[Chapter] I Love You || Chapter 6


image

[Chapter] I Love You || Chapter 6

Judul: I Love You

Author: Tisa Khansa

Main Cast:
– SJ Cho Kyuhyun
– SJ Lee Donghae
– SJ Lee Hyukjae aka Eunhyuk
– SNSD Im Yoona

Other Main Cast:
– SNSD Jung Sooyeon aka Jessica
– SNSD Choi Sooyoung
– SNSD Kim Hyoyeon

Cameo:
– SJ Park Jungsoo aka Leeteuk
– SJ Kim Youngwoon aka Kangin
– SNSD Kim Taeyeon
– SNSD Kwon Yuri
– SHINee Choi Minho

Genre: romance, drama, cute, angst

Length: Chapter

Rating: General

NB: Hellooooowww ok gua tau cameo-nya bertambah tapi itu Karena menurut gue Minho sama Yuri punya peran yang cukup besar sih~~ haha jangan salahkan bocah kayak gua. Jan lupa rcl yaw~~ cekidot!!

{I only own the storyline and ideas. Those are purely from my imagination, and weren’t proved as the reality}

[Saya hanya pemilik dari plot dan ide. Itu semua adalah murni imajinasi saya, dan tidak terbukti sebagai kenyataan]

~~~~


• Last Chapter Review •

KYUHYUN POV

“Oppa! Aku bisa ketinggalan pesawat! Ada apa denganmu!?” Pekik Yoona padaku.

Oppa… huh? Kau memanggilku Oppa, huh, Im Yoona?

“Jangan pergi dengan Minho! Kau adalah milikku!” Balasku keras lalu aku menggenggam pergelangan tangan Yoona. “Ayo pergi denganku.”

“Kyuhyun-ssi, jika kau benar-benar adalah Oppa-ku, tolong mengertilah. Aku bisa telat!” Pekik Yoona lagi. Aku menarik nafas, berusaha agar emosiku tidak meledak seketika. “Dan satu lagi, aku BUKAN milikmu. Aku bebas sekarang, aku tidak terikat pada siapapun.”

Aku tertegun. Ia benar, aku bukan pacarnya lagi. Kenapa aku berbuat seperti ini?

Aku melepas genggaman tangan ku pada tentang Yoona.

Ya… Aku bukan siapa-siapa Yoona sekarang. Hanya ‘Oppa’… yang sama sekali tidak spesial dan tidak berarti apa-apa.

~~~~

AUTHOR POV

“Oppa, tolong jangan harapkan aku lagi. Aku mohon.” Pinta Yoona. Ia kemudian masuk ke dalam mobil Minho. Minho kemudian menancap gas dan pergi meninggalkan tempat parkir SM.

Kyuhyun meratapi kepergian mobil Minho. Ia jatuh terduduk di jalanan parkir SM. Para Hyung-nya berlari ke arahnya.

“Kyu, aku sudah memberitahumu, ia belum siap!” Seru Sungmin.

Ryeowook kemudian memeluk Kyuhyun, diikuti Sungmin dan Eunhyuk.

“Kami ada di sini untukmu.” Ucap Yesung sebelum Ikut memeluk Kyuhyun.

~~~~

“Ada apa dengan Kyuhyunnie?” Tanya Leeteuk saat para Hyung Kyuhyun dari lantai 11 membawa Kyuhyun kembali ke ruang latihan. Kyuhyun dengan wajahnya menunduk masuk ke dalam ruang latihan.

Semua orang di dalam ruang latihan tahu Kyuhyun tidak menangis di hadapan banyak orang. Yang mereka tahu, Kyuhyun sedang marah sekarang, bukan menangis.

“Jangan sekarang, Hyung.” Balas Eunhyuk dengan isyarat. Leeteuk yang melihatnya mengerti dan langsung membuat angota yang lain mengalihkan perhatian mereka pada Kyuhyun.

“Siwon-ah, bisakah kau belikan minum…. untuk Kyuhyun?” Tanya Leeteuk pada Siwon dengan kata ‘untuk Kyuhyun’ yang dibisikkan.

“Arraseo, Hyung.” Jawab Siwon. Siwon kemudian keluar dari ruang latihan, mencari mesin penjual minuman.

PRANG

Semua anggota Super Junior menoleh ke arah suara cermin pecah yang terdengar. Berdiri di sana, Kyuhyun dengan tangan kanannya berlumuran darah.

“Kyuhyun-ah!” Seru Donghae dan Eunhyuk langsung menarik Kyuhyun dari hadapan cermin agar ia tidak terkena pecahan kaca.

“Donghae, Hyukjae! Bawa Kyuhyun ke klinik di lantai 2! Cepat!” Seru Heechul.

“Ne, Hyung!” Jawab Eunhyuk dan Donghae bersamaan. Keduanya memapah Kyuhyun keluar ruangan.

“Bagaimana Kyuhyun bisa lepas dari pengawasan kalian dan memecahkan cermin!?” Teriakan Leeteuk menggema.

“Mianhae, Hyung. Tadi kami meleng sedikit.” Ucap Sungmin yang ditanggapi anggukan yang lainnya.

“Daripada kalian semua berisik, lebih baik bantu aku membereskan pecahan kaca ini, ok?” Tanya Ryeowook sarkastik.

Anggota yang lain langsung mendekati Ryeowook dan membantunya. Terkecuali Leeteuk dan Heechul.

“Hyung, tidak ada pengecualian. Kalian juga. Tolong, aku tidak dalam mood yang tepat untuk meneriakki kalian, jadi tolong. Yang penting sekarang adalah keadaan Magnae.” Ujar Shindong.

“Benar, sehabis ini kita lihat keadaan Magnae. Biar cepat, Hyung.” Tambah Yesung.

