[Chapter] I Love You || Chapter 5


i love you cover

Judul: I Love You

Author: Tisa Khansa

Main Cast:
– SJ Cho Kyuhyun
– SJ Lee Donghae
– SJ Lee Hyukjae aka Eunhyuk
– SNSD Im Yoona

Side Main Cast:
– SNSD Jung Sooyeon aka Jessica
– SNSD Kim Hyoyeon
– SNSD Choi Sooyoung

Cameo:
– SJ Park Jungsoo aka Leeteuk
– SJ Kim Youngwoon aka Kangin
– SNSD Kim Taeyeon

Genre: romance, fun, cute, friendship

Length: Chapter

Rating: General

NB: holaaa comeback dengan ily chap 5 ❤ lope lope dah, gue tau gue keren :* banyak misteri yang belum keungkap /?/, kan? Keren? Ngerasa nonton drama? Gue yang kebanyakan nonton drama sama sinetron sctv -..- haha galucu emang. Gue perlu comment dan like! Kritik juga boleh! KEEP SUPPORT + RCL TSKHKYUNAMUSKETEERS, YO? Let’s cekidot, kyuna ship!

{I only own the storyline and ideas. Those are purely from my imagination, and weren’t proved as the reality}

[Saya hanya pemilik dari plot dan ide. Itu semua adalah murni imajinasi saya, dan tidak terbukti sebagai kenyataan]

~~~~

• Last Chapter Review •

EUNHYUK POV

“Donghae-ya… mwohae?” Sapaku pada Donghae. Aku melihatnya tengah berpikir keras di depan keyboard yang ada di kamar Jungsoo Hyung. “Eh? Bekerja?”

“Seongsaenim menyukai hasil kerja “Y”, maka dari itu ia memintaku untuk menulis dan meng-aransemen lagu lagi.”

Maldo andwae! Mereka (SM) bahkan menghambat kami dalam menulis lagu, mengapa Seongsaenim kali ini meminta Donghae menulis lagu?

“Lee Sooman Seongsaenim-ga?” Donghae mengangguk. “Ia memintamu?”

“Ne, Lee Hyukjae… sekarang aku sedang berpikir tentang lagu baru. Jadi jika kau tidak keberatan tinggalkan aku sendiri, eo?” Pinta Donghae. Aku mengangguk kosong.

“Geurae.” Balasku. Ada yang janggal…

~~~~

AUTHOR POV

Eunhyuk dengan cepat berjalan melewati koridor SM. Ia bergegas menuju ruang latihan Super Junior. Saat sampai, ia langsung masuk.

Eunhyuk mengambil tasnya yang memang ia tinggalkan di ujung ruang latihan. Mengobrak-abrik tasnya sendiri, ia akhirnya menemukan barang yang ia cari. Handphone-nya.

Ia menyusuri phonebook di handphone-nya dan menemukan nama yang ia cari. Ia langsung menekan tombol call.

KRRR

KLIK

“Yeoboseyo? Waeyo, Oppa?” Sapa seorang wanita di ujung telepon.

“Kau… kau melakukan sesuatu, eoh!?” Pekik Eunhyuk.

“Melakukan sesuatu…? Apa?” Tanya wanita itu heran, bingung.

“Jangan berbohong! Kau sangat menyukai Donghae lalu kau entah darimana mengetahui rahasia hubungan Yoona. Kemudian kau membuat Donghae sibuk, bukan? Agar ia lama kelamaan menjauh Yoona!” Seru Eunhyuk.

“Itu bukan aku, Oppa… jeongmalyo. Aku berani. Berani bersumpah bahwa bukan aku yang melakukannya tapi yang melakukannya adalah…”

“Geumanhae! Masih beraninya kau mengelak? Saudara macam apa kau ini? Ini bukan salah Yoona!” Seru Eunhyuk lagi.

“Aku…” kalimat wanita itu tersendat, ia terisak. Lelehan airmata tampaknya jatuh menjatuhi pipinya. “benar-benar tidak melakukannya, Oppa…”

“Aish!” Gerutu Eunhyuk.

KLIK

Eunhyuk kemudian memutuskan teleponnya secara sepihak. Ia mengacak rambutnya sendiri kesal.

“Aku tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti Yoona. Selamanya.” Gumam Eunhyuk.

~~~~

Pagi ini Yoona habiskan di dorm, ia tidak ada schedule. Ia sedang menunggu telepon dari Kyuhyun maupun dari Donghae. Sudah berjam-jam ia melakukan itu. Menonton TV di ruang tengah, lalu melihat-lihat isi kulkas, bahkan aerobik.

“Hey Yoong, ada apa denganmu?” Tanya Tiffany yang melihat Yoona terus-terusan mondar-mandir di ruang tengah. Keduanya sedang bebas karena tidak ada schedule, tapi Yoona ada syuting CF nanti sore.

“Bosan, Eonnie…” balas Yoona sambil mengangguk-anggukan kepala.

“Yakin tidak demam?” Tanya Tiffany.

“Eonnie!” Pekik Yoona.

“Mianhae, mianhae.” Sahut Tiffany. “Kenapa kau tidak bermain ke tempat Minho?”

“Minho?” Tanya Yoona.

YOONA POV

“Mianhae, mianhae.” Sahut Fany Eonnie. Jika ia bukan Eonnie-ku entah mungkin sudah ku knee-kick dia. “Kenapa kau tidak main ke tempat Minho?”

“Minho?” Tanyaku. Ah benar! Aku bisa main ke tempat Minho. Mereka pasti merindukanku.

“Eo, Minho. SMS dia saja.” Usul Fany Eonnie.
Benar juga lebih baik aku SMS Minho. Apakah dia sibuk?

To: Uri Minho (>̯﹏<)
Minho-ya…, kau sibuk?

“Sudah?” Tanya Fany Eonnie. Aku mengangguk.

KRR
KRRR

From: Uri Minho (>̯﹏<)
Sibuk? Tidak. Aku sedang sendirian di dorm… waeyo, Noona?

Yeah my lucky day! Kalau Minho ada di dorm-nya aku bisa bermain dengan puas bersamanya.

To: Uri Minho (>̯﹏<)
Aku akan ke sana, jadi jangan pergi kemana-mana! Jangan pergi dari dorm-mu! Arraseo?

“Jjalkka (Kkajima). Haengbok…” tiba-tiba ringtone handphone-ku berbunyi dengan lagu G.O.D menandakan ada telepon masuk yang bukan dari Kyuhyun.

KLIK

“Yeob…”

“NOONA…!” Pekik seorang namja memotong ucapanku dari ujung telepon yang kuyakini adalah Minho.

“Wae?” Balasku.

“Kau kan ada syuting nanti sore!” Seru Minho, lebih tepatnya memekik.

“Tak bisakah kau pakai nada yang lebih sopan padaku?” Jawabku sarkastik. “Bagaimana pun juga aku lebih tua darimu.”

“Lebih tua satu tahun tidak ada gunanya kan, Noona? Seperti yang selalu kau lakukan pada Kyu Hyung. Memanggilnya ‘Kyuhyun-ah, Kyuhyun-ah’, masih bagus aku memanggilmu Noona.” Balas Minho. Anak ini…

“Itu berbeda! Kau ingin dibunuh hah, brengsek?” umpatku. Terdengar gelak tawa dari Minho. “Wae? Jangan tertawa!”

“Kau kan beda dua tahun dengan Kyu Hyung, dan aku berbeda setahun denganmu.”

“MINHO…!” Pekikku.

“Mianhae, mianhae. Yasudah Noona, ayo main saja ke sini.”

“Benar ya?” Tanyaku.

“Ne, ne.” Balas Minho.

“Tapi aku mau main sampai sore, jadi kau harus menemaniku sampai sore, ok?”

“Ah Noona…” keluh Minho. “Kenapa tidak minta Kyu Hyung untuk menemanimu saja?”

“Dia sibuk.” Balasku singkat. “Jadi kau harus temani aku sampai sore, ingat itu.”

“Ne, ne, arraseo. Sekarang aku tidak perlu menjemputmu kan?” Tanya Minho.

“Aku akan datang sendiri, dasar.”

“Gomawo, Noona. Aku sedang malas untuk mengemudi sekarang.” Ucap Minho.

“Arraseo, arraseo.”

KLIK

“Bagaimana?” Tanya Fany Eonnie kemudian duduk di sampingku.

“Aku akan ke sana.” Jawabku. “Apa yang harus kupakai, Eonnie? Aku masih memakai piyama gila ini. Aku bahkan belum mandi pagi.”

“Belum mandi pagi!?” Pekik Fany Eonnie. Aku mengangguk sesaat sebelum Fany Eonnie menghela nafas. “Ini sudah jam 11 bagaimana bisa kau belum mandi pagi!?”

“Yah Eonnie, kau tau dongsaeng-mu yang paling cantik ini…”

AUTHOR POV

“Yah Eonnie, kau tau dongsaeng-mu yang paling cantik ini…”

“Geuman, geuman.” Tolak Tiffany memotong kalimat Yoona. “Aku tidak mau mendengar ocehan sombongmu itu.”

Yoona tergelak keras mendengarnya. “Kalau begitu beritahu aku apa yang harus kugunakan. Aku tidak punya ide.”

“Aish, katamu selera fashion-mu lebih baik dariku.” Sahut Tiffany kemudian beranjak ke arah kamar Yoona dan Yuri diikuti dengan Yoona di belakangnya.

“Dibilang sedang tidak ada ide. Jika ada pasti aku sudah mandi sekarang.”

“Arraseo, arraseo. Dasar berisik.” Ucap Tiffany. “Sebentar, biar aku lihat lemarimu.”

“Bagaimana dengan itu, Eonnie?” Usul Yoona sambil menunjuk ke arah sweater biru tua tebal dengan angka 7 menghias di tengahnya.

“Terlalu tebal, ini masih September.”

“Hampir Oktober tepatnya.” Ucap Yoona mengoreksi tapi tidak ditanggapi Tiffany.

“Oh! Ini cukup bagus!” Tiffany mengeluarkan sweater putih tipis dengan pundak semi see-trough dan skinny jeans biru muda dari lemari Yoona.

“Hmm, selera yang cukup bagus darimu, Eonnie. Baiklah, aku akan pakai itu.” Yoona mengangguk kemudian bergegas menuju kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.

