[Chapter] I Love You || Chapter 3


Author: Tisa Khansa

Main Cast:
– SJ Cho Kyuhyun
– SJ Lee Donghae
– SJ Lee Hyukjae aka Eunhyuk
– SNSD Im Yoona

Side Main Cast:
– SNSD Jung Sooyeon aka Jessica
– SNSD Kim Hyoyeon
– SNSD Choi Sooyoung

Cameo:
– SJ Park Jungsoo aka Leeteuk
– SJ Kim Youngwoon aka Kangin
– SNSD Kim Taeyeon

Genre: romance, fun, cute, friendship

Length: Chapter

Rating: General

NB: peran Eunhyuk dan Donghae udah keliatan kan di chap 2? Tinggal peran Jessica sama Hyo yang harus gua tentuin kapan masuknya ~ okesip, feedback! RCL! Okesippp JAN LUPA. SERIUS GUE♥ terlalu banyak capciscus? Memang. Namanya juga gue ~

{I only own the storyline and ideas. Those are purely from my imagination, and weren’t proved as the reality}

[Saya hanya pemilik dari plot dan ide. Itu semua adalah murni imajinasi saya, dan tidak terbukti sebagai kenyataan]

~~~~

• Last Chapter Review •

Keduanya, Kyuhyun dan Yoona sedang berjalan ke arah lift, atap gedung. Mereka menunggu lift untuk tiba di tingkat mereka berdiri.

TING

Lift terbuka. Dari dalam muncul Eunhyuk dan Donghae.

~~~~

Yoona terkejut bukan main melihat Eunhyuk dan Donghae. Begitu pula dengan Eunhyuk yang melihat Kyuhyun dan Yoona. Sebelum Donghae dan Kyuhyun saling melempar pandangan, sebelum Donghae sadar bahwa dua orang yang ada di hadapannya adalah Kyuhyun dan Yoona, Eunhyuk dan Yoona langsung membalikkan tubuh Donghae dan Kyuhyun.

“Wae geurae?” Bisik Kyuhyun. Ia bukan orang yang terlalu senseless tentang ini. Pasti ada masalah.

“A… a a ani, ini sudah cukup malam. Aku berpikir aku seharusnya kembali ke ruang latihan.” Sahut Yoona.

“Wae geurae?” Tanya Donghae, tidak cukup pelan tetapi Kyuhyun tidak dapat mendengarnya.

“Ani.” Sahut Eunhyuk kemudian cepat-cepat menutup pintu lift.

KLEP

Lift tertutup dan mulai berjalan. Yoona sadar akan itu dan kemudian berjalan bersama Kyuhyun.

“Ada apa sebenarnya?” Tanya Kyuhyun.

“Ani, ani.” Sahut Yoona. Ia menarik nafas sejenak kemudian tersenyum lebar. “Kajja, antar aku ke ruang latihan!”

KYUHYUN POV

Kau berbohong, Yoona. Aku tau itu tidak “bukan apa-apa”. Aku tau itu adalah sebuah masalah bagi kita. Tapi aku juga tau bahwa apa yang kau lakukan bukan bohong yang buruk. Entah mengapa aku tahu.

Mengapa kau berpura-pura untuk baik-baik saja? Hei, Yoona. Jujurlah padaku. Jebal. Aku tidak mau melihatmu berbohong, tolong…

Aku tersenyum. Aku menarik tangan Yoona kemudian berlari. “Geurae, kajja.”

“YA CHO KYUHYUN!” Seru Yoona.

Pada Engkau yang di atas. Aku benar-benar mencintai anak bodoh ini. Jangan biarkan kami terpisah. Aku benar-benar memohon.

~~~~

AUTHOR POV

Yoona sampai di dorm SNSD. Ia dan Yuri langsung masuk ke kamar milik mereka.

“Eonnie…!” Seru Yoona.

“Wae? Aku ngantuk.” Sahut Yuri.

“Ani, hanya memanggil. Kalau begitu tidurlah!” Balas Yoona.

“Kau… aku tidak mengerti kau datang dari planet mana atau dari galaksi mana. Yang jelas pergi sana dari Bimasakti!” Usir Yuri kemudian merebahkan dirinya dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia meninggalkan Yoona mati karena tertawa.

Yoona kemudian ikut naik ke atas tempat tidur, tentu kasur miliknya. Ia duduk dengan kedua kakinya diluruskan.

“Aish, pegal sekali..” Keluh Yoona. Ia memang terlalu banyak menari tadi.

Handphone Yoona bergetar. Ia langsung membuka SMS tersebut. Karena kali ini yang berbunyi bukan ringtone custom yang bertanda SMS itu dari Kyuhyun, Yoona agak was-was. Yoona membaca SMS tersebut.

GLEK

From: Donghae Oppa
Hey, belum tidur?

YOONA POV

Ah, ternyata Donghae Oppa… Apa yang harus kukatakan?

To: Donghae Oppa
Ah ani, ajik Oppa. Oppaneun?

Aish pabo, kenapa kau tulis begitu, pabo? Jelas-jelas Donghae Oppa bangun, kalau tidak bangun bagaimana ia meng-SMS-mu? Aku pun menghapus kalimat “Oppaneun?”.

To: Donghae Oppa
Ah ani, ajik Oppa. Wae? Ada yang mengganggumu? Munjae isseo?

Nah, ini lebih baik. Aku kemudian mengirim SMS tersebut. Tiba-tiba ringtone handphone-ku berbunyi lagi.

“Ada pesan dari GaemGyu! Ada pesan dari GaemGyu!”

From: GaemGyu
Yoong-ah…! bogoshippo 😦 Mwohae?

Aku terkekeh pelan. Namjachingu-ku memang sangat suka mengirimi SMS dengan isi tak penting. Aku kemudian mengetik balasan dan mengirim teks tersebut.

To: GaemGyu
Mwoga bogoshippo? Kita baru bertemu tadi :p aku sedang tiduran^^ bosan T.T neol mwohae?

Ringtone handphone-ku kembali berbunyi. Tapi ringtone biasa, bukan ringtone yang biasa berbunyi karena Kyuhyun.

From: Donghae Oppa
Ani, geunyang bogoshippo xD mian, mian~ Mwohae?^^

Eh? Kenapa Donghae Oppa dan Kyuhyun sama-sama berbicara kalau mereka merindukanku? Juga menanyakan aku sedang apa?

“Ada pesan dari GaemGyu! Ada pesan dari GaemGyu!”

From: GaemGyu
Geunyang geurae :v memang kenapa? Eoh? Kau tidak merindukanku? Cih. DASAR KAU NENEK JELEK

MWO? NENEK JELEK? Jinjja anak ini.

To: GaemGyu
OM BUYUT KOK SEPERTI ITU? :”c

Hahah enak saja. Tentu aku tidak akan kalah padanya. Ringtone “KRRR” getarku kembali berbunyi.

From: Donghae Oppa
Hey Yoong? Kok tidak membalas? Sudah tidur?

Ohya! Aku sampai lupa membalas SMS Donghae Oppa! Bagaimana bisa lupa?

To: Donghae Oppa
Haha mianhae Oppa xD kau kenapa tidak tidur, Oppa?

“Ada pesan dari GaemGyu! Ada pesan dari GaemGyu!”

From: GaemGyu
Aku masih muda! Chagiya, kau perlu tidur >.< Kenapa kau belum tidur? /daebak, Cho Kyuhyun memanggilmu “Chagiya”/

Anak ini gila? Atau apa? Aku sungguh tidak mengerti.

To: GaemGyu
Chagiya, Chagiya. Kau sakit?

“Jjalkka (Kkajima). Haengbokhae (Tteonajima). Nareul ijeojeo ui…” ringtone handphone Yoona dengan lagu “Ggeojimal” (Lie) milik G.O.D berbunyi tanda ada telepon selain dari Kyuhyun.

“Yeoboseyo?” Sapaku. Aku kemudian melepas handphone-ku dari telingaku dan melihat nama penelepon. “Eo, Donghae Oppa? Wae geurae?”

“Ani, hanya ingin mengucapkan selamat malam. Jjalja, Yoongie-ya… aku rindu mengucapkan Yoongie padamu.”

Eh? Benar juga, dulu dia memanggilku dengan sebutan itu. “Yoongie-ya, ppaegopa!” “Yoongie-ya, aku bosan…” “Yoongie-ya, neon eodinyagu? Mani geokjeongdwae!” “Geokjeongma, Yeppun Yoongie”

“Yoongie?” Panggil Donghae Oppa.

“Ah, Oppa. Eo, jjalja.”

“Saranghae…” ucap Donghae Oppa. Aku tidak bisa menjawab nado, tentunya.

“Eo Oppa, ggeunaa…” balasku.

KLIK

Belum lebih dari 2 detik, ringtone handphone-ku berbunyi lagi. “Nae salmi haru haru kkeumeul kkeuneun geotcheor…”

“Eo, wae?” Sapaku.

“YA! Dingin sekali kau.”

“Terserah aku, weekk.” Cibirku.

“KENAPA TADI TELEPONKU TIDAK NYAMBUNG?” Teriak Kyuhyun.

“Telepon? Kepada siapa?”

“Kepadamu, Bodoh!”

“Tadi? Tadi kapan?”

“Barusan!”

Ahh, saat Donghae Oppa menelepon, ya?

“Ah, ada orang lain yang meneleponku.”

“Nuga?” Tanya Kyuhyun.

“Geunyang… saram itjana.” Sahutku.

“Aish kau ini! Sudah sana tidur!”

“Kau meneleponku, bagaimana aku bisa tidur?” Balasku.

“Enak saja kau menyalahkanku! Kalau begitu aku tutup.”

“Tutup saja, Bodoh.” Cibirku.

“Aish, tidur yang benar. Jangan lupa pakai selimut.” Ucap Kyuhyun. Bibirku membentuk lengkungan tipis ke atas mendengar ocehan nasehatnya.

“Geurae, kau juga tidur.” Balasku.

“Saranghae, cepat tidur!” ujar Kyuhyun.

“Eo, geurae. Nado.”

KLIK

