[Chapter] I Love You || Chapter 4


i love you cover

Judul: I Love You

Author: Tisa Khansa

Main Cast:
– SJ Cho Kyuhyun
– SJ Lee Donghae
– SJ Lee Hyukjae aka Eunhyuk
– SNSD Im Yoona

Side Main Cast:
– SNSD Jung Sooyeon aka Jessica
– SNSD Kim Hyoyeon
– SNSD Choi Sooyoung

Cameo:
– SJ Park Jungsoo aka Leeteuk
– SJ Kim Youngwoon aka Kangin
– SNSD Kim Taeyeon

Genre: romance, fun, cute, friendship

Length: Chapter

Rating: General

NB: KERENNNN UDAH SAMPE CHAP 4! Ya kan ya kan? Hyo sama sica belum muncul juga eh cameo nya muncul duluan–” mianhae eoh? Pertengkaran TERBESAR sepanjang dekade ini belum dimulai karena gue rasa agak terlalu cepet soalnya baru chap 4. Tapi gue pengen bikin kyuna berantem alhasil begitulah /cek chap 3/ –v broken inside kaga kelarkelar? Iya, kaga ada ide’-‘ apalagi wgm ep 8 belum dimulai haha-_- kebanyakan capciscus! Let’s gooooo! DONT FORGET TO RCL! RATE, COMMENT, LIKE!

{I only own the storyline and ideas. Those are purely from my imagination, and weren’t proved as the reality}

[Saya hanya pemilik dari plot dan ide. Itu semua adalah murni imajinasi saya, dan tidak terbukti sebagai kenyataan]

~~~~

• Last Chapter Review •

Yoona berjalan agak cepat lebih dulu menuju ruang makan dan Eunhyuk berjalan di belakangnya. Yoona tidak melihat bagaimana lantai agak basah. Ia terpeleset.

“AA!” Pekik Yoona. Ia terjatuh ke belakang.

HUP

Eunhyuk menangkap Yoona dengan tepat. Kedua mata mereka saling menatap cukup intens.

~~~~

BRAK

“Apa yang kalian berdua lakukan, hah!?” Pekik seorang namja sesaat setelah ia membanting pintu rumah orangtua Eunhyuk.

Eunhyuk refleks melepaskan pegangannya pada Yoona dan membuat Yoona terhempas ke lantai. Yoona meringis kesakitan.

“Kyu… Kyuhyun-ah…” ringis Yoona. “Ini benar-benar tidak seperti yang kau pikirkan.”

“Kau tidak perlu bicara begitu.” Ucapan Kyuhyun melembut sesaat ia mendekati Yoona. “Aku melihat semuanya, kau hanya terjatuh dan Hyukjae Hyung menangkapmu, aku tahu itu.”

“Mianhae, Kyuhyun-ah.” Ucap Eunhyuk.

“Gwenchana, Hyung.” Sahut Kyuhyun. Matanya teralih ke arah Yoona. “Appo? Mani appo?”

Yoona mengangguk dengan matanya yang mengecil, tanda ia menahan air mata untuk tidak turun. Ia duduk terjatuh.

Kyuhyun merunduk di samping Yoona kemudian menaruh kedua tangannya di bawah tubuh Yoona. Ia berdiri perlahan. Yoona ada di atas tangannya.

“Tahan sebentar, eo?” Ucap Kyuhyun. “Hyung, aku akan membawa Yoona ke rumah sakit, aku duluan, eo?”

Eunhyuk tidak menjawab. Ia melamun.

“Hyung?” Panggil Kyuhyun lagi.

“Eo? Eoh, geurae. Lebih baik kau cepat, itu pasti sakit.” Jawab Eunhyuk. “Yoona-ya, mianhae aku menjatuhkanmu.”

“Aniyo, Oppa. Gwenchana.” Sahut Yoona sebelum Kyuhyun cepat-cepat membawanya pergi.

EUNHYUK POV

“Tahan sebentar, eo?” Ucap Kyuhyun pada Yoona. “Hyung, aku akan membawa Yoona ke rumah sakit, aku duluan, eo?”

Hey, kenapa aku… kenapa aku merasa tidak suka Kyuhyun merawat Yoona seperti ini? Hey, Lee Hyukjae. Jangan bilang bahwa kau… maldo andwae!

Dia yeojachingu dari dongsaeng-mu, Hyukjae! Dia hanya yeodongsaeng yang sangat kau sayangi. Tapi… apakah itu benar?

“Hyung?” Panggil Kyuhyun padaku. Sepertinya tadi ia berkata sesuatu padaku tentang Yoona, agak samar.

