

“BARCELONA MENANG LAGI!” Balas Yoona.

“MWO?” Kyuhyun merebut handphone Yoona dari tangan Yoona.

Terpampang jelas di layarnya. “BARCELONA KEMBALI MEMASTIKAN GELAR NOMOR SATU DI TANAH SPANYOL SETELAH IMBANG 1-1 DENGAN LEVANTE”. 

“Aish… padahal sedikit lagi.” Gerutu Kyuhyun.

“Tidak apa Madrid tidak menang, yang penting Barcelona menang kan? Hahaha.” Gurau Yoona yang mendapat jitakan manis dari Kyuhyun.

BLETAK

“Aww, appo!” Rintih Yoona. “YA akui saja, tahun ini memang tahunnya Barcelona, akuilah.”

“Geurae, geurae. Tapi tak apalah, pencapaian bagus! Runner-up Madrid.” Gumam Kyuhyun menyemangati dirinya sendiri.

“Hari ini kita pulang jam?” Tanya Yoona. Ia mulai memakan sarapannya.

“Sepertinya pukul 10.” Sahut Kyuhyun. Yoona mengangguk mengerti.

~~~~

Para artis, manager dan petinggi SM; Lee Sooman; sudah duduk di kursi pesawat yang akan terbang menuju Seoul. Yoona duduk di samping Victoria dan Kyuhyun. Mencegah Donghae bertanya-tanya mengapa ia masih duduk di samping Kyuhyun, ia mengajak Victoria duduk bersamanya dan Kyuhyun.

“Eonnie, bagaimana? Ada yang namja menarik?” Tanya Yoona.

“Kukira aku masih memilih Nichkhun, Yoong.” Sahut Victoria.

“Geurae? Charraesseo, Eonnie. Nichkhun Oppa adalah orang baik.”

“Jangan panggil dia Oppa!” Tegas Kyuhyun.

“Itu alasan kedua, alasan pertama WGM tidak memperbolehkan artisnya ‘selingkuh’ selama waktu ‘pernikahan’.” Victoria dan Yoona tidak menggubris Kyuhyun. Yoona tergelak mendengarnya.

“Jinjja? Jeongmal?” Victoria mengangguk. “Hm, lagipula pernikahanmu sudah berjalan lama, Eonnie. Just enjoy it until it’s over then!” Sahut Yoona.

“Nichkhun pasti sangat menderita…” gumam Kyuhyun lalu menggeleng-gelengkan kepalanya mendadak pura-pura kasihan.

“Sampai Seoul aku akan menghancurkanmu dengan lemari kayu jati yang ada di dorm(ku), awas kau!” Pekik Victoria seraya berusaha menjambak Kyuhyun. 

Kyuhyun hanya memeletkan lidahnya. Sementara Yoona yang berada di tengah berusaha melerai tetapi tidak berhasil jadi ia malah membaca tumpukan komik yang ia bawa dari Seoul ke Jejudo lalu kembali ke Seoul itu.

“Yoong-ah, aku bosan.” Keluh Kyuhyun kemudian menyenderkan kepalanya ke pundak Yoona. Beruntung Donghae duduk di kursi paling depan bersama Eunhyuk dan Sungmin.

“Eish, lalu kalau kau bosan aku harus apa?” Tanya Yoona kemudian mengacak rambut Kyuhyun. Adegan yang terbalik sebenarnya. Seharusnya sebagai lelaki Kyuhyun yang mengacak rambut Yoona.

“Jangan acak rambutku!” Cegah Kyuhyun saat Yoona masih ingin melanjutkan acara acak-acakan rambut Kyuhyun itu. 

KYUHYUN POV

Kenapa aku tiba-tiba merasakan bahwa akan ada badai yang akan menerpaku dan Yoona? Kenapa aku mempunyai firasat buruk? Oh Tuhan… geu yeoja, jinjja jeongmal saranghanda. Tolong jangan biarkan badai itu menerpa kami. Biarkan kami melewati badai itu.

Aku memeluk lengan Yoona erat. “Wae geuraenya? Munjae isseo?”

“Ani, eopseo.” Sahutku. “Geundae, aku merasa akan segera ada masalah yang menerpa kita.”

YOONA POV

“Ani, eopseo.” Sahut Kyuhyun. “Geundae, aku merasa akan segera ada masalah yang menerpa kita.”

“Masalah!?” Tanyaku terkejut.

Jangan-jangan firasat yang dimiliki Kyuhyun… masalah Donghae Oppa? Tolong jangan, Tuhan. Aku masih ingin bersama Kyuhyun. Jebal, andwae.

“Eo, aku punya firasat buruk.”

“Munjae eoptagu, geogjeongma.” Ucapku. Aku menelan ludahku karena tiba-tiba tenggorokkanku terasa sangat kering. “Tidak akan ada masalah.”

“Nan jeongmal niga mido.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada lenganku. “Saranghae, tolong jangan khianati aku. Tetaplah bersamaku, kkajima. Aku takut jika aku meninggalkanmu sedetik saja orang lain akan merebutmu dariku.”

Kyuhyun-ah… mianhae. Bukannya tidak mau tapi tidak bisa. Di saat yang tepat nanti aku pasti akan berbahagia bersamamu. Hanya kau dan aku. Kita berdua. Pasti.

“Yoona?” Panggil Kyuhyun membuyarkan lamunanku.

“Eo? Eoh… dangyeonhajyo.”

“Yaksok?” Tanya Kyuhyun. Kelingkingnya di arahkan ke arahku. Mataku yang hanya membendung air mata malah menumpahkan bendungan itu ke pipiku.

“Y… yya… yaksok.” Sahutku kemudian membalas gaetan kelingking Kyuhyun.

“YA! Wae ureo? Aku tidak mengatakan kau perlu meninggalkanku, wae ureo? Uljima.” Ucap Kyuhyun kemudian memegang kedua pipiku dengan kedua tangannya dan menghapus tetesan-tetesan air mata yang jatuh ke pipiku. Ia kemudian memelukku erat.

“Mianhae, jeongmal mianhae, Kyuhyun-ah.” Bisikku. Aku kemudian membalas pelukan Kyuhyun.

