[Chapter] Friendship vs Love || Chapter 1


friendship vs love cover

[Chapter] Friendship vs Love || Chapter 1

Judul: Friendship vs Love

Author: Tisa Khansa

Main Cast:
– SJ Cho Kyuhyun
– SNSD Im Yoona
– CNBlue Jung Yonghwa
– SNSD Seo Joohyun aka Seohyun
– CNBlue Lee Jonghyun

Other Cast:
– DBSK Shim Changmin

And find by yourself!

Genre: romance, friendship, school life, idiot?

Length: Chapter

Rating: General

NB: Haha broken inside belom kelar, wgm belom kelar, I love you belom kelar, mulai lagi deh gua -___- gue mulai bosen sama idol-life nya kyuna-ku tercinta jadinya bikin yang school life gini~ cekidot! Jangan lupa RCL! Love :^)

~~~~

“A boy and girl friendship most likely to turn out as a couple.” – anonymous

~~~~

YA teman-teman! Kenapa kalian meninggalkanku?” Pekik seorang gadis dengan seragam SMA Dayeong dan rambut panjangnya yang sedang berusaha ia ikat sambil berlari itu.

Orang-orang yang dipanggil ‘teman’ oleh gadis tadi adalah tiga lelaki tampan yang tampak kelelahan. Mereka bertiga sedang berlari dengan jarak 3 meter dari gadis yang berlari mengejar mereka.

“Im Yoona kau orang terbodoh yang pernah aku kenal! Larimu lamban sekali, kita bisa telat sampai di sekolah!” Pekik salah satu lelaki yang memiliki mushroom-hair berwarna cokelat tua dengan name-tag bertuliskan ‘Cho Kyuhyun’.

Semalam keempatnya melakukan movie-marathon sampai pukul lima pagi di rumah Kyuhyun. Dapat ditebak, kan, apa yang terjadi hingga mereka kesiangan? Tepat, ketiduran.

“Changmin-ah!” Seru Yoona.

“Aku tidak bisa menunggumu, Yoona! Kita akan telat! Lagi!” Jawab lelaki dengan kaki yang jenjang dan range-vocal tinggi yang dipanggil Changmin itu.

“Jonghyun-ah!” Pekik Yoona.

“Aku juga tidak mau telat, Yoona! Jika kita telat lagi, Jung-saem pasti akan membunuh kita!” Sahut namja dengan rambut hitam pekat yang memiliki nama lengkap Lee Jonghyun itu. (Saem: kependekan dari Seongsaenim)

“Aish, kalian benar-benar!” Yoona berlari sekuat tenaganya. Masa bodoh dengan rok pendeknya atau rambutnya yang tidak berhasil ia ikat. Akhirnya ia dapat menyusul ketiga temannya.

Bye, bye, teman yang tidak tahu diri!” Ujar Yoona saat melewati para sahabat-sahabatnya itu.

“Im Yoona!”

~~~~

“Im Yoona, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Lee Jonghyun.” Gumam Jung-seonsaengnim sambil menghela nafas beratnya. “Apakah kalian tidak bosan terlambat berkali-kali?”

“Sebenarnya kami juga tidak ingin terlambat, Saem. Jadi mana mungkin kami bosan.” Sahut Yoona yang mendapat death glare dari ketiga sahabatnya.

“Aku tidak meminta jawaban!” Jawab Jung-seonsaengnim.

“Huh… Karena tiga dari kalian bukanlah murid yang berada di peringkat bawah, aku akan biarkan yang kali ini lolos.” Lanjut Jung-seonsaengnim yang membuat ketiga lelaki yang ada menoleh ke arah Yoona. Yoona yang polos hanya dapat menaikkan alisnya heran. “Kembali ke kelas kalian. Sekarang!”

Ne, gamsahamnida, Seonsaengnim!”

~~~~

YA Cho Kyuhyun!” Bisik Yoona pada namja yang duduk di sebelahnya.

Wae?” Tanya Kyuhyun jengkel. Pasalnya ini sudah ke-34 kali Yoona memanggilnya jika Kyuhyun menghitungnya dengan benar.

Dan pastinya, Yoona bertanya untuk…

“Cara mengerjakan soal yang ini bagaimana?” Tanya Yoona sambil menunjuk ke arah pertanyaan nomor 3 di buku tulisnya.

Mwo!? Nomor 3!? Aku sudah menjelaskannya padamu berkali-kali!” Jawab Kyuhyun dengan bisikan tentunya. Walau beberapa murid di sekitar mereka dapat mendengar, tapi tidak dengan Kwon-seonsaengnim yang sedang duduk di meja guru. Kyuhyun dan Yoona duduk di pertengahan kelas.

“Coba jelaskan lagi padaku. Eo? Hanbondo, hanbondo!” Ucap Yoona memohon meminta encore. (Sekali lagi, sekali lagi!)

“Aish, aku malas menjelaskannya padamu! Cepat baca, aku akan segera mengumpulkannya pada Kwon-saem.” Sahut Kyuhyun sambil menunjukkan buku tulisnya pada Yoona.

“Seperti itu dong, daritadi! Lagi pula ini bukan ulangan, jadi jangan hitung ini sebagai menyontek ya, Kyu?” Kyuhyun memutar bola matanya malas dan mengangguk cepat.

“Cepat tulis jawabannya!” Perintah Kyuhyun.

“Kau kira aku Usain Bolt, bisa menulis sangat cepat?” Gumam Yoona.