“Eo? Eoh, geurae. Lebih baik kau cepat, itu pasti sakit.” Jawabku. “Yoona-ya, mianhae aku menjatuhkanmu.”

“Aniyo, Oppa. Gwenchana.” Sahut Yoona dengan sedikit senyum tergambar di wajahnya sebelum Kyuhyun cepat-cepat membawanya pergi. Senyum itu… mengapa aku menyukainya?

~~~~

Kyuhyun menurunkan Yoona di kursi penumpang bagian belakang mobilnya. Ia biarkan Yoona berbaring di sana. Yoona terlihat benar-benar kesakitan.

Kyuhyun kemudian berlari menuju pintu kursi pengemudi lalu masuk. Ia menutup pintu mobil dan menjalankan mobil ke arah yang ia tahu, Ilsan Paik Hospital yang benar-benar tidak berjarak jauh dari rumah orang tua Eunhyuk. Letaknya sama-sama di Goyang-si, Ilsan-gu.

Hanya sekitar 8 menit, Kyuhyun dan Yoona sampai di rumah sakit. Kyuhyun langsung keluar dari mobil dan membuka pintu belakang mobil lalu menarik Yoona. Kemudian Kyuhyun menggendong Yoona di punggungnya.

Kyuhyun berjalan cepat menuju rumah sakit. Kyuhyun langsung masuk dan berbicara pada resepsionis.

“Tolong, dia terjatuh ke lantai dalam posisi terduduk.” Jelas Kyuhyun.

“Silahkan baringkan ia di sini.” Resepsionis tadi berkata sesaat setelah ia melihat dua orang suster dengan sigap membawa dorongan.

~~~~

“Arrgghh!” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Ia kembali berjalan bolak-balik di depan ruang Yoona dibawa. Entah ruang apa itu, ia juga tidak tahu. Mungkin ruang operasi.

Tak begitu lama, pintu otomatis ruang operasi terbuka. Kyuhyun menoleh ke arah ruang tersebut. Seorang dokter laki-laki dan beberapa suster lainnya keluar.

“Im Yoona?” Tanya dokter tersebut.

“Ne, aku…” ucapan Kyuhyun terhenti sejenak.

KYUHYUN POV

“Ne, aku…” apakah pantas untuk kusebut diriku sebagai namjachingu dari Yoona? Kami bertengkar tadi pagi. Aku menelan ludahku perlahan. “namjachingu-nya.”

“Ah ne, Im Yoona-ssi meretakkan tulang ekornya.” Jelas dokter tersebut.

MWO? Tulang ekor? Jika itu benar berarti… Yoona lumpuh?

“NE? Jadi dia…”

“Aniyo, aniyo. Dia tidak lumpuh. Hanya meretakkan. Kami sudah mengobatinya, ia hanya perlu untuk tidak terlalu banyak bergerak. Ia bisa pulang nanti sore.”

Kelegaan menyelimuti diriku. Oh betapa bahagianya aku sekarang.

“Jadi… ia sudah dipindahkan ke ruang rawat?”

“Ne, dia ada di ruang rawat nomor 77 di ujung sana.” Oh? Di ujung sana? Kapan ia dipindahkan? Memangnya ada jalan lain selain dari pintu operasi ini?

“Ah ne, gamsahamnida.” Kyuhyun berjalan agak cepat menuju ruang rawat nomor 77.

Kyuhyun menghela nafasnya di hadapan pintu ruang rawat nomor 77. Sebanyak apa pun ia khawatir pada Yoona ia masih berpikir bahwa tadi pagi ia dan Yoona bertengkar.

“Beranikan dirimu, Cho Kyuhyun.”

KLEK

Yoona terbaring di ranjang rumah sakit. Wajahnya masih saja ceria. Senyum mengembang di bibirnya. Tapi kedua kakinya digantung agar pantatnya tidak menyentuh kasur.

Tapi sesaat setelah ia melihat Kyuhyun masuk yang muncul malah helaan nafas panjang.

“Hei.” Sapa Kyuhyun.

“Hei.” Sahut Yoona.

“Neon gwenchana?” Tanya Kyuhyun.

“Eo, geurae.” Jawab Yoona. Tiba-tiba Kyuhyun berlari dan memeluk Yoona.

“Kau bodoh! Kenapa kau tadi berada berdua saja di rumah Hyukjae Hyung? Hah?” Tanya Kyuhyun.

“Wae? Khawatir?”

“Ani!” Balas Kyuhyun. “Aku cemburu! Aku tidak suka melihatmu berduaan dengan Hyukjae Hyung!”

“Mianhae.”

“Mianhajima atau aku akan membunuhmu!” Ancam Kyuhyun.