~~~~

AUTHOR POV

Super Junior masih ada jadwal lagi. Kesepuluh dari mereka langsung pergi ke gedung KBS di Yeouido dari Incheon sementara Henry dan Zhoumi kembali ke dorm.

Sesampainya di gedung KBS, mereka langsung beristirahat di ruang tunggu. Tentu mereka lelah, sehabis pulang dari Jejudo, jadwal mereka yang ketat langsung dimulai. Mereka akan melakukan rehearsal untuk comeback mereka dalam album kelima mereka, Mr. Simple. 

Sebenarnya mereka bisa saja ikut rehearsal minggu depan, sebelum Music Bank di hari mereka comeback. Tapi KBS menawarkan mereka untuk melakukan rehearsal lebih dulu, karena saat comeback mereka akan menampilkan dua lagu, Mr. Simple dan Superman / The Last Man Standing. Entah, tapi ini pertamakalinya KBS memanggil k-idol untuk rehearsal awal dari satu minggu sebelum mereka comeback. 

Kyuhyun dan Leeteuk tengah mengobrol bersama dengan Siwon dan Sungmin juga. Sedang bercanda seperti biasanya. Tiba-tiba Kyuhyun teringat sesuatu lalu mengeluarkan handphone-nya. Ia membuka kontak Yoona lalu mengetik SMS.

To: Cho Yoona ❤
Yoona-ya ~ kau ada jadwal ke KBS hari ini?

KYUHYUN POV

Aku mengetik SMS ke nomor handphone Yoona.

To: Cho Yoona ❤
Yoona-ya ~ neon KBS schedule-ga isseo?

YA Cho Kyuhyun, itu pertanyaan yang bodoh! Tentu tidak ada. 

Aku kemudian menghapus kalimat itu dan menulis kalimat lainnya.

To: Cho Yoona ❤
Yoona-ya ~ neon eodi?

Aku kemudian menekan tombol SEND. Jungsoo Hyung memegang pundakku.

“Wae?” Tanyaku.

“Jangan pacaran terus!” Godanya. Ishh, Hyung yang satu ini perlu dilempari yeoja agar dia diam.

“Kalau gitu kau jangan menggoda yeojadeuri, Hyung!” Balasku. “Sudah bagus aku dapat satu yeoja, daripada kau dan Heechul…”

“HEECHUL KATAMU? MEMANGNYA AKU TEMANMU?” Seru Heechul.

“Heechullie Hyung…” sahutku. “Aku belum selesai, jangan dipotong Heechul…”

“MWORAGO?” Pekik Heechul.

“… Hyung. Aish kubilang jangan dipotong.” Balasku. Aku senang sekali membuat Hyung; yang lebih cocok dipanggil Noona ini; marah.