~~~~

AUTHOR POV

“Huaah…” Kyuhyun menguap dan menggeliat di atas tempat tidurnya.

“Kyu? Sudah bangun?” Sapa Sungmin dari tempat tidur yang bertempat di sampingnya.

“Jam berapa ini?” Tanya Kyuhyun tidak menggubris sapaan Sungmin.

“Jam delapan, wae? Lebih baik kau mandi sekarang.” Usul Sungmin.

“Arraseo.” Kyuhyun bergegas mengambil handuk dan memasuki kamar mandi.

KYUHYUN POV

Sebenarnya ada masalah apa ya? Kok sepertinya perasaan buruk ini muncul terus sejak beberapa hari yang lalu?

Aku mulai melepas bajuku lalu kemudian kudengar ketukan di pintu kamar mandi.

TOK TOK TOK

Kudengar pintu kamar mandi kembali diketuk. Ish, jeongmal nuguya!?

“NUGUYA!?” Seruku kemudian membuka pintu kamar mandi dengan kasar. Tentu saja kesal, aku baru disuruh mandi oleh Sungmin, kemudian pintu kembali diketuk.

BRAK

“Kyuhyun-ah!” Pekik seorang yeoja di depanku. Yoona? “YA Cho Kyuhyun mesum! Cho Kyuhyun bodoh! Pakai dulu bajumu! YA!”

Eh? Aku belum pakai baju?

“CHO KYUHYUN PAKAI BAJUMU!” Pekik Yoona lagi. Anak ini tidak bisa kalem sedikit? Bisanya hanya berteriak saja!

YOONA POV

BRAK

Kyuhyun membuka pintu kamar mandi dengan kasar, bisa dibilang membanting. Mataku membelalak. Ia tidak memakai baju!

“Kyuhyun-ah!” Pekikku. “YA Cho Kyuhyun mesum! Cho Kyuhyun bodoh! Pakai dulu bajumu! YA!”

Kyuhyun terlihat memperhatikan tubuhnya sendiri kemudian menggerutu kesal mendengar teriakanku. Aku hanya dapat menutup mataku dengan intipan sedikit, melihat apakah Kyuhyun sudah memakai bajunya atau belum.

“CHO KYUHYUN PAKAI BAJUMU!” Pekikku.

“Arraseo, arraseo.” Sahut Kyuhyun kemudian memakai kaos putih oblong miliknya.

“Omong-omong perutmu tidak buncit lagi, kau apakan?” Tanyaku.

AUTHOR POV

“Omong-omong perutmu tidak buncit lagi, kau apakan?” Tanya Yoona.

“MWO? Aish idashiga.” Maki Kyuhyun. “Aku tidak pernah buncit! Cam kan itu!”

“Kapan tidak pernah?” Balas Yoona.

“Anak ini jinjja…” umpat Kyuhyun menahan amarahnya. “Neol mwohae? Mengapa kau ke sini?”

“Main saja, wae? Tidak boleh?”

“Boleh sih boleh, tapi bagaimana kau bisa masuk ke dorm ini seenaknya?”

“Sungmin Oppa membukakan pintu, ini bukan seenaknya!”

“Terserah kau!” Balas Kyuhyun.

“Yasudah, sana kau mandi!”

“Tadi juga sudah mau mandi! Kan kau yang mengetuk pintu!”

“Mian, mian. Sana kau mandi, aku mau ke tempat Hyukjae Oppa.” Sahut Yoona kemudian melenggang pergi dari hadapan Kyuhyun.

“Tidak boleh! HAJIMA! YA hajimalagu!” Cegah Kyuhyun.

“Like I care.” Balas Yoona kemudian berlari menuju kamar Eunhyuk.