“Hey Bodoh! ‘Itu’-ku sedang sakit bagaimana kau bisa memelukku seenaknya, hah?” Seru Yoona lalu melonggarkan pelukkannya.

“Memangnya ‘itu’-mu itu apa?” Tanya Kyuhyun yang lebih tepatnya disebut menggoda. “Kau tidak perlu malu padaku. Aku juga yang akan menjadi suamimu nanti.”

“Kata siapa? Bisa saja aku menikahi orang lain!” Ucap Yoona.

“Geurae? Aku tidak percaya. Bukankah kau sangat mencintai namja yang tampan ini?”

“Tampan? Maksudmu mirip nampan? If that so Cho Kyuhyun, you’re right.”

“Kalau kau tidak sakit entah mungkin aku sudah membunuhmu.” Ucap Kyuhyun yang mendapat tawa dari Yoona. “Masalah kita sudah selesai, eo? Aku tidak ingin memperpanjang ini semua.”

“Jika itu maumu, geurae.” Balas Yoona.

“Mauku? Kau tidak mau berbaikkan denganku?” Tanya Kyuhyun. “Yasudah aku pergi!”

“Eits, siapa bilang begitu? Kau memang sangat pemarah.” Ujar Yoona yang kemudian menahan lengan Kyuhyun.

CUP

Kecupan manis ditempatkan Yoona di pipi Kyuhyun.

“Sudah tidak marah, Cho Kyuhyun-ssi?” Tanya Yoona.

“Hapus embel-embel ‘ssi’ itu!”

“Sudah tidak marah, Cho Kyuhyun Bodoh?”

“Kau…” umpat Kyuhyun.

~~~~

“Jadi… kalian sudah berbaikan?” Tanya Yuri.

“Yeah.” Balas Yoona.

Yuri tersenyum mendengarnya. Tapi tak lama senyum itu dihapus dengan tatapan curiga dari matanya dan alis yang terangkat. “Tapi Yoong, tidakkah kau pikir agak aneh Eunhyuk Oppa mengajakmu pergi ke rumahnya? Rumah orangtuanya kalau lebih spesifik?”

“Aniya, tidak aneh. Waeyo?” Balas Yoona.

“Mungkin… dia menyukaimu, Yoong.”

“Menyukaiku? Kau pasti bercanda, Eonnie.”

“Tidak mungkin aku bercanda, Bodoh.” Jawab Yoona.

“Tapi Hyukjae Oppa tahu tentang masalah hubunganku, Kyuhyun dan Donghae Oppa. Bagaimana ia bisa memperumit keadaan dengan menyukaiku?”

“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, kan? Cinta datang tanpa peringatan, jika rasa itu ingin muncul, tidak ada yang dapat mencegahnya.”

~~~~

“Kyuhyun-ah, kau darimana saja?” Tanya Sungmin dari sofa di depan TV dorm Super Junior lantai 11.

“Tulang ekor Yoona retak, tadi aku membawanya ke rumah sakit.”

“RETAK?” Pekik Sungmin.

“Ne, Hyung-ku yang kucinta… Retak.” Jelas Kyuhyun lagi.

“Jeongmal?” Ucap Sungmin meyakinkan. Kyuhyun mengangguk.

“Kau tahu kan tadi Hyukjae Hyung mengajak Yoona jalan-jalan?” Sungmin mengangguk. “Dia mengajak Yoona jalan-jalan ke rumah orang tuanya yang di Ilsan itu, Hyung! Yang belum dipublikasikan pada orang lain selain kita.”

“YE?!” Pekik Sungmin. “Apa yang mereka lakukan di sana?”

“Aku kan membuntuti mereka, Hyung…”

FLASHBACK

KYUHYUN POV

Apa-apaan sih Hyung? Kok dia mengajak Yoona ke Ilsan? Mau kemana memangnya di Ilsan?

Eh! Bukannya ini arah ke rumah Hyukjae Hyung? Masa iya Hyung mengajak Yoona pergi ke rumah orang tuanya?

Aku sejak tadi membuntuti Hyukjae Hyung sialan yang mengajak Yoona pergi itu. Awas saja kalau mereka melakukan apa-apa aku akan membunuh Hyung.

Ternyata benar, mereka berhenti di rumah Hyukjae Hyung dan disapa oleh Eommonim, ibu-nya Hyung. Keduanya masuk ke dalam rumah sementara aku tetap di dalam mobilku, mengintip lewat jendela mobilku.