“Anak ini…” umpat Heechul.

“Ada pesan dari Cho Yoona! Ada pesan dari Cho Yoona!”

From: Cho Yoona ❤
Chibae haesseo, wae?

Aku tersenyum membacanya. Kemudian aku mengetik balasan dan mengetik tombol SEND.

To: Cho Yoona ❤
Eoh, ani. Maeumi-ga, neoman isseojwo ~~

Haha, aku bangga pada diriku sendiri. Cho Kyuhyun sudah bisa menggoda yeoja? Ah, sangat hebat! 

Aku mulai bermain game yang ada di handphone-ku. Tiba-tiba ada notice muncul dengan kotak bertulis ‘A message from Cho Yoona ❤ had been received. Reply – Close’. Aku menekan tombol ‘Reply’. SMS dari Yoona pun muncul di layar handphone-ku.

From: Cho Yoona ❤
Mwoyaaa :s sangat menjijikkan, Cho Kyuhyun! Kau benar-benar tidak mempunyai bakat untuk menggombal

Aish, anak ini. Aku sudah menggombalnya dengan sepenuh hatiku. Tapi, ia benar juga. Aku kan tidak punya bakat menggombal dan tidak tertarik. Lalu mengapa aku jadi seperti Leeteuk Hyung sekarang? Menggombal dimana-mana?

To: Cho Yoona ❤
Daripada menarik perhatian yeoja lain, lebih baik gombal kepadamu 😛 nanti kau sendiri yang menyesal kalau melihatku jalan dengan yeoja lain

Aku memang pintar berkata-kata. Sangat pintar. Aku tidak sabar menunggu balasan dari Yoona jadi aku malah tanpa sadar menekan tombol ‘call’.

“Wae?” sahutan seorang yeoja dari ujung telepon yang harusnya adalah sapaan menyahut.

“Wae, wae. Sopanlah padaku, bagaimana pun juga aku lebih tua darimu!” Jawabku.

“Like I care.” Balasnya. “Ada apa menelepon?”

“Kita ada syuting Love Request di KBS, geutji?” Tanyaku tidak menghiraukan pertanyaan Yoona.

“Eo, geurokhae itta. Geuraesseo? Itu pun masih cukup lama.”

“Aku hanya tidak sabar untuk bertemu denganmu.” Jawabku.

“YA! Jangan gombal-gombal ah, Kyu. Perutku sakit menertawai gombalan yang tidak pantas keluar dari mulutmu.”

“Mati saja kau.” Umpatku.

“Like I care.”

“Jangan sok Inggris!” Makiku.

“Daripada kau? Setting-an handphone-mu pakai bahasa Inggris kan? Blah.” Balas Yoona.

“Itu terserahku!”

“Kalau begitu berbahasa Inggris juga terserahku!” Balas Yoona. Wuah, yeoja ini sudah dapat membalas perkataan si lidah tajam Cho Kyuhyun rupanya? Ckckck kalau bukan yeojachingu-ku entah hantaman apa yang telah mendarat di pipi dan kepalanya. Entah sekeras apa.

“Oh not that young girl. You’re forbidden to fight against the almighty Cho Kyuhyun.” Sahutku. Well, I’ve taken some English lessons beside Mandarin of course.

“Wuah, almighty Cho Kyuhyun? Did you mean the stupid boyfriend of the Goddess Im Yoona?” Jawab Yoona dengan bahasa Inggris yang cukup memukau. Chakkaman… aku tidak boleh terpukau padanya.

“The Goddess Im Yoona? Seriously? Are you kidding me? Did you mean the stupid idiot weird girlfriend of the almighty Cho Kyuhyun? Goddess? Seriously, what kind of Goddess are you!? No one should call you a Goddess, Im Yoona.” Makiku. Haha aku yakin aku menang.

“Oh no no no, Cho Kyuhyun… have you ever seen SONEs comments about the goddess-like me? You’ve seen it before, right? And then, have you ever seen ELFs comments about how almighty are you? Nope? I guess so.”

Anak ini perlu dihajar. Jinjja. “Arraseo, arraseo. Kau menang.”

“Yess! Traktir aku oke? Kkeuna…” pamit Yoona.

KLIK

“Mwoya? Dia langsung menutup teleponnya?” Protesku. Aku kemudian membuka kontak Yoona dan mengetik SMS.