“Usain Bolt bukan penulis tercepat di dunia, tapi pelari tercepat di dunia. Oh Tuhan, Im Yoona!” Jawab Kyuhyun sebelum menarik buku tulisnya kembali.

Kyuhyun berjalan ke arah meja Kwon-seonsaengnim dan menyerahkan bukunya. Tak lama, Yoona berlari kecil ke arah meja yang sama dan menyerahkan bukunya.

“Wah, Im Yoona. Mengapa kau bisa mendapat nilai sempurna di pelajaran Matematika?” Tanya Kwon-seonsaengnim saat melihat buku tulis Yoona.

“Eyy, saya memang pintar dalam Matema…”

“IM YOONA! BERHENTI MENGOPI JAWABAN CHO KYUH…”

KRING KRING KRING

“Wah, Saem! Sudah waktunya istirahat! Saya lapar! Sudah dulu ya!” Seru Yoona kemudian kabur dari kelas 11-4 itu.

“Im Yoona!”

~~~~

“Aish, sudah kubilang kau harus ikut bimbingan belajar tambahan di luar sekolah seperti kami.” Ucap Jonghyun sambil meneguk minuman yang ia pesan. Yoona memeletkan lidahnya.

“Sudah kubilang aku tidak punya uang, Bodoh.” Sahut Yoona.

“Maka dari itu kami bilang kami akan membayarkannya untukmu!” Seru Changmin dilanjut dengan jitakan Kyuhyun di kepala Yoona.

Yoona mendecak kagum. “Gomawo, tapi kalian sudah terlalu banyak membantuku.”

“Tapi kau bisa tidak lulus, Im Yoona!” Seru Jonghyun.

“Tidak usah heboh, kita masih tingkat dua. Aku akan berusaha nanti jika kita sudah menjadi siswa tingkat tiga.” Jawab Yoona.

“Kalau tidak ikut bimbingan belajar, mengapa kau tidak belajar sendiri di rumahmu?” Tanya Changmin.

“Hmm, aku tidak pernah kepikiran untuk belajar…” Gumam Yoona yang langsung mendapat tamparan manis dari ketiga namja yang ada di sekelilingnya.

PLAK, PLAK, PLAK

“YA! Untuk apa itu?”

“Aish, sudahlah! Ayo kita kembali ke kelas.” Ajak Kyuhyun kemudian mengunci kepala Yoona di lengannya sambil berjalan. Head-lock yang sangat kejam. Di belakangnya, Jonghyun dan Changmin hanya dapat menggeleng maklum.

“Aw! YA Cho Kyuhyun! Appo!”

~~~~

“Mau hunting gadis cantik? Ini masih jam tiga sore.” Tawar Changmin saat sedang berjalan menuju rumah Yoona pada waktu pulang sekolah. Rumah Yoona memang berada paling dekat dari sekolah sekaligus terpisah dari rumah sahabat-sahabatnya yang adalah tetangga di sebuah kompleks perumahan elit.

“Kan sudah ada gadis cantik di samping kalian ini.” Sahut Yoona sambil tersenyum lebar dan ber-aegyo. Para sahabatnya hanya dapat mesimulasikan orang muntah dan berdecak meremehkan.

“Mau jalan kemana memangnya?” Tanya Jonghyun.

“Pantai?” Usul Changmin.

“Ey, kalian benar-benar ingin hunting gadis cantik? Aku tidak ikut.” Tambah Yoona.

Wae? Kau kira di pantai hanya ada gadis cantik? Ada namja tampan juga kok, Yoong!” Ucap Kyuhyun sambil sekali lagi mengunci kepala Yoona.

“YA! Lepas!” Seru Yoona. “Aku berpikir aku perlu belajar, jadi aku mau hunting ke toko buku saja.”

“Toko buku!?” Pekik Jonghyun sambil tertawa. “Kau bercanda?”

“Im Yoona, kau tidak cocok jika jadi pintar!” Tambah Kyuhyun.

“Benar, kau sudah sangaaaat cocok menjadi pengopi setia jawaban Kyuhyun.” Ujar Changmin.

“Kalian jahat sekali! Aku ingin menjadi pintar juga! Tadi siang kalian suruh aku untuk belajar, sekarang tidak? Huh!” Geram Yoona. Beruntung baginya karena mereka sudah sampai di apartemen tempat ia tinggal. Ia pun masuk dengan cepat ke dalam gedung apartemen.

“Dia ngambek lagi.” Ucap Kyuhyun.

“Tidak apalah, lagipula besok ia pasti akan main ke rumahmu, Kyu.” Jawab Jonghyun yang mendapat anggukan setuju dari Changmin dan Kyuhyun.

~~~~

“Hunting yeoja cantik dan melarangku untuk pergi ke toko buku? Teman macam apa mereka?” Gumam Yoona yang tengah duduk di sofa kusamnya dan menonton drama dari handphone-nya.

Yoona tidak punya uang yang cukup untuk membeli TV, jadi kalau tidak menonton drama dan variety show dari handphone-nya, ia akan pergi ke rumah Kyuhyun atau Changmin yang berjarak sekitar 15 meter dari apartemennya itu untuk menumpang. Sementara itu rumah Jonghyun agak berjarak lebih jauh, membuat Yoona malas berjalan ke sana.

“Lebih baik aku pergi sekarang.”

~~~~

“Hey, apa kalian tidak khawatir pada Yoona? Ia sangat ceroboh dan bodoh. Ia tidak pernah pergi sendiri tanpa kita.” Gumam Kyuhyun.