~~~~

“Kyuhyun-ah, sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Donghae. Tangan kirinya memapah Kyuhyun.

Kyuhyun tidak membalasnya. Ia masih larut dalam kemarahan dirinya sendiri.

EUNHYUK POV

“Kyuhyun-ah, sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Donghae pada Kyuhyun.

Magnae-ya, tolong jangan kau jawab pertanyaan Donghae. Keadaannya bisa rumit kalau begitu. Kau menyukai Yoona, Donghae menyukai Yoona, dan aku… juga menyukai Yoona.

Bagaimana keadaannya bisa menjadi seperti ini? Aku seharusnya tidak menyukai Yoona… Tidak seharusnya.

Kami bertiga sampai di klinik. Setelah masuk, kami disambut oleh tatapan kaget para perawat klinik yang ada.

“Kyuhyun-ssi ga?” Tanya salah satu perawat. Aku dan Donghae mengangguk.

AUTHOR POV

“Ada apa dengan Kyuhyun-ssi?” Tanya salah seorang perawat yang langsung membantu memapah Kyuhyun ke ranjang klinik.

“Ia memecahkan cermin dengan tangannya. Aku pun tidak tahu apa yang terjadi.” Jawab Donghae. Perawat yang mendengarnya hanya mengangguk

“Donghae-ssi, Eunhyuk-ssi. Kalian boleh keluar dulu.” Donghae dan Eunhyuk mengangguk mengerti lalu keluar dari ruang klinik.

~~~~

“Bagaimana dengan keadaan KyuKyu?” Tanya Ryeowook. Donghae mengangkat bahunya.

“Kami tadi diminta keluar dari ruangan.” Jelas Eunhyuk. Yang lain hanya mengangguk dan ber-‘oh’ ria.

“Lebih baik kita sekarang latihan, eo?” Ujar Leeteuk.

Anggota Super Junior yang tersisa melakukan latihan. Tapi mereka tidak fokus sama sekali, khawatir dengan keadaan magnae mereka.

“Oh! Aku tidak melihat Siwon.. Dimana dia?” Tanya Shindong.

“Benar juga. Dimana dia?” Timbrung Yesung.

“Tadi aku menyuruhnya untuk membelikan minum untuk Kyuhyun tapi entah sekarang ia ada dim…”

BRAK

“Hyung, Hyung!” Seru Siwon setelah ia membanting buka pintu.

“Baru saja dibicarakan. Ada apa?” Tanya Heechul.

“Yoona dan Minho… masuk ke rumah sakit!” Seru Siwon.

“YE!?” Pekik anggota Super Junior.

~~~~

EUNHYUK POV

Im Yoona, Im Yoona, Im Yoona! Tidak ada hal yang boleh menyakitimu. Aku tidak mau ada hal buruk yang terjadi padamu. Tolong, Im Yoona…!

Kami bersembilan berlari di sepanjang koridor rumah sakit. Kamar Minho dan Yoona bersebelahan, kalau mengikuti perkataan agassi resepsionis. Minho di kamar 3002 dan Yoona di kamar 3003.

Entah mungkin karena kami semua lebih menyayangi Yoona atau karena fakta yang menyatakan bahwa Yoona adalah perempuan, membuat kami lebih khawatir kepadanya. Dilema di antara kedua alasan itu, dengan pasti kami masuk ke kamar 3003.

“Im Yoona!!” Seruku bersamaan dengan Donghae. Aku langsung menutup rapat mulutku. Mati aku jika Donghae curiga mengapa aku mempunyai kekhawatiran pada Yoona yang jumlahnya sama dengannya dan Kyuhyun… lebih dari kekhawatiran hyung dan dongsaeng-ku yang lain pada Yoona.

Tapi Donghae hanya menoleh sedikit padaku lalu perhatiannya kembali teracu pada Yoona. Aku ikut menoleh ke arah Yoona.

AUTHOR POV

Yoona terbaring di ranjang rumah sakit dengan luka di sekujur tubuhnya. Di wajah cantiknya terdapat beberapa perban dengan darah yang dengan bebas sudah menembus perban putih itu.

“Yoona-ya..” Rintih Donghae. Airmata perlahan membasahi pipinya. Dengan kedua tangannya ia mengusap wajah Yoona.

“Oppa…” Sahut Yoona. Ia membuka matanya perlahan. “Oppadeul… sedang apa kalian di sini?”

“Seharusnya kami yang tanya padamu, Bodoh! Apa yang terjadi?” Ryeowook mendekat ke arah Yoona.

“Aku dan Minho dirampok.” Jawab Yoona.

FLASHBACK

YOONA POV

“Noona, neon gwenchana?” Tanya Minho, masih fokus mengemudi.

“Gwenchana.” Sahutku.

KREK KREK KREK

“Lho Minho? Ada apa ini? Mobilnya mogok?” Tanyaku.