“CHO YOONA!” Seru Kyuhyun tapi tidak digubris Yoona yang sudah pergi ke kamar Eunhyuk.

~~~~

Yoona pergi ke kamar Eunhyuk, ingin mendiskusikan masalah hubungannya dengan Donghae juga hubungannya dengan Kyuhyun. Eunhyuk masih tidur di dalam kamarnya.

KLEK

“Oppa…” panggil Yoona kemudian seenaknya masuk ke dalam kamar Eunhyuk. Eunhyuk masih tertidur dengan selimut menutupi tubuhnya, dari kaki sampai leher. “Hyukjae Oppa…”

“Eo… eoh? ‘Oppa’? Kau lagi sakit, Hyung? Memanggilku Oppa, enak saja.” Gumam Eunhyuk, cukup asal karena ia belum sepenuhnya terbangun.

“Oppa! Na ya! Yoona ya!” Seru Yoona lagi.

Eunhyuk membuka matanya. “YOONA!?”

“Eo, na ya!” Yoona tersenyum lebar.

“YA neol mwohae? Sedang apa kau di sini?”

“Bermain, berkunjung. Apalagi yang perlu aku jelaskan?” Balas Yoona.

“Kau ingin membicarakan apa?”

“Masalah hubunganku, Kyuhyun dan Donghae Oppa.” Eunhyuk yang tadinya mendengar malas-malasan dan masih dengan posisi rebahan kemudian duduk. “Apa menurutmu aku harus tetap merahasiakan ini pada mereka?”

“Dangyeonhajyo! Apa kau gila? Kalau kau cerita, drama yang kau jalankan ini akan semakin rumit.” Jelas Eunhyuk.

“Tapi Oppa, aku benar-benar merasa bersalah… apa yang harus aku lakukan?” Tanya Yoona lagi.

“Yoona-ya…” Eunhyuk memegang kedua pundak Yoona dengan erat. “Jalankan dulu. Saat sudah datang waktunya nanti, kita pikirkan apa yang harus kita lakukan, eo?”

“Gomawo, Oppa.” Balas Yoona kemudian tersenyum.

KRUUYUUK

Perut Yoona berbunyi. Eunhyuk menoleh ke arahnya dengan tatapan sarkastik.

“Lapar? Belum sarapan?” Tanya Eunhyuk. Yoona mengangguk yang ditanggapi tarikan tangan Eunhyuk pada tangannya. “Ayo kalau begitu, sarapan!”

Keduanya berlari keluar dari kamar Eunhyuk. Kyuhyun yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk melihat Eunhyuk memegang tangan Yoona, keluar dari kamar Eunhyuk.

“YA Hyung! Apa yang kau lakukan?” Tanya Kyuhyun. “YA Yoona! Kau selingkuh pada anak ini?”

“Aish, mengada-ngadanya terlalu. Mana mungkin aku selingkuh pada Oppa yang seperti ini?” Ucap Yoona kemudian menunjuk Eunhyuk dengan jari tangannya.

“‘Seperti ini’!? Apa maksudmu?” Pekik Eunhyuk.

“Tapi benar juga…” gumam Kyuhyun.

“Aku lapar!” Seru Yoona kemudian berlari menuju ruang makan dorm lantai 11 itu.

“Anak aneh.” Umpat Kyuhyun.

“Memang, aku setuju.” Sahut Eunhyuk.

“YA Kyuhyun-ah, Jae Oppa! Ayo makan!” Seru Yoona.

“Jae? Maksud dia Hyukjae?” Gumam Sungmin yang tiba-tiba muncul dari belakang Kyuhyun dan Eunhyuk.

“Sepertinya begitu.” Sahut Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, Hyukjae Oppa ayo! Oh! Ada Sungmin Oppa juga? Ayo makan, kalian juga lapar kan?” Seru Yoona lagi.

“Benar kata dia, Hyung, aku lapar.” Ucap Kyuhyun yang disambut tatapan setuju dari Eunhyuk dan Sungmin.

Ketiganya pun beranjak dari tempat mereka berdiri dan mengikuti Yoona yang sudah berada di ruang makan, dengan Ryeowook yang menyiapkan sarapan tentunya. Ryeowook terbelalak melihat ada Yoona yang tersenyum di sampingnya.

“Yoona-ya! Sejak kapan kau tiba di sini?” Tanya Ryeowook.

“Baru saja! Oppa, aku ingin makan.” Keluh Yoona.

“Ayo ikut kita makan, aku sudah membuatkan sarapan.” Jawab Ryeowook kemudian tersenyum.

“Gomawo!” Seru Yoona.

Yoona kemudian duduk di salahsatu kursi meja makan. Di sebelahnya duduk Eunhyuk dan Sungmin. Di hadapannya duduk Kyuhyun dan Ryeowook.

“Jjalmokkae-seumnida!” Seru kelima orang yang ada di sana.

“YA! Kenapa tidak memanggilku?” Seru Yesung.

“Oppa, ayo ikut makan!” Ajak Yoona kemudian meminta Yesung duduk di sebelah Ryeowook.

Keenam orang tersebut makan dengan lahap. Sekali-kali mereka saling memaki satu sama lain.

“Makan ini.” Kyuhyun dengan sumpitnya memberikan sepotong kimbab ke mangkok Yoona.

“Oh my God kimchi! Tenggorokkanku gatal!” Goda Sungmin.

“Ia tidak pernah memperlakukanku seperti itu!” Keluh Yesung. “Padahal aku yang tertua di sini.”

“Pertama kalinya aku melihat Kyuhyunnie sebaik itu.” Gurau Eunhyuk.

“Kalian ini, seperti tidak punya yeoching saja!” Ujar Kyuhyun yang dibalas meletan lidah para Hyung-nya.

“Geurae, Oppa… yeochingdeuri kalian pasti pernah diperlakukan seperti itu oleh kalian, kan?”

“Yeoching eopseo!” Pekik keempat namja yang ada di sana; Ryeowook, Sungmin, Yesung dan Eunhyuk.

“Jeongmal?” Tanya Yoona penasaran. Matanya ia arahkan pada Kyuhyun, berharap Kyuhyun akan memberitahunya.

“Ada yang berbohong di sini.” Jelas Kyuhyun sambil melanjutkan makan. “Jongwoon Hyungie-ga…”

“Yesung Oppa-ga?” Tanya Yoona. Yesung hanya menghela nafas.

“Awas kau Maknae sialan!” Umpat Yesung. “Eo.”

“Nugu?” Tanya Yoona. Yesung menggeleng.

“Kau tidak mengenalnya, ia hoobae-ku di universitasku kemudian kami masih berkomunikasi sampai sekarang dan menjadi sepasang kekasih.” Jelas Yesung yang ditanggapi anggukan Yoona.

“Sungmin Hyung memang kau tidak punya?” Tanya Kyuhyun.

“Eh? Eopseo!” Bantah Sungmin.

“Jeongmal?” Tanya Yoona membantu Kyuhyun.

“Jeongmalyo!” Jawab Sungmin yakin.

KREK

“Hey!” Seru sekumpulan orang dari depan pintu, membuka pintu.

Yoona menoleh. Penghuni dorm lantai 12 masuk ke dalam dorm lantai 11.

“Eunhyuk Oppa!” Bisik Yoona saat perhatian yang lain teralih pada anggota dorm 12 yang masuk. Eunhyuk menoleh. “Isseo?”

“Molla, aku tidak bisa melihatnya.” Sahut Eunhyuk. Mereka berdua berharap tidak ada Donghae di antara anggota dorm 12. “Eopseo, Yoong.”

“Jeongmal? Ah Oppa, lebih baik aku pulang sekarang.” Ucap Yoona.

“Eo, itu lebih aman. Pamit sama yang lain dulu.” Jawab Eunhyuk.

“Oppadeul, Kyuhyun-ah, aku pulang dulu ya?” Pamit Yoona.

“Kenapa cepat-cepat?” Tanya Kyuhyun menahan lengan Yoona.

“Ani, kurasa…”

“Jjalka (kkajima). Haengbokhae (ttonajima). Nareul ijeojeo uikko saranghaj…” handphone Yoona berbunyi.

“Yoong, ini aku, Eunhyuk. Berpura-puralah aku ini Eonnie-mu dan aku sudah menunggumu.” Bisik Eunhyuk dari ujung telepon. Untungnya perhatian anggota yang lain masih terarah pada anggota dari lantai 12.

“Eo geurae? Arraseo, aku akan ke sana.” Akting Yoona.

KLIK

“Mianhae Oppadeul, Eonnie menungguku. Annyeong, Kyu, Oppadeul.” Pamit Yoona.

“Benar-benar tidak bisa lebih lama?” Tanya Kyuhyun dengan tangannya yang menggenggam erat lengah Yoona. “Kkajima.”

“Mian.” Ucap Yoona kemudian mengecup pipi Kyuhyun.

CUP

“Annyeong.” Pamit Yoona. Kyuhyun pun melepas genggaman eratnya.

Yoona keluar dari dorm lantai 11. Matanya terbelalak saat baru menutup pintu dorm.

“Yoongie! Sedang apa di sini?” Tanya namja di depannya, Donghae.

“Donghae Oppa! Aku baru saja main ke sini, tapi aku sudah ingin pulang.”

“Ah geurae? Oh yasudah, annyeong!” Ucap Donghae.

“Eo Oppa, annyeong.” Sahut Yoona.

