[Chapter] I Love You || Chapter 8


image

[Chapter] I Love You || Chapter 8

Judul: I Love You

Author: Tisa Khansa

Main Cast:
– SJ Cho Kyuhyun
– SJ Lee Donghae
– SJ Lee Hyukjae aka Eunhyuk
– SNSD Im Yoona

Other Main Cast
– SNSD Jung Sooyeon aka Jessica
– SNSD Choi Sooyoung
– SNS Kim Hyoyeon

Cameo:
– SJ Park Jungsoo aka Leeteuk
– SJ Kim Youngwoon aka Kangin
– SNSD Kim Taeyeon
– SNSD Kwon Yuri
– SHINee Choi Minho

Genre: romance, drama, cute, angst

Length: Chapter

Rating: General

NB: last update for today! mungkin gakbakal update ff lagi sampe usbd selesai nanti! jadi tolong di RCL ya, biar gua semangat!


~~~~

• Last Chapter •

KREK

Oppadeul, kalian sudah pulang?” Sapa Yoona saat ia mendengar suara pintu yang di buka di dorm Super Junior lantai 11.

Tetapi tiba-tiba matanya terbelalak. “Kalian…”

~~~~

Hyoyeon dan Sooyoung menampakkan diri di hadapan Yoona di dorm lantai 11 Super Junior.

“Kenapa?” Tanya Sooyoung. “Kau terkejut karena ternyata aku masih bergaul dengan gadis yang telah menyakiti hatimu ini?”

Eonnie… Jangan-jangan kau adalah yang…”

“Ya! Aku yang berbohong, Jessica yang mengatakan hal sebenarnya! Kenapa? Kau ternyata lebih percaya padaku daripada Jessica, bukan?” Tanya Sooyoung.

“Huh, beraninya kau… memacari Donghae-oppa tetapi memacari Kyuhyun-oppa juga.” Ucap Hyoyeon.

“Tapi situasinya…”

“Situasi, situasi! Tidakkah kau pikirkan perasaan kami? Kenapa kau malah memikirkan situasi?” Tanya Sooyoung. Tetesan airmata jatuh membasahi pipinya.

“Ya benar, aku menyukai Kyuhyun-oppa.. Ani. Aku mencintai Kyuhyun-oppa, tapi kau! Tapi kau malah merebutnya dariku.” Terang Hyoyeon.

“Dan… aku sudah mengagumi Donghae-oppa sejak lama… Aku mencintainya. Saat kau berpacaran dengannya dulu, aku masih bisa membendung perasaan ini, tapi aku lelah untuk selalu mengalah padamu.”

“Jadi… rumor yan aku dengar dari para staff benar? Kau sering memotret Kyuhyun diam-diam?” Tanya Yoona dengan suara yang bergemetar.

“Ya, itu benar. Lalu mengapa?” Sahut Hyoyeon dingin.

“Kumohon… aku tidak tahan lagi mengalah padamu, Yoona…” Tambah Sooyoung.

“Putuskan Donghae-oppa, dan jauhi Kyuhyun-oppa! Dengan begitu masalah selesai.” Ujar Hyoyeon.

Yoona menundukkan kepalanya. Airmata berlinang jatuh.

“Baiklah, aku akan memutuskan hubunganku dengan Donghae-oppa dan aku akan menjauhi Kyuhyun.”

“Bagus! Sekarang pergi dari sini.” Usir Hyoyeon.

“Baiklah.”

~~~~

Yoona berjalan dengan lunglai di trotoar jalanan. Entah kemana ia akan pergi, ia tidak tahu dan tidak punya rasa peduli yang cukup untuk ingin tahu.

Coat cokelat tebal dengan celana jeans. Janya itu yang menutupi tubuhnya sekarang. Ia merasa dingin, kedinginan. Tapi wajahnya panas memerah, menandakan air yang terus keluar dari matanya tidak pernah terhenti.

“Hey, Im Yoona. Kau memang salah, jadi memang kau yang harus pergi. Mengapa kau menangis? Dasar Bodoh.”

“Lho, Noona?” Panggil seorang namja sambil menepuk punggung Yoona. “Yoona-noona?”

Yoona menoleh. “Minho?”

“Noona, kenapa kau sendirian di sini? Ayo kita ke dorm-ku, kau pasti kedinginan.”

~~~~

Yoona dan Minho tengah duduk bersebelahan di sebuah bench di taman kota. Entah tapi Yoona tidak mau memperlihatkan wajah menangisnya pada anggota SHINee yang lain. Ia masih mempunyai harga diri.

“Jadi Noona… kau sebenarnya pernah memacari Kyu-hyung dan Donghae-hyung di waktu yang sama?” Yoona mengangguk. Ia baru saja selesai menceritakan semua hal yang terjadi pada Minho.

“Jangan berpikir yang tidak-tidak, Minho-ya. Tapi waktu itu aku terpaksa melakukannya karena permintaan Hyukjae-oppa.”

“Iya, aku tahu, Noona.” Sahut Minho. “Aku mengerti situasimu.”

“Gomawo, Minho-ya.”

“Tapi, Noona… jika kau mencintai Kyu-hyung, tidakkah seharusnya kau biarkan Kyu-hyung tahu tentang ini semua? Maka dari itu ia bisa melindungimu dari perbuatan Hyoyeon-ssi dan Sooyoung-ssi yang unpredictable.”

Yes, people who hurt Yoona will always be Minho’s enemy. That’s why he doesn’t have any mood to call them ‘Noona’.

“Aku hanya tidak mau memperumit keadaan… Aku tidak tahu harus berbuat apa…” Sahut Yoona.