“Molla, biar aku tepikan mobilnya dulu ya, Noona.”

Mobil Minho pun berhenti, tepat saat Minho selesai menepikan mobilnya di tepi jalan. Beruntung jalanan sepi, kami berdua dengan mudah keluar dari mobil.

“Bensinnya habis, ya?” Tanyaku dengan nada sarkastik.

Minho mengangguk kemudian menyengir bersalah. “Mianhae, Noona!”

TAK

“Eyy… Cham.” Gerutuku setelah menjitak kepala Minho.

“Biar aku telepon Manager Hyung. Tunggu sebentar ya, Noona? Mianhae.” Aku tersenyum lalu mengangguk mengerti.

Selagi Minho sibuk menelepon manager SHINee, aku melihat-lihat sekeliling mobil Minho untuk membunuh rasa bosanku. Tiba-tiba mulutku disekap. Sebuah pisau ditodongkan ke leherku.

Perampok… Pasti orang ini perampok.

Perampok itu mendorongku ke depan mobil, ke arah Minho.

“Jika kau mau wanita ini selamat, berikan semua barang berhargamu!” Seru perampok itu. Minho menoleh.

“Noona!” Seru Minho. Ia langsung berlari ke arahku setelah mematikan telepon ya yang tersambung pada manager SHINee.

“Mau apa kau pada Noona-ku!?” Teriak Minho.

“Berikan semua barang bawaanmu, termasuk mobil ini.” Jawab perampok tadi.

“Atau jika kau menolak, wanita ini akan kita kirim ke neraka.” Seorang perampok lain datang dari belakang Minho dengan ancaman pembunuhan.

“Sialan!” Umpat Minho.

Aku menggigit tangan perampok yang menyekap mulutku. Tapi perampok itu sigap juga, ia langsung mendorongku ke aspal, membuat kakiku tergores dengan aspal. Aku memang hanya memakai denim pendek, jadi kakiku tergores langsung dengan aspal. Kurasakan perih di kakiku.

“Noona!” Pekik Minho. “Baik. Kuberikan apa yang kalian mau, tapi jangan sakiti dia.”

“Begitu dong dari tadi.” Sahut perampok yang berdiri di belakang Minho.

“Minho, hajima! Jangan!” Seruku, masih dengan kaki salah satu perampok itu di atas punggungku.

Aku mengangkat tubuhku dengan kedua tanganku.

“Masih berani melawan, hah?” Seru perampok yang ada di belakangku sekarang. Ia membelek pipiku dengan pisau, membuat rasa nyerinya bertambah.

“Sialan!” Umpatku. Aku kemudian menyiku wajah perampok yang ada di belakangku.

Sementara Minho sedang dipukuli dan memukuli perampok yang ia tangani. Wajahnya mulai berubah lebam.

“Brengsek!” Umpat perampok yang sudah aku siku wajahnya. Ia kemudian membelek kakiku dengan pisau yang ada di tangannya.

Beruntung perampok yang ditangani Minho bertangan kosong, sehingga Minho tidak mengeluarkan darah sama sekali.

“Aish. Haego! Ayo kita pergi.”

Kedua perampok itu pun pergi.

“Noona, Noona!” Panggil Minho. Sepertinya aku kehilangan banyak darah, karena aku mulai kehilangan kesadaranku.

“Tolong…” Aku pun kehilangan kesadaranku dan pingsan.

AUTHOR POV

FLASHBACK END

“Tapi tidak ada yang hilang, kan?” Tanya Donghae.

“Ne, Oppa. Eopseo.” Jawab Yoona. “Oh ya, bagi Oppadeul yang tidak tahu, aku sudah putus dengan Kyuhyun, dan sekarang aku berpacaran dengan Donghae Oppa lagi.”

Para Oppa-nya hanya mengangguk mengerti, walau dengan pengertian yang berbeda. Beberapa anggota yang lebih dekat dengan Donghae dibanding dengan Kyuhyun mengerti dengan cara pikir Donghae yaitu Kyuhyun sudah putus sejak lama, yaitu saat di Jeju.

Sementara anggota Super Junior yang lebih dekat dengan Kyuhyun dibanding Donghae mengerti perkataan Yoona dengan cara pikir Sungmin. Yaitu Yoona putus dengan Kyuhyun setelah Hyoyeon mencium Kyuhyun di hadapan Yoona dan entah kapan Donghae mulai berpacaran dengan Yoona lagi.

Sementara Eunhyuk dan Yoona berpikir dalam cara yang sama. Yaitu Kyuhyun dan Donghae dipacari Yoona di waktu yang sama lalu Yoona memutuskan Kyuhyun setelah membuat Yoona menangis karena insiden Kyuhyun dan Hyoyeon.

“Beruntung kau selamat, Yoona-ya.” Ujar Leeteuk kemudian mengelus kepala Yoona. Yoona tersenyum.

“Oh Yoona-ya!” Panggil Sungmin.

“Ne?” Sahut Yoona lalu menoleh ke arah Sungmin.

“Bagaimana dengan keadaan Minho?”

“Oh, aku juga belum menjenguknya.” Jawab Yoona. “Kuharap ia baik-baik saja.”

“Kami mengunjungi Minho dulu ya, Yoona-ya?” Pamit Shindong.

“Jaga dirimu baik-baik, Jelek!” Seru Heechul.