~~~~

“Kau masih beruntung Yoong! Coba saja Donghae Oppa masuk sebelum kau keluar, mati kau.” Seru Yuri setelah Yoona menceritakan cerita paginya di dorm Super Junior.

“Huh, aku juga berpikir begitu, Eonnie.” Kemudian Yoona menghela nafas beratnya. “Apa yang harus aku lakukan jika hubunganku dengan Donghae Oppa ketahuan oleh Kyuhyun dan hubunganku dengan Kyuhyun ketahuan oleh Donghae Oppa?”

“Kau harus pilih, Yoong. Satu di antara keduanya. Kau tidak boleh memilih dua-duanya. Pilihlah satu, jelaskan pada yang satu lagi. Kalau ia benar mencintaimu, dan jika ia ingin kau bahagia, pasti ia akan melepasmu.”

~~~~

“Yoona! Wasseo?” Sapa Donghae yang sudah menunggu Yoona sekitar 5 sampai 8 menit di tempat yang mereka tentukan.

“Mianhae, Oppa. Kau sudah menunggu lama?” Tanya Yoona.

“Ani, baru sebentar.” Sahut Donghae kemudian tersenyum. “Ayo kita masuk!”

Keduanya membuat janji untuk bertemu di depan gerbang Lotte World. Donghae memasang beanie berwarna putih miliknya dan menutupinya dengan headwear yang adalah bagian belakang dari hoodie-nya. Ia kemudian menggenggam erat tangan Yoona.

“Kajja!” Seru Donghae sambil menarik Yoona masuk ke dalam Lotte World.

“Oppa! Jangan tarik-tarik aku! Hajima!” Protes Yoona.

“Tidak peduli!” Sahut Donghae. “Apa yang harus kita naiki dulu?”

“Rollercoaster?” Usul Yoona. Donghae menggeleng dengan cepat.

“Uh-oh, tidak dengan rollercoaster itu, Cantik.” Balas Donghae kemudian mencolek dagu Yoona menggoda.

“Ish, kenapa dengan kau Oppa?” Sindir Yoona sarkastik. “Karena kau takut rollercoaster?”

“Aish, museun seoriya!? Geurom aniji!” Jawab Donghae cepat. Yoona pecah dalam tawa.

“AN-MIDO!” Balas Yoona. Ia kemudian berlari ke arah antrian rollercoaster yang tidak terlalu ramai. Ini sudah cukup malam.

“LEE YOONA!” Panggil Donghae kemudian mengejar Yoona.

“Katamu kau takut rollercoaster?” Sindir Yoona yang melihat Donghae mengantri di belakangnya.

“Ani! Tidak ada yang bilang seperti itu!” Bantah Donghae. Yoona terkekeh pelan karena berhasil membuat “namjachingu”-nya kesal setelah menggodanya. “Yoongie-ya.”

“Wae?” Tanya Yoona. Donghae memeluk pinggangnya dari belakang. Yoona merasa hangat, hatinya berasa sejuk, perutnya serasa dipenuhi oleh kupu-kupu yang berterbangan.

“Aku ada di sini untukmu.”

~~~~

“Oppa!” Panggil Yoona.

“Wae?” Tanya Donghae. Yoona memasang tampang cemberut dengan kedua tangannya memegang perutnya. Kemudian Donghae menatapnya sangat sarkastik. “Kau lapar?”

“Eo, ayo kita makan!” Ajak Yoona.

“Memangnya kau tadi tidak makan di dorm?” Tanya Donghae yang ditanggapi gelengan lembut kepala Yoona. “Arraseo, kajja.”

Keduanya masuk ke dalam mobil Donghae. Yoona di kursi penumpang di sebelah Donghae, dan Donghae duduk di kursi pengemudi.

“Chakkaman.” Ucap Yoona. Donghae menatapnya heran.

“Wae?”

“Tidakkah kau pikir lebih baik aku yang mengemudi?” Tanya Yoona sekaligus menggoda tetapi ia juga serius. Karena seperti kata Eunhyuk, jika ingin selamat, jangan biarkan Donghae menyetir.

“Mworago? YA Yoong! Aku punya harga diri!” Balas Donghae. Yoona tertawa.

“Tapi aku yakin kita akan selamat jika aku yang mengemudi. Eo?” Tawar Yoona.

“Aku menaiki mobil ini sampai ke Lotte, Yoong. Kau kira aku tidak selamat?” Tanya Donghae.

“Benar juga..” Gumam Yoona. “Tapi aku ingin mengemudi. Kali ini ‘ingin’ deh. Eo, eo?”

“Aish kau ini.” Donghae keluar dari kursi pengemudi dan membuat Yoona juga ikut keluar dari kursi penumpang. Keduanya bertukar tempat.

“Nah, ayo kita mulai?”