“Dan satu-satunya yang aku ingin tanyakan padamu, Noona…” Yoona menoleh. “Jika Tuhan menyuruhmu untuk memilih satu di antara Kyu-hyung dan Donghae-hyung, siapa yang akan kau pilih?”

~~~~

Yoona masih berjalan di trotoar. Setelah pertemuan kecilnya dengan Minho tadi, Minho sudah mengajaknya untuk menginap di dorm SHINee, tapi Yoona menolak.

“Jika Tuhan menyuruhmu untuk memilih satu di antara Kyu-hyung dan Donghae-hyung, siapa yang akan kau pilih?”

Kalimat yang dikatakan Minho terus berputar di kepala Yoona.

“Kyuhyun… atau Donghae-oppa?” Gumam Yoona.

Tiba-tiba ia tersenyum miris.

“Aku tidak seharusnya memilih di antara keduanya, aku terlalu egois. Masih ada Sooyoung-eonnie dan Hyoyeon-eonnie yang lebih pantas untuk Kyuhyun dan Donghae-oppa.”

~~~~

Terjebak macet membuat para anggota Super Junior yang baru pulang dari Yeouido untuk melakukan recording KBS Vitamin itu sampai di dorm agak telat. Sesampainya di dorm, para anggota Super Junior lantai 11 pun langsung masuk ke dorm, mengharapkan teriakan sapaan Yoona bisa menyambut mereka.

Tapi tidak ada siapapun di dorm lantai 11 itu.

“Yoona? Yoona-ya?” Panggil Kyuhyun.

“Yoona! Kau dimana?” Seru Eunhyuk.

“Yoona, kami sudah pulang, kami bawa makan malam untukmu!” Seru Sungmin.

“Yoona? Yoona!” Panggil Yesung. “Kamu ada dimana?”

“Yoona-ya!” Seru Ryeowook.

“Dimana dia ya, Hyung?” Tanya Kyuhyun pada Sungmin.

“Kalian semua coba telepon teman kalian, tanyakan apa mereka melihat Yoona atau tidak.” Perintah Eunhyuk yang ditanggapi anggukan dari para anggota lainnya.

Kyuhyun mencari nomor telepon Minho di phonebook handphone-nya. Karena terakhir kali satu-satunya orang yang diketahuinya mengetahui situasi Yoona secara detail kecuali para hyung-nya dan dirinya sendiri adalah Minho.

KRRR
KRR

KLIK

“Yeoboseyo?” Sapa Minho.

“Minho-ya, apa kau bertemu dengan Yoona?” Tanya Kyuhyun dengan nada paniknya yang terdengar jelas.

Ya, aku bertemu dengannya tadi.” Sahut Minho dengan intonasi dingin yang tidak disadari Kyuhyun sama sekali. “Mengapa selalu ada yang membuat Noona menangis, Hyung? Aku benci melihat Noona menangis! Sangat benci!

“Menangis?” Tanya Kyuhyun bingung. “Menangis karena apa? Jelaskan padaku, cepat!”

Aku tidak akan bisa menjelaskannya lewat telepon.

“Datanglah ke sini, cepatlah. Kami semua sedang panik mencari Yoona. Setidaknya kau bisa menenangkan kami, cepat!”

Ya, baiklah. Tunggu sebentar.

KLIK

“Bagaimana, Kyu?” Tanya Ryeowook setelah ia menutup telepon handphone-nya yang ia sambungkan ke Hyung-nya, DBSK Yunho.

“Minho bilang ia tadi bertemu Yoona…” Jelas Kyuhyun. Para hyung-nya yang mendengarnya pun tersenyum lega. “Tapi ia berkata sesuatu tentang Yoona yang menangis… Entahlah, aku panik jadi aku suruh dia untuk cepat kemari lalu menjelaskan semuanya.”

“Menangis?” Tanya Eunhyuk, nada histerisnya sedikit terdengar, terdengar juga ia yang berusaha untuk tidak terdengar histeris.