~~~~

KRRR
KRR

“Yeob…”

“Minho-ya, aku berubah pikiran. Aku akan menjemputmu, jadi kita akan keluar.”

“Keluar? Jalan-jalan maksudmu!?”

“Eo, aku sedang perlu refreshing, kau tidak sibuk kan? Eo, eo? Aku tunggu di basement apartemen-mu. Arraseo?”

“Tapi, Noona…”

KLIK

Yoona kemudian mengantongi handphone dengan silicon pink itu di kantongnya. Memang terdengar seenaknya bagi Minho yang diperlakukan seperti itu, tapi keduanya adalah noona-dongsaeng yang sangat dekat. Toh keduanya adalah sahabat dari Kyuhyun; tentu saja Yoona bukan sahabat Kyuhyun lagi sejak mereka berpacaran.

“Kau akan pergi? Kemana?” Tanya Yuri yang baru datang setelah schedule-nya selesai.

“Eonnie, aku pinjam namjachingu-mu dulu ya? Jangan salah paham. Ini karena Kyuhyun dan Donghae Oppa sibuk. Eo, eo?” Pinta Yoona.

“Minho? Pergi berdua dengannya?” Tanya Yuri tanpa respon yang jelas. Yoona mengerutkan alisnya. “Apa? Kau kira aku akan cemburu?

Yoona mengangguk. “Yakin tidak kesal? Yakin? Yakin?” Yoona menunjukkan aegyo-nya.

“Menjijikkan. Aku tidak cemburu pada tuan Choi Minho. Dia memang namjachingu-ku, tapi kau adalah sahabatku. Jadi pergilah bersamanya.”

“Jeongmal, Eonnie? Aigoo, Eonnie-ku yang ini cantik dan baik sekali… aigoo aigoo…” Yoona memeluk leher Yuri.

“Arraseo, arraseo. Aku tahu itu.” Balas Yuri. “Sekarang lepaskan leherku! Jika tidak aku akan membunuhmu. Sana pergi!”

“Gomawo Eonnie! Aku pergi dulu ya!”

~~~~

Yoona turun ke basement. Dengan cepat ia masuk ke Volkswagen Scirocco miliknya dan menancap gas mobilnya dengan kecepatan kilat menuju dorm SHINee. Letak dorm SHINee dan SNSD bertempat di distrik yang sama yaitu di Gangnam tapi dorm SHINee berada di Apgujeong sementara SNSD di Cheongdamdong.

Dengan kecepatan cukup, 100km/jam, Yoona sampai di dorm SHINee dalam waktu 8 menit karena terjebak macet. Biasanya hanya dibutuhkan waktu 4 menit untuk sampai ke Apgujeong dari Cheongdamdong. Yoona memarkirkan mobilnya di basement apartemen tempat SHINee tinggal dan tetap duduk di dalam mobil.

Ia mengetik SMS untuk Minho.

To: Uri Minho (>̯﹏<)
Minho-ya aku sudah sampai di basement. Turunlah. Scirocco putih. 5 menit!

Yoona tertidur setelah mengirim SMS tersebut.

Cukup lama kemudian seorang namja dengan coat coklat dan celana hitam panjang datang mendekati Scirocco Yoona. Ia mengetuk kaca mobil Yoona.

“Noona, bangunlah! Noona!” Panggil Minho.

“Eo?” Yoona terbangun kemudian menggeliat. “Oh! Minho?” Ia kemudian membuka kunci pintu mobil yang ada di sebelahnya, pintu untuk penumpang bagian depan.

KLEK

“Aish Noona, kalau mengantuk bukannya lebih baik jika kau tidur di dorm-mu? Kau sepertinya mengantuk.”

“Salah kau! Kubilang 5 menit, kenapa aku harus menunggu sampai 10 menit?”

“Ey Noona, aku baru saja menyelesaikan game yang disarankan Kyu Hyung padaku. Aku sudah cepat-cepat tadi.”

“Terserah kau saja.” Balas Yoona kemudian memeletkan lidahnya ber-merong ria.

“Sekarang kita mau kemana, Noona?”

“Aku lapar. Ayo kita ke COEX.” Ajak Yoona.

“Mall!?” Tanya Minho kaget. “Kau gila, Noona? Kita idol, dan COEX adalah tempat yang ramai! Kau sendiri tahu Apgujeong.”

“Oh! Aku tahu. Bagaimana dengan Kona Beans? Dekat kan?” Kona Beans memang terletak di Apgujeong.

“Kona Beans? Geurae. Di sana aman.” Ucap Minho dengan anggukan.

Keduanya memasang masker dan kacamata hitam untuk menyamarkan wajah mereka dengan ringan. Dengan cepat Yoona menancap gas melesat menuju Kona Beans.

~~~~

Yoona dan Minho sampai di depan Kona Beans. Keduanya masuk ke dalam dan berdiri di depan kasir, memilih pesanan mereka masing-masing. Setelah selesai memilih, mereka kemudian mencari tempat duduk.