WOOSH

~~~~

Yoona dan Donghae sampai di salah satu cafe di dekat dorm SNSD. Keduanya turun dari mobil, dengan wajah bahagia Yoona dan wajah “shock” Donghae.

“Oppa! Ada apa dengan wajahmu itu?” Tanya Yoona cukup untuk membuat dirinya sendiri tertawa.

“Kau bilang begitu setelah kau mengemudi tadi? Aku tak akan membiarkanmu mengemudi lagi! Kau lebih buruk daripada aku!” Balas Donghae.

“Lebih buruk darimu? Maldo andwae!” Jawab Yoona. “Ayo kita masuk saja, eo? Aku benar-benar lapar.”

“Arraseo, arraseo.” Donghae menggenggam tangan Yoona kemudian berjalan masuk ke dalam cafe.

Keduanya duduk bersebelahan di kursi yang menempel dengan jendela, lebih tepatnya sofa, karena seperti biasa meja-meja yang berada di ujung cafe atau restoran memiliki sofa sebagai tempat duduk. Seorang waiter datang.

“Apa yang ingin anda pesan?” Tanya waiter tersebut.

“Green tea panas dan nachos.” Balas Donghae. Ia menoleh ke arah Yoona. “Kau ingin pesan apa?”

“Hmm… susu coklat hangat dan waffle dengan es krim vanilla.” Jawab Yoona.

“Baiklah, saya ulangi. Green tea panas satu, susu coklat hangat satu, nachos satu dan waffle dengan es krim vanilla satu.” Ucap waiter tersebut mengulangi pesanan Donghae dan Yoona. “Mohon tunggu 15 menit.”

“Ne, gamsahamnida.” Jawab Donghae dan Yoona.

Donghae menyenderkan kepalanya pada pundak Yoona. Kedua tangannya memeluk lengan Yoona erat.

“Wae? Munjae isseo?” Tanya Yoona.

“Ani, geunyang bogoshippo.” Sahut Donghae.

“Kau memang tidak pernah berubah.” Ucap Yoona.

“Ketampanannya?” Tanya Donghae, menggoda yeojachingu-nya itu.

“KETAMPANAN? MIMPI! Yang tidak berubah gombalmu, Oppa!” Balas Yoona. Donghae terpecah dalam tawa, ia senang sekali menggoda yeojachingu-nya.

“Nae salmi haru-haru kkeumeul…”

YOONA POV

“Nae salmi haru-haru kkeumeul…” ringtone handphone dengan lagu yang dinyanyikan Kyuhyun yang bertanda Kyuhyun menelepon berbunyi. Mati aku.

“Oppa, aku angkat telepon dulu, eo?” Pamitku. Aku berlari kecil menuju toilet. Sempat kulirik sedikit wajah Donghae Oppa tampak heran. Apakah itu karena ringtone handphone-ku adalah lagu yang dinyanyikan Kyuhyun?

KLEK

Aku masuk ke dalam toilet perempuan dan mengatur nafasku. Kemudian aku mengangkat teleponnya.

“Wae?” Sapaku.

“Neon eodi?” Suara Kyuhyun terdengar khawatir dari ujung telepon. Benar juga, ini sudah pukul 10 malam dan dari tadi sore aku belum menghubungi Kyuhyun sama sekali.

“Eoh? Aku sedang di luar.” Jawabku.

“Eodi?” Tanya Kyuhyun lagi. Masa aku harus menjawabnya? Bagaimana jika ia datang kemari dan menemukanku tengah bersama Donghae Oppa?

“Geogjeongma, aku sudah ingin pulang.”

“Tapi para Eonnie-mu dan Seohyun mengira kau tengah pergi denganku! Yoong, jawab aku dengan jujur. Kau pergi dengan siapa?” Tanya Kyuhyun.

“Aku sedang sendirian sekarang, mianhae. Maaf telah membuatmu khawatir.” Ucapku dengan tulus. Oh aku ingin membunuh diriku sendiri. Mengapa aku harus membohongi namja yang sangat kucinta ini? Tapi tidak sepenuhnya bohong, toh aku benar-benar sendirian di toilet ini.

“Janji kau akan pulang ke dorm sebelum pukul 10 lebih 30? Janji padaku.”

“Yaksok. Aku berjanji. Gomawo, Kyu.”

“Jangan lupa! Kalau jam 10 lebih 30 aku menelepon salah satu anggotamu dan mereka bilang kau belum pulang, kau mati di tanganku! Saranghae.” Ucap Kyuhyun mengakhiri teleponnya.

“Arraseo. Nado. Ggeuna…” balasku. Aku kemudian bergegas kembali ke tempat Donghae Oppa menungguku.

DONGHAE POV

Kenapa ia menggunakan OST yang dinyanyikan Kyuhyun untuk ringtone-nya? Kenapa bukan lagu artis lain? Dan lagi… kenapa bukan laguKU?

Yoona kembali dari toilet, datang dan duduk di sampingku. Tapi aku tidak mau berprasangka buruk padanya.

“Oppaa…” rengeknya. Bagaimana aku bisa berprasangka buruk? Ia imut sekali.

“Wae?”

“Bisakah kita bawa pulang saja makanannya? Aku sudah berjanji untuk pulang sebelum pukul 10 lebih 30..” Jelas Yoona.

“Oh geurae? Geurom, kajja.” Jawabku. Jika ia sudah berjanji, kan tidak boleh diingkari? Aku menurutinya. Aku menggandengnya menuju kasir.

“Ah, saya baru mau mengantarkan pesanan ini ke meja anda.” Ucap seorang waiter.

AUTHOR POV

“Ah, saya baru mau mengantarkan pesanan ini ke meja anda.” Ucap seorang waiter.

“Tidak perlu, tolong dibungkus saja. Tolong pisah plastiknya, coklat hangat dengan waffle dan green tea dengan nachos.” Balas Donghae.

“Ah ne.”

Waiter tersebut sibuk membungkus pesanan Donghae dan Yoona di dapur. Tak lama ia kembali ke hadapan Donghae dan Yoona.

“Ini dia pesanan anda.” Yoona menerima dua buah plastik berisikan makanan dan minuman. Sementara itu Donghae membayar.

~~~~

“Oppa, gomawo. Oneuleun gomawo.” Ucap Yoona kemudian keluar dari mobil Donghae. “Kau bisa langsung pulang, Oppa. Ini sudah malam.”

“Neon gwenchana? Kau tidak apa-apa kembali sendiri? Tidak perlu kuantar masuk?” Tanya Donghae dari jendela mobil yang terbuka.

“Gwenchana, annyeong Oppa!” Yoona melambaikan tangannya. “Aku masuk, ya.”

Yoona masuk ke dalam apartemen dan mulai menaiki lift yang mengantarnya ke lantai di mana dorm SNSD terletak. Sesampainya di depan pintu dorm, ia langsung menekan password dan masuk.

KLEK

“Yoona? Wasseo?” Sapa Taeyeon yang masih terjaga dari tidurnya dan tengah menonton TV.

“Eonnie kok belum tidur?” Tanya Yoona.

“Belum bisa tidur..” Sahut Taeyeon kemudian menghela nafasnya.

“Insomnia?” Gumam Yoona lalu duduk di samping Eonnie-nya itu. “Memikirkan Oppa?”

“Aku sudah tidak ingin memikirkan apapun tentangnya.” Jawab Taeyeon.

“Tapi Oppa masih sangat mencin…”

“DIAM!” Bentak Taeyeon memotong kalimat Yoona. “Aku benar-benar membencinya sekarang.”

“Eonnie…”

“Mianhae, Yoona. Aku membentakmu.” Ucap Taeyeon.

“Gwenchana.” Sahut Yoona pelan. Ia kemudian mendekap Taeyeon erat. “Aku tahu ini berat untukmu, Eonnie.”

“Aku tidak tahan lagi, Yoong. Bagaimana ia bisa melakukan semua itu? Bagaimana ia dapat menyusahkan para anggotanya dan menyusahkan kita semua?”

“Oppa memang bersalah, tapi maafkanlah dia, Eonnie. Oppa benar-benar merasa bersalah.”

“Eotteokkhae arraseo? Ia bahkan melakukannya sampai dua kali, Yoong!” Pekik Taeyeon.

“Sebagai dongsaeng-mu dan dongsaeng dari Oppa, kumohon maafkanlah dia Eonnie. Ia pasti juga ingin meminta maaf padamu, hanya saja ia malu.”

“Sudah hampir setahun dan dia tidak menghubungiku sama sekali.”