To: Cho Yoona ❤
Dasar anak sialan! Jangan lupa untuk meneleponku jangan sibuk dengan fanboydeuri-mu itu! Arrachi?

~~~~

AUTHOR POV

Yoona keluar dari toilet, ia bergegas kembali duduk di salah satu meja di cafe. Di depannya, seorang namja menunggunya.

“Lama sekali, Yoong.” Ucap sang namja. Lee Donghae.

“Hehehe, mianhae Oppa.” Sahut Yoona dengan senyuman khas-nya yang membuat Donghae mengacak rambutnya dengan gemas. “YA Oppa! Rambutku jadi berantakan! Hajima! Geumanhae!”

YOONA POV

“Hehehe, mianhae Oppa.” Sahutku. Sepertinya Donghae Oppa gemas melihatku, ia kemudian mengacak rambutku. “YA Oppa! Rambutku jadi berantakan! Hajima! Geumanhae!”

“Kau jangan terlalu imut begitu, ah!” Larang Donghae Oppa.

“Geuraesseo wae?” Balasku kemudian memeletkan lidahku. Ber-aegyo.

“Kau membuat mataku panas. Mataku terus-terusan menatapmu, tidak dapat berkedip.” Gombal Donghae Oppa. Boleh kuakui, wajah seperti Donghae Oppa lebih cocok untuk menggombal dibanding Kyuhyun.

“Mwoya…? Gombalmu pasaran!” Ejekku.

“Ishh…” Donghae Oppa kemudian mengelus rambutku.

Kyuhyun-ah, maaf aku berbohong. Aku tidak sedang di rumah(chibae). Tapi bagaimana aku bisa mengatakan bahwa aku sedang bersama Donghae Oppa? Jeongmal mianhae, nae namjachingu, Cho Kyuhyun.

~~~~

AUTHOR POV

Yoona sampai di dorm SNSD, tepat di depan pintu. Donghae masih bersamanya, mengantarkannya.

TOK TOK TOK

Yoona mengetuk pintu.

“Ne, chakkaman! Nuguseyo?” Seru seorang yeoja dari dalam dorm yang Yoona yakini sebagai Yuri.

“Aku!” Jawab Yoona seenaknya saja tidak menyebutkan namanya.

“Ah, Yoong!” sahut Yuri dari dalam.

KLEK

Yuri membuka pintunya. Ia memasang wajah terkejutnya, tapi dilihatnya wajah Yoona yang mengisyaratkan bahwa ia akan menjelaskan padanya. Kemudian Yuri tersenyum hangat kepada Donghae.

“Oppa,” sapa Yuri. Donghae membalas senyuman Yuri. “terima kasih telah menemani Yoona.”

“Eo, Yuri-ya.” Sahut Donghae. “Eo. Aku kembali dulu, ne?”

“Ne, annyeong Oppa.” Pamit Yuri.

BRAK

Yuri menutup pintu.

“Eonnie, pelan-pelan!” Ucap Yoona.

“Mian, mian. Sekarang jelaskan padaku apa yang terjadi!” Yuri menarik Yoona masuk ke dalam kamar mereka.

Yuri baru saja mau membanting pintu sebelum Yoona menatapnya tajam. “Tutupnya pelan-pelan.”

KLEK

Yuri menutupnya perlahan. “Geuraesseo? Wae geuroni? Museun seoriya? Kauu jalan dengan Donghae Oppa? Bukankah kau jalan dengan Kyuhyun Oppa?” Tanya Yuri bertubi-tubi. (“Jalan” di sini maksudnya pacaran ya ^^)