“Arraseo, arraseo.” Balas Yoona. “Gomawo, Oppa!”

“Hmm, Donghae, Hyukjae! Ayo, kita lihat Minho.” Ajak Yesung.

“Ne, Hyung!” Jawab Donghae dan Eunhyuk. Keduanya kemudian berjalan ke arah anggota lainnya yang sudah bergegas keluar pintu.

“Istirahat yang cukup ya, Yoong.” Ucap Eunhyuk. Yoona tersenyum mendengarnya.

“Arraseo, arraseo. Geogjeong hajima.” Jawab Yoona lalu tersenyum pada Eunhyuk. “Annyeong, Oppadeul.”

~~~~

Anggota Super Junior sudah sampai di gedung SM. Mereka sedang berjalan menuju klinik, ingin mengunjungi Kyuhyun.

“Tenang dulu. Tadi kami sudah mengunjungi Yoona dan Minho di rumah sakit. Luka Yoona memang lebih parah dari Minho karena Yoona mengeluarkan banyak darah. Tapi keduanya tidak memiliki luka yang fatal.” Sungmin tengah menelepon Sunny, sahabat baiknya, untuk memberitahu keadaan Yoona.

“Gomawo sudah mengunjungi Yoona, Oppa. Kami sudah berada di Nakita sekarang.”

“Hati-hati di Tokyo.”

“Ne, gomawo. Sudah dulu ya, Oppa.”

“Eo, take care.”

KLIK

“Sungmin Hyung telepon siapa?” Bisik Ryeowook pada Eunhyuk tapi bersuara agak menyindir Sungmin karena mereka berbisikkan tepat di hadapan Sungmin.

“Pacarnya.”

TAK

“Aish kalian berdua!” Pekik Sungmin lalu menjitak kepala dua orang yang menggosipinya.

“Hyung, apa menurutmu kita harus memberitahu kejadian yang dialami Yoona dan Minho pada Kyuhyun?” Tanya Yesung.

“Jangan dulu. Kalau ia shock pasti ia gegabah. Jangan biarkan ia tahu.” Jawab Leeteuk. “Peringatan untuk kalian semua, tidak hanya Jongwoon. Jangan beritahu Kyuhyun.”

Ketujuh anggota lainnya mengangguk mengerti, bahkan Heechul ikut mengangguk.

Kesembilan anggota Super Junior sampai di klinik. Mereka pun masuk.

“Kyuhyun-ah.” Panggil Leeteuk.

“Wae? Aku di sini.” Sahur Kyuhyun yang tengah berbaring di ranjang.

“Kau sudah baikan?” Tanya Sungmin. Kyuhyun mengangguk.

“Lukanya tidak terlalu parah, 3 hari lagi perbannya bisa dibuka.” Anggota Super Junior mengangguk mendengar penjelasan perawat yang ada.

“Baiklah, gamsahamnida Agassi.” Ucap Siwon seraya membungkukkan tubuhnya 90 derajat, diikuti oleh anggota yang lain.

“Kyu, ayo kita kembali ke dorm.” Ajak Ryeowook. Kyuhyun berdiri dari rebahannya lalu mengikuti gerak Hyung-nya dari belakang.

“Annyeonggi gaseyo, Agassi. Gamsahamnida.” Ujar Kyuhyun pada perawat tadi.

“Ne, hati-hati di jalan, Kyuhyun-ssi.”

~~~~

Anggota Super Junior sudah sampai di dorm masing-masing. Yang tinggal di lantai 11 ya kembali ke lantai 11, begitu pula dengan yang tinggal di lantai 12.

“Kyu…! Lebih baik kau istirahat sekarang!” Pekik Sungmin.

“Tidak mau, aku ingin menonton drama!” Balas Kyuhyun.

“Karena kau sedang sakit, aku biarkan kau kali ini. Sehabis itu istirahat, ok?” Kyuhyun mengangguk mendengar Sungmin mengkhawatirkannya. “Sudah ya, aku mau istirahat.”

“Eo, jangan lupa Hyung. Nanti sore kita kan main basket.”

“Bagaimana dengan tanganmu kalau begitu?” Tanya Sungmin.

“Eyy, aku juga kan tidak pernah ikut main, jadi tidak apa-apa kan?” Jawab Kyuhyun. Sungmin tersenyum.

“Baiklah. Jangan lupa istirahat.” Kyuhyun mengangguk. Ia kembali menghadap ke arah TV setelah melihat Sungmin masuk ke kamar yang dihuni olehnya dan Sungmin.

“Hey…!” Seru Eunhyuk dari arah belakang Kyuhyun lalu duduk di samping Kyuhyun.

“Jangan sok kenal, siapa kau?” Jawab Kyuhyun sarkastik. “Sudah sana kau pergi! Aku sedang serius menonton drama ini.”

“Poseidon?” Gumam Eunhyuk. “Karena ada Siwon?”

Kyuhyun menggeleng. “Karena Siyo… Maksudku karena aku menyanyikan OST-nya tentu.”

KYUHYUN POV

“Karena ada Siwon?” Aku menggeleng.

“Karena Siyo…” Siyoung Noona dan Siwon Hyung mengingatkanku pada Yoona dan aku. Tapi aku tidak mau memperlihatkan kerinduanku pada Yoona. “Maksudku karena aku menyanyikan OST-nya tentu.”