Tapi taklama Aboji, ayah-nya Hyukjae Hyung datang. Aku langsung merunduk agar ia tidak dapat melihatku. Tak beberapa lama lagi, Aboji dan Eommonim keluar bersama. Aku keluar dari mobil. Tidak mungkin aku tidak bertindak jika yeojachingu-ku hanya berdua di sebuah rumah dengan Hyung-ku.

“Oh! Kyuhyun-ah? Wairae?” Sapa Eommonim.

“Aniyo Eommonim, aku hanya sedang mampir.”

“Kenapa tidak masuk?” Tanya Aboji.

“Aku ke sini membuntuti mereka Aboji, jangan beritahu mereka ya?” Tanyaku lengkap dengan aegyo yang takpernah kukeluarkan pada siapapun. Kecuali Hyung-ku. Dan Yoona.

“Oh…” Eommonim dan Aboji terkikik pelan. “Geurae, kami akan diam. Geutji, Yeobo?”

“Eoh, geurae.” Balas Aboji.

“Boleh kan aku mengintip dari jendela sana, Eommonim?” Tanyaku meminta izin.

“Geurae, geurae.” Balas Eommonim. “Hati-hati, Kyuhyun-ah.”

“Ne, Eommonim, Aboji juga hati-hati di jalan…”

Setelah kuyakin Eommonim dan Aboji telah pergi, aku masuk ke pekarangan rumah Hyukjae Hyung dengan hati-hati kemudian terhenti di depan jendela. Aku merunduk dan mengintip segala kelakuan mereka dari jendela.

Tapi selama 2 jam yang kulihat hanya mereka sedang menonton film, dan keduanya menangis. Oh God that’s really strange.

Setelah itu keduanya berjalan ke ruang makan. Tapi tiba-tiba Yoona terjatuh. Aku sudah ingin berlari memecahkan jendela yang tepat ada di depanku itu jika aku tidak punya akal sama sekali.

Tapi kemudian yang lebih membuatku terkejut adalah Hyukjae Hyung yang menangkap Yoona. Aku tahu itu hanya Hyung yang sedang menyelamatkan Yoona sebelum Yoona terjatuh, tapi siapa namjachingu yang tidak marah melihat scene seperti itu di depan mata mereka?

Aku kemudian mendobrak pintu yang sebenarnya memang tidak dikunci dan masuk.

FLASHBACK END

AUTHOR POV

“Chakkaman, chakkaman. Jadi Eommonim dan Aboji membiarkanmu membuntuti mereka?” Tanya Sungmin.

“Ohya! Itu aku lupa ceritakan. Aku juga memberitahu mereka kalau Yoona adalah yeojachingu-ku tentunya.”

“Pantas, kalau tidak begitu mereka pasti mengira kau gila karena mengintip dan membuntuti seorang yeoja dan anak bungsu mereka.”

~~~~

Eunhyuk sedang bermain ke dorm lantai 12. Ia tampak terdiam di atas sofa.

“Hyukkie-ya, wae geurae?” Sapa Donghae yang kemudian merangkul Eunhyuk. Eunhyuk terkejut.

“Ani.” Balas Eunhyuk.

“Tapi kulihat dari tadi kau tersenyum-senyum. Apa kau menyukai seorang yeoja? Nuga?” Tanya Donghae setengah menggoda.

“Iya sekarang aku menyukai seseorang.” Jawab Eunhyuk malu-malu.

“Nuga? Nuga?” Tanya Donghae antusias.

“Ia dongsaeng yang tak akan pernah bisa aku raih.”

“Wae?”

“Ia punya namjachingu.” Balas Eunhyuk.

EUNHYUK POV

“Wae?” Tanya Donghae padaku.

“Ia punya namjachingu.” tepatnya dua namjachingu.

“Kenapa kau tidak merebutnya?” Bagaimana aku bisa merebutnya jika namjachingu yeoja itu adalah temanku dan dongsaeng-ku?

“Aku tidak bisa.” Tentu tidak bisa, bagaimana caranya aku setega itu untuk merebut Yoona darimu atau pun dari Kyuhyun? Kalian berdua pasti akan membunuhku cepat atau lambat.

~~~~

AUTHOR POV

From: GaemGyu
Hey bodoh, belum tidur?

Yoona tersenyum membaca SMS tersebut. Rasanya tadi pagi ia baru bertengkar dengan Kyuhyun tapi sekarang ia sudah berbaikan dengannya.

To: GaemGyu
Belum T^T aku bosan

“Huahhh..” Yoona menguap kemudian membanting dirinya di kasur miliknya. “Argh my butt! Aish!”

“Ada pesan dari GaemGyu! Ada pesan dari Gaem…”

“SHUT UP YOU IDIOT!” Maki Yoona pada handphone-nya sendiri. Ia membalikkan tubuhnya menjadi tengkurap.