Yoona menghela nafas kemudian menarik oksigen sebanyak-banyaknya. Bersiap-siap untuk menceritakan semuanya pada Yuri.

~~~~

Yoona sudah selesai bercerita. Yuri menanggapinya dengan wajah yang terkejut parah.

“MWO?” Teriak Yuri. Yoona terlihat panik kemudian menyuruh Yuri untuk bungkam dengan tangannya menghambat mulut Yuri.

BRAK

“Yuri, Yoona! Wae geurae? Gwenchana?” Taeyeon dan Tiffany masuk karena mendengar teriakan Yuri.

“Ah ani, aku dan Yuri Eonnie sedang bermain.” Jelas Yoona. Berbohong? Jelas, main apa mereka memangnya? “Geutji, Eonnie?”

Yuri terpaksa mengangguk dengan mulutnya masih ditutupi tangan Yoona. Yoona tersenyum.

“Ah, geurae? Jangan teriak-teriak, Yuri-ya, suaramu bisa serak. Malam ini kita ada rekaman.” Jelas Tiffany.

Yoona melepas sumpalan tangannya pada Yuri. “Eo, geogjeongma.”

KLEK

Taeyeon dan Tiffany keluar juga sudah kembali menutup pintu. Yoona menatap Yuri tajam.

“Eonnie… jangan berteriak, eo? Nanti yang lain datang lagi!” Ujar Yoona mengingatkan.

Gh”Mian, mian. Geuraesseo kau jalan dengan Kyuhyun Oppa dan Donghae Oppa?” Yoona mengangguk. “Jinjja?”

“Eo. Tapi aku merasa sangat bersalah, Eonnie. Pada keduanya. Jeongmal himdeuro.” Keluh Yoona dengan wajahnya menunduk. Ia tidak mau menangis. Ia sudah terlalu sering menangis akhir-akhir ini.

Yuri memeluk dongsaeng sekaligus sahabat roommate-nya itu. “Gwenchana. Aku tau ini berat. Aku akan membantumu menjalani ini. Geogjeongma. Saat sudah waktunya, kau harus memilih salah satu di antara mereka (Donghae – Kyuhyun).”

“Gomawo.” Jawab Yoona kemudian membalas pelukan hangat Yuri.

~~~~

“Ada pesan dari GaemGyu! Ada pesan dari GaemGyu!” Ringtone tanda adanya SMS berbunyi dari handphone Yoona.

From: GaemGyu
Yoong! Aku bosan T^T mau jalan-jalan?

“Eh? Jalan-jalan?” Gumam Yoona. Ia kemudian mengetik SMS balasan unyuk Kyuhyun dan mengirimnya.

To: GaemGyu
Eodi? Ini kan sudah malam, memangnya mau kemana?

Tak begitu lama, handphone Yoona menderingkan ringtone SMS. “Ada pesan dari GaemGyu! Ada pesan dari GaemGyu!”

From: GaemGyu
Namsan? Tidak buruk kan ,_,

“Mwo?” Pekik Yoona seraya terkikik. Ia kemudian mengetik balasan SMS dan mengirimnya. “Namsan? Dia bodoh? Namsan pasti ramai.”

To: GaemGyu
Kau bodoh? Namsan kan ramai

“Pabo-haetji, anak itu memang bodoh.” Yoona kembali melakukan aktifitasnya, menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik. Menari.

Eonniedeuri-nya dan Seohyun sedang melakukan rekaman bergantian. Ia kehilangan kepercayaan diri jika ada anggota-nya, jadi ia menawarkan dirinya untuk rekaman terakhir, setelah yang lain sudah selesai.

“Nae salmi haru-haru kkeumeul kkeuneun geotcheorom…” dering ringtone handphone Yoona pertanda ada telepon dari Kyuhyun berbunyi.

KLIK

“W…wae?” Tanya Yoona dengan nafas tersenggal-senggal, berkeringat setelah menarikan banyak lagu.

“Namsan!” Sahut Kyuhyun dengan nada bersemangat.

“Namsan-ga …wae?” Tanya Yoona masih dengan nafas yang tersenggal..

“Jalan-jalan! Kajja!” Ajak Kyuhyun. “Omong-omong kenapa dengan nafasmu? Kau habis melakukan hal yang buruk dengan namja lain?”

“Kau namja paling pencemburu dan pencuriga yang pernah kukenal.” Balas Yoona. “Aku sedang menari, Bodoh.”

“Gedung SM, ya?” Tanya Kyuhyun.

“Eo, ruang latihan SN…”

KLIK

TUT TUT TUT TUT

Kyuhyun menutup teleponnya. Yoona tercengang.

“Namja ini… aku belum selesai berbicara dia sudah menutup teleponnya!” Gerutu Yoona.

KLEK

Pintu ruang latihan terbuka. Yoona menoleh. Ternyata anggota SNSD yang lain sudah selesai rekaman.

“Kami sudah selesai! Sana pergi!” Usir Yuri sesaat setelah anggota SNSD masuk.

“Jahatnya…” gerutu Yoona. Yuri terkekeh.

“Mau kutemani?” Tanya Yuri.

“Ani, dwasseo. Annyeong!” Pamit Yoona yang dibalas anggukan anggota lain.

Yoona bergegas menuju ruang latihan vokal. Di sana tengah menunggu CJSH Dana dan BoA.

KREK

“Eonnie,” sapa Yoona sesaat setelah membuka pintu ruang vokal.

“Yoona-ya,” sahut Dana dan BoA.