Dirinya, Jonghyun dan Changmin tidak jadi pergi ke pantai. Mereka pergi ke bioskop yang berada di salah satu mall di Gangnam. Tujuan mereka pergi ke pantai sebenarnya bukan untuk hunting yeoja cantik tapi untuk menenggelamkan Yoona di laut. Memang terdengar kejam, tapi jika tidak ada Yoona, semangat mereka untuk pergi ke pantai pun hilang.

“Hm, benar… Mau coba kuteleponkan?” Tanya Changmin yang langsung mendapatkan anggukan dari Kyuhyun dan Jonghyun.

KRRR
KRR

“Yoongie, ayo angkat.” Gumam Changmin.

“Lho? Kukira kalian pergi ke pantai!” Seru seorang yeoja dengan jeans biru tua panjang dan croptee polkadot hitam putih yang memperlihatkan sebagian dari perut ber-abs itu. Rambutnya ia ikat buntut kuda membuat leher jenjangnya terlihat. Yoona ada di hadapan mereka dengan seplastik berisi buku.

“Kenapa kau membuka perutmu lagi, Bodoh!” Kyuhyun membuka jaket yang ia pakai dan melingkarkannya di pinggang Yoona sampai perutnya tertutup.

“Bukankah kami sudah menyuruhmu untuk membuangnya?” Tanya Jonghyun risih, sama seperti Kyuhyun.

“Membuangnya? Mana mungkin aku mau membuangnya!?” Tanya Yoona terkejut. Ia kemudian melepas ikatan jaket Kyuhyun. “Ahra Eonnie yang memberikannya padaku! YA!”

“Tapi kami tidak suka!” Ucap Changmin. Kyuhyun kemudian kembali melingkarkan jaketnya di pinggang Yoona dan membuat Yoona wajib mengikatkan jaket tersebut.

“Ayolah, aku tidak boleh pakai rok pendek, pakai celana pendek, sleeveless top, sekarang tidak boleh pakai croptee?” Tanya Yoona. Ketiga namja di depannya mengangguk. “Aish.”

Keempatnya kemudian berjalan berdampingan. Jonghyun membuka topik. “Apa yang kau beli?”

“Buku matematika dan fisika!” Jelas Yoona sambil tersenyum bangga.

“Coba sini kulihat.” Pinta Kyuhyun kemudian merebut plastik yang dipegang Yoona dan membukanya. Ia pun tertawa dengan keras.

“Wae? Wae?” Tanya Changmin bingung.

“Buku matematika dan fisika katamu, Im Yoona? Jelas-jelas ini adalah empat jilid komik!” Sahut Kyuhyun.

“Komik!? Aku yakin tadi aku membeli buku matematika dan fisika.” Jawab Yoona kemudian melihat plastik berisi komik itu.

“Eyy, jangan berbohong pada kami!” Seru Jonghyun.

“Jeongmaliya..” Jawab Yoona. “Oh! Pasti tertukar dengan plastik milik orang bernama Jung Yonghwa itu!”

“Jung Yonghwa?” Gumam ketiga namja yang ada di sampingnya. Setahu mereka bertiga, Yoona hanya memiliki mereka bertiga.

“Namja?” Tanya Kyuhyun heran. “Nuga?”

“Tadi aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang namja…”

FLASHBACK

“Huh, pasti mereka terpana melihatku membeli buku matematika dan fisika.” Gumam Yoona saat sedang berjalan keluar dari toko buku yang berada di salah satu mall. “Im Yoona, pastikan dirimu untuk belajar! Kau tidak boleh hanya masuk 200 besar di angkatan yang berisi 200 orang ini!”

BRUK

“Aww!” Ringis Yoona. Seorang namja yang menabraknya dari belakang. Mungkin namja itu sedang berlari.

“Mianhae, Agassi.” Ucap seorang namja bersuara berat di sampingnya.

“YA! Kenapa kau tidak lebih berhati-hati?” Tanya Yoona.

“Aku sudah meminta maaf!” Jawab namja itu membela dirinya. Ia kemudian mengambil salah satu plastik yang terjatuh. “Berikan handphone-mu.”

“Handphone-ku? Wae? Kau mau membawa handphone-ku kabur? Kau pencuri, ya!?” Tanya Yoona berturut-turut.

Namja itu melihat tangan kiri Yoona yang tengah menggenggam handphone berwarna putih. Dengan cepat ia mengambil handphone itu dan mengutak-atik handphone tersebut.

“YA!” Pekik Yoona. Namja itu menunjukkan layar handphone Yoona pada Yoona.

“Jika sesuatu terjadi karena aku menabrakmu, kau tinggal telepon aku. Lihat? Jung Yonghwa.” Layar itu menunjukkan nama ‘Jung Yonghwa’ beserta nomor handphone-nya. Kemudian Yonghwa langsung berjalan lagi. Tetapi ia berhenti sesaat dan menoleh. “Namamu?”

“Im Yoona.” Sahut Yoona, speehless karena kejadiannya berlalu sangat cepat.

Yoona kemudian mengambil plastik buku yang terjatuh dan lanjut berjalan sambil memaki Yonghwa.

FLASHBACK END

“Jadi ada nomor handphone namja itu di handphone yang aku belikan untukmu?” Tanya Kyuhyun dengan matanya terbelalak. “Ceritakan lebih banyak lagi tentangnya!”

“Akan aku ceritakan, tapi…”

“Wae? Wae?” Tanya Jonghyun yang ikut penasaran.