“Nama samaran macam apa itu? Choi Minah?” Yoona tergelak. Mereka memesan pesanan dengan nama samaran ‘Choi Minah’ jadi nanti saat pesanan mereka sudah siap dan pelayan memanggil nama pemesan tidak akan ada yang menoleh atau pun meminta foto dan tanda tangan.

“Bukankah bagus? Choi Minah, gabungan dari Choi Minho dan Im Yoonah.”

“Kenapa tidak Im Yoonho? Kenapa kau dapat dua bagian, Choi dan Min sementara aku hanya dapat Ah?” Tanya Yoona kemudian menggembungkan pipinya.

“Aigoo kyeopta.” Goda Minho kemudian mengacak rambut Yoona.

“Dasar tidak sopan! Aku ini Noona-mu!” Bentak Yoona kemudian merapihkan rambutnya.

“Tapi kau tidak terlihat seperti Noona-ku, Noona.”

“Apakah itu sebuah pujian bahwa aku terlihat muda?” Tanya Yoona.

Minho menggeleng. “Pujian karena kau marah-marah karena jatah nama samaran seperti anak TK.”

Melihat Minho memeletkan lidahnya, Yoona seperti kehilangan rasionalitasnya kemudian mencubit pipi Minho.

“Balasan yang sepadan untukmu!” Balas Yoona kemudian ikut-ikutan memeletkan lidahnya.

“Pesanan untuk Choi Minah-ssi!” Seru pelayan yang berdiri di belakang kasir. Yoona dan Minho terkikik sendiri mendengar ‘Choi Minah’.

“Biar aku yang ambil.” Ucap Yoona. Ia kemudian berjalan menuju kasir.

“Choi Minah-ssi?” Tanya pelayan tersebut memastikan.

“Ne.”

“Ne, ini pesanannya. Totalnya 32.000 won.” Yoona mengambil dompetnya dari kantung jeans-nya dan mengeluarkan dua lembar 20.000 won. “Kembaliannya 8000 won, gamsahamnida.”

“Gamsahamnida.” Ucap Yoona kemudian membungkuk sedikit dan membawa nampan berisi dua minuman dan dua makanan itu ke arah meja tempat ia dan Minho duduk.

“Gomawo Noona.” Ujar Minho kemudian mengedipkan mata kirinya.

“Eyy, tidak cocok dengan image flaming charisma-mu. Geumanhae.” Sahut Yoona.

“Ojjaetdeun, gomawo.” Minho tersenyum.

“Aiih, kau tampan sekali…” ucap Yoona.

“Aku tahu aku tampan kok, Noona.” Balas Minho.

“Geunyang mogo!” Suruh Yoona.

“Arraseo, arraseo.” Sahut Minho dengan senyuman.

~~~~

“Kita pergi kemana lagi Noona?” Tanya Minho.

Keduanya tengah berjalan kaki di trotoar Cheongdamdong, dengan mobil Yoona diparkirkan di sebuah taman di dekat sana. Yoona ingin berjalan kaki dan Minho hanya bisa mengikuti keinginan Yoona.

Kedua tangan Minho dan Yoona menggenggam erat satu sama lain. Musim gugur sudah berubah agak dingin di Korea, ini sudah akhir September seperti yang dikatakan Yoona.

“Tempat apa yang asik untuk jalan-jalan, ya?” Gumam Yoona.

“Aish Noona, kau mengajakku keluar tapi tidak tahu mau kemana!?” Seru Minho.

“Eo, aku hanya bosan jadi aku meneleponmu tadi.” Balas Yoona masih dengan wajah berpikir keras.

“Kau benar-benar…”

“Hey. Sepertinya aku mendengar sesuatu. Diamlah sebentar.” Ucap Yoona memotong kalimat Minho.

“Mmphhh…”

“Suara apa? Darimana?” Tanya Minho bingung.

“Dari gang sini.” Jelas Yoona. Di depan kiri mereka ada gang kecil tempat kotak-kotak sampah ditaruh dan setiap hari petugas sampah akan mengambilnya.

“Mmphhh…”

“Tidakkah itu hanya suara petugas yang sedang mengambil sampah yang ada?” Tanya Minho.

“Petugas datang pada malam hari, Bodoh.” Jawab Yoona. “Ayo kita lihat. Suaranya aneh.”

Yoona menarik Minho untuk mengintip ke dalam gang. Minho di belakang Yoona hanya dapat mengikuti Noona kesayangannya itu; setelah Yuri tentunya, yang notabenenya adalah yeojachingu-nya.

Di dalam gang itu ternyata terdapat sepasang namja dan yeoja tengah berciuman. Minho langsung menarik tangan Yoona untuk berhenti mengintip.

“Ayolah Noona, itu hanya sepasang kekasih yang tengah berciuman. Ada apa denganmu?” Tanya Minho.

“Suara namja yang ada di gang itu terdengar sangat familiar, maka dari itu aku mengajakmu untuk melihatnya. Sebentar. Aku ingin memastikan bahwa namja itu bukan Kyuh…”

“Yoona?” Panggil namja yang baru keluar dari dalam gang.

“Kyu… Kyuhyun? Kau… kau… bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?” Tanya Yoona terbata-bata. Airmata memenuhi mata Yoona. Ia langsung menundukkan kepalanya, dengan Minho di sampingnya berusaha mengajak Yoona pergi.

“Ini benar-benar tidak seper…”

“Aku berpacaran dengan Kyuhyun Oppa sekarang. Wae? YOONA?” Tanya seorang yeoja di samping Kyuhyun memotong kalimat Kyuhyun. Suara yeoja yang sangat familiar untuk Yoona.

“Noo… Noona, sebaiknya kau jangan mengangkat kepa…” Minho berusaha mencegah Yoona untuk melihat siapa yeoja yang mengatakan kalimat yang menusuk Yoona tadi. Tapi terlambat.

“EONNIE?” Pekik Yoona. Ia jatuh di lututnya. Minho memegang kedua pundak Yoona erat.

Di depan mereka ada Kyuhyun yang berusaha membantu Yoona yang menangis dan… Hyoyeon yang tersenyum sinis.

“Menjauh dari Noona!” Bentak Minho pada Kyuhyun. “Kau… menghancurkan kepercayaanku padamu untuk menjaga Yoona Noona. ENYAH DARI SINI!”

“Yoona, aku benar-benar tidak…”

“SUDAH KUBILANG ENYAH, BRENGSEK!” Seru Minho memotong ucapan Kyuhyun. Ia kemudian membantu Yoona berdiri. “Ayo Noona, aku akan mengantarmu ke mobilmu.”

“YOONA! Dengarkan aku dulu!” Seru Kyuhyun memanggil Yoona yang sudah berjalan menjauh dengan langkah yang tertatih-tatih. Ia baru saja berancang-ancang untuk berlari mengejar Yoona, tetapi sepasang lengan tiba-tiba melingkar di lengannya.

“Kenapa? Mau pergi, Oppa?” Tanya Hyoyeon pada Kyuhyun.

~~~~

Yoona dan Minho sampai di mobil Yoona. Keadaan kacau. Yoona duduk di kursi pengemudi di samping Minho yang duduk di kursi penumpang. Yoona tidak berhenti menangis sementara Minho meremas rambutnya frustasi.

“Noona… uljima…” pinta Minho. Ia kemudian menghapus airmata yang masih mengalir di pipi Yoona dengan saputangannya. “Noona, kau boleh memukuliku, tapi tolong berhenti menangis hanya karena namja itu.”

Minho bahkan sudah tidak sudi untuk menyebut nama Kyuhyun; mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Ia benci melihat yeoja menangis, termasuk Noona-nya ini. Ia benci melihat Noona-nya menangis karena Hyung yang dekat sekali dengannya. Hyung yang mengaku bersahabat baik dengannya. Ia benci.