“Seharusnya kau ikut take dengan yang lain, kan kau bisa melihat tekhnik bernyanyi Taeyeon dan Jessica.” Nasehat Dana.

“Mianhae Eonnie, aku masih malu untuk bernyanyi di hadapan yang lain.” ucap Yoona kemudian ia bow di hadapan Dana tanda meminta maaf.

Dana tersenyum. “Hm, yasudah sekarang mulai nyanyikan bagian-bagianmu di The Boys.”

The Boys, single baru SNSD yang rencananya akan rilis September mendatang. Yoona mengangguk. Ia kemudian masuk ke dalam ruang rekaman.

“Hana, dul, set!” BoA menghitung tanda Yoona harus mulai bernyanyi.

“Amdamhan sesangi geudael junukdeulge mandeuni? Gwenchani?” 

“Kurang kuat, Yoona-ya! Sedikit lagi, tahan. Bagian ini memang cukup tinggi untuk suaramu, tapi pasti kau bisa!” Seru BoA.

Yoona mengulang lagi bagian yang sama tapi dengan tarikan nafas yang lebih panjang dan penahanan nafas yang lebih lama. “Hhhhh… Amdamhan sesangi geudael junukdeulge mandeuni? Gwenchani?”

“Geurae, Yoona-ya! Hokshi, suaramu memang sebenarnya bagus kalau kau bisa mengatur nafasmu.” Puji Dana.

“Nah, sekarang bagian rap-nya! Hana, dul, set!” BoA kembali menghitung.

“Sesang namjadeuriyeo nan, number one jihyereul juneun Athena. Check this out!”

“Tempo, Yoona! Jangan terlalu lambat!” Seru Dana.

“Ne, Eon…”

“Noona, jangan terlalu keras pada Yoona!” Seru seorang namja dari luar ruang rekaman. Semuanya menoleh.

YOONA POV

“Ne, Eon…” 

“Noona, jangan terlalu keras pada Yoona!” Seru seseorang yang kalau dinilai dari suaranya sepertinya namja. Aku menoleh, begitu juga dengan Dana Eonnie dan BoA Eonnie.

“Kyuhyun-ah!” Pekikku. Kyuhyun tersenyum tipis padaku kemudian kembali ke arah Dana Eonnie dan BoA Eonnie.

“Noona, jangan terlalu keras pada Yoona, eo?” Pinta Kyuhyun.

“Wae geurae neon…?” Protesku. “Jangan hiraukan dia, Eonnie. Ayo kita lanjutkan!”

AUTHOR POV

“Wae geurae neon…?” Protes Yoona. “Jangan hiraukan dia, Eonnie. Ayo kita lanjutkan!”

Dana dan BoA terkekeh mendengarnya. Sepasang kekasih di hadapan mereka sangat membuat iri lagi saling menyayangi.

“YA! Kau jangan di situ! Aku tidak suka nyanyiku ditonton banyak orang!” Usir Yoona.

“Shireo, aku mau menontonmu.” Sahut Kyuhyun.

“Biarkan saja Yoona-ya,” ucap Dana menenangkan. 

“Ne, Eonnie…” Yoona menoleh ke arah Kyuhyun dan mendapati Kyuhyun tengah memeletkan lidahnya. 

‘KAU BODOH AKU AKAN MEMBUNUHMU!’ Yoona mengisyaratkan Kyuhyun dengan tatapan maut. Dead glare. Cho Kyuhyun will die.

“SHIREO!” Seru Kyuhyun, bukan dengan isyarat.

“Cho Kyuhyun, Im Yoona!” Teriak BoA gemas.

“Mianhae Eonnie, ayo kita lanjutkan.” Ucap Yoona. 

“Nah Yoona, sekarang nyanyikan bagianmu di Telepathy!”

“Ne.” Sahut Yoona. 

“Ha, dul, set!” Dana menghitung mundur.

“Deullini, deullini.” Nyanyi Yoona. “Haneullo nara olla.”

“Falsetto, Yoona! Agak lebih tinggi lagi.” Koreksi BoA. Yoona mengangguk.

“Deullini, deullini…!… Haneullo nara olla.” 

“Charaesseo, sekarang bagian kedua.” Perintah Dana. “Ha, dul, set!”

“Salgeun tto salgeun nae motion, nolliji mayo.” Nyanyi Yoona.

“Wuahh, daebak Yoona! Nah, sekarang bagianmu di Say Yes.” Perintah BoA.