“Traktir aku makan malam, ya? Aku belum makan… Apalagi aku memakai croptee, perutku terkena AC, jadi tambah lapar.”

“Maka dari itu kami menyuruhnya untuk membuang baju itu!” Sahut Changmin kemudian menampar pipi Yoona.

“YA! Appo!”

~~~~

“Jadi, ayo ceritakan lagi!” Ucap Jonghyun. Keempatnya tengah berada di Starbucks, menunggui Yoona yang sedang memakan waffle-nya.

“Hm, dia meng-SMS-ku baru saja. Ia bilang ia ingin bertemu di taman kota besok.” Sahut Yoona. Para namja di depannya membuka mulut mereka.

“Kalian baru bertemu tapi langsung membuat janji?” Tanya Kyuhyun.

“Molla, mungkin ia sadar buku kami tertukar.” Sahut Yoona.

“Lalu? Kau akan datang?” Tanya Jonghyun.

“Tentu saja, Bodoh. Mana mungkin aku belajar dengan komik.” Jawab Yoona. “Nah ayo antar aku pulang! Aku sudah selesai makan.”

~~~~

Yoona menatap handphone-nya dan menghela nafas.

From: Eomma
Aku ada di rumah. Seperti biasa, serahkan padaku.

Yoona tengah berada di dalam mobil Kyuhyun dengan Kyuhyun di sampingnya yang tengah menyetir. Di belakang terdapat Jonghyun dan Changmin yang sudah tertidur. Jam menunjukkan pukul 10 dan mereka belum sampai di apartemen Yoona.

“Ada apa, Yoong?” Tanya Kyuhyun sambil sekali-sekali melirik Yoona. Yoona tersenyum tipis.

“Aniya.” Sahut Yoona singkat.

“Tidak apa, kau boleh menceritakannya padaku.” Yoona menggeleng. Walau pun begitu, sahabat Yoona dari saat ia masih kecil itu terus merasa curiga dengan pergantian mood Yoona. “Jinjja?”

Yoona mengangguk.

Mobil Kyuhyun akhirnya sampai tepat di depan gedung apartemen Yoona. Kyuhyun membuka seatbelt-nya dan keluar dari mobil. Yoona ikut keluar dari mobil.

“Mau kuantar?” Tanya Kyuhyun.

Yoona menggeleng. “Aniya, tidak usah. Gomawo untuk hari ini, Kyuhyun-ah.”

Yoona baru saja melangkah pergi sebelum Kyuhyun menahan tangannya. “Wae?”

“Tunggu, biar aku, Jonghyun dan Changmin ikut mengantarmu ke atas.”

“Aniya, Kyuhyun-ah. Jinjja gwencha..”

“YA Jonghyun-ah, Changmin-ah! Ireona!” Seru Kyuhyun sambil membuka pintu belakang mobil miliknya.

“Wae?” Tanya Changmin sambil mengusap matanya mengantuk.

“Ayo antar Yoona ke atas.”

“Hmm?” Tanya Jonghyun heran. “Tumben.”

Jonghyun dan Changmin turun dari mobil dan mengikuti langkah Kyuhyun dan Yoona masuk ke dalam gedung apartemen.

“Sudah kubilang kalian tidak perlu ikut.” Ucap Yoona.

“Tidak, kami ingin mengantarmu.” Jawab Kyuhyun.

TRING

Lift yang mereka naiki sampai di lantai 3, tempat kamar apartemen Yoona terletak. Dengan langkah pelan, Yoona dan ketiga sahabatnya berjalan ke arah kamar apartemen Yoona.

“Lebih baik kalian pulang setelah ini, ini sudah malam, hm?” Ucap Yoona sambil membuka pintu apartemennya setengah. “Dan apapun yang terjadi pada malam ini, sekarang, kalian tidak boleh masuk ke dalam. Arrachi?”

Kyuhyun, Jonghyun dan Changmin menatapnya bingung tapi mereka mengangguk menurut.

Yoona masuk ke dalam kamar apartemennya. Ia disambut oleh tatapan tajam seorang wanita paruh baya yang sangat cantik.

“Mana uang gajianmu?” Tanya wanita itu.

“Mianhae, Eomma. Aku belum mendapat gajiku bulan ini. Ini belum tanggal 25, kalau kau mau, kau boleh datang tanggal 25 nanti…” Sahut Yoona.

BRAK

Wanita yang dipanggil ‘Eomma’ oleh Yoona itu mendorong Yoona sampai terdengar decitan dari kaki Yoona yang sedang tidak memakai kaus kaki dengan lantai. Yoona meringis melihat kakinya tergores.

“Tidak ada tapi-tapian! Berikan seluruh uangmu padaku sekarang.” Jawab Eomma Yoona. Ia merebut tas cokelat kumuh Yoona dan menjatuhkan isinya.

“Eomma!” Seru Yoona sambil mengumpulkan barang-barangnya yang terjatuh di lantai.

“Oh! Kau punya handphone? Dengan uang siapa kau membelinya?” Tanya Eomma Yoona sambil melihat handphone putih Yoona. Samsung S3 putih. Ia tidak berani meminta lebih dari Kyuhyun, padahal Kyuhyun menawarkannya Samsung S5 dan IPhone 5S, tetapi ia menolak.

“Teman… Teman-ku yang memberikannya padaku.” Jawab Yoona.

“Sampai kau mendapat gajimu dan memberikannya padaku, aku akan membawa handphone ini bersamaku sebagai jaminan.” Jawab Eomma Yoona.