“Mianhae, Minho-ya.” Ucap Yoona. Ia kemudian menghapus airmata yang mengalir di pipinya menggunakan kedua tangannya dengan kasar. “Ayo aku akan mengantarmu ke dorm-mu, eo?”

“Noona… neon gwenchana?” Tanya Minho. Yoona tersenyum.

“Dangyeonhajyeo, memangnya aku kenapa? Aku akan mengantarmu ke dorm-mu, setelah itu aku ingin pulang.” Minho hanya mengangguk pasrah melihat Noona-nya bersihkeras untuk berhenti menangis.

“Gomawo, Noona.”

~~~~

HAP

Yoona baru saja membuka pintu dorm SNSD dan terhenti saat Yuri memeluknya erat dan menepuk-nepuk punggungnya. Yoona yang dipeluk hanya dapat diam, membiarkan airmata yang tadinya sudah mengering kembali jatuh.

“Kau tidak perlu syuting hari ini. Aku sudah menelepon PD di CF-mu dan aku berkata bahwa kau sakit… dan aku sudah dengar semuanya dari Minho.” jelas Yuri. “Ayo kita masuk. Yang lain sedang beristirahat di kamar mereka masing-masing, kau takperlu khawatir mereka melihatmu. Ayo.”

Yoona menggigit bibir bawahnya, mencegah tangisan bersuara keluar. Yuri menariknya perlahan ke kamar mereka lalu kemudian mengunci pintu.

“Eonnie…” rintih Yoona. Yuri di hadapannya kembali memeluk Yoona.

“Uljima… aku tidak suka melihatmu menangis.” Ucap Yuri. “Lupakan namja sialan dan yeoja brengsek itu!”

“Aku mencintainya…” ucapan Yoona terhenti sesaat karena isakan tangis. “Kukira ia mencintaiku… tapi sekarang kepercayaanku hilang…”

“Lupakan dia Yoong, masih ada namja baik di sekitarmu. Tidakkah kau punya Minho? Donghae Oppa? Changmin Oppa? Eunhyuk Oppa? Leeteuk Oppa? Ryeowook Oppa? Semua orang menyayangimu, Yoona.” Ujar Yuri. “Kau punya enam saudara di sisimu.”

YOONA POV

“Kau punya enam saudara di sisimu.” Ucap Yuri Eonnie, membuang Hyoyeon dari daftar saudara Yoona dan dia sendiri tentunya.

Enam… itu bahkan masih lebih baik. Tapi seseorang lagi berbohong padaku. Menjadikan hanya lima saudara di sisiku.

“Gomawo.” Hanya kata itu yang bisa kuucapkan sebelum Yuri Eonnie kembali memelukku lagi. Ia benar-benar Eonnie terbaik. “Dan tolong jangan beritahu Eonnie yang lain juga Seohyun. Aku tidak ingin hubungan kita retak karena ini.”

~~~~

“Yoona akan membenciku sekarang, ada apa denganmu!?” Bentak Kyuhyun pada Hyoyeon.

“Bukankah kita sudah berciuman? Berarti sekarang aku yeojachingu-mu kan, Oppa?” Jawab Hyoyeon.

“Berciuman katamu!? Kau memaksaku untuk meniup debu dari matamu lalu kau menarikku, itu yang kau sebut ciuman hah, Kim Hyoyeon!?” Balas Kyuhyun.

“Huh. Aku tidak akan berhenti. Cepat atau lambat kau pasti akan jatuh padaku.” Jawab Hyoyeon sebelum melenggang pergi.

“Yeoja gila!” Geram Kyuhyun.

~~~~

“Kyu, waeirae?” Tanya Sungmin yang sedang menonton TV di sofa, melihat Kyuhyun datang ke dorm dengan wajah penuh amarah.

“Hyung… ada yeoja gila, Hyung! Tolong aku!” Pekik Kyuhyun tiba-tiba lalu mengguncang pundak Sungmin.

“Cho Kyuhyun, kau harus menceritakan hal yang terjadi dulu padaku, baru aku bisa membantumu!” Balas Sungmin.

“Kim Hyoyeon…”

FLASHBACK

KYUHYUN POV

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun yang lengannya ditarik-tarik oleh Hyoyeon. Keduanya keluar dari gedung SM. “Kenapa kau membawaku keluar gedung? Kita bisa bicara di dalam.”

“Aku hanya ingin mencari udara segar, Oppa.” Jawab Hyoyeon. Keduanya pun berjalan di sepanjang trotoar. Tapi kemudian Hyoyeon terhenti di depan sebuah gang. “AWW!”

“Wae geurae?” Tanya Kyuhyun ikut berhenti.

“Mataku kemasukan debu, kau bisa meniupkannya untukku, Oppa?”

“Ye!? Arraseo.” Kyuhyun mengembungkan pipinya memasukkan udara untuk ditiupkannya ke mata Hyoyeon.

“Chakkaman Oppa. Kalau kita berhenti di sini, kita akan menghalangi jalan orang-orang.”

“Baiklah, sebaiknya kita ke gang ini.” Keduanya masuk ke gang tersebut.

Kyuhyun baru saja ingin kembali meniup mata Hyoyeon ketika tiba-tiba Hyoyeon menariknya. Dan… Yoona juga Minho datang.

FLASHBACK END

AUTHOR POV

“Mworago!?” Pekik Sungmin. “Setelah itu Yoona pergi sambil menangis!?”

“MWO!? ADA APA DENGAN YOONA? KENAPA IA MENANGIS?” Seru Eunhyuk yang tiba-tiba membanting buka pintu kamarnya dan mendekat ke arah Kyuhyun dan Sungmin.

“YOONA? MENANGIS?” Pekik Ryeowook ikut keluar dari kamarnya sendiri.

“APA KALIAN BILANG YOONA MENANGIS KARENA KYUHYUN?” Teriak Yesung lalu keluar dari kamarnya dan bergabung mendekati Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook.

“Hyung! Kenapa kau perlu berteriak?” Tanya Kyuhyun pada Sungmin. Yang ditanyai hanya dapat meminta maaf.

“ADA APA KALI INI, KYU? KUKIRA KAU DAPAT MENJAGA YOONA, ADA APA LAGI, HAH?” Teriak Eunhyuk.

“Kenapa kau berteriak kepadaku!? Ini BUKAN sepenuhnya salahku! Ini salah yeoja gila yang menjebakku!” Balas Kyuhyun dengan penekanan pada kata ‘bukan’.

“Ceritakan pada kami.” Pinta Ryeowook. Kyuhyun menarik nafas kemudian kembali menceritakan apa yang sudah ia ceritakan pada Sungmin.

Setelah cerita Kyuhyun selesai, keempat saudaranya yang mendengar ceritanya terkejut bukan main.

“Percayalah, ini bukan salahku, Hyung!” Ucap Kyuhyun. Seluruh Hyung-nya mengangguk mengerti. “Apa yang harus kulakukan?”

“Tinggalkan Yoona sendiri dulu, Kyu. Ia butuh banyak waktu untuk menenangkan dirinya agar dia bisa stabil jika berpapasan denganmu.” Usul Ryeowook. Kyuhyun mengangguk.

“Setelah ia stabil jika bertemu denganmu, kau harus meminta maaf padanya.”

“Meminta maaf!? Ini semua kan salah yeoja gila itu!” Tolak Kyuhyun.

“Kyuhyun…” geram para Hyung-nya dengan tatapan mengancam.

“Arraseo. Aku akan meminta maaf padanya.”

~~~~

“Yoona, Yuri, ayo makan malam.” Panggil Taeyeon sambil berjalan masuk ke dalam kamar Yoona dan Yuri. “Lho? Ada apa dengan Yoona?”