From: GaemGyu
Kau harus tidur, nyonya Cho!

Yoona menekan tombol ‘call’ yang ada di kontak nomor Kyuhyun. Taklama Kyuhyun mengangkat.

“Wae?” Sapa Kyuhyun.

“HUAAAAA!” Teriak Yoona ke arah telepon, yang ia sangat beruntung karena para Eonnie-nya dan Seohyun tidak mendengarnya.

“Wae, wae?” Tanya Kyuhyun panik.

“APPOOOO!” Seru Yoona lagi.

“‘Itu’-mu?” Tanya Kyuhyun lagi.

“HU-UH!” Jawab Yoona dengan anggukan yang padahal tidak dapat dilihat Kyuhyun.

“Tidurnya sambil tengkurap.” Usul Kyuhyun.

“SUDAH.”

“Mau kupijat?” Tanya Kyuhyun dengan nada menggodanya.

“YOU LITTLE BYUNTAE!” Maki Yoona.

“Lagi kau mengeluh ‘sakit, sakit’ terus.” Cibir Kyuhyun.

“Namjachingu macam apa kau, hah?” Maki Yoona.

“Namjachingu yang tampan, pintar dan populer. Yeah, that’s me.” Sahut Kyuhyun.

“Kau…” umpat Yoona. “Aku membencimu! Akan aku kututup.”

“HAJIMA!” Seru Kyuhyun. “Bagaimana? Masih sakit?”

“Tentu saja bodoh. Mungkin tiga hari lagi akan sembuh.” Jawab Yoona.

“Cepat sembuh.” Ucap Kyuhyun. “Lebih baik kau tidur sekarang.”

“Geurae.”

“Jaljja…, saranghae.” pamit Kyuhyun.

“Eo, jaljja. Nado.”

KLIK

~~~~

“Kyuhyun-ah… ireona!” Panggil Leeteuk.

“Wae ddo?” Tanya Kyuhyun masih dari balik selimutnya.

“Mianhae…!” Ucap Leeteuk kemudian memeluk Kyuhyun.

“YA Hyung! Neo waeirae?” Tanya Kyuhyun. “Kau sakit?”

“Ani!” Balas Leeteuk gemas. “Kudengar dari si monyet…”

“HYUNG AKU DENGAR!” Seru Eunhyuk yang merasa dibicarakan.

“MIANHAE!” Balas Leeteuk. “Kudengar dari Hyukjae, kau bertengkar dengan Yoona kemarin.”

“Itu semua gara-gara kau, Hyung!” Balas Kyuhyun.

“Nah makanya aku minta maaf.” Jawab Leeteuk. “Masalahmu dengan Yoona juga sudah selesai, kan? Begitu pula dengan masalah Youngwoon dan Taeyeon.”

“Oh geurae?” Balas Kyuhyun. “Tapi Hyung, kau… benar-benar tidak menyukai Taeyeon?”

“Yeah, tentu. Kenapa aku harus menyukainya?”

~~~~

“Yoongie-ya, neon eodi?” Tanya Donghae dari handphone-nya. Ia sedang berjalan di koridor SM bersama sahabat sejatinya Eunhyuk.

“Eoh? Aku… sedang latihan bersama Eonnie, waeyo?” Tanya Yoona.

“Aku boleh mampir?”

“Mampir?” Gumam Yoona perlahan. Ia tampak ragu, terdengar sedang berpikir.

“Mungkin ia sibuk, Hae-ya.” Ucap Eunhyuk pada Donghae.

“Kau sibuk?” Tanya Donghae lagi.

“Aku sedang latihan, Oppa.” Ucap Yoona dengan nada bersalah. “Mianhae.”

“Oh geurae? Gwenchana. Telepon aku kalau sudah selesai, eo?”

“Hm, Oppa annyeong.”

EUNHYUK POV

“Oh geurae? Gwenchana. Telepon aku kalau sudah selesai, eo?” Kulihat Donghae bertanya pada Yoona. Yoona tidak akan membiarkanmu datang ke tempat latihan SNSD tentunya, para anggota-nya kan hanya tahu bahwa ia pacaran dengan Kyuhyun.

Tapi… mengapa aku malah senang melihat Donghae tidak bisa bebas menghubungi Yoona sementara aku bisa? Mengapa aku malah ingin melihatnya dan Kyuhyun tidak berdekatan dengan Yoona? Kyuhyun sangat mencintai Yoona, kau tahu itu, Lee Hyukjae bodoh! Bagaimana aku bisa berpikir seperti ini?