Yoona tidak menanggapi lagi, yang ia lakukan hanya terus mendekap Taeyeon. Yoona tau, leader-nya ini adalah leader yang sangat kuat.

~~~~

Yoona dan Taeyeon berakhir di sofa, tertidur bersebelahan. Saat pagi datang, manager SNSD membangunkan keduanya.

“Taeyeon! Yoona! Kenapa kalian tidur di sini?” Seru manager SNSD. Taeyeon dan Yoona menggeliat dan terbangun.

“Ketiduran, Oppa.” Sahut Taeyeon. “Yoona, bangunkan yang lain, eo?”

“Ne, Eonnie.” Yoona bergegas masuk ke kamar-kamar para ‘saudara-saudaranya’ dan membangunkan mereka satu persatu.

~~~~

Yoona membuka handphone-nya. Matanya terbelalak.

“3 missed calls? 5 unread messages?” Gumam Yoona. “Semuanya dari Kyuhyun?”

From: GaemGyu
Sudah sampai dorm?

From: GaemGyu
Hey! Sudah sampai dorm?

From: GaemGyu
CHO YOONAAAAAA

From: GaemGyu
Kau belum pulang? Kenapa yang lain (anggota SNSD) tidak ada yang mengangkat telepon?

From: GaemGyu
CHO YOONA BODOH

“Anak ini… jinjja.” Gumam Yoona. Ia menekan tombol untuk menelepon di kontak Kyuhyun.

“CHO YOONA!” Belum berapa detik, Kyuhyun sudah mengangkat teleponnya.

“Wae?” Tanya Yoona. “Aku ketiduran tadi malam, belum sempat memeriksa handphone.”

“Pantas saja… tapi kau pulang sebelum jam 10 lebih 30, kan?”

“Geurom, dangyeonhaji!” Sahut Yoona. “Sudah dulu ya? Aku belum mandi.”

“Geurae. Saranghae.”

“Saranghae. Ggeuna…”

KLIK

Yoona menggelengkan kepalanya menanggapi ke overprotektif-an namjachingu-nya itu. Tapi di lain sisi, ia senang memiliki namjachingu yang overprotektif.

~~~~

“Kyuhyun-ah!” Panggil Leeteuk dari luar pintu kamar Kyuhyun dan Sungmin.

“Waeyo, Hyung?” Sahut Kyuhyun. Leeteuk masuk dengan langkah yang terburu-buru.

“‘WaeYO’? Sejak kapan kau sopan padaku?” Sindir Leeteuk.

“Aish, Hyung! Katakan saja apa yang kau mau.” Balas Kyuhyun.

“Arraseo, arraseo.” Leeteuk mendekat dan kemudian duduk di sebelah Kyuhyun. “Youngwoon merindukan yeojachingu-nya.”

“Geuraesseo?” Tanya Kyuhyun.

“Kita akan membawa yeojachingu-nya ke tempat dia.”

“NE? APA KAU GILA, HYUNG? Di sana itu tempat wajib militer! Dia yeoja yeonae, Hyung!” Tolak Kyuhyun. (Yeoja yeonae: artis perempuan)

“Cho Kyuhyun, dengar.” Ucap Leeteuk. “Mereka masih dalam kondisi yang tidak baik dan Youngwoon terus-terusan memintaku untuk membantu dia.”

“Bukankah kau… juga menyukainya, Hyung?” Tanya Kyuhyun hati-hati.

~~~~

SNSD bebas hari ini, schedule mereka hanya ada satu. Yoona dan Taeyeon dipaksa Kyuhyun dan Leeteuk untuk bertemu di salah satu cafe.

“Tae Eonnie!” Panggil Yoona yang kemudian masuk ke kamar Taeyeon dan Sunny. “Sudah siap?”

“Eo, kajja.” Sahut Taeyeon.

“Kalian mau kemana?” Tanya Sunny yang sibuk bermain game tanpa menoleh sedikit pun ke arah Taeyeon dan Yoona.

“Kyuhyun Oppa dan Leeteuk Oppa memaksa kami untuk menemui mereka.” Jawab Taeyeon.

“Geurae? Hati-hati di jalan, ne…” pesan Sunny. Yoona dan Taeyeon mengangguk dan kemudian keluar dari dorm.

Keduanya turun ke basement dan masuk ke mobil Yoona. Yoona yang menawari Taeyeon untuk menumpang di mobilnya daripada di mobil Taeyeon.

Yoona mengemudi sepanjang perjalanan menuju cafe. Keduanya sibuk mengobrol tentang apa yang ingin disampaikan Leeteuk dan Kyuhyun sampai mengajak mereka untuk bertemu di cafe.

CKIIT

Yoona memarkirkan mobilnya tepat di depan cafe. Ia kemudian turun dari mobil, diikuti oleh Taeyeon. Keduanya pun masuk ke dalam cafe dan menemukan Leeteuk dan Kyuhyun sedang menunggu mereka di salah satu meja.

“Hey, di sini!” Seru Leeteuk. Yoona dan Taeyeon datang dan duduk di hadapan Leeteuk dan Kyuhyun.

“Jadi… wae geurae?” Tanya Yoona.

“Aku akan membawa Taeyeon ke suatu tempat.” Ucap Leeteuk. Ia kemudian berdiri dan menggandeng tangan Taeyeon.

“Oppa!” Pekik Taeyeon yang kemudian mengikuti jalan cepat Leeteuk. “Yoona!”

“Aku juga tidak tahu ada apa, Eonnie!” Balas Yoona.

“Gwenchana, Taeyeon-ah.” Ujar Kyuhyun menenangkan Taeyeon. Leeteuk dan Taeyeon berjalan menuju mobil Leeteuk. Keduanya masuk dan mulai menjalankan mobil.

“Keberatan untuk menjelaskan semua ini padaku? Hello?” Tanya Yoona sarkastik. “Ada apa ini?”

“Sebaiknya kita juga pergi ke sana.” Ucap Kyuhyun.

“Ke sana? Eodi?” Tanya Yoona yang ditanggapi genggaman tangan Kyuhyun. Keduanya bergegas menuju mobil Yoona dengan tarikan Kyuhyun tentunya.

~~~~

“MWORAGO?” Pekik Yoona.

“YA! Jangan teriak-teriak, kau ini sedang mengemudi, ingat?” Sindir Kyuhyun sarkastik karena tadi keduanya bertengkar sebentar untuk menentukan siapa yang mengemudi dengan batu-gunting-kertas dan alhasil Yoona mengemudi.

“Tapi ini tidak logis, Kyu! Kau sendiri tahu bagaimana Taeyeon Eonnie masih marah besar pada Oppa!” Pekik Yoona masih menghadap ke depan, mengemudi.

“Ini satu-satunya cara untuk membuat mereka kembali bersama. Youngwoon Hyung benar-benar merindukannya, kau tahu?” Balas Kyuhyun.

“Tidak bisakah Young Oppa saja yang datang dan memintamaaf pada Eonnie? Eonnie sangat frustasi karena Oppa! Bagaimana kalian bisa tiba-tiba memaksa kami dan membawa Eonnie seenaknya?” Bentak Yoona. Ia benar-benar tidak setuju dengan rencana untuk membuat Kangin dan Taeyeon berbaikan dengan cara ini.

“Kenapa kau membentakku sekarang, hah?” Balas Kyuhyun, membentak.

“Fine. Kalau kau tidak mau dibentak olehku…” ucap Yoona. “keluar dari mobil ini. Na-ga.”

“MWO?” Balas Kyuhyun.

“Keluar. Sekarang!” Pekik Yoona.

“Baiklah, aku keluar. Puas?” Kyuhyun keluar dari mobil Yoona dan membanting pintunya.

“Damn.” Umpat Yoona. Ia memukul stir mobil yang ada di hadapannya kemudian memutar balikkan Volkswagen Scirocco-nya menuju dorm SNSD, kembali pulang.