” Sashil duryeo wo seo,” nyanyi Yoona. 

“Charaesseo! Sedikit lagi, kurang tinggi!” Seru Dana.

“Ne, Eonnie.”

“Sashil duryeo wo seo,” nyanyi Yoona dengan beberapa tuts lebih tinggi.

“Nah charaesseo, bagianmu yang kedua! Hana, dul, set!” Perintah BoA.

“Mani himdeulgayo,” nyanyi Yoona.

“Nah Yoona, untuk hari ini kita hanya take tiga lagu. Hari sudah cukup malam. Kasihan pangeranmu sudah menunggumu.” Goda Dana pada Yoona. 

Keduanya menoleh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun yang sadar tengah diperhatikan kemudian dengan sok-nya menaik turunkan alisnya.

“Pangeran, pangeran. Iya mungkin pangeran kodok yang tidak dapat berubah menjadi manusia.” Balas Yoona. Dana yang mendengarnya tergelak keras. “Sudah ya, Eonnie! Annyeong!”

“Annyeong!” Balas Dana dan BoA. Yoona meraih jaket jubah putih miliknya dan mengenakannya. Musim panas begini, saat malam Korea berubah menjadi dingin.

Yoona keluar dari tempat rekaman, menemui Kyuhyun yang tengah menungguinya. Yoona menampakkan dead glare-nya lagi ke Kyuhyun.

“Untuk apa kau ke sini?” Tanya Yoona sambil lanjut berjalan.

“Siapa suruh kau ke sini? Kan aku tadi mau ke ruang latihan, tapi di sana tidak ada kau. Lalu mereka bilang kau ada di sini.” Sahut Kyuhyun kemudian mengikuti langkah Yoona.

“Geuraesseo? Sekarang kita mau apa?” Tanya Yoona.

“Molla, lagi diajak ke Namsan tidak mau.” Sindir Kyuhyun.

“Of course I won’t, you idiot.” Maki Yoona.

“Wae?” Tanya Kyuhyun.

BLETAK

“Karena ini malam, Namsan pasti ramai!” Seru Yoona gemas. Namjachingu-nya memang sangatttt clueless.

“Arraseo, arraseo. Tapi jangan pukul aku! Aish, anak ini.” Umpat Kyuhyun. Yoona memeletkan lidahnya ria.

“Mian, mian.” Ucap Yoona.

“Yoona-ya…” panggil Kyuhyun kemudian menghela nafas. Yoona tau, jika Kyuhyun memanggilnya dengan “-ya”, dengan nada yang rendah dan panjang juga dengan helaan nafas, pasti Kyuhyun sedang ada masalah.

“Wae?” Tanya Yoona kemudian menoleh ke arah Kyuhyun.

“Ani, hanya memanggil.” Sahut Kyuhyun.

“Munjae isseo, geutji? Mwoga munjae?” Tanya Yoona.

KYUHYUN POV

“Ani, hanya memanggil.” Sahutku berbohong. Aku tidak tahu mengapa tapi aku hanya merasa ada suatu masalah yang cukup besar yang akan terjadi.

“Munjae isseo, geutji? Mwoga munjae?” Tanya yeoja di sampingku ini. Kurasakan ia menolehkan kepalanya ke arahku. Entah mengapa yeoja ini tahu aku punya masalah.

“Ani, eopseo.” Balasku. Aku kemudian menggenggam tangan Yoona.

“Arraseo.” Jawabnya. Aku yakin ia tidak puas dengan jawabanku.

“Jeongmal munjae eopseo.” Jawabku lagi. Yoona mengangguk saja. “Mau kuantar kembali ke ruang latihan?”

Yoona menggeleng. “Lalu mau kemana? Atap gedung?”

“Geurae, kajja.” Sahut Yoona.

AUTHOR POV

Keduanya, Kyuhyun dan Yoona sedang berjalan ke arah lift, atap gedung. Mereka menunggu lift untuk tiba di tingkat mereka berdiri.

TING

Lift terbuka. Dari dalam muncul Eunhyuk dan Donghae.

.
.
.
.
.
.
.