Aku kan sudah sepakat dengan Sungmin Hyung untuk menjaga Kyuhyun dan Yoona agar tetap bersatu! Donghae itu sahabatmu, Kyuhyun itu adikmu, Yoona itu adik perempuan tomboi yang selalu kau inginkan! Ada apa denganmu, Hyukjae? Kau sama sekali tidak boleh menyukai Yoona. Sama sekali tidak boleh.

“Lee Hyukjae!” Seru Donghae dari sampingku. “Museun niriya?”

“Ah, ani, ani.” Jawabku.

~~~~

AUTHOR POV

PUK

“Yoong, wae geuraenya? Kenapa kau bilang kita sedang latihan?” Tanya Yuri sambil menepuk pundak Yoona pelan kemudian duduk di samping Yoona. Yoona masih tidak menjawab. “Donghae Oppa-ga?”

Yoona mengangguk. “Ne, yang lain tidak tahu aku berpacaran dengan dua orang, hanya kau dan Hyukjae Oppa yang tahu. Aku tidak bisa membiarkan Donghae Oppa datang ke sini, ke dorm kita.”

“Kau benar. Jangan sampai anggota yang lain tahu tentang ini.” Balas Yuri.

Sementara seorang yeoja dari luar kamar Yoona dan Yuri mendengarkan percakapan serius kedua pemilik kamar. Yang mendengarkan hanya dapat membiarkan helaan nafas berat keluar dan wajah sedih yang membara.

~~~~

SNSD tengah mengobrol dan menonton TV bersama di ruang TV. TV yang tengah menayangkan channel SBS dengan variety show Running Man membuat mereka tertawa terbahak-bahak.

Tiba-tiba seseorang berdiri dari duduknya dan menggenggam lengan Yoona. Yuri yang melihatnya langsung menoleh.

“Yoona-ya, aku ingin bicara padamu sebentar.” Jessica. Wanita ini adalah Jessica.

Jessica menarik Yoona pelan ke arah kamarnya kemudian mereka masuk ke dalam kamar tersebut. Keduanya duduk di kasur Jessica.

“Wae geuraeyo… Eonnie?” Tanya Yoona agak gugup. Setahunya, Jessica menyukai Donghae. Ia takut Jessica mendengar pembicaraannya dengan Yuri.

“Aku minta maaf, aku tahu hubungan rahasiamu dengan Donghae Oppa di belakang Kyuhyun Oppa.” Jawab Jessica. Mata Yoona terbelalak.

“Eonnie, kau… mendengar pembicaraanku… dengan Yuri Eonnie?” Tanya Yoona takut-takut.

“Aniya, aniya!” Bantah Jessica cepat. “Sooyoungie-ga… ia mendengarnya. Ia sangat menyukai Donghae Oppa. Makanya saat ia tahu kau putus dengan Donghae Oppa dan berpacaran dengan Kyuhyun Oppa, ia senang sekali.”

YOONA POV

“Sooyoungie-ga… ia mendengarnya. Ia sangat menyukai Donghae Oppa. Makanya saat ia tahu kau putus dengan Donghae Oppa dan berpacaran dengan Kyuhyun Oppa, ia senang sekali.”

Maldo andwae! Sooyoung Eonnie? Menyukai Donghae Oppa?

Aku tahu Sica Eonnie dekat dengan Sooyoung Eonnie karena mereka teman satu kamar, tapi Sooyoung Eonnie jelas-jelas lebih dekat denganku. Kemarahan atau kesedihannya tidak mungkin ia sembunyikan dariku. Ia pasti sudah menumpahkannya padaku. Maldo andwae.

“Setiap malam ia bercerita padaku bagaimana ia sangat menyukai Donghae Oppa.” Jinjja? Maldo andwae… “Ia sedih sekali dan menceritakan apa yang ia dengar darimu dan Yuri padaku. Aku tidak mau membuatnya sedih.”

AUTHOR POV

“Ia sedih sekali dan menceritakan apa yang ia dengar darimu dan Yuri padaku. Aku tidak mau membuatnya sedih.” Ujar Jessica.

“Ne?” Gumam Yoona.

“Jadi… bisakah kau ceritakan padaku jika kau ingin pergi berkencan dengan Donghae Oppa atau saat dengan Kyuhyun Oppa? Jika kau bercerita padaku, aku mungkin bisa mengelabui Sooyoung tentang kencanmu itu.” Usul Jessica. Yoona mengangguk-angguk setuju.