“Kuharap tidak ada suatu yang serius yang terjadi pada Yoona.” Harap Kyuhyun yang ditimpali anggukan setuju para hyung-nya.

~~~~

TING TONG

Suara bel pintu terdengar dari depan pintu dorm Super Junior lantai 11. Para anggota Super Junior yang ada di dalam langsung berlari ke depan dan langsung membukakan pintunya.

“Minho! Ayo masuk.” Ajak Sungmin. Minho masuk ke dalam dorm Super Junior lantai 11 tersebut.

Minho mengangguk kemudian masuk ke dalam dorm. Ia kemudian dipersilahkan untuk duduk di sofa. Di sekelilingnya tampak para anggota Super Junior lantai 11 sangat penasaran dengan ceritanya.

“Jadi, tadi aku…” Minho memulai ceritanya.

.

.

“MWO!? Jadi Sooyoung menyukai Donghae-hyung dan Hyoyeon menyukaiku?” Pekik Kyuhyun. Minho mengangguk.

Minho hanya menceritakan tentang Hyoyeon dan Sooyoung yang tiba-tiba datang ke dorm Super Junior lantai 11 dan membuat Yoona menangis, tidak termasuk tentang Kyuhyun dan Donghae yang dipacari Yoona di saat yang sama. Minho yakin beberapa anggota Super Junior sudah ada yang tahu tentang itu, tapi ia yakin juga bahwa Kyuhyun sama sekali belum tahu tentang itu.

“Tapi tolong jangan terlalu bersikap frontal tentang ketidaksukaan kalian semua terhadap Hyoyeon dan Sooyoung, Hyung. Yoona-noona pasti akan sadar kalau kau menceritakan ini pada kalian. Jadi tolong, ya?” Ucap Minho yang ditanggapi anggukan anggota Super Junior yang lain.

“Omong-omong, Minho-ya… Kalau begitu kau tahu dimana Yoona berada sekarang?” Tanya Eunhyuk. Minho menggeleng, dan langsung berhasil membuat anggota Super Junior histeris.

MWO!? Jadi Yoona-noona menghilang?” Pekik Minho kemudian meremas rambutnya. Anggota Super Junior mengangguk.

“Entahlah, ia tiba-tiba tidak ada di dorm sejak kami kembali dari Yeouido.” Jawab Ryeowook.

KYUHYUN POV

Im Yoona, angkat teleponku cepat…!

Wajah cantiknya, kaki jenjangnya, kening bersihnya. Oh Tuhan, bahkan hanya sehari pun aku tidak tahan jika tidak mengetahui kabarnya.

Tiba-tiba kudengar bunyi pintu dorm terbuka.

KREK

“Itu pasti Yoona.” Gumamku. Yang tahu password dorm kami hanyalah Manager-hyung, para hyung-ku dan Henry, juga Im Yoona-ku. Hanya itu. “Yoona…!”

Kulihat Hyukjae Hyung ikut berlari menghampiri pintu bersamaku.

Tapi yang kulihat bukanlah Yoona, melainkan wajah dua wanita yang sangat kubenci karena sudah menyakiti Yoona dengan senyuman merasa tak bersalah milik mereka.

Hyoyeon. Sooyoung.

“Mau apa kalian ke sini?” Tanyaku dingin.

“Kenapa kalian bisa tahu password dorm kami?” Tanya Hyukjae Hyung.

EUNHYUK POV

Aku bersama Kyuhyun langsung berlari ke arah pintu dorm saat kami dengar suara pintu dorm terbuka.

Yoona. Pasti Yoona hanya keluar untuk membeli sesuatu tetapi lupa memberitahu kami, ya pasti.

Tapi yang kulihat bukan sosok gadis yang kupuja melainkan dua orang yeoja yang baru kudengar dari cerita Minho telah menyakiti Yoona.

Hyoyeon. Sooyoung.

“Mau apa kalian ke sini?” Tanya Kyuhyun dingin.

“Kenapa kalian bisa tahu password dorm kami?” Tambahku sebelum mereka bisa mulai berbicara.

AUTHOR POV

“Annyeong, Oppa! Kami hanya ingin berkunjung karena kami pulang lebih dulu dibanding anggota yang lain.” Jawab Hyoyeon dengan senyuman yang sebenarnya tidak dapat dipungkiri bahwa ia sangatlah cantik saat tersenyum. “Aku bawa Sooyoung ke sini.”

“Apakah kalian melihat Yoona?” Tanya Kyuhyun. Tentu berpura-pura tidak tahu, hanya ingin menguji apa Hyoyeon dan Sooyoung akan mengatakan hal yang sebenarnya.

Hyoyeon dan Sooyoung berpandangan sebelum Sooyoung membuka mulutnya. “Tidak, Oppa. Kami tidak melihatnya. Mungkin ia masih di rumah sakit.”

“Pembohong.” Gumam Kyuhyun dan Eunhyuk yang tidak terdengar oleh Hyoyeon dan Sooyoung. Keempat dari mereka masuk ke dalam dorm.

Para anggota Super Junior yang lain juga Minho hanya dapat tersenyum miris karena yang mereka dapati di sana bukanlah Yoona, melainkan Hyoyeon dan Sooyoung.

Demi Yoona, mereka bersikap dingin dan biasa saja terhadap Hyoyeon dan Sooyoung. Jika mereka terang-terangan membenci Hyoyeon dan Sooyoung, Yoona pasti akan tertindas lagi.

~~~~

Kyuhyun tengah duduk di sofa depan TV, memainkan handphone-nya, menelepon Yoona berkali-kali.

“Aish!”

Kyuhyun menyerah, ia melempar handphone-nya sampai tak ia sadari handphone-nya sudah sampai di kakinya. Ia kemudian beranjak dari sofa menuju kamarnya dan Sungmin.

Tapi tiba-tiba ia terhenti.

“Jika yang tau password apartemen kami hanyalah anggota Super Junior, Manager-hyung, dan Yoona, lalu siapa yan memberitahu Hyoyeon dan Sooyoung?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kemudian Eunhyuk muncul keluar dari kamarnya ke hadapan Kyuhyun.

“Aku juga memikirkan hal yang sama, Kyu.” Ucap Eunhyuk.

Kedua pasang bola mata itu saling berpandangan dan kemudian terbelalak.

Kyuhyun dan Eunhyuk membuka mulut mereka bersamaan. “Jangan-jangan… ada anggota pengkhianat yang memberitahu password-nya… kepada mereka?”

~~~~

“Yoona-ya jebal, angkat teleponnya…” Rintih Eunhyuk yang sedang duduk bersila di atas sofa dengan Kyuhyun di sampingnya yang juga sibuk SMS sana-sini untuk melacak keberadaan Yoona.

“Apa aku harus mengambil resiko?” Gumam Kyuhyun. Eunhyuk menoleh ke arah Kyuhyun.

“Resiko apa?” Tanya Eunhyuk.

“Apa aku harus coba tweet di Twitter…” Gumam Kyuhyun.

“Hm, coba saja Kyu! Kalau bisa sebelum Tweet kau coba cari dulu keyword “Yoona” di search engine Twitter.” Usul Eunhyuk.

“Hm, benar.”

Kyuhyun membuka aplikasi twitter yang ada di handphone-nya. Ia membuka search engine dan mengetik ‘윤아’.

Hasil-hasil yang terpampang di layar handphone-nya hanyalah hasil Yoona di bandara seminggu yang lalu, video Yoona tengah berbicara di hadapan para wartawan dan reporter di rumah sakit, juga tweet random lainnya dari para fans.

“Hasilnya nihil, Hyung.”

“Tidak ada pilihan lain Kyu, coba kau tweet. 2 menit lagi langsung kau hapus tweet-nya.” Ucap Eunhyuk.

“Hm, baiklah.”

‘둘 중 하나는 소녀시대 윤아가 보았? 저와 다른 맴버드리 윤아가 약간의 회의를하고 싶어. 고마워^^’

(Apakah salah satu dari kalian melihat SNSD Yoona? Aku dan anggota lainnya ingin melakukan meeting kecil-kecilan dengannya. Terima kasih^^)

“Begini bagaimana, Hyung?” Tanya Kyuhyun sambil memperlihatkan kalimat yang akan ia tweet itu.

Meeting?” Sindir Eunhyuk.

“Oh ayolah, masa aku berkata aku sangat mencintainya dan dia tengah menghilang? Tidak mungkin, kan?” Tanya Kyuhyun sarkastik, mengumbar rasa cinta berlebihnya terhadap Yoona.

“Ah terserah kau!”

Your tweet has been sent!

Kotak notice Kyihyun langsung dipenuhi mention dari para ELF, juga SONE yang melihat tweet-nya saat sedang mencari keyword ‘윤아’.

Para fans rata-rata menjawab ‘Mianhae Oppa, aku tidak melihat Yoona’ dalam berbagai bahasa.

Tapi kemudian ada seorang fans yang memberikan info yang cukup berguna.

‘아, 지금 막 윤아를 보아서! 윤아는 한강의해서. 하지만 윤아가 이상한. 윤아 눈은가 적색, 와 윤아 얼굴은 매우 창백해서. 팬들은 윤아 인사를해서 하지만 윤아가 어색하게 미소를 지어서. 윤아는 사진과 사인을내어 거부.’

(Ah, aku baru saja melihat Yoona! Ia tadi sedang duduk di tepi sungai Han. Tapi mata Yoona tampak merah dan wajahnya pucat. Para fans menyapanya, tetapi ia hanya tersenyum dengan canggung. Yoona menolak untuk pengambilan foto dan tanda tangan.)

“Hyung, Hyung! Lihat! Yoona sedang berada di tepi sungai Han! Ayo kita ke sana!” Seru Kyuhyun histeris.

“Mwo? Jinjja?” Sahut Eunhyuk. Keduanya langsung beranjak dari duduk mereka dan berlari keluar dari dorm.