To Be Continue ~~ ♥ 

Asik gak ceritanya? Pasaran? Memang ‘-‘ okesip. JAN LUPA RCL! Gue sengaja bikin ily tuh per chapternya panjang biar kaga ada yang protes “kurang panjang”-_- oke menurut gua sih ini udah panjang. Tau dah yang baca. Lagi gue bikin ini juga lama keles yeorobun~ walo pun kurang panjang kan masih ada gue untuk ditatap /eaaaaa gajelas/ OKE GUE TUNGGU COMMENT / FEEDBACK-NYA! LO PADA TUNGGU GUA DI CHAP 3 ARRACHI?♥

* Untuk pertandingan penentuan BBVA, itu Barcelona memang melawan Levante. Tapi Madrid adalah runner-up. Jika Barcelona menang / imbang kontra Levante, maka Barcelona dapat dipastikan menjadi pemenang BBVA musim 2010-2011 karena poin Madrid dan Barcelona semakin menjauh. Untuk tanggalnya, sebenarnya pertandingan tersebut terjadi pada tanggal 11 Mei 2011 sementara SM artis ke Jejudo musim panas 2011 yaitu Juli. Jadi anggap aja Barcelona vs Levante terjadi waktu Juli^^ *

sebelum gue post ily chap 1 kan gue ngga ngepost ff dalam waktu lamaaaaa banget, jadi gue ngerasa bersalah dan ngepost chap 2–v padahal belum sebulan sejak chap 1 keluar kandang~ mungkin gaklama lagi gue post chap 3. ngga lama, ya… mungkin~ sebenernya kalo boleh curhat gue udah nulis sampe chap 5. selama gue ngga aktif gue nulis ily jadi udah lumayan chapter yang ada~ (padahal broken inside chap 3 ngga kelar-kelar, wgm chap 8 aja belum ada ide~ ide juseyo?)
 
GUE GAKMAU TAU! HARUS KOMEN! JIKA TIDAK DAPAT KYUHYUN GRATIS /loh enak dong? SALAH TYPO MAKSUDNYA KYUHYUN BUAT GUE KALO KALIAN NGGA KOMEN /nah lo/ BUKAN BUAT YOONA TAPI BUAT GUE~
 
R.C.L! Rate, Comment, Like!
 
my ttd
Advertisements

16 thoughts on “[Chapter] I Love You || Chapter 2

  1. Daebak. yoona nya jadi playgirl -___- harusnya yaa dirundingin dulu sama kyu, biar dicari jalan keluarnya bareng2. /reader gemes sendiri/
    meskipun begitu kyuna momentnya seru, mereka debat terus 😀
    dan booom, endingnya kyuna ketemu hae. Yoona pasti bingung tuuhh…

    Ga sabar buat chapter selanjutnya. Janji yaa, katanya chapter 3 bakalan dipost secepatnya 😀
    Dan yapp, ini emang panjang pake banget. Tapi masih kurang puas 😀
    saran nya masih sama yaa kek yg chapter sebelumnya, bahasa korea nya dikasih translate-an aja biar pembaca pada ngerti..

    Ditunggu chapter selanjutnyaaaa 😀 😀

    1. okedeh~ sodaraku juga bilang harusnya pake bahasa indo aja jangan panjang-panjang bahasa korea-nya /kok curhat wks/ ~~ tapi gue males ngeditnya seriusan deh kaka._. mungkin nanti di chap selanjutnya^^ kalo masalah cepat lambat post mungkin gabisa janji cepet lagi soalnya rating ‘i love you’ belum sebagus broken inside sama wgm… GUE PERLU COMMENT KAKA SEMUA YANG BACA TAPI MILIH BUAT JADI SIDERS /curhat lagi/ kalo rating-nya bagus dan gue lagi mood buat post, pasti di post^^ tolong gue dong bantu biar yang lain ngga jadi siders, kalo lebih dari 8 comment buat chap 1 dan 7 comment buat chap 2, pasti gue bakal post chap 3 secepatnya^^ ini rahasia kita ya kakak, gue lagi nulis chap 6 i love you, chap 3 broken inside, sama wgm chap 8 belom dimulai /rahasia darimana/~ okesip reply gue kepanjangan… bantu gue biar yang lain ngga jadi siders ya!(:

  2. akhirnya kamu ngepost ff baru deekk. rada kesel sama yoona yang plin-plan masa dia udah sama kyu tapi tetep jalan sama donghae. oiyaa kalau bisa bahasa koreanya dikurangin soalnya aku rada ngga ngerti huehehe xD ditunggu kelanjutannya sama yang broken inside juga tuhhh udah lama banget nunggu yang ituu. fightinggg

  3. anyeong thor aku reader baru disini lg muter nyari ff kyuna.izin baca ya thor.ya yoona eonie brni bnget ambil keputusan itu smga sja gak ketahuan kyuppa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s