“Shhh… dia sedang tidur, Eonnie.” Jawab Yuri.

“Kok tidur? Biasanya ia tidak tidur sebelum makan malam…” gumam Taeyeon kemudian ia mendekat. “Apakah sesuatu terjadi, Yul?”

Yuri terdiam. Ia mengingat kata-kata Yoona tadi sebelum tidur. ‘Tolong jangan beritahu Eonnie yang lain juga Seohyun. Aku tidak ingin hubungan kita retak karena ini.’

“Yul… ada sesuatu yang terjadi pada Yoona, kan?” Tanya Taeyeon lagi.

“Mungkin ia hanya lelah, Eonnie. Sebaiknya kita tinggalkan dulu dia di sini. Ayo kita makan!” Ucap Yuri kemudian mendorong Taeyeon.

“Hmm, baiklah. Mungkin ia benar-benar lelah.” Gumam Taeyeon. Keduanya pun meninggalkan kamar Yoona dan Yuri dengan Yoona tertidur di dalamnya, melewatkan makan malam.

~~~~

“CHO KYUHYUN, SUDAH KUBILANG BERHENTI UNTUK MENCOBA MENELEPON YOONA!” Pekik Sungmin.

“Tapi Hyung, ia tidak mengangkat teleponnya dari tadi…” gerutu Kyuhyun. “Oh Hyung, sekarang rasa bersalahku mulai menggebu di hatiku.”

Sungmin menggampar wajah Kyuhyun.

“YA Hyung! Untuk apa tamparan itu?”

“Untuk membangunkanmu dari mimpi puitismu. Oh bagaimana aku membencimu saat kau jadi puitis.” Sindir Sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ayolah, aku baru melakukannya sekali.” Kyuhyun kemudian kembali sibuk tenggelam ke dalam handphone-nya.

“Oh seriously, Cho Kyuhyun stop it!” Seru Sungmin lalu merebut handphone Kyuhyun dari tangan dongsaeng-nya itu. “Biarkan dia sendiri dulu!”

“Tapi Hyung…”

“Tidak ada tapi-tapian. Sekarang sudah malam jadi lebih baik kau tidur. Sana! Dan kuperingatkan kau, JANGAN bermain StarCraft! Arraseo?” Ancam Sungmin. Kyuhyun mengangguk-angguk malas lalu merebahkan dirinya di kasur sebelah kasur Sungmin.

“Hyung… apakah kau pikir Yoona akan memaafkanku?” Tanya Kyuhyun.

Sungmin tersenyum hangat. “Pasti. Sudah sana, kau perlu tidur.”

~~~~

“Yoona… ireona.” Panggil Yuri sambil menggoncang tubuh saudara kesayangannya.

“Ah ne? Arraseo.” Jawab Yoona kemudian menyingkirkan selimut yang menyelimuti dirinya dan langsung keluar dari kamarnya dan Yuri.

“Eoh? Biasanya ia selalu mengigau jika dibangunkan…” gumam Yuri kemudian memutuskan untuk tidak menghiraukan itu dan pergi mengikuti Yoona menuju ruang makan.

Kesembilan anggota SNSD duduk di meja makan. Sayangnya Yoona duduk berhadapan dengan Hyoyeon.

Dengan tatapan malas, Yoona memakan tiga sendok nasi dan berdiri dari kursinya.

“Aku sudah kenyang, aku akan mandi.” Ucap Yoona. Ia kemudian menoleh ke arah Manager SNSD. “Oppa, jam berapa schedule hari ini?”

“Oh? Schedule?” Gumam Manager SNSD. Para anggota SNSD dan Manager SNSD cukup bingung dengan tingkah Yoona yang berhenti makan sebelum saat makan selesai. Oh tentunya terkecuali untuk Hyoyeon yang malah tersenyum sinis. “Jam 9 tepat, take vokal bersama Dana dan BoA.”

“Geurae?” Balas Yoona pelan kemudian berjalan lunglai menuju kamar mandi.

Yoona sempat hampir terjatuh dan tertahan dengan tangannya yang menahan tubuhnya dengan berpegangan ke tembok.

“Yoona!” Pekik Jessica. “Kau perlu makan, aku serius. Kau bahkan melewatkan makan malam, kenapa kau harus melewatkan sarapanmu? Ayo makanlah.”

“Aku sedang tidak dalam mood yang tepat untuk makan. Mianhae.” Jawab Yoona pelan. Ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

“Ada apa dengan Yoona Eonnie?” Tanya Seohyun pada Yuri, agak berbisik.

“Ia lelah.” Sahut Yuri singkat dengan berbisik juga.

“Jeongmalyo?” Tanya Seohyun yang ditanggapi anggukan Yuri. Kemudian kedelapan anggota yang lain lanjut diam dan kembali memakan sarapan mereka.

~~~~

“Yoong, hari ini kita ada take, kau yakin tidak ingin makan?” Tanya Tiffany. Keduanya tengah berjalan di koridor SM berdampingan, dengan anggota yang lain tentunya, hanya saja yang lain tidak berjalan sejajar dengannya.

Entah sudah berapa kali Taeyeon dan Tiffany menyuruhnya untuk makan. Yoona kembali menggeleng mendengar pertanyaan itu.

“Jika kau ingin makan sesuatu, biarkan aku tahu, ok?” Tanya Tiffany yang ditanggapi anggukan Yoona.

Seperti biasa, take Yoona yang terakhir. Ia menunggu yang lain di ruang latihan SNSD. Kali ini masih saja ia menari. Lebih keras dari sebelumnya, ia menarikan banyak lagu yang cukup sulit, seperti lagu-lagu dari SHINee dan Oppadeul-nya DBSK. Oh! Dan tidak lupa, ia juga tidak mau menarikan lagu Super Junior sama sekali.

“Oh well, well… Im Yoona.” Panggil seorang yeoja dengan nada sarkastik. Yoona menoleh.

“Eonnie.” Balas Yoona melihat Hyoyeon di hadapannya yang kemudian terus mendekat.

“Huh? Eonnie? Setelah apa yang kau lakukan padamu… Eonnie katamu?” Jawab Hyoyeon menaikkan nada-nya.

“Apa maksudmu?” Tanya Yoona heran.

“Kau naif atau sangat bodoh, Im Yoona?” Gumam Hyoyeon. “Setelah merebut Kyuhyun Oppa dariku, kau hanya bisa mengatakan itu?”

“Dengar, Eonnie. Atau pun Hyoyeon-ssi jika kau mau dengar aku memanggilmu begitu. Aku TIDAK pernah merebut Kyuhyun-ssi darimu karena Kyuhyun-ssi adalah sahabatk…” ucapan Yoona terhenti. “karena Kyuhyun-ssi pernah menjadi sahabatku, dan ialah yang datang padaku untuk berteman denganku pertama kalinya.”

“Jeongmal? Bahkan jika aku mengatakan aku sudah bertemu Kyuhyun Oppa jauh lebih dulu darimu?” Tanya Hyoyeon. Yoona menatapnya heran. Setahunya ialah teman perempuan pertama Kyuhyun yang pertama kali menyapanya saat bertemu dengannya di depan kantor SM pada 2006. “Tahun 2005! Aku adalah teman dari pemenang kedua ChinChin! Aku sedang menonton final-nya dan kau tahu? Aku kagum dengan Kyuhyun Oppa.”

“N… ne?”

“Kukira itu hanya kagum biasa jadi aku ikut senang untukmu. Tapi ternyata? Aku tidak tahan melihat Kyuhyun Oppa selalu mencarimu kemana-mana, selalu memanggilmu ‘Yoong, Yoong’. Aku baru sadar jika ternyata aku jatuh cinta padanya.”

“Lalu? Itu tidak ada hubungannya lagi denganku karena sekarang kau bebas memiliki Kyuhyun-ssi. Kau lebih baik berbahagia dengannya. Permisi, Hyoyeon-ssi.” Pamit Yoona. Ia tidak tahan berlama-lama dengan Hyoyeon sendirian di satu ruangan.

Entah ia harus pergi kemana. Jadwal take-nya belum dimulai. Ia masih punya waktu. Tanpa ia sendiri sadari, ia sampai di rooftop SM. Lagi.

Sebelum membuka pintu rooftop, seseorang membukanya lebih dulu dari dalam rooftop.

“Yoona!” Seru seorang namja yang berada di hadadapan Yoona sekarang. Yoona terbelalak sebentar tapi kemudian kembali berusaha tenang.

“Oh, Kyuhyun-ssi.” Sahut Yoona. “Aku lebih baik turun…”

GRAP

Kyuhyun menahan lengan Yoona sebelum ia pergi. Yoona menatap Kyuhyun dingin.

“Lepaskan aku.” Perintah Yoona.

“Shirreo. Sebelum kau mendengar penjelasanku.”

“Lepaskan aku, KYUHYUN-SSI.” Ucap Yoona dingin. “Kau tidak punya hak untuk menahanku dan aku pun tidak mempunyai alasan yang tepat untuk tetap di sini dan mendengarkan kata-katamu.”

“Ya kau punya! Aku adalah namjachingu-mu dan berhenti memanggilku Kyuhyun-ssi!”

“Oh kau masih menganggap bahwa kau adalah namjachingu-ku? Baiklah kalau begitu, aku memutuskanmu. Oke? Masalah terselesaikan?”

“MWO!?” Pekik Kyuhyun.

“Sekarang lepaskan aku. Kumohon.” Pinta Yoona. Kyuhyun melepaskan genggamannya pada lengan Yoona dengan ketidak percayaan terpancar di seluruh tubuhnya. “Annyeonggi gaseyo Kyuhyun-ssi.”