“Jebal… Eomma bisa ambil apapun, tapi tidak dengan handphone itu.” Ucap Yoona memohon. Ia berlutut di hadapan ibunya. Eomma Yoona berdecak.

BRAK

“Jangan memohon padaku!” Seru Eomma Yoona setelah mendorong Yoona sampai Yoona terjatuh lagi.

“Jebal… Tunggu sampai tanggal 25 eo, Eomma?” Pinta Yoona. Eomma Yoona berdecak sekali lagi.

“Baiklah. Tanggal 25 dan kau belum memberikan seluruh gajimu padaku, aku akan mengusirmu dari sini.”

“Tapi, aku menyewa apartemen ini dengan uangku sendiri.. dan kenapa seluruh gajiku? Mengapa tidak setengah dari gajiku seperti biasanya saja?”

“Aku perlu banyak uang bulan ini.” Sahut Eomma Yoona.

“Eomma kemanakan uang yang aku dapatkan dengan kerja kerasku? Aku bekerja selama 4 hari dalam seminggu untuk mendapatkan uang itu!”

“Uang itu hanya sedikit, kenapa kau besar-besarkan? Itu hanya 300.000 won! Dan kau hanya memberikan setengah padaku!”

“Itu sedikit untuk Eomma, tapi tidak untukku.” Ucap Yoona sebelum merebut handphone-nya dari tangan ibunya. “Juseonghaeyo, tapi tanggal 25 akan kuberikan seluruhnya padamu.”

“Tepati janjimu.” Sahut Eomma Yoona dan berjalan keluar dari kamar apartemen Yoona. Ia bertemu dengan Kyuhyun, Jonghyun dan Changmin yang sedang menempelkan telinga mereka di dinding.

“Cho Kyuhyun, kau masih bermain dengan anakku?” Gumam Eomma Yoona sambil lanjut melangkah.

Jonghyun, Kyuhyun dan Changmin langsung masuk ke dalam apartemen Yoona. Di dalam apartemen, Yoona tengah menangis di lantai dengan dirinya memeluk kedua kakinya.

Apartemen Yoona tidak memiliki kamar tidur. Hanya satu ruangan; berisi sofa, meja plastik kecil untuk menaruh barang-barangnya, lemari baju; dan satu kamar mandi. Yoona akan tidur, duduk dan makan di sofa kusam itu. Karena tidak ada dapur juga, ia selalu makan di luar atau diajak salah satu sahabatnya untuk makan di rumah mereka.

“Im Yoona!” Seru Kyuhyun kemudian mendekati Yoona. Jonghyun dan Changmin pun agak berlari kecil. Ketiganya menjongkokkan diri mereka di hadapan Yoona dengan Kyuhyun di tengah.

“Gwenchana?” Tanya Jonghyun sambil mengusap airmata yang masih mengalir di pipi Yoona dengan tangannya.

“Tinggalkan aku sendiri, jebal.” Pinta Yoona dengan suara yang bergetar.

“Ini semua akan baik-baik saja, Yoona. Kau bisa bersender pada kami kapan pun.” Ucap Kyuhyun kemudian memeluk Yoona. Yoona melepaskan pelukannya pada kakinya dan menggenggam tangan Jonghyun dan Changmin yang ada di sampingnya.

~~~~

“Jadi, kau menyuruh kami untuk ikut mengantar Yoona karena ini?” Tanya Jonghyun saat dirinya dan Kyuhyun tengah berada di dalam mobil Kyuhyun setelah menurunkan Changmin di rumahnya.

Pada awalnya, Kyuhyun mengajak Yoona untuk menginap di rumahnya atau rumah Changmin. Tapi Yoona menolak dan meminta mereka bertiga untuk cepat pulang.

Kyuhyun mengangguk. “Aku merasa ada yang aneh saat setelah ia membaca sesuatu dari handphone-nya. Kau sadar? Saat sudah sampai di lantai 3, ia membuat langkahnya sangat lambat. Ia pasti enggan untuk cepat sampai.”

“Geurae?” Sahut Jonghyun. “Tapi, Kyu.. Kau kan sudah menjadi teman Yoona sejak ia masih kecil, apa Eomma Yoona memang agak kejam seperti itu?”

Kyuhyun menggeleng. “Ani, dulu Eommonim sangatlah ramah dan baik. Tapi saat Yoona berumur 8 tahun, Eommonim dan Abonim bercerai. Eommonim pergi entah kemana dan Abonim menemani Yoona. Lalu mulai saat itu komunikasi antara Yoona dan Abonim dengan Eommonim terputus sama sekali. Aku pun tidak tahu sejak kapan Eommonim meminta gaji kerja Yoona dan tidak tahu darimana Eommonim bisa tahu tempat Yoona tinggal.

Dan mungkin kau tidak tahu tentang ini, tapi menurutku Abonim belum meninggal. Yoona selalu berkata bahwa Aboji sudah meninggal, bukan? Setahuku, 3 tahun lalu saat kita masih berumur 14 tahun, sebelum kau dan Changmin mengenalku atau pun Yoona, Abonim menghilang dari rumah.”

“Appa Yoona? Menghilang? Kabur?” Tanya Jonghyun. Kyuhyun mengangguk.

“Sepertinya begitu.” Jawab Kyuhyun. “Jadi Yoona tinggal di rumahku sampai beberapa saat setelah masuk SMA. Ia bekerja dan langsung menyewa apartemen itu sampai sekarang.”

“Akan lebih baik jika ia tetap menetap di rumahmu, Kyu.” Ujar Jonghyun.

“Geurokhae, tapi ia menolak.” Sahut Kyuhyun. “Ia bilang ia akan merepotkan keluargaku, tapi aku tidak suka melihat Eommonim menjadi sangat kejam pada Yoona. Yoona tidak pernah menceritakan hal itu pada kita, geutji?”

Jonghyun mengangguk. “Tidak seharusnya ia mengalami ini semua. Ini pasti sangatlah berat untuknya.”