“Baiklah, Eonnie.” Jawab Yoona pasti.

~~~~

“Yoona-ya!” Panggil Sooyoung pada Yoona. Ia kemudian merangkul gadis yang sedikit lebih pendek darinya itu.

“Ne… Eonnie?” Tanya Yoona ragu.

“Aku tadi melihat Sica Eonnie berbicara denganmu.” Ucap Sooyoung.

“N… nne? Geuraeseo?” Tanya Yoona lagi.

“Aku tahu tentang hubunganmu dengan Donghae Oppa dan Kyuhyun Oppa.” Gumam Sooyoung.

YOONA POV

“Aku tahu tentang hubunganmu dengan Donghae Oppa dan Kyuhyun Oppa.” Gumam Sooyoung.

“NE? Kau mendengar pembicaraanku dengan Yuri Eonnie?” Tanya Yoona. Sooyoung menggeleng.

“Sica Eonnie mendengarnya lalu kemudian ia menceritakannya padaku. Kau tau sebanyak apa Sica Eonnie senang saat ia tahu kau putus dengan Donghae Oppa sembilan bulan yang lalu, kan? Ia menjadi sedih saat mendengar kau memacari dua orang termasuk Donghae Oppa.” Ucap Sooyoung.

Maldo andwae. Kenapa Sooyoung Eonnie menceritakannya 360 derajat berbeda dari cerita Sica Eonnie?

“Tolong jaga perasaan Sica Eonnie, ia sangat rapuh, kau tahu?” Aku mengangguk saja mendengarnya.

Siapa di antara mereka yang berbohong padaku? Dan… mengapa salah satu di antara mereka harus berbohong?

~~~~

AUTHOR POV

“Yoong, mianhae aku tidak bisa mengajakmu jalan-jalan hari ini.” Ucap Kyuhyun dari ujung telepon.

“Gwenchana, aku juga sedang lelah.” Sahut Yoona. “Kau sibuk?”

“Eo,” balas Kyuhyun. “mianhae.”

“Gwenchana-tanikka! Aku tahu kau sibuk.”

“Sekali lagi maaf.” Ujar Kyuhyun tulus. “Saranghae.”

“Saranghae.”

KLIK

“Huh… kurasa ia memang sibuk.” Keluh Yoona. “Bagaimana dengan Donghae Oppa? Peduli sedikit tidak ada salahnya, kan?”

KRRRR

KRRR

KRR

TUT TUT TUT

“Hmm kurasa ia juga sibuk.” Gumam Yoona.

~~~~

“Jadi kau membuat Donghae Oppa dan Kyuhyun Oppa menjauhi Yoona? Mengapa kau jahat sekali?” Pekik seorang wanita pada wanita yang ada di hadapannya. Wanita yang mendengar pekikkan itu langsung terkejut bukan main.

“Siapa bilang aku melakukan itu!?” Balas wanita itu kemudian menoleh ke arah wanita yang ada di belakangnya.

“Ggeojimal hajima. Aku dengar semuanya! Aku dengar bagaimana kau membohongi Yoona. Bagaimana kau bisa melakukan itu padanya?”

“Huh… membohongi, ya? Pantaskah itu disebut membohongi? Membohongi seseorang yang juga telah banyak berbohong… apakah itu salah?” Tanya wanita yang diteriaki oleh wanita di belakangnya tadi.

“Kau menggunakan namaku untuk membohonginya! Kau tau? Aku mendengar pembicaraanmu dengan Yoona tadi!”

“Aku tidak bersalah. Aku hanya membalaskan dendam Kyuhyun Oppa dan Donghae Oppa yang dibohongi oleh Yoona.”

“Mereka tidak akan pernah dendam pada Yoona! Mereka berdua sangat mencintai Yoona, tidakkah kau mengerti itu?” Seru wanita yang berada di belakang wanita yang tengah mengintip Yoona.

“Lalu bagaimana denganmu? Tidakkah kau dendam pada Yoona? Yoona yang selalu mendapat perhatian dimanapun, yang selalu dipuji sebagai anggota girlgroup tercantik, yang disebut ratu CF. Dan… yang merebut Eunhyuk Oppa darimu?” Balas wanita yang berada di depan, membelakangi wanita yang meneriakinya tadi.

Wanita yang berada di bagian belakang itu tertegun. Wanita yang berada di depan kembali buka mulut. “Jadi kau juga sadar ya bahwa Eunhyuk Oppa mulai jatuh hati pada Yoona? Siapa sih yang tidak merasa aneh dengan perlakuan Eunhyuk Oppa pada Yoona?”

“Aku… aku tidak akan dendam pada Yoona! Ia adalah dongsaeng-ku, dan aku lebih memilihnya dibanding Eunhyuk Oppa.” Jawab wanita yang diserang dengan kalimat tajam oleh wanita yang berdiri di depannya tersebut.

“Oh benarkah? Lihat saja, saat aku mulai membuat Eunhyuk Oppa jatuh cinta pada Yoona. Lebih dalam.”

“Aku tidak peduli. Aku lebih menyayangi Yoona daripada Eunhyuk Oppa.”

“Jessica, Sooyoung! Sedang apa kalian? Ayo cepatlah! Kalian berdua ada schedule sekarang!” Seru manager SNSD pada dua orang wanita yang mengintip Yoona tadi.

“Ne, Oppa!” Sahut Jessica dan Sooyoung bersamaan. Keduanya bertatapan dengan tajam kemudian berlari menuju manager SNSD yang memanggil mereka.