~~~~

“Yoona Eonnie, sekarang giliranmu!” Seru Seohyun.

“Geurae? Arraseo.” Yoona berjalan menuju ruang recording.

“Yoona! Biar aku menemanimu, ayo.” Ucap Yuri kemudian mengikuti Yoona berjalan.

KLEK

Keduanya membuka ruang recording.

“Annyeonghaseyo, Eonnie.” Sapa Yoona pada Dana dan BoA. Yang disapa hanya tersenyum hangat.

“Lho Yuri? Bagianmu ada yang belum selesai?” Tanya Dana.

“Aniyo Eonnie, aku hanya menemani Yoona.” Sahut Yuri.

“Oh, geurae?” Balas Dana.

“Kali ini Kyuhyunnie tidak ikut menemanimu, Yoona?” Tanya BoA. Yoona dan Yuri terbelalak.

“Mereka sedang…” ucapan Yuri terpotong.

“Kyuhyun-ssi? Ah aniyo, ia sedang tidak menemaniku hari ini.” Jawab Yoona lembut.

“Kyu… Kyuhyun…-SSI?” pekik Yuri, Dana dan BoA.

“Museun niriyeo? Aku tidak sedekat itu dengan Kyuhyun-ssi…” balas Yoona lagi.

Dana dan BoA kemudian menatap Yuri meminta penjelasan. Yuri hanya dapat mengisyaratkan mereka untuk bertanya nanti, ‘najunghae, najunghae’.

“Baiklah…? Apa boleh aku mulai sekarang?” Tanya Yoona.

“Oh? Oh! Geurom.” Sahut Dana.

“Baiklah kalau begitu kita mulai dari bagianmu di lagu…”

~~~~

Sekarang sudah pertengahan Oktober. Yoona belum juga berbaikan dengan Kyuhyun.

“Yoona… tolong… Kyu Hyung terlihat sangat menyedihkan…”

“Mianhae, Oppa. Tapi aku belum bisa memaafkan Kyuhyun. Aku akan tutup teleponnya, sekali lagi mianhae.” Ucap Yoona kepada lawan bicaranya di telepon, CNBlue Jonghyun.

“Siapa lagi yang menelepon kali ini?” Tanya Yuri datang ke samping Yoona yang tengah duduk di sofa dan sedang menonton TV.

“Jonghyun Oppa.”

“Jonghyun Oppa? CNBlue Oppa-ga?” Tanya Yuri lagi. Yoona mengangguk.

Ada alasannya mengapa Yuri bertanya begitu. Selama 3 jam ini, sudah banyak teman dekat Kyuhyun yang menelepon Yoona. Sebenarnya teman dekat Kyuhyun juga sekaligus adalah teman dekat Yoona, jadi menelepon Yoona bukan jadi masalah.

Yang pertama Changmin. Sebesar Oppa-nya itu sangat menyukainya, tetap saja ia mendukung Kyuhyun. Yang kedua Victoria. Walau pun ia juga sangat dekat dengan Yoona, kedekatannya dengan Kyuhyun bukan main. Dan masih banyaaaaakkk lagi sampai tadi yang terakhir Jonghyun.

“Kenapa kau tidak makan ini?” Yuri menyodorkan waffle dengan es krim vanilla dan lelehan coklat. Yoona menggelengkan kepalanya.

“Tidak ingin makan, Eonnie.” Jawab Yoona.

“Tapi ini sudah jam 12 dan kau belum makan apapun daritadi pagi!”

“Jangan berlebihan, aku makan lima sendok makan tadi pagi. Bukankah itu sebuah kemajuan? Biasanya aku hanya makan empat.” Sahut Yoona kemudian kembali mengganti-ganti channel. “Dan akan lebih baik jika aku tidak makan, kan? Aku perlu mengurangi berat badan.”

“MENGURANGI!? Kau gila? Beratmu berapa?” Tanya Yuri.

“Kapan? Sekarang?” Tanya Yoona.

“Dua hari yang lalu!”

“Hmm… 47 kilogram?” Ucap Yoona mengingat-ingat.

“Sekarang?” Tanya Yuri. Yoona mengangkat bahunya.

“Entahlah, aku belum menimbang berat badanku seharian ini.” Yuri kemudian menunjuk ke arah penimbang berat badan. “Oh ayolah, aku sedang malas bergerak.”

“Cepat lihat berat badanmu!”

“Arraseo, arraseo.” Sahut Yoona kemudian berjalan malas ke arah penimbang berat badan.

“Berapa?” Seru Yuri dengan nada bertanya.

“Oh, berkurang, Eonnie.” Balas Yoona.

“Mwo? Berkurang? Berapa?”

“Sekarang 45,5 kilogram… berarti berkurang 1,5 kilogram?” Tebak Yoona.

“Mwo!? Aish Yoong, sudah kubilang kau perlu makan!”

“Tapi Eonnie tinggiku bahkan hanya 166 senti dan kau memintaku untuk menambah berat badanku?”

“Aku tidak menyuruhmu untuk menambah berat badan, hanya menyuruhmu untuk makan!”

“Tapi aku tidak ingin makan…”

“Kalau begitu lebih baik kau makan buah. Aku akan meminta Taeyeon Eonnie untuk mengupasnya untuk kita, setelah itu kau makan. Arraseo?”

“Kau harus ikut makan bersamaku!” Seru Yoona.

“Baiklah. Aku panggil Taeyeon Eonnie, ok?” Yoona mengangguk dan tersenyum. Selagi Yuri berjalan ke kamar Taeyeon, Yoona masih berdiam di depan TV.

TV sekarang menunjukkan drama di stasiun KBS yang dibintangi dua Oppa tampan dari Super Junior dan DBSK; Siwon dan Yunho. Poseidon. Ia menonton dengan santai ketika tiba-tiba background song-nya memainkan lagu berjudul The Way To Break Up atau dalam bahasa Indonesia-nya, Cara Untuk Putus.

Jika kalian tidak tahu… The Way To Break Up adalah OST dari Poseidon yang dinyanyikan oleh Kyuhyun. Yoona meneteskan airmata dari mata kirinya. Entah karena adegan yang dimainkan Park Shiyoung; lawan main Siwon; memang sangat menyentuh… atau sebenarnya ia tidak terlalu memperhatikan adegannya dan malah fokus dengan OST yang dimainkan. Yoona sendiri tidak tahu.

“Yoong! Aku baru ingat kita kehabisan buah.” Ucap Yuri kemudian mendekat ke arah Yoona. “YA! Wae ureo?”

Yoona buru-buru menghapus airmatanya.

“Adegannya menyedihkan sekali, Eonnie… aku serius.”

Yuri dari sisi Yoona hanya mengangguk dan tersenyum pahit. Yuri tahu alasan utama Yoona untuk menangis bukan itu.

“Mengapa pura-pura tersenyum menjadi hobi barumu, Yoona? Tapi tidak apa-apa kan? Aku sudah bahagia bisa melihatmu membalas ucapanku atau pun tertawa.” Gumam Yuri peran sekali, berbisik lirih sebenarnya.

~~~~

“Yoona cepatlah, nanti kau ditinggal!” Seru Tiffany. Kesembilan anggota SNSD tengah berada di tempat parkir gedung SM. Mereka akan berangkat ke Incheon Airport.

“Ne! Chakkaman!” sahut Yoona. Ia pun menyerogoh saku celana jeans-nya. “Oh! Eotteokkhae? Handphone-ku dimana?”

“Yoona Eonnie, ayo!” Panggil Seohyun.

“Seohyun-ah, bilang pada Eonniedeul, kalian bisa meninggalkanku. Ada barangku yang tertinggal, aku harus mencarinya.” Jelas Yoona.

“Tidak apa-apa?” Tanya Seohyun. Yoona mengangguk pasti.

“Aku akan ke Incheon Airport sendiri nanti, arraseo?” Seohyun mengangguk kemudian mengikuti Eonnie lainnya.

Sementara itu Yoona berlari kembali ke dalam gedung.

“Aduh… dimana tadi aku menaruh handphone-ku ya?” Gumam Yoona. “Oh! Mungkin di ruang latihan.”

Yoona berlari ke lantai atas tempat ruang latihan SNSD terletak. Setelah masuk, ia mengitari ruangan tersebut.

“Oh? Kok tidak ada? Aish…” gerutu Yoona kemudian keluar dari ruang latihan. Ia kemudian berlari lagi keluar. Sambil melihat ke jalan yang ditapakinya, kali-kali handphone-nya terjatuh.

Tiba-tiba…

BRAK

“Ah…” rintih Yoona. “Aish, jangan menghalangi jalan orang!”

“Kau yang menghalangi jalanku!” Balas seorang namja yang ditabrak Yoona.

Tiba-tiba keduanya bertatapan, merasa sangat familiar dengan suara masing-masing.

“Yoona!” Pekik namja itu. Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi!” Pekik Yoona balik.

“Ada apa? Kok sepertinya buru-buru?” Tanya Kyuhyun kemudian membantu Yoona berdiri.

“Gomawo.” Balas Yoona. “Keugae… handphone-ku entah hilang kemana.”

“Kau masih ceroboh saja.” Maki Kyuhyun. “Biar aku telepon, kau tunggu sebentar.”

KRRR
KRR
KRRRR

“Ne, yeoboseyo?” Ucap Kyuhyun.

“……”

“Ne, handphone itu adalah handphone yeojachin…” ucapan Kyuhyun terhenti. “maksud saya teman saya.”

YOONA POV

“Ne, handphone itu adalah handphone yeojachin…” aku mendongakkan kepalaku menatap Kyuhyun. Tiba-tiba Kyuhyun mengoreksi kata-katanya. “maksud saya teman saya.”

Kenapa hatiku… sakit? Bukankah aku adalah pihak yang memutuskan hubungan ini?

“Ah ne, di resepsionis?” Tanya Kyuhyun.

“……”

“Ne, gomapseumnida… Ne, saya akan ke sana..”

KLIK

“Handphone-mu ada di resepsionis, seseorang mengembalikannya ke sana.” Aku mengangguk saja kemudian tersenyum tipis.

“Gomawo, Kyuhyun-ssi.” Ujarku. Ia tersenyum balik.

“Jangan sungkan padaku.” Kyuhyun tersenyum balik padaku.

KYUHYUN POV

“Gomawo, Kyuhyun-ssi.” Satu kata ‘Gomawo’ yang membuat hatiku berbunga dan satu kata ‘Kyuhyun-ssi’ membuat hatiku kembali jatuh ke dalam jurang. Kenapa, Yoona?

Setelah ragu untuk menjawab sebentar, aku kemudian tersenyum. “Jangan sungkan padaku.”

Hubungan kami jadi formal seperti ini… ‘Kyuhyun-ssi, Kyuhyun-ssi’. Aku tidak suka dipanggil Kyuhyun-ssi oleh dia. Aku bahkan sekarang menyesal telah memintanya untuk memanggilku Oppa. Aku rindu panggilan ‘Kyuhyun-ah’ atau bahkan ‘Bodoh’ darinya. Bagaimana aku merindukan panggilan tanpa rasa sopannya itu padaku. Bukan panggilan -ssi ini yang aku mau.

“Aku akan mengantarmu, ayo.” Ucapku tanpa sadar. Aku pasti benar-benar ingin berjalan dengannya. Yoona diam saja dan mengikuti gerak langkahku.

Sepanjang perjalanan, kami berdua tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Sampai akhirnya aku membuka mulutku.

“Bisakah kau… berhenti panggil aku ‘Kyuhyun-ssi’?” Tanyaku tanpa menoleh ke arah Yoona.

“Ne? Eyy, jangan bilang begitu. Kau kan lebih tua dariku dan hubungan kita sekarang tidak sedekat itu, Kyuhyun-ssi. Aku tidak punya alasan yang tepat untuk memanggilmu Oppa juga.”

Hatiku bergetar. Sakit. Hanya itu kata yang tepat untuk mendeskripsikan keadaan hatiku sekarang.

“Tapi kita pernah berpacara…” ucapanku terhenti. Aku tidak ingin salah bicara di hadapannya. “Tapi kita pernah dekat… Setidaknya, jangan panggil aku Kyuhyun-ssi.”

“Arraseo, Oppa.” Jawab Yoona.

Bukan hati yang berseri yang kudapat setelah mendengar kata ‘Oppa’ keluar dari mulutnya. Itu hanya ‘Oppa’ formal bagiku, bukan ‘Oppa’ untuk menandakan sayang.

“Jangan panggil aku Oppa… Bahkan ‘Kyuhyun’ saja lebih baik.”

“Mianhae, tapi aku jelas-jelas lebih muda darimu, Oppa.” Jawab Yoona. Aku menyerah… Setidaknya ia tidak memanggilku ‘Kyuhyun-ssi’.

“Baiklah.”

Lalu setelah itu sampai di resepsionis, sepanjang perjalanan tidak ada lagi sepatah kata lagi yang keluar. Saat sampai di resepsionis, ia langsung berpamitan denganku.

AUTHOR POV

“Oppa, Eonnie-ku dan Seohyun sudah berangkat menuju Incheon Airport, aku pamit ya.”

“Eo, geurae.” Balas Kyuhyun singkat. Yoona kemudian menjauh dari Kyuhyun.

“Kau sudah berbaikan dengannya?” Tanya seorang namja dari belakang Kyuhyun yang bisa dipastikan adalah Ryeowook.

“Ajikdo.”

“Tapi ia memanggilmu Oppa?” Timbrung Yesung.

“Itu malah aneh kalau Yoona memanggilnya Oppa.” Sahut Sungmin sebelum Kyuhyun menjawab.

“Benar juga, biasanya Yoona memanggil Kyuhyun hanya dari namanya.” Ujar Eunhyuk. “Dia mau kemana, Kyu?”

“Incheon Airport.” Jelas Kyuhyun.

“Geurae? Bagaimana dengan yang lain? Anggota yang lain?”

“Sudah pergi duluan.” Jawab Kyuhyun singkat.

“Meninggalkan dia sendirian di sini? Kenapa?” Tanya Ryeowook.

“Handphone-nya tertinggal barusan, aku membantu mencarinya. Sepertinya ia meminta yang lain untuk pergi duluan.” Tebak Kyuhyun.

“Tapi sekarang hujan, dan ia terlihat kebingungan untuk naik apa.” Gumam Eunhyuk. “Aku akan mengantarnya ke Incheon.”

“Andwae!” Seru Kyuhyun.

“Wae?” Tanya Eunhyuk.

“Ayolah Hyukkie, masa kau ingin mengantarnya?” Tanya Sungmin.

“Daripada Yoona kehujanan.”

“Biar aku yang mengantarnya, boleh?” Tanya Ryeowook.

“Tapi kau tidak membawa mobilmu ke sini!” Seru Kyuhyun.

“Aku akan pinjam mobil Hyukjae Hyung.” Sahut Ryeowook.

“Tidak boleh!” Jawab Eunhyuk.

“Ah wae…?”

“Aku hanya tidak mau mobilku dikendarai oleh orang sepertimu.” Balas Eunhyuk yang mendapat cibiran dari Ryeowook.

“Aku akan mengantar…nya?” Ucapan Sungmin berubah menjadi pertanyaan sesaat setelah para penghuni dorm lantai 11 melihat seorang namja mendekati Yoona dan merangkul pundaknya.

“Itu Minho kan?” Tanya Yesung.

“Sepertinya begitu.” Jawab Kyuhyun. “Kalau sudah ada Minho berarti tidak apa-apa. Ayo kita pergi ke ruang latihan. Yang lain sudah menunggu. Ayo.”

~~~~

“Noona! Lho kok ada di sini?” Tanya Minho kemudian mendekati Yoona dan merangkul pundaknya.

“Hm, aku ingin ke Incheon Airport.” Jelas Yoona. “Oh ya, kau bisa mengantarku? Sebentar saja.”

“Mengantarmu? Hmm baiklah. Ayo.” Sahut Minho. Keduanya berjalan keluar gedung dengan tangan mereka bertautan.

“Naik mobilmu ya? Ok? Ok?” Tanya Yoona dengan matanya dibesar-besarkan, aegyo yang tidak pernah ditolak namja lain.

“Menjijikkan, Noona!” Ucap Minho kemudian menyentil dahi Yoona.

“YA! Appo!” Pekik Yoona.

“Aigoo, kyeopta.” Minho mencubit pipi Yoona lalu mengacak rambut Noona-nya itu.

“Jangan mentang-mentang karena kau tinggi kau jadi seenaknya memperlakukanku seperti dongsaeng-mu!” Kecam Yoona kemudian merapihkan rambutnya.

“Tapi nyatanya aku kan terlihat seperti Oppa-mu!” Balas Minho. “Coba saja kau lebih muda dariku. Uh pasti hidupku tenang.”

“Kau ingin mati?” Ancam Yoona kemudian mengepalkan tangannya ke arah Minho.

“Ani, ani.” Jawab Minho pura-pura takut. “Naiklah! Aku akan mengantarmu ke Incheon. Ayo.”

“Gomawo!” Seru Yoona kemudian duduk di kursi penumpang bagian depan. Di sampingnya duduk Minho.

“KAJJA!” Minho menancap gas. Tapi tiba-tiba seorang namja menghalangi laju jalan mobilnya. “KAU… BRENGSEK!”

KYUHYUN POV

Saat berjalan dengan para Hyung-ku, aku berkali-kali melihat ke belakang. Kulihat Minho dan Yoona bercanda ria. Betapa aku iri pada Minho. Tapi Minho pun pasti masih belum mau mendengarkan penjelasanku, apalagi mau memaafkanku.

Aku tersenyum pahit. Yang penting… Yoona dapat tersenyum, kan?

Tapi tidak! Yoona adalah milikku, tidak ada yang boleh membuatnya tersenyum lebar dan berdebar kecuali aku!

Aku berlari keluar gedung SM.

“Kyu! Kyu, jangan sekarang! Ia belum siap!” Seru Sungmin Hyung padaku. Aku tidak peduli, Yoona adalah MILIKKU seorang. HANYA milikku.

Aku terhenti di hadapan mobil Minho dengan kedua tanganku terlentang. Entah apa yang tengah aku pikirkan.

AUTHOR POV

Kyuhyun terhenti di hadapan mobil Minho dengan kedua tangannya terlentang.

“KAU… BRENGSEK!” Umpat Minho. Ia kemudian langsung berusaha membuka pintu mobil.

“Minho tolong, jangan mulai pertengkaran dengannya…” pinta Yoona kemudian menahan lengan Minho. Minho kemudian menghela nafas beratnya.

“Baiklah.” Jawab Minho. Keduanya menunggu dalam diam, menunggu sampai Kyuhyun pergi dari depan mobil Minho.

Kyuhyun kehabisan kesabarannya. Ia berjalan menuju pintu penumpang bagian depan, tempat Yoona duduk. Ia kemudian membuka paksa pintu mobil di hadapannya itu.

BRAK

“Oppa! Aku bisa ketinggalan pesawat! Ada apa denganmu!?” Pekik Yoona.

KYUHYUN POV

“Oppa! Aku bisa ketinggalan pesawat! Ada apa denganmu!?” Pekik Yoona padaku.

Oppa… huh? Kau memanggilku Oppa, huh, Im Yoona?

“Jangan pergi dengan Minho! Kau adalah milikku!” Balasku keras lalu aku menggenggam pergelangan tangan Yoona. “Ayo pergi denganku.”

“Kyuhyun-ssi, jika kau benar-benar adalah Oppa-ku, tolong mengertilah. Aku bisa telat!” Pekik Yoona lagi. Aku menarik nafas, berusaha agar emosiku tidak meledak seketika. “Dan, satu lagi. Aku BUKAN milikmu. Aku bebas sekarang, aku tidak terikat pada siapapun.”

Aku tertegun. Ia benar, aku bukan pacarnya lagi. Kenapa aku berbuat seperti ini?

Aku melepas genggaman tanganku pada lengan Yoona.

Ya… aku bukan siapa-siapa Yoona sekarang. Hanya ‘Oppa’… yang sama sekali tidak spesial dan tidak berarti apa-apa.

.
.
.
.
.
.
.

TO BE CONTINUE ♥

Aduh aduh… pendek ngga sih? Gue males re-read jadi nggatau :b oke gue butuh comment, seriusan deh gua. RCL……….. GAMAU TAU!! Cepetan yaw comment nya :* thank you ~~

Advertisements

6 thoughts on “[Chapter] I Love You || Chapter 5

  1. daebakk!!.. aku jadi gregetan . emosi juga bacanya. kebawa critanya. sedih KyuNa putus. Hyo eonni jahat banget sih..
    bagus banget ini critanya. lanjut (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s