~~~~

Kyuhyun dan Eunhyuk sibuk celingak-celinguk ke sana kemari di tepi sungai Han. Di saat genting seperti itu, tiba-tiba langkah Eunhyuk terhenti.

“Lho, Hyung? Kok berhenti? Ada apa? Kau melihat Yoona?” Tanya Kyuhyun. Eunhyuk menelan ludahnya berat. Ia kemudian membalikkan badannya dan mendorong Kyuhyun untuk pergi.

“Kyu, ayo cepat kita pergi sekarang. Sepertinya Yoona sudah pergi.” Sahut Eunhyuk cepat.

“Shirreo, aku masih mau mencarinya.” Jawab Kyuhyun tegas kemudian melepas pegangan lengan Eunhyuk di pundaknya dan membalik badannya menuju arah Eunhyuk melihat tadi.

DEG

“Kyu…” Rintih Eunhyuk iba. Tapi hatinya ikut sakit juga melihat pemandangan yang ada di hadapannya dan Kyuhyun.

Yoona dan Donghae ada di sana, tengah berciuman dengan manis.

Kyuhyun masih terhenti di sana, meratapi Yoona dan Donghae. Lama-kelamaan Kyuhyun sadar, berdiri di sana juga sia-sia. Berdiri di sana malah membuat hatinya makin sakit.

Kyuhyun kemudian melenggang pergi dari sana, tanpa berpamitan pada Eunhyuk. Eunhyuk membiarkan saja Kyuhyun pergi, toh ia memakluminya.

Tapi kemudian lengkung bibirnya membentuk sebuah senyuman palsu, senyuman miris yang menandakan bahwa ia sedang tersakiti dan berusaha keras untuk tidak menangis. “Sialan. Aku kalah.”

~~~~

Kyuhyun tengah merebahkan dirinya di atas kasur di dalam kamarnya dan Sungmin. Semua anggota Super Junior tampaknya telah terlelap, membuat Kyuhyun kesepian di malam yang sunyi itu.

Tetapi tiba-tiba, ia mendengar semacam teriakan dari lantai di atasnya. Padahal seingatnya, Leeteuk baru saja berpamitan bahwa anggota lantai 12 sedang akan melakukan meeting penting di gedung SM.

“Kenapa kau tidak mau menyatukanku dengan Yoona!?” Pekik seorang namja dari lantai di atas Kyuhyun.

“Bukankah itu suara Donghae…?” Gumam Kyuhyun.

“T.. Ttapi Oppa… Aku tidak bisa…” Kali ini suara seorang yeoja terdengar.

“Itu kan Sooyoung?” Gumam Kyuhyun lagi.

“Kenapa kau tidak tahu terima kasih!? Bukankah aku sudah memberitahumu password dorm lantai bawah? Kenapa kau tidak mau membalas kebaikanku?” Seru Donghae lagi.

Kyuhyun diam terperanjat mendengarnya.

“Huh.. jadi kau memberitahu password dorm lantai bawah karena ada maunya, Oppa? Sudah kuduga.” Ucap seorang yeoja lain yang diyakini Kyuhyun bukanlah Sooyoung.

“Hyoyeon?” Tebak Kyuhyun.

“Kau tidak tahu apa-apa, Oppa! Saat di Jejudo, Yoona belum putus dari Kyuhyun Oppa! Ia akhirnya berpacaran di saat yang sama denganmu juga Kyuhyun Oppa!” Seru Hyoyeon.

Kyuhyun makin terkejut mendengarnya. “Jadi aku.. selama ini dibohongi… oleh Yoona?”

“Kau kira aku tidak tahu? Aku tahu semuanya! Kau kira ini tidak berat untukku? Hanya berat untukmu? Hah!?” Seru Donghae. Ia kemudian menghela nafas panjang. “Dimana Yoona sekarang?”

Mata Kyuhyun terbelalak. “Bukankah tadi sore… mereka berciuman di tepi sungai Han? Kenapa ia bertanya seperti itu?”

“Mana aku tahu?” Jawab Hyoyeon santai.

“Apa!? Kau berjanji akan menyerahkan Yoona padaku jika aku berhasil membuat Kyuhyun melihatku mencium Yoona!”

“Semua tadi… rekayasa?” Rintih Kyuhyun.

“Bagaimana jika aku katakan aku bukanlah orang yang suka menepati janji?” Sahut Hyoyeon acuh tak acuh.

“Keluar dari dorm ini. Sekarang.” Perintah Donghae.

“Uh-oh, setelah membuatmu berhasil mencium Yoona tadi sore, kau sekarang mengusirku dan Sooyoung? Benar-benar Oppa yang tidak tahu rasa terima kasih.” Umpat Hyoyeon. “Temani Sooyoung malam ini!”

“Eo.. Eonnie…” Rintih Sooyoung pada Hyoyeon. Ia tidak suka melihat lelaki yang ia cintai diperintah macam-macam oleh Eonnie-nya sendiri.

Kyuhyun yang mendengar seluruh percakapan itu kemudian meremas rambutnya depresi. Ia keluar dari kamarnya dan Sungmin menuju kamar Eunhyuk.

BRAK

“Hyung! Kau tidur?” Seru Kyuhyun. Yang ia dapati adalah Eunhyuk yang tengah menundukkan kepalanya sambil bersila di atas kasur. “Kau juga mendengar semuanya…?”

Eunhyuk mengangguk. “Tapi kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Donghae. Aku bisa mengerti bahwa ia diperalat oleh Hyoyeon dan Sooyoung.”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya setuju, amarahnya pada Donghae sirna seketika.

“Hyung..,”

“Kyu..,”

“jadi dimana Yoona sekarang?”