~~~~

Yoona masuk ke dalam dorm-nya dengan wajah yang masih marah. Ia langsung terus masuk ke dalam kamarnya.

“YA Yoong, wae geurae?” Tanya Yuri.

“Kau tau bagaimana kesalnya Taeyeon Eonnie pada Kangin Oppa, eo Eonnie?” Tanya Yoona pada Yuri. Yang ditanyai hanya mengangguk. “Kyuhyun dan Leeteuk Oppa mencoba untuk memperbaiki hubungan mereka dengan meminta Eonnie untuk datang ke tempat wamil Kangin Oppa!”

“Eh!?” Pekik Yuri terkejut. “Bukankah seharusnya Kangin Oppa yang meminta maaf pada Eonnie dan datang ke sini?”

“Benar kan? Aku juga berpikir begitu. Aish.” Gerutu Yoona kemudian mengacak rambutnya frustasi. “Aku bertengkar dengan Kyuhyun karena ini.”

“MWO?” Pekik Yuri lagi. “Hey Yoong, aku tahu kau kesal karena ini, tapi seharusnya masalah Taeyeon Eonnie dan Kangin Oppa tetap menjadi masalah mereka, bukan masalahmu dan Kyuhyun Oppa.”

“Tapi dia jelas-jelas membela Kangin Oppa!” Sahut Yoona. “Biarlah Eonnie, biar saja.”

“Tapi jangan terlalu lama bertengkarnya, kalian harus cepat berbaikan.”

~~~~

BRAK

Kyuhyun membuka pintu dorm Super Junior lantai 11 layaknya orang yang mendobrak pintu. Ia mengacak rambutnya, sangat frustasi.

“YA Kyuhyun-ah! Wae geurae?” Tanya Eunhyuk.

“Aish!” Gerutu Kyuhyun kemudian menghampaskan dirinya di sofa, di sebelah Eunhyuk.

“Wae geurae?”

“Aku bertengkar dengan Yoona.” Jawab Kyuhyun singkat.

“Ye!? Wae?” Tanya Eunhyuk.

“Karena ia berpikir bahwa seharusnya aku dan Jungsoo Hyung membawa Youngwoon Hyung untuk meminta maaf ke Taeyeon bukannya membawa Taeyeon ke Youngwoon Hyung.” Jelas Kyuhyun.

“Apakah pertengkarannya besar?” Tanya Eunhyuk.

“Ia mengusirku dari mobilnya.” Sahut Kyuhyun.

“Itu berarti masalah yang cukup besar…” gumam Eunhyuk. “Baiklah, aku mau pergi.”

“YA! Dongsaeng-mu sedang kesal, bagaimana kau bisa pergi jalan-jalan?”

“Aku tidak jalan-jalan, aku akan menghibur Yoona. Take care!” Seru Eunhyuk kemudian memakai topi hitam dan hoodie putih.

“Menghibur Yoona!?” Pekik Kyuhyun. “Jangan merayunya, aku akan membunuhmu nanti kalau kau melakukannya.”

“Arraseo!” Sahut Eunhyuk sarkastik. Ia kemudian mengantongi handphone-nya dan memakai kacamata hitam.

KLEK

Eunhyuk keluar dari dorm Super Junior lantai 11 dan bergegas pergi menuju basement tempat mobilnya terparkir, mobil mahal, Audi A6. Ia masuk dan menjalankan mobilnya melesat menuju dorm SNSD.

~~~~

“Jjalkka (kkajima). Haengbokha…” handphone Yoona berdering dengan ringtone biasanya.

“Yeoboseyo?” Sapa Yoona.

“Yoona-ya, ini aku.”

“Hyukjae Oppa?”

“Eo, na ya. Turunlah ke basement, aku sedang ada di basement apartemenmu.”

“Wae?” Tanya Yoona. “Jangan bilang Kyuhyun sedang bersamamu. Karena jika iya, aku tidak mau turun.”

“Ani, Kyuhyun tidak sedang bersamaku. Aku hanya ingin mengajakmu jalan. Mau?” Tanya Eunhyuk.

“Geurae? Ok, aku pergi denganmu. Kemana?” Tanya Yoona.

“Pokoknya jalan-jalan, turunlah.”

“Ne, ne. Tunggu 5 menit, eo? Aku akan turun! Ok, ok?” Yoona mendengar Eunhyuk terkekeh diujung telepon. “Apa yang kau tertawakan hah, Oppa? Sudah dulu! Tunggu sebentar, eo?”

KLIK

Yoona mengganti baju bagusnya yang ia pakai tadi untuk pergi ke cafe sialan tempat ia bertemu Kyuhyun dan Leeteuk; begitu ia menamainya setelah kejadian tadi. Ia ingin menjadi santai saja toh yang ia akan habiskan waktunya bersama kali ini Oppa yang sangat dekat dengannya, Eunhyuk.

Yoona memakai jeans hitam panjang dan kaos pink muda lengan pendek. Kacamata hitamnya ia gantungkan di kantung yang terletak di bagian dada kiri kaosnya. Rambutnya ia biarkan tergerai asal. Sneakers hitam putih telah siap menunggunya di rak sepatu.

“Yoona-ya! Apa yang ingin kau lakukan dengan sepatuku?” Seru Sooyoung.

“Eonnie! Aku pinjam dulu sepatunya, eo? Sepatuku belum kering!”

“Eoh geurae! Kau mau pergi? Hati-hati di jalan.”

“Ne, gomawo. Annyeong! Sampaikan pada yang lain, mungkin aku akan pulang nanti sore.” Yoona melirik ke arah jam tangannya dan melihat jarum jamnya sudah tepat menghadap ke atas. Jam 12 siang tepat.

~~~~

“Wae geurae, Oppa?” Tanya Yoona yang sudah duduk di samping Eunhyuk di mobil Eunhyuk.

“Aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan, kenapa kau berprasangka buruk, hah?” Balas Eunhyuk.

“Mianhae, mianhae. Pergi kemana?” Tanya Yoona.

“Nonton film? Bioskop?” Usul Eunhyuk.

“Ah matta, ada film yang benar-benar ingin kutonton!” Seru Yoona.

“Mwol, mwol?”

“Harry Potter enam! Half-blood prince!”

“Film itu sudah dirilis dua tahun yang lalu, Yoona!” Pekik Eunhyuk gemas.

“Tapi aku belum menontonnya…” keluh Yoona.

“Itu dirilis 2009, dan dua bulan yang lalu seri terakhirnya baru dirilis!” Jawab Eunhyuk.

“Aku sudah menonton yang seri tujuh bagian dua, aku hanya belum menonton yang seri keenam!” Balas Yoona. “Ayolah, Oppa, aku ingin menontonnya.”

“Mau pergi ke rental video?” Tanya Eunhyuk.

“Lalu dimana kita bisa menontonnya?”

“Mau ke rumahku?” Tanya Eunhyuk.

“Rumahmu? Rumah orangtuamu? Bukankah orangtuamu tidak tinggal di Seoul, Oppa?”

“Sebenarnya aku baru membelikan rumah untuk orangtuaku di Ilsan, dan mereka sudah tinggal di sana. Tapi mungkin kami akan mengungkapkannya pada PERS tahun depan. Mereka ingin privasi dulu untuk setahun ini.”

“Jeongmalyo? Wuah, chukkae Oppa.” Ucap Yoona kemudian tersenyum. “Baiklah, ayo kita ke rental video dan pergi ke rumahmu! Kajja, Oppa!”