~~~~

Sabtu pagi terasa sangat cerah. Yoona menggeliat di sofa tempat ia tidur dan terbangun.

“Kurasa aku benar-benar harus membeli tempat tidur.” Gumam Yoona sambil kembali menggeliat. Badannya terasa pegal-pegal.

Tiba-tiba handphone-nya berdering.

From: Jung Yonghwa
Temui aku di taman kota pukul 8. Jangan lupa bawa komikku.

“Aish… Apa-apaan Jung Yonghwa? Tidak sudi aku mempunyai kontak bernama Jung Yonghwa di handphone-ku.”

Yoona mengganti nama Jung Yonghwa menjadi ‘Ahjussi’ karena saat ia bertabrakan dengan Yonghwa, Yoona melihat kumis Yonghwa dari dekat. Yoona tertawa mengingat kejadian itu.

~~~~

“Mana Ahjussi itu?” Gumam Yoona. Ia sudah sampai di taman dengan jeans biru tua panjang; yang ia pakai kemarin untuk mengurangi cucian; dan t-shirt putih polos.

Yoona kemudian duduk di salah satu bangku taman yang ada. Tiba-tiba, ringtone handphone-nya berbunyi.

“Geurae neoyosseo nal derigo naon geon…” Lagu favoritnya dari penyanyi tampan favoritnya, Late Autumn oleh Cho Kyuhyun Super Junior. Bukan Cho Kyuhyun temannya yang bodoh tentunya.

KLIK

“Wae?”

“Kau sedang di mana? Aku, Jonghyun dan Changmin mau pergi ke Lotte World hari ini.” Jawab sahabat Yoona itu, Kyuhyun.

“Hm? Aku sedang ada di taman kota. Seperti yang kau tahu, namja bernama Yonghwa itu memintaku bertemu di sini.” Sahut Yoona. “Mungkin hari ini aku tidak dapat ikut, Kyu. Sehabis menukar buku kami yang tertukar aku mau mencari kerja tambahan untuk hari Jumat dan Sabtu.”

“Karena hal yang kemarin? Ayolah Yoona, aku dapat membantu finansialmu, kenapa kau perlu bekerja dengan sangat keras? Kita masih SMA!”

“Aniya, aku sudah banyak merepotkanmu.”

“Yakin tidak mau ikut?” Tanya Kyuhyun mengalah.

“Hm, mianhae.” Jawab Yoona.

“Gwenchana. Nanti malam mau menginap di rumahku? Jonghyun dan Changmin juga ikut.”

“Eommonim dan Abonim ada di rumah?” Tanya Yoona.

“Mereka sedang ada urusan di Taiwan. Biasalah, urusan akademi.” Jawab Kyuhyun. “Mereka memintaku untuk mengajak kalian menginap agar aku tidak kesepian di rumah hanya bersama para pelayan.”

“Hm, baiklah. Nanti aku kabari lagi. Ggeuna..”

“Eo..”

KLIK

“Eommonim dan Abonim pergi ke luar negeri terus, apa mereka tidak bosan?” Gumam Yoona.

“YA!” Seru seorang namja mendekat ke arah Yoona.

“Oh! Ahjussi!” Sahut Yoona.

“Ahjussi? Namaku Jung Yonghwa, dan aku masih sangaaaat muda.” Jawab Yonghwa.

“Terserah apa katamu.” Jawab Yoona. “Mana bukuku?”

“Oh, igeo.” Sahut Yonghwa kemudian memberikan plastik berisi buku matematika dan fisika.

“Dan ini punyamu.” Balas Yoona kemudian menyerahkan plastik berisi empat jilid komik.

Yoona membuka plastik berisi dua buku yang ia beli. “YA! Kau membuka plastiknya?”

“Aku hanya penasaran.” Jawab Yonghwa kemudian memeletkan lidahnya.

“Huaaa, Bodoh! Aish!” Gerutu Yoona kemudian duduk kembali di bangku.

“YA aku hanya membuka plastiknya, kenapa kau sangat marah?” Tanya Yonghwa kemudian duduk di samping Yoona.

“Huh, karena kau sudah tidak sopan, kau harus membelikanku es krim!” Jawab Yoona.

“Mwo? Es krim katamu?” Yoona mengangguk sambil tersenyum.

“Ppali, YA Ahjussi!”

“Ahjussi, Ahjussi.” Gerutu Yonghwa yang membuat Yoona tertawa.

“Sudahlah, kau memang mirip Ahjussi, kok.” Jawab Yoona kemudian berdiri. Ia menarik lengan Yonghwa menyuruhnya untuk berdiri.

Yoona menarik Yonghwa ke arah kedai es krim yang ada di dekat taman.

“YA ppali, kau mau rasa apa?” Tanya Yonghwa saat keduanya sudah sampai di kedai.

“Cokelat & vanilla, dua scoop!” Sahut Yoona.

“Dua scoop!?” Tanya Yonghwa terkejut. “Tidak takut gemuk?”

“Aku ini ajaib, sebanyak apapun aku makan, aku tidak pernah gemuk!”

“Arraseo, arraseo.” Sahut Yonghwa. “Ahjumma, satu es krim cokelat-vanilla dan satu es krim mangga-kelapa.”

“Ne.” Jawab Ahjumma penjual es krim. “Chaa, ini dia untuk kalian.”

“Gamsahamnida.” Jawab Yonghwa. “Eolmaaeyo?”

“Karena kalian sangat serasi, 1000 won saja untuk keduanya.” Jawab Ahjumma penjual es krim sambil tersenyum.

“Ne!? Serasi?” Pekik Yonghwa dan Yoona bersamaan.

“Jynx!” Seru Yonghwa.

“Ahjumma, mana mungkin aku berpacaran dengan Ahjussi sepertinya?”

“Eyy, jangan berbohong. 1000 won saja, tidak apa.”

Yonghwa mengeluarkan selembar 1000 won dari dompetnya dan memberikannya pada Ahjumma penjual es krim.

“Gamsahamnida, Ahjumma.” Yonghwa dan Yoona kemudian berlalu dan kembali duduk di bangku taman.

“Apa-apaan Ahjumma itu? Serasi, serasi.” Gerutu Yoona. Yonghwa terkekeh kecil mendengarnya.

“Biar cepat sajalah, daripada ia terus berkata kita serasi lebih baik kita setuju dan pergi.”

“Benar juga. Aku baru tahu kau sangat pintar, Ahjussi.” Yonghwa menggerutu kecil mendengarnya.

“Oh ya, kau tinggal bersama orang tuamu? Atau sendiri?”

“Sendiri.” Jawab Yoona.

“Orangtuamu tinggal dimana?”

“Aku juga tidak tahu.” Jawab Yoona.

“Tidak tahu? Wae?”

“Mereka bercerai saat aku masih kecil, dan kemudian Appa meninggalkanku 3 tahun yang lalu.” Jelas Yoona.

“Geurae?” Balas Yonghwa. “Mianhae, aku tidak tahu…”

“Aniya, gwenchana.” Yoona bangun dari duduknya dan kembali menjilat es krim yang ada di tangannya. “Karena kau telah membelikanku es krim, mulai saat ini kau adalah temanku. Baiklah Ahjussi, annyeong!”

Yonghwa tiba-tiba menahan lengan Yoona. Entah kenapa ia masih ingin menghabiskan waktu dengan Yoona.

“Kau mau kemana?” Tanya Yonghwa.

“Aku mau mencari pekerjaan tambahan.” Sahut Yoona. “Sebenarnya aku punya pekerjaan pada hari Senin sampai Kamis, tapi kupikir aku perlu pekerjaan pada hari Jumat dan Sabtu untuk menambah uang.”

“Mau aku temani?” Tanya Yonghwa. Yoona tersenyum.

“Hm, baiklah. Kajja!” Sahut Yoona.