~~~~

“Agassi! Minggir dari jalan! Kau menghalangi jalan orang!” Pekik seorang wanita pada Yoona yang berbaring lemas di trotoar.

“Apa!? Kau meneriakiku, hah?” Yoona, Yoona yang tengah depresi dan mabuk menjawab.

Yoona bangkit lalu mendorong pundak wanita yang meneriakinya.

“Aku bisa memanggil polisi! Kau tidak takut!?” Jawab wanita tadi.

“Tidak! Panggil saja kalau kau mau! Sana!” Seru Yoona.

Seorang lelaki yang tampaknya adalah pacar dari wanita yang didorong Yoona itu langsung menahan pacarnya.

“Sudahlah, dia gila. Tinggalkan saja, ayo.”

“Siapa yang kau bilang gila, hah?” Seru Yoona.

Tiba-tiba seorang lelaki menggenggam tangan Yoona dan membungkuk sopan ke arah sepasang kekasih yang cekcok dengan Yoona itu.

“Juseonghaeyo, ia sedang mabuk. Maafkan aku.” Lelaki yang menggenggam tangan Yoona itu kemudian keluar dari kerumunan yang ada.

Yoona meronta. “Siapa kau!? Seenaknya saja mengajakku pergi! Hah?”

Lelaki itu langsung memeluk Yoona dengan erat. Kehangatan mengerubungi keduanya. Di Oktober yang mulai dingin ini, tubuh keduanya menghangat.

Tetesan airmata mengalir dari mata Yoona. “Kyu… Kyuhyun-ah… Inikah kau?”

Lelaki itu mengangguk. “Ya, ini aku, Im Yoona. Kau sudah aman sekarang, tidak ada hal yang perlu kau khawatirkan lagi. Aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu… Terimakasih untuk semuanya.”

~~~~

“Eungg… Dimana ini?” Gumam Yoona lirih kemudian menggeliat. Ia melihat selimut tergeletak manis di atas tubuhnya. “Siapa yang menyelimutiku?”

Yoona tengah ber bingung ria di atas sebuah sofa tosca di depan TV. Ia belum pernah ke tempat ini.

“Yoona-ya? Kau sudah bangun?” Suara hangat seorang lelaki muncul saat ia berjalan keluar dari dalam kamar yang tampaknya adalah kamar tidur.

Yoona menoleh. Ia pun terperanjat. “Cho Kyuhyun! Ke… Kenapa…? Ini dimana?”

“Oh ini? Ini di apartemenku, wae?”

“Kenapa aku bisa berada di sini?”

“Jadi…”

FLASHBACK

“Ah… Jam berapa ini? Jam dua pagi?” Gumam Kyuhyun. Ia tengah berjalan di jalan yang cukup ramai di Myeongdong, mencari Yoona.

Tiba-tiba ia mendengar ribut-ribut antara sepasang kekasih dan seorang wanita.

“Bukankah itu Yoona?”

“Siapa yang kau bilang gila, hah?” Seru Yoona.

“Kenapa ia bisa di sini, sih!?” Seru Kyuhyun. Ia kemudian berlari ke arah Yoona dan menggenggam tangan mungil wanita itu.

“Juseonghaeyo, ia sedang mabuk. Maafkan aku.” Kyuhyun kemudian mengajak Yoona pergi.

FLASHBACK END

“Setelah itu aku memutuskan untuk pergi ke apartemen ini saja, lagipula itu sudah jam dua pagi.” Jawab Kyuhyun lalu tersenyum.

“Kyu…” Panggil Yoona lirih. “Aku tidak seharusnya berada di sini..”

“Kenapa?” Tanya Kyuhyun kecewa.

Yoona berdiri kemudian meraih jaket dan perlengkapan menyamar lainnya. “Kau… tahu sendiri kan kalau Hyoyeon Eonnie dan Sooyoung Eonnie…”

Kyuhyun mendekap tubuh Yoona erat. “Aku sudah dengar… Aku akan melindungimu, Yoona. Aku mencintaimu.”

Yoona meneteskan setitik air dari matanya. “Maafkan aku, Kyuhyun-ah. Aku juga mencintaimu, tapi sudah banyak sekali hal-hal yang menghalangi kita, ini saatnya untuk berhenti.”

~~~~

“Oh, Eonnie! Kau pulang lebih awal?” Sapa Yoona saat ia sudah sampai di dorm SNSD dengan Yuri menyambutnya.

“Eo, aku merindukanmu.” Sahut Yuri kemudian memeluk Yoona.

“Baru saja seminggu, kau berlebihan sekali, Eonnie.”

“Huh, aku kan khawatir padamu!” Jawab Yuri. “Ohya, apakah Minho tidak apa-apa?”

Yoona mengangguk. “Hm, pacarmu itu sangat baik padaku. Ajak dia berkencan malam ini!”

“Mwo? Aku baru pulang dari Jepang!”

“Ah, Eonnie… Tidak apa, bukan? Aku ingin sekali melihat kalian berkencan.”

“Aku mau berkencan dengan Minho, asal kau juga pergi denganku!”

“Mwo? Double date bersamamu? Siapa yang akan kuajak pergi?”