~~~~

KYUHYUN POV

Apa-apaan sih si tua bangka itu memberikanku pekerjaan untuk trainee ini? Memfotokopi data peserta audisi? Benar-benar tidak dapat dipercaya.

Karena si tua bangka itu menyuruhku untuk memfotokopi data ini aku jadi tidak dapat pergi dengan Yoona hari ini. Aish… jika ia bukan pemilik SM entah apa yang akan terjadi. Mungkin aku sudah membunuhnya.

Aku memfotokopi data peserta audisi yang jumlahnya ratusan untuk audisi mingguan SM yang akan diadakan Sabtu depan. Sebelum memfotokopi aku melihat-lihat lembaran-lembaran berisi foto, biodata dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan peserta.

KLIK

Tiba-tiba aku mendengar suara handycam yang baru ditekan tombol start-nya. Aneh. Aku kemudian berhenti sejenak dalam aktifitas melihat-lihat data peserta audisi ini. Tak lama setelah aku memastikan bahwa tidak ada yang membuntutiku, aku melanjutkannya.

“Oh? Anak-anak ini cantik.” Gumamku. Aku kemudian membaca biodatanya. “Seulgi? Wendy?”

Aku kemudian melanjutkan acara fotokopi data, dan setelah selesai aku bergegas pergi ke lantai atas untuk memberikan berkas data ini kepada si tua bangka Lee Sooman Seongsaenim. Jika aku selesai memberikan ini kepadanya, maka tugasku hari ini selesai.

Huh, ini benar-benar aneh… Seongsaenim baru kali ini memberikanku pekerjaan fotokopi.

~~~~

EUNHYUK POV

“Hae-ya… mwohae?” Sapaku pada Donghae. Aku melihatnya tengah berpikir keras di depan keyboard yang ada di kamar Jungsoo Hyung. “Eh? Bekerja?”

“Seongsaenim menyukai hasil kerja “Y”, maka dari itu ia memintaku untuk menulis dan meng-aransemen lagu lagi.”

Maldo andwae! Mereka (SM) bahkan menghambat kami dalam menulis lagu, mengapa Seongsaenim kali ini meminta Donghae menulis lagu?

“Lee Sooman Seongsaenim-ga?” Donghae mengangguk. “Ia memintamu?”

“Ne, Lee Hyukjae… sekarang aku sedang berpikir. Jadi jika kau tidak keberatan tinggalkan aku sendiri, eo?” Pinta Donghae. Aku mengangguk kosong.

“Geurae.” Balasku. Ada yang janggal…

.
.
.
.
.
.
.

Chap 4 di sini ^^ mulai ngerti jalan ceritanya? Wuakakak bagi gue nih ff keren >< bahkan broken inside belum jadi 3 chap ini udah ajdi 4 ~ konfliknya baru setengah diperlihatkan… setengah lagi belum dijelasin ~

Bisa nebak siapa yang bohong di antara Soo sama Sica? Weh gue berpikir panjang buat bikin salahsatu dari mereka bohong. Hyo belum muncul-muncul? Unexpectedly nanti dia bakal muncul kok. Just wait for it ~~

Pls RCL! ff ini satu-satunya ff buatan gue yang konfliknya asik /bagi gue/. So I need your support! All of you, fellow musketeers T^T

Advertisements

6 thoughts on “[Chapter] I Love You || Chapter 4

  1. duhh jadi kesel sama yoona disini dia ngga konsisten banget. kalau bisa di chapter selanjutnya eunhyuk dibikin lebih nyebelin biar gimana gitu xD fighting~ ditunggu kelanjutannya

  2. Ga suka bget sifatnya yoona disini, plin plan
    Ksian Kyuhyun oppa
    Next chapt donghae yoona harus putus yah thor

    Sekali-sekali yoona harus diberi pelajaran, biar cemburu dengan kyuhyun
    Criin cast buat bikin yoona cmburu dgn kyuhyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s