~~~~

Yoona dan Eunhyuk sudah merental film Harry Potter and The Half-Blood Prince yang Yoona ingin sekali tonton. Keduanya melesat dari Gangnam, tepatnya Cheongdamdong, ke Ilsan yang hanya berjarak 22 kilometer. Sekitar 20 menit perjalanan karena terhambat macet, keduanya sampai di Ilsan.

Eunhyuk memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang ia beli untuk kedua orangtuanya. Ia keluar dari mobil diikuti Yoona. Ibu Eunhyuk keluar dari dalam rumah.

“Hyukjae-ya!” Sapa ibu Eunhyuk.

“Eomma!” Sapa Eunhyuk balik.

“Siapa yang kau ajak? Yoona?” Tanya ibu Eunhyuk.

“Eommonim, annyeonghaseyo.” Sapa Yoona kemudian membungkuk.

“Aigoo, Yoona-ya… Sudah lama sejak aku melihatmu, bagaimana bisa kau tambah cantik?” Puji ibu Eunhyuk.

“Ah aniyo, Eommonim. Kau juga, bagaimana bisa tambah cantik? Sepertinya aku perlu resep awet muda darimu, Eommonim.” Balas Yoona.

“Bisa saja.” Ucap ibu Eunhyuk tersipu.

“Aboji eodiga?” Tanya Eunhyuk.

“Ia sedang keluar untuk membeli makan siang.”

“Hari ini kau tidak memasak, Eomma?” Tanya Eunhyuk.

“Ani, aku tidak sengaja membuat jari-jariku berdarah kemarin, aku tidak bisa memasak hari ini.” Jawab ibu Eunhyuk.

“Jeongmalyo!? Eyy, kau harus lebih berhati-hati, Eomma…” ucap Eunhyuk pada Eomma-nya. Yoona tersenyum melihat keakraban Eunhyuk dengan Eomma-nya.

“Jadi… apa yang kau lakukan di sini? Mengajak Yoona?” Tanya ibu Eunhyuk.

“Ah, kami ingin menonton film, tapi film itu sudah lama selesai diputar di bioskop. Jadi kami datang ke sini untuk memutar film-nya di sini.” Jawab Eunhyuk.

“Ah geurae? Seharusnya aku menyiapkan makanan ringan kalau tahu kalian akan datang. Aigoo, ayo masuk, masuk.” Eunhyuk dan Yoona masuk ke dalam rumah membuntuti ibu Eunhyuk. “Kalian ingin minum apa?”

“Tidak perlu repot-repot, Eommonim.” Jawab Yoona.

“Ah, tidak merepotkan.” Sahut ibu Eunhyuk. “Bagaimana dengan teh?”

“Gomawo, Eomma.” Ucap Eunhyuk.

“Gamsahamnida, Eommonim.” Ucap Yoona.

“Aku akan membawa minumnya, kalian santai saja di sini, eo? Aku akan masuk (ke kamarku) sehabis itu, jangan merasa terganggu.”

“Aniyo, Eommonim, kami tidak merasa terganggu.” Ucap Yoona yang dibalas senyuman Ibu Eunhyuk.

~~~~

“YA! Wae ureo?” Tanya Eunhyuk sesaat setelah film yang ia dan Yoona mencapai bagian akhir, hampir selesai, last climax scene. Kemudian ia mengusap matanya mencoba menghilangkan jejak tangisnya sebelum menoleh lagi ke arah Yoona. Eunhyuk melihat Yoona memeluk bantal sofa dan tetesan air mata jatuh di pipi manisnya. “YA!”

“Kau kira aku tidak melihatmu menangis, Oppa?” Tanya Yoona balik masih dengan air mata yang mengalir.

“Setidaknya air mataku sudah terhenti!”

“Aku sudah tahu bagaimana film ini berakhir dan ternyata Snape berbuat baik, tapi aku tetap kesal melihatnya membunuh Dumbledore!” Gerutu Yoona. Ia kemudian menghapus air matanya.

“Hm, aku juga setuju.” Sahut Eunhyuk. “Hey, kau lapar?”

“Benar juga, aku belum makan siang.”

KRUUUYUUK

Suara perut Yoona dan Eunhyuk berbunyi. Keduanya saling menatap berhadapan.

“Yeah, kita lapar.” Gumam Yoona. Saat tadi di tengah-tengah film, ibu Eunhyuk berpesan jika mereka lapar tinggal panaskan makanan yang ada di meja makan karena ia dan ayah Eunhyuk akan pergi jalan-jalan karena ada Eunhyuk dan Yoona yang bisa menjaga rumah.

Yoona berjalan agak cepat lebih dulu menuju ruang makan dan Eunhyuk berjalan di belakangnya. Yoona tidak melihat bagaimana lantai agak basah. Ia terpeleset.

“AA!” Pekik Yoona. Ia terjatuh ke belakang.

HUP

Eunhyuk menangkap Yoona dengan tepat. Kedua mata mereka saling menatap cukup intens.

.
.
.
.
.
.

To Be Continue ~

Panjang ya? Gue juga ngerasa begitu :B peran hyo, soo dan sica belum muncul? Kalau mereka muncul, gejolak badai akan muncul! (?) See ya next time on the 4th chapter ^^

 

my ttd

Advertisements

12 thoughts on “[Chapter] I Love You || Chapter 3

  1. Annyeong thor 🙂
    Maaf baru coment…
    Disini perannya Yoona akuu rasa jahat bget…
    Bkin org bhgia ga gitu caranya, stidaknya bisa dimulai dri berteman kan? Walaupun donghae oppa adalah mantannya, kan ga dgan cra ngajak balikan …

    Yg plink tersakiti disini Kyu oppa
    Aduh udh ga sbar liat Yoona kepergok Kyu Oppa
    Dan smoga Yoona ngerasain skitnya jdi Kyu oppa…
    Min akuu cuma mow ngasi saran, jgan bikin Eunhyuk oppa sukka sma yoona, biar konfliknya ga nambah kyak sinetron ntar jadinya… Cukup dgn perslingkuhan Yoona ajaa…

    Akuu jugaa ga suka peran eunhyuk oppa disini
    Disini dia seolah ngedukung yoona yg ga baik…
    Emnk sih mksudnya bkin Donghae oppa ceria lagi… Tapi ga dengan mengorbankan perasaan kyuhyun oppa kan?
    Walaupun akuu Kyuna shipper
    Tpi sifat Yoona disini akuu kurang sukaa… Ksian Kyuhyun Oppanya … Segitu sygnya tpi dibalas dgn penghianatan…
    Nnti psti skit hti bget Kyuhyun oppa sma donghae oppa kalau tau
    Bukannya bikin bhgia…
    Mlah bkin skit hti keduanya…
    Next part akuu hrp udh kebongkar min… Maaf min comentnya pnjang lebar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s