“Bukankah kau sudah berbaikan dengan Kyuhyun Oppa?” Tanya Yuri kemudian tersenyum. “Ajak saja Kyuhyun Oppa!”

“Ta.. Tapi bagaimana jika Hyoyeon Eonnie dan Sooyoung Eonnie sadar?” Tentu Yuri tahu tentang Sooyoung dan Hyoyeon dari Minho yang sangat ingin Yoona kutuk karena telah membocorkan rahasia ini pada anggota Super Junior dan Yuri.

“Tidak apa, kita bisa diam-diam perginya, ok?”

Yoona agak ragu, tapi ia ingin sekali berkencan dengan Kyuhyun. Kapan terakhir kali ia dan Kyuhyun berkencan? Ia sendiri bahkan tidak ingat.

Yoona mengangguk. “Baiklah, aku akan menelepon Kyuhyun.”

Yoona masuk ke kamar sementara Yuri duduk di sofa depan TV. Ia kemudian merebahkan dirinya di atas kasur.

“AKU SANGAT MENCINTAIMU…, Cho Kyuhyun…” Seru Yoona sambil mengecilkan suaranya ketika ia menyebut ‘Cho Kyuhyun’.

Yoona kemudian meraih handphone-nya dan mencari kontak Kyuhyun di phonebook handphone-nya.

Setelah ia menemukan nama ‘Kyuhyunnie-ku Yang Bodoh’ di phonebook, ia langsung menelepon nomor tersebut.

KRRR
KRR
KR

KLIK

“Kyuhyun-ah..” Panggil Yoona sebelum Kyuhyun menyapanya.

“Oh.., wae?”

“Maafkan aku untuk yang tadi pagi, tapi…”

“Gwenchana, aku tidak terlalu memikirkannya. Karena yang paling utama bagiku adalah perasaanmu padaku tidak berubah sedikitpun.”

“YA! Enak saja memotong omonganku! Aku belum selesai!”

Kyuhyun tertawa mendengarnya. “Baiklah, ada apa?”

“Aku memaksa Yuri Eonnie untuk berkencan dengan Minho, alhasil dia malah meminta untuk double date dengan kita berdua.”

“Jinjja!? Ah aku harus berterima jadi pada Yuri!”

“Jadi kau senang, huh?” Tanya Yoona.

“Geurom… Kapan terakhir kali kita jalan bersama? Aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini.” Jawab Kyuhyun. “Jadi nanti malam?”

“Hm, kau jemput aku di dorm, ya. Paling Minho menjemput Yuri Eonnie dan langsung pergi ke sana. Jadi kau yang jemput aku.”

“Iya, iya. Tunggulah, jam enam nanti aku datang.” Jawab Kyuhyun. “Memangnya kita kemana?”

“Entahlah, nanti kuberitahu setelah aku tanya Yuri Eonnie.”

“Jaga dirimu baik-baik, jangan biarkan Hyoyeon dan Sooyoung menyakitimu.”

Yoona tersenyum. “Hm, gomawo.”

“Aku mencintaimu.”

“Aku juga.”

~~~~

Yuri sudah pergi terlebih dahulu bersama Minho. Yuri hanya memberitahu Yoona bahwa restoran yang akan mereka tuju berada di Ilsan. Yoona lupa bertanya restoran jenis apa itu dan ia tidak mempunyai rasa semangat yang cukup untuk bertanya lagi pada Yuri. Biarlah Yuri menikmati kebersamaannya dengan Minho.

Yoona berpakaian casual saja, ia tidak mau berpakaian aneh-aneh. Jadi ia memutuskan untuk mengenakan crop-sweater berwarna putih polos dan ripped jeans panjang. Coat merah maroon menyelimutinya. Rambutnya ia gerai dan ditutupi dengan beanie putih bertuliskan ‘KY’. Entah apa arti dari KY, Kyuhyun memberikan beanie sekitar lima tahun yang lalu padanya. Ia juga sengaja tidak merapikan poninya agar poninya dapat menyamarkan wajahnya.

Yoona memakai sneakers merah maroon bertali hitam untuk menutupi kakinya yang kedinginan.

Tiba-tiba bel dorm SNSD berbunyi. Beruntung hanya ada Yoona, Jessica, Taeyeon dan Tiffany di dorm. Sunny, Hyoyeon dan Sooyoung sedang pergi ke minimarket. Yoona selamat karena tidak ada Hyoyeon dan Sooyoung.

“Ya, tunggu!” Pekik Yoona. Ia kemudian berlari ke arah pintu dan membukanya.

KREK

Yoona mendapati Kyuhyun dengan sweater biru muda dan celana maroon berdiri dengan senyum manisnya.

“Apa senyum-senyum seperti itu?” Tanya Yoona sarkastik.

“Ani, aku hanya memperhatikanmu… kenapa kau jadi cantik sekali hari ini?” Goda Kyuhyun. “Dan kenapa kita sama-sama memakai maroon? Sungguh jodoh tak lari kemana.”

“Aish, dasar gombal.” Sahut Yoona. “Yasudah, ayo, Yuri Eonnie mungkin sudah menunggu.”

Kyuhyun dan Yoona berjalan menelusuri lorong lantai empat dorm SNSD. Kyuhyun agak ragu tapi kemudian ia menggenggam tangan Yoona.

Yoona menoleh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum manis. “Wae? Aku rindu menggenggam tanganmu, jadi mengertilah.”

“Ba.. Baiklah…” Jawab Yoona ragu. Tapi tak lama ia membalas senyuman manis Kyuhyun dengan senyuman yang tak kalah manis.

Langkah kaki juga eratnya tangan yang bertautan membawa Kyuhyun dan Yoona sampai di basement tempat mobil Kyuhyun terparkir rapi.

Keduanya masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

“Jadi kita kemana?” Tanya Kyuhyun.

“Ilsan, katanya restoran sushi yang ada di dekat rumah Hyukjae Oppa.” Jawab Yoona. Ia baru saja membaca SMS masuk dari Yuri. Kyuhyun memutar bola matanya dan Yoona melihat itu. “Wae? Kau ingat kejadian waktu itu? Oh ayolah, lupakan saja!”

“Bagaimana bisa aku lupakan saat dimana kekasihku kawin lari dengan kakakku sendiri?” Sindir Kyuhyun dengan nada yang sangat…. menyindir.

Yoona memeletkan lidahnya. “Aku tidak akan kawin lari jika seseorang tidak membuatku marah saat itu.”

“Terserah kau saja!” Sahut Kyuhyun penuh kekalahan.

Yoona tersenyum merasa menang lalu memakai seatbelt.

“Tapi kawin larimu dengan Hyukjae tidak akan semanis ini, bukan?”

Yoona belum sempat bertanya apa maksud Kyuhyun dengan ‘manis’ ketika Kyuhyun mengecup bibir Yoona cepat.

“Eyy, apa-apaan barusan…” Protes Yoona malu. Kyuhyun terkekeh mendengarnya.

Tapi kemudian Yoona beranjak sedikit lalu mengecup puncak kepala Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum senang.

“Terima kasih untuk semuanya.” Ucap Yoona.

Kyuhyun menggeleng sebelum membalas. “Tidak, aku yang harusnya berterima kasih karena kamu mau tetap berjuang di sampingku, di sini, saat yang lain ingin menghancurkan kita.”