TAK

“Cham. Sombong.” Sahut Eunhyuk setelah menjitak kepala Kyuhyun.

“HYUNG! Kau tau sakit? Tanganku ini sakit lalu kau jitak kepala tampanku ini! Aish!”

“Tanganmu adalah salahmu.” Eunhyuk memeletkan lidahnya.

“Masa bodoh-lah Hyung, terserahmu!”

“BREAKING NEWS. SNSD Yoona dan SHINee Minho dikabarkan menjadi korban perampokan. Saya, Jung Yongdae dari KBS Headline akan mengabarkan selengkapnya.”

Kyuhyun membelalakkan kedua matanya. Sekarang kedua matanya membulat besar. Eunhyuk hanya dapat menepuk dahinya tidak tahu harus berbuat apa.

“Keduanya tengah berada di mobil yang sama saat perampokan terjadi. Pihak SM Entertainment belum memberikan konfirmasi tentang hubungan keduanya.”

Kyuhyun tampak mengeluarkan tangannya. Ia lalu mengangkat tangannya seperti hendak menghajar TV di hadapannya.

“Mereka tidak pacaran! Semua orang tahu itu! Orang-orang bodoh!” Maki Kyuhyun.

“Sabar, Kyu…” Ucap Eunhyuk.

“SHIINee Minho memiliki luka lebam membiru di sekujur tubuhnya. Luka tersebut masih lebih baik dari luka yang didapat oleh SNSD Yoona yang mengeluarkan banyak darah.”

“MWO!? YOONA GA!?” Kyuhyun langsung berdiri menuju TV itu lalu mengguncang tubuh TV itu. Eunhyuk di belakangnya berusaha menarik Kyuhyun. “Katakan padaku bahwa itu kebohongan!”

“CCTV warga meemperlihatkan mobil SHINee Minho berhenti di pinggir jalan. Diperkirakan mobil SHINee Minho berhenti karena mogok. Seperti ini detik-detik perampokan yang dialami kedua anggota boygroup dan girl group di bawah naungan SM Entertainment ini.”

Kemudian TV memperlihatkan video CCTV warga yang memainkan Yoona, Minho dan para perampok dalam satu layar. Juga kejadian saat Minho dan Yoona melawan para perampok.

“Sialan perampok itu! Jadi yang satu bernama Haego, hah!?” Maki Kyuhyun. Terlihat di sebelahnya Eunhyuk juga menahan amarahnya melihat Yoona yang dibelek habis-habisan.

“Sekarang ini keduanya tengah dirawat di rumah sakit yang sama. Pada awalnya rumah sakit tempat keduanya dirawat dirahasiakan. Tapi tampaknya rumah sakit tempat keduanya dirawat telah diketahui oleh media. Reporter kami, Jung Mari akan melaporkan keadaan secara langsung dari depan rumah sakit.”

“Ya, sekarang saya sedang berada di depan rumah sakit ternama di Cheongdamdong, tempat SHINee Minho dan SNSD Yoona dirawat. Seperti yang anda lihat, keadaan di depan rumah sakit ini sangat ramai.”

“Sekarang saya akan coba bertanya pada salah satu penggemar dari SHINee yang ikut meramaikan halaman depan rumah sakit ini.” Ucap reporter yang sedang melaporkan. “Annyeonghaseyo..”

“Ne, annyeonghaseyo..” Jawab penggemar yang disapa.

“Ne, siapa nama anda, Agassi?”

“Ne, annyeonghaseyo, Park Haeryu imnida.” Jawab penggemar SHINee itu.

“Ye, Park Haeryu-ssi. Bagaimana Agassi dapat tahu tentang berita ini?”

“Pada awalnya saya membaca di SNS tentang ini. Saya sangat terkejut membacanya, tapi saya masih tidak percaya. Kemudian saya memeriksa situs resmi yang selalu memberikan informasi akurat. Saya langsung menangis membacanya. Tapi kemudian saya berhenti menangis dan lega saat mengetahui bahwa Minho Oppa tidak memiliki luka serius.”

“Bagaimana menurut Agassi tentang rumor yang menyatakan hubungan SHINee Minho dan SNSD Yoona?”

“Saya yakin mereka tidak memiliki hubungan spesial. Mereka memang selalu dikabarkan dekat, tapi mereka belum pernah tertangkap oleh Dispatch walau pun Jonghyun Oppa pernah tertangkap. Jadi saya pikir mereka hanya sebatas Noona-Dongsaeng.”

“Ah ne… Tapi Agassi sendiri menyukai SNSD Yoona?”

“Siapa yang tidak menyukai Yoona Eonnie? Jika mereka berpacaran nantinya, saya sebagai Shawol akan santai saja dan ikut berbahagia.”

“Ah ne, gamsahamnida Park Haeryu-ssi.”

Reporter itu kemudian beralih ke arah seorang yeoja yang membawa banner pink bertuliskan ‘Yoona Eonnie, bertahanlah di sini!’.

“Annyeonghaseyo..” Sapa reporter itu.

“Ne, annyeonghaseyo..” Balas yeoja dengan banner pink tadi.

“Ne, siapa nama anda, Agassi?”

“Annyeonghaseyo, Jang Sihyun imnida.”

“Ye, Jang Sihyun-ssi. Bagaimana Agassi dapat tahu tentang berita ini?” Tanya reporter Mari.

“Ne.. Saat itu saya sedang berada di rumah temanku, setelah pulang sekolah.” Jelas Sihyun. “Tiba-tiba teman saya berteriak. Saya bertanya kepadanya, ada apa?”

“Ia kemudian menjawab dengan matanya masih terbelalak. ‘Yoona Eonnie masuk rumah sakit karena perampokan… Bersama dengan SHINee Minho Oppa!’ Saya langsung merebut handphone di tangannya dan membaca berita yang dibacakan teman saya tadi di layar handphone-nya.”

“Kami terus mencari info tentang rumah sakit dimana Yoona Eonnie dirawat sambil menangis. Dan setelah kami mendapatkan infonya, saya langsung pergi ke sini sementara teman saya masih ada urusan lain dan memaksa saya untuk memberitahunya apa yang terjadi di sini padanya nanti.”

“Ah.. Dan Bagaimana menurut Agassi tentang rumor hubungan SNSD Yoona dan SHINee Minho?” Tanya reporter Jung Mari.

“Sebenarnya saya telah ‘memasang-masangkan’ Yoona Eonnie pada orang lain, begitu pula saya ‘pasangkan’ Minho Oppa dengan orang lain. Tapi karena saya juga menyukai keduanya, sebenarnya saya baik-baik saja jika mendengar mereka berdua ternyata memiliki hubungan spesial.”

“Jika boleh tahu.. siapa yang Agassi pasangkan dengan SNSD Yoona dan SHINee Minho?”

“Super Junior…”

“Bilang Super Junior Kyuhyun! Kau harus berkata seperti itu!” Pekik Kyuhyun dari depan layar TV.

“Lee Donghae Oppa untuk Yoona Eonnie dan Yuri Eonnie untuk Minho Oppa.” Jawab Sihyun.

“Ah ne, gamsahamnida Jang Sihyun-ssi.” Ucap reporter Jung Mari. “Ne, kembali kepadamu di studio, Jung Yongdae-ssi.”

“Ne gamsahamnida, Jung Mari-ssi. Sampai sini kami melaporkan. Saya Jung Yongdae dari KBS Headline, annyeonggi gaseyo.”

“Yoona dengan Donghae Hyungie? Hush, omong kosong! Mereka sudah putus!” Teriak Kyuhyun.

“Kyu, jangan berteriak, nanti yang lain bangun.” Ujar Eunhyuk mengingatkan.

“Biar saja!” Jawab Kyuhyun ketus. Ia kemudian masuk ke dalam kamarnya dan Sungmin.

BRAK

“Aish… Aku pasti dibunuh yang lain.” Gerutu Eunhyuk.

KYUHYUN POV

Apakah Yoona baik-baik saja? Ia… tidak mungkin berpacaran dengan Donghae Hyungie, kan? Omong kosong, mereka sudah putus sejak lama.

“Kyuhyun-ah.” Panggil Sungmin Hyung.

“Wae?” Tanyaku balik.

“Kau… sudah dengar?”

“Tentang Yoona dan Minho? Sudah.”

“Eotteokkhae arraseo!?” Pekik Sungmin Hyung. “Yang lain memberitahumu!?”

AUTHOR POV

“Eotteokkhae arraseo!?” Seru Sungmin. “Yang lain memberitahumu!?” (Kok bisa tahu!?)

Kyuhyun berdecak. “Jadi kalian semua sudah tau dan malah tidak memberitahuku?”

Sungmin menutup matanya, kesal pada dirinya sendiri. Mengapa ia bisa kelepasan bertanya seperti itu?

“Bahkan melihat beritanya di TV saat semua Hyung-ku tidak memberitahuku ada yang terjadi padanya…, lebih menyakitkan dibanding jika aku mengetahuinya dari Hyung-ku. Orang-orang yang kuanggap sebagai ‘Hyung’-ku, sebagai keluarga, bahkan tidak memberitahuku. Ironik, huh?” Jawab Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.. Keugae anigu…” Sahut Sungmin cepat. (Bukan seperti itu…)

“Kalau bukan seperti itu, lalu apa? Bagaimana bisa kalian semua tidak memberitahuku? Bahkan kau, Hyukjae Hyung. Ryeowook juga tidak berbicara apa-apa padaku. Tidak dapat dipercaya.” Jawab Kyuhyun lirih. Ia kemudian memasukkan dompet, mp3 dan iPod ke dalam tas miliknya.

“YA mau kemana kau?” Tanya Sungmin dengan nada khawatir. “Tanganmu masih diperban, kau bisa masuk ke headline hari ini!”

“Kalau begitu aku bisa melepasnya. Mudah kan?” Jawab Kyuhyun. Ia kemudian mengambil gunting dari meja Sungmin dan memotong perban yang melekat di tangannya.

“Cho Kyuhyun!” Seru Sungmin. Kyuhyun tidak menghiraukan panggilan Sungmin dan langsung memakai jaket hitam tebal untuk menutupi lukanya, dan karena sekarang sudah cukup dingin. Ia juga kemudian memasang beanie hat putih di kepalanya.

Kyuhyun kemudian keluar dari kamarnya dan Sungmin, meninggalkan Sungmin yang frustasi melihatnya. Di ruang santai dorm hanya terdapat Eunhyuk yang duduk di sofa dengan tatapan kosong.

BRAK

Kyuhyun membanting pintu kamarnya dan Sungmin, membuat Eunhyuk sadar akan kehadirannya.

“Kyuh.. Kyuhyun-ah.. Kau mau kemana? Ayo kita bicarakan ini dulu.., eo?” Ucap Eunhyuk.

“Dwasseo.” Sahut Kyuhyun kemudian keluar dari dorm.

“Bagaimana ini?” Gumam Eunhyuk panik.

~~~~

Kyuhyun sampai di depan rumah sakit tempat Yoona dan Minho dirawat. Tampaknya para reporter menangkap kehadirannya. Mereka pun langsung mengerubuninya.

“Kyuhyun-ssi, sedang apa anda di sini? Menjenguk Yoona-ssi? Menjenguknya Minho-ssi?”

“Kyuhyun-ssi, tolong jelaskan kedatangan anda ke sini.”

“Kyuhyun-ssi…”

“Kyuhyun-ssi..”

Kyuhyun tidak menghiraukan mereka semua dan langsung menerobos kerumunan. Para reporter dengan tatapan kecewa mereka kemudian melanjutkan live report mereka.

Kyuhyun sampai di dalam rumah sakit. Ia bergegas ke bagian resepsionis berada.

“Annyeonghaseyo, bisakah anda beritahu nomor kamar untuk Im Yoona-ssi..?” Tanya Kyuhyun agak ragu. Ia takut akan skandal jika ia hanya menyebutkan nama Yoona. “dan kamar Choi Minho-ssi?”

“Ah ne, annyeonghaseyo. Tolong tunjukkan tanda pengenal anda, Tuan.” Jawab sang resepsionis. Kyuhyun tahu hal ini pasti akan terjadi. SM pasti berbuat sesuai agar penjenguk Yoona dan Minho bukan sembarang orang.

Kyuhyun langsung mengambil kartu pengenalnya dari dalam dompet dan memberikannya kepada sang resepsionis. Sang resepsionis agak terkejut melihat nama yang terpampang di tanda pengenal tersebut.

“Ah ne, juseonghamnida, Kyuhyun-ssi. Kamar Yoona-ssi berada di kamar 3003 dan Minho-ssi berada di kamar 3002. Keduanya bertempat di lantai 3, tepat bersebelahan.” Jawab sang resepsionis seraya mengembalikan kartu pengenal Kyuhyun.

“Gamsahamnida.” Kyuhyun berlari ke arah lift. Sesaat ia sampai di dalam lift dan menekan tomboy lantai 3, ia menghela nafas.

“Tenang, tenang. Kau hanya cukup menjelaskan semuanya pada Yoona, dan masalah ini akan kelar, Cho Kyuhyun.” Ucap Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Tapi bagaimana jika ia tetap tidak mau memaafkanku?” Gumam Kyuhyun. “Ah yang paling penting ia tidak dingin lagi padaku. Ya, itu sudah cukup. Kau tidak boleh mengharap lebih, Kyuhyun.”

Lirihan Kyuhyun berhenti ketika ia sadar dirinya sudah berada di depan kamar nomor 3003. Bukan kamar Minho, melainkan kamar Yoona.

Dengan anggukan keberanian, Kyuhyun masuk ke dalam kamar Yoona.

KREK

“Ne..?” Ucap Yoona yang sedang menonton TV dan tidak memperhatikan Kyuhyun.

“Ini aku.” Sahut Kyuhyun. Yoona menoleh ke arahnya singkat kemudian kembali menatap TV.

“Oh, Kyuhyun-ssi.” Yoona tersenyum tipis kepada Kyuhyun sebelum mengembalikan sorot matanya ke arah TV. “Ada apa?”

“Aku hanya menjengukmu, kau tidak apa-apa?” Tanya Kyuhyun. Yoona mengangguk singkat. “Kau masih marah padaku?”

KYUHYUN POV

“Kau masih marah padaku?” Tanyaku pelan. Yoona menoleh ke arahku dengan tatapan manisnya, membuat jantungku berdegup dua kali lebih cepat. Ia menggeleng.

“Aku tidak marah padamu, kok.” Jawab Yoona, tersenyum tipis. Tapi bukan senyuman tulus yang kudapat darinya, melainkan senyuman tanda ia sungkan atau sopan padaku.

Kali ini… lebih baik aku mengalah. Mungkin jika nanti waktu berlalu ia bisa memaafkanku setulus-tulusnya.

“Baiklah, aku percaya padamu.” Jawabku pelan.

Tapi aku tidak tahan berdingin-dinginan dengan anak ini. Bisakah…

“Bisakah… kau anggap aku sebagai sahabatmu lagi, Yoona-ya? Aku suka mendengarmu memanggilku ‘Kyuhyun’, eo?” Yoona terlihat ragu sebentar kemudian tersenyum.

“Ok, jangan marah kalau aku menggunakan banmal padamu, arraseo?” Serunya kencang. Setidaknya lama-kelamaan nanti ia bisa menerimaku lagi.

“Arraseo, arraseo.” Aku lalu mengacak rambutnya.

“Jangan acak rambutku!” Pekiknya. Aku hanya memeletkan lidahku.

YOONA POV

“Bisakah… kau anggap aku sebagai sahabatmu lagi, Yoona-ya? Aku suka mendengarmu memanggilku ‘Kyuhyun’, eo?” Ucap Kyuhyun padaku.

Tentu saja aku ingin, Kyuhyun-ah.. Aku tidak pernah memanggilmu Kyuhyun-ssi atau Kyuhyun Oppa di mimpiku. Sekali pun.

Tapi… jika Hyoyeon Eonnie menyukaimu, dan aku berpacaran dengan Donghae Oppa.. aku tidak seharusnya serakah, kan?

Tapi… sebenarnya aku merindukanmu, Cho Kyuhyun. Baiklah.

“Ok, jangan marah jika aku menggunakan banmal padamu, arraseo?” Seruku dengan nada mengancam. Kulihat Kyuhyun tersenyum tipis.

“Arraseo, arraseo.” Balasnya. Kyuhyun kemudian mengacak rambutku. Aku menahan diriku agar tidak tersipu di hadapannya.

“Jangan acak rambutku!” Pekikku. Kyuhyun memeletkan lidahnya, kubalas dengan cibiran.

AUTHOR POV

“Kau sudah makan?” Tanya Kyuhyun.

“Makan apa? Makan siang?”

“Bukan, Bodoh! Makan malam! Ini sudah jam 6 sore, kau tidak tahu?” Sahut Kyuhyun. Yoona menggeleng.

“Aku buta waktu karena perampok bodoh itu memasukkanku ke rumah sakit.” Kyuhyun tertawa mendengarnya.

“Kalau begitu, kau mau makan?” Yoona mengangguk. “Mau ikut ke bawah? Food court.”

“Ok, tapi…”

“Tapi apa?” Tanya Kyuhyun heran.

“Ini traktiranmu!”

~~~~

“Im Yoona! Kau akan membuatku bangkrut, ayolah.” Ucap Kyuhyun selagi memperhatikan Yoona makan di atas kursi rodanya, tentu karena kakinya diperban.

“Sebentar lagi habis kok! Kalau mau cepat, sini bantu aku makan.” Sahut Yoona.

“Arraseo, arraseo.” Jawab Kyuhyun.

“Tapi kenapa kau makan dengan tangan kirimu? Ada yang terjadi dengan tangan kananmu?”

“Kau jeli juga dalam melihat, ya?” Balas Kyuhyun.

“Tentu saja jika menyangkut sahabat baikku ini!” Sahut Yoona. “Ayo cepat jelaskan, ada apa!”

“Aku memecahkan cermin dengan tanganku.”

“NE!? Wae!?” Pekik Yoona.

“Im Yoona, kecilkan suaramu!” Yoona menyengir ala kuda bersalah. “Aku hanya sedang kesal.”

“Apa gara-gara aku dan Minho tadi pagi?” Tanya Yoona hati-hati. Kyuhyun mengangguk. “Mianhae.”

Yoona menggulung lengan jaket kanan Kyuhyun dan melihat luka Kyuhyun yang mengeluarkan darah.

“Cho Kyuhyun! Mengapa kau melepas perbanmu!? Pasti kau sudah diperban kan, tadi!?” Tanya Yoona.

“Iya. Aku hanya tidak ingin para reporter tahu.”

“Mianhae. Jeongmal mianhae.” Ucap Yoona kemudian menundukkan kepalanya.

“Ani, kau tidak salah. Ayo lanjutkan makanmu, biar aku bantu.” Sahut Kyuhyun sambil mendongakkan dagu Yoona dengan tangannya.

Yoona mengangguk lalu tersenyum lucu ke arah Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum balik ke arahnya.

Keduanya sudah menyelesaikan makan malam mereka, dengan dompet Kyuhyun yang menipis tentunya. Dengan Yoona di kursi roda, Kyuhyun mendorongnya dari belakang.

“Kyuhyun-ah, ayo kita obati lukamu eo, kajja.” Ajak Yoona sambil menarik-narik tangan kiri Kyuhyun yang mendorong kursi rodanya.

“Iya, iya. Kajja.” Sahut Kyuhyun.

~~~~

“Tuan Cho, tolong perban anda kali ini jangan dilepas hingga 3 hari lagi.” Ucap Yoona sarkastik saat Kyuhyun sudah selesai mengobati tangannya dan kembali mendorong kursi roda Yoona.

“Ne, algesseo Agassi.” Jawab Kyuhyun patuh pada Yoona.

“Oh! Ini sudah malam, kau tak pulang?” Tanya Yoona sambil menoleh menengadahkan kepalanya ke arah Kyuhyun.

“Benar juga, ini sudah jam 7, ya..” Gumam Kyuhyun, enggan untuk jauh dari Yoona, enggan untuk pulang. “Apakah kau sudah menjenguk Minho?”

“Benar juga, ayo kita ke kamar Minho! Sehabis itu kau harus pulang ok, Kyuhyun-ah?” Kyuhyun menghela nafasnya pelan sebelum mengangguk.

~~~~

“Minho-ya..!” Pekik Yoona saat ia dan Kyuhyun sampai di kamar Minho. Kyuhyun baru saja membukakan pintu kamar Minho.

Yoona berdiri dari kursi rodanya saat meneriakkan nama Minho. Ia pun langsung terjatuh.

“Aish… perampok sialan!” Umpat Yoona.

“Yoona-ya!