~~~~

Yonghwa dan Yoona berjalan kaki di trotoar, mencari toko apa pun yang memiliki tulisan ‘lowongan pekerjaan’ di etalase-nya.

“Hey, Yoona. Lihat di sana ada tulisan lowongan kerja!”

“Toko apa?” Tanya Yoona antusias.

“Toko musik.” Jawab Yonghwa. Yoona menghela nafas.

“Aku tidak mengerti masalah musik… Aku hanya dapat bermain gitar dan ya, hanya itu.” Balas Yoona.

Keduanya terus berjalan.

“Oh, itu!” Seru Yoona.

“Eodi, eodi? Toko apa?”

“Bakery. Ayo coba kita ke sana.” Sahut Yoona kemudian menarik tangan Yonghwa menuju bakery yang bernamakan Chocolat BonBon itu.

KRING

“Oso-oseyo..” Ucap seorang namja dari balik meja kasir dan mendekat.

“Annyeonghaseyo,” sapa Yoona. “aku melihat tulisan lowongan pekerjaan di depan…”

“Oh anda mau melamar pekerjaan?” Yoona mengangguk dengarnya. “Annyeonghaseyo, saya Lee Hyukjae, atau biasa dipanggil Eunhyuk. Saya pemilik bakery ini.”

“Ah ne, saya Im Yoona.” Balas Yoona. “Jadi… Sebenarnya saya sudah memiliki pekerjaan pada hari Senin-Kamis, jadi saya hanya akan melamar untuk hari Jumat dan Sabtu.”

“Geuraeyo? Juseonghaeyo, tapi kami mencari pekerja yang bisa bekerja setiap hari.” Jawab Eunhyuk.

“Jinjjayo? Kalau begitu terima kasih. Annyeonghaseyo, Sajangnim.”

Yoona dan Yonghwa keluar dari bakery tersebut.

Yoona menghela nafasnya. “Aish! Lalu di mana aku bisa mencari pekerjaan lagi?”

Tiba-tiba Yonghwa menjentikkan jarinya. “Aku tahu!”

“Tahu apa?” Tanya Yonghwa.

“Aku tahu tempat di mana kau bisa dipekerjakan.” Sahut Yonghwa. “Tapi pekerjaan ini menuntut keahlian berenang, kekuatan dan kemampuan melakukan pertolongan pertama. Kau bisa?”

“Hmm, aku tidak terlalu bisa melakukan pertolongan pertama.. Tapi kau bisa mengajariku, kan?” Jawab Yoona sambil tersenyum. “Kau bisa memberikan pertolongan pertama?”

~~~~

“Mwo? Jadi penjaga pantai?” Pekik Yoona.

“Hm, ini dia pantainya.” Sahut Yonghwa. Keduanya tengah berada di mobil Yonghwa. Tadi Yoona dan Yonghwa berjalan ke rumah Yonghwa yang rupanya tidak begitu jauh dari tempat mereka mengobservasi toko tadi dan mengambil mobil milik Yonghwa. “Minggu lalu saat aku pergi ke sini, ada papan lowongan kerja untuk perempuan.”

“Tapi… Kyuhyun, Jonghyun dan Changmin tidak akan membolehkanku pergi ke pantai jika bukan dengan mereka… Eotteokkhae?” Gumam Yoona yang tampaknya terdengar oleh Yonghwa.

“Kyuhyun? Jonghyun? Changmin? Siapa mereka?” Tanya Yonghwa.

“Ah… Mereka adalah sahabat-sahabatku yang sangat overprotektif.”

Yonghwa tergelak. “Maka dari itu kau memakai t-shirt dan jeans panjang untuk pergi di musim panas ini?”

Yoona mengangguk. “Jika aku bekerja di pantai, maka aku harus memakai pakaian yang errrr– yang sangat terbuka. Aku yakin mereka tidak akan memperbolehkanku bekerja di sana.”

“Lalu kau mau bekerja dimana lagi?” Tanya Yonghwa.

“Huh… Benar juga. Tidak ada tempat lain.” Sahut Yoona. “Baiklah! Akan kucoba.”

~~~~

“Ne, Im Yoona. Kau boleh mulai bekerja di sini sebagai penjaga pantai mulai minggu depan. Hari Jumat dari pukul 4 sore sampai 7 malam dan hari Sabtu pukul 7 pagi sampai 11 siang.” Ucap ketua penjaga pantai yang sangat tampan bernama Lee Donghae itu. “Kuharap kau sudah dapat mempraktikkan pertolongan pertama pada hari Jumat. Kau bisa datang lebih awal dan aku akan menguji pertolongan pertamamu.”

“Ne, Sunbaenim. Gamsahamnida.” Balas Yoona. Donghae kemudian tersenyum dan pergi.

“Ahjussi, gomawo!” Seru Yoona kemudian memeluk Yonghwa. Yonghwa terpaku sebentar kemudian memegang kepala Yoona dengan tangan kirinya.

“Jangan peluk-peluk aku, dan satu lagi aku masih muda!” Seru Yonghwa yang membuat Yoona tertawa.

“Arraseo, arraseo. Sudah dulu ya, Ahjussi! Aku mau pergi dulu! Annyeong!” Seru Yoona kemudian berlari keluar dari pantai.

Yonghwa tersenyum tipis. “Manis.”

.
.
.
.
.
.

Wakakakakakkk gimana ah gimanaaa cintaku bersemi di putih abu-abu /? Ff pertama gue yang kyunanya bukan idol~ cinta gak cinta? Wks dan satu lagi kalo buat cnsd couple gitu gue ngeship yongseo sama yongyoon.

Kenapa? Coba lu pada liat Yoona and Yonghwa moment (/ Cut ya gua lupa) yang pas di 2012 award pas mereka jadi MC gitu wks keceeee ❤ Yonghwa choding banget sambil ngedance lagunya dbsk terus Yoona ikutan. Cinta banget mereka unyu>< jadi intinya Yoona ama Yonghwa itu sebenarnya deket titik. No protes juseyo~~ /gue sebenernya shipper apa sih

Oke gue super Yoong shipper~ mau kyuna kek Yoonhae kek Sungyoon kek~ semua anak sj cocok kok ama Yoona /lah

Minho-yoona, changmin-yoona shipper juga~

Semacam exoyoong shipper juga terutama Suhoyoona, luyoon, yoonhun… Yoona-Yonghwa juga~~ masi ada lagi tapi takut ditabok:(

Tapi main otp-nya tetep kyuna lah jelas ❤ jangan lupa RCL gue gamau tau tralalatrililili wgm, brokside sama ily kalo comment nya dikit bisa gua stop loh gimana–v

Advertisements

14 thoughts on “[Chapter] Friendship vs Love || Chapter 1

  1. Manissss…
    Keren bgt
    Dilanjut ya , sama wgm juga
    aku juga suka suhoyoona lo.. wkwkwk
    Kayaknya kisah cintanya bakalan rumit ya. Btw, iri deh sama yoona yg punya sahabat kayak jonghyun,changmin,kyuhyun
    semoga nanti jadinya kyuna ya ♡
    Semangat ^^

  2. keren!!! wkwk.. asik banget ya yoona punya 3 + 1 pangeran yang tampan bgt, hah.. ngebayangin yoona jadi penjaga pantai, pasti banyak yang pingin dikasih pertolongan pertama tuh /? wkwkwk :v

  3. Waaa keren thor…. tapi sebagai kyuna shipper yg baik,#huekk aku berharap endingnya kyuna….
    Waiting for next chapter… ppali

  4. Keren
    Enak bnget yoona eoni
    D kellingi cwo2 ckep
    Bkalan ad yg jatuh cinta ngga tu sma yoona eoni
    Pnsaran d tnggu chap slnjtnya
    Fighting:)

  5. keren…bener2 keren,,,,?kacian yoona hidupnya dah susah dri kecil,untung ada ke 3 temenya yg baik hati ditmbh lg ada yongwa uwaah…sprtnya akan ada konflik cinta segi 4 tuh??lanjut thor penasaran apa yg akan terjadi ma kehidupan yoona.jngn lma thor..q tunggu part selanjutnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s