~~~~

Kyuhyun dan Yoona tiba di restoran sushi yang diberitahu oleh Yuri.

“Ayo turun.” Ajak Kyuhyun

Yoona kelihatan agak was-was. Ia takut. Ia takut akan segala hal. Bisa jadi ada mata-mata yang dibayar oleh Hyoyeon untuk memata-matainya, bisa jadi ada wartawan yang tidak sengaja menangkap hawa kehadirannya. Ia takut, dan Kyuhyun menyadari hal itu.

Kyuhyun menggenggam telapak tangan Yoona yang terasa dingin. “Kau tidak perlu takut sama sekali. Kau punya aku. Kau tahu aku akan melindungimu setiap saat, dimana pun itu.”

Yoona mengangguk tersenyum kemudian membalas genggaman erat tangan Kyuhyun. Keduanya pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam restoran.

“Yoong, Kyu Oppa! Di sini!” Seru Yuri sambil melambaikan tangannya menunjukkan dimana kursi tempat ia dan Minho duduk. Tapi di sana hanya ada dua kursi.

Yuri kemudian menunjuk ke arah meja di samping mejanya dan Minho saat Kyuhyun dan Yoona sampai.

Kyuhyun dan Yoona mengangguk mengerti kemudian duduk di kursi yang ditunjuk Yuri.

“Jadi ini yang namanya double date?” Tanya Kyuhyun gemas.

Yoona tertawa. “Biarkan sajalah Yuri Eonnie dan Minho menikmati malam mereka. Mungkin ia sadar kalau double date bukanlah hal yang tepat untuk kencan pertamanya setelah beberapa waktu yang lama.”

“Pesanlah, cepat!” Yoona mendelik ke arah Kyuhyun dengan tatapan memelasnya. Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. “Apa?”

“Kau yang bayar, kan?” Kyuhyun memutar bola matanya lalu mengangguk menanggapi ucapan Yoona.

“Iya, Tuan Putri-ku… Cepat pesan!”

“Siap, Komandan!”

~~~~

“Huaah, kenyangnya…” Ujar Yoona kemudian meregangkan lengannya.

“Tentu saja kenyang! Kau makan lebih banyak daripada aku!” Sahut Kyuhyun kemudian memeletkan lidahnya.

“Itu karena aku belum makan siang!” Jawab Yoona membela dirinya.

Kyuhyun dan Yoona tengah berjalan santai menuju mobil Kyuhyun berada. Malam yang seharusnya dihabiskan dengan double date romantis itu malah dihabiskan dengan keromantisan Yuri dan Minho juga Kyuhyun yang hanya terkekeh melihat porsi makanan yang dimakan Yoona.

“Kyuhyun-ah.” Panggil Yoona.

“Hm?” Sahut Kyuhyun.

“Pernahkah… sekali saja… kau menyesali mengapa kita ditakdirkan untuk bertemu?”

Kyuhyun terhenti. Itu membuat Yoona ikut berhenti. “Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Entahlah. Hanya saja, kau pasti banyak depresi karena aku.” Jawab Yoona seadanya.

“Aku sering menyesalinya.” Jawab Kyuhyun kemudian mengangkat wajahnya menatap langit. Yoona kecewa mendengarnya. “Aku menyesal, kenapa Tuhan membuatku bertemu makhluk aneh yang membuatku tidak bisa berpikir dengan lurus? Kenapa Tuhan membuatku bertemu makhluk cantik yang membuat semua yang aku kerjakan mengingatkanku tentang dia?”

Yoona berdecak untuk menyembunyikan rasa senangnya. “Apa maksudmu makhluk aneh, hah?”

“Kau memang aneh.” Sahut Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

“Kau kira kau tidak?” Jawab Yoona sarkastik.

“Aku tidak aneh!” Seru Kyuhyun merasa tidak adil.

“Iya, Sayangku, Cintaku, Harapanku, Matahariku… Iya.” Jawab Yoona sekenanya.

“Aish… Tidak ikhlas sekali kau mengucapkan itu.”

Kyuhyun dan Yoona kemudian masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Yoona kemudian menyenderkan kepalanya ke jok kursi.

“Begitu lelah?” Tanya Kyuhyun sambil menyalakan mesin mobil.

“Ya… Kedua orang bodoh itu malah membiarkan kita sendirian sementara mereka bermesraan.” Keluh Yoona.

Kyuhyun tertawa menyadari Yoona membicarakan Yuri dan Minho.

“Katamu biar saja mereka bermesraan.” Jawab Kyuhyun.

“Tapi masa habis dari restoran mereka pergi ke amusement park? Itu kan tidak masuk akal.”

Kyuhyun tertawa. Ia ingat wajah bengong Yoona tadi saat Yuri dan Minho pamit untuk pergi ke amusement park.

Kyuhyun melepas beanie yang melekat di rambut Yoona dan memegang beanie itu. “Kau masih menyimpannya, huh?”

“Tentu, bagaimana aku bisa menghilangkan itu? Itu kan pertama kalinya kau memberikan hadiah ulangtahun untukku.”

FLASHBACK

30 Mei 2006

“Aish… Dimana Cho Kyuhyun itu? Dasar!” Umpat Yoona. Ia tengah berjalan di koridor gedung SM.

Yoona dan Kyuhyun bertemu dua bulan yang lalu, saat Kyuhyun diminta BoA untuk menjadi guru menyanyi Yoona. Yoona yang sudah menjadi trainee SM selama empat tahun itu protes, bagaimana bisa ia diajari oleh orang yang belum lebih dari enam bulan menjadi trainee SM?

Tapi Yoona langsung merubah pikirannya saat ia tidak sengaja mendengar Kyuhyun bernyanyi. Kyuhyun dan Yoona langsung menjadi akrab dan berteman dekat.

“Katanya ia ingin mengajariku bernyanyi lagi? Tapi kenapa malam-malam begini?” Gumam Yoona. “Malam begini… bagaimana mereka bisa mematikan lampu-lampunya?”

Tiba-tiba lampu koridor yang memang sudah dimatikan langsung menyala. Di hadapan Yoona terdapat Kyuhyun yang memegang sebuah kotak.

“KAPCHAGI! Cho Kyuhyun, kau mengagetkanku!” Pekik Yoona. Kyuhyun tersenyum.

“Ini untukmu.” Ujar Kyuhyun sambil menyerahkan sebuah kotak pada Yoona.

“Kotak apa? Kotak sepatu berisi kodok mati?” Tanya Yoona curiga dengan mengangkat salah satu alisnya.

“YA! Curiga sekali kau padaku!” Pekik Kyuhyun. “Terimalah. Cepat buka!”

Yoona dengan masih curiga membuka kotak tersebut.

Di dalam kotak tertata rapi sebuah beanie hat putih bertuliskan ‘KY’ dan sebuah kartu lipat berwarna biru.

“Hm? Apa ini?” Gumam Yoona. Ia kemudian menyerahkan kotak tadi kepada Kyuhyun sambil mengambil kartu lipat biru tersebut. “YA, pegang kotak ini untukku.”

Kyuhyun berdecak. “Bisa-bisanya kau menyuruhku.”

Yoona membuka kartu lipat biru yang ada di tangannya. Ia kemudian membaca isinya.

‘Untuk: Im Yoona ~ yang mengaku cantik… sebenarnya memang cantik sih… Tapi yang tepat adalah dia sangatlah aneh

Dari: seseorang yang sangat tampan dan adalah master StarCraft; Cho Kyuhyun

YA Im Yoona. Selamat ulangtahun! Jangan lupa, ulangtahunku itu dua Februari! Ingat itu, kau harus memberiku hadiah ulangtahun tahun depan! Mengerti?’

“Aku hari ini ulangtahun!?” Pekik Yoona terkejut.

Kyuhyun berdecak sekali lagi. “YA aku tahu kau sibuk latihan dan sekolah, tapi bagaimana kau bisa lupa hari ulangtahunmu?”

Kyuhyun menyerahkan kotak berisi beanie putih itu lalu melenggang pergi. “Anggap saja itu hadiah ulangtahun dari seorang lelaki yang sangat tampan, baik hati dan tidak sombong. Aku pergi, aku mau menulis esai yang harus dikumpulkan besok.”

Yoona menerima kotak itu dan membukanya untuk yang kedua kalinya. Tergeletak beanie hat putih bertuliskan ‘KY’ di atasnya.

“KY?” Gumam Yoona bingung.

FLASHBACK END

“Lalu… apa arti dari KY?” Tanya Yoona.

“Kyuhyun-Yoona? Tidakkah kau sadar hal sesimpel itu?” Tanya Kyuhyun sarkastik.

“Ooh… otakku tidak sampai ke sana.” Jawab Yoona sekenanya. “Bangunkan aku kalau sudah sampai. Aku terlalu lelah.”

“Baiklah, nanti aku akan membangunkanmu.” Jawab Kyuhyun lalu tersenyum tipis.

~~~~

“Yoona-ya..! Ireona!” Seru Taeyeon.

“Ne? Ada apa, Eonnie?” Tanya Yoona kemudian menggeliat di atas ranjangnya. “Jam berapa sekarang?”

“Jam sepuluh! Tiga jam lagi pesawat kita boarding. Kita akan ke Singapura.”

“Eung? Untuk apa kita ke Singapura?” Tanya Yoona linglung.

“MAMA tahun ini diselenggarakan di Singapura.” Jelas Taeyeon. “Kau lupa? Sudah sana mandi!”

“Ne…” Sahut Yoona lalu bergerak menuju kamar mandi.

KREK

Suara Yoona yang menutup pintu kamar mandi terdengar. Taeyeon berteriak, “Im Yoona! Cepat mandinya!”

“Ne, Eonnie! Geogjeong hajimayo! Aku akan mempercepat waktu mandiku!”

~~~~

From: Weirdoo Yoong💞
To: Me
Baca baik-baik. Kau tahu Hyoyeon Eonnie dan Sooyoung Eonnie tidak tahu kita sudah berbaikan. Jadi MAMA nanti, aku akan berakting tidak mengenalmu. Mengerti?

“Ya, ya, ya. Aku mengerti, Sayang.” Gumam Kyuhyun lalu tersenyum manis.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

❤️TO BE CONTINUED❤️
Gimana? Sudah puas? Wes lah ini emang klop banget ff💋 btw gua mau bikin ff drama yaitu ff yang jalan cerita(plot), sifat tokohnya diambil dari drakor-drakor yang gue suka kayak the heirs, ttby, you who came from the stars, i can hear your voice dll lah pokoknya~ menurut lu pada gimana?

Setuju? Comment, tinggalkan jejak👣

Advertisements

7 thoughts on “[Chapter] I Love You || Chapter 8

  1. next eoon aq setuju kalau perlu banyakin comedynya ya…… keep writing tetap semangat…:-):-D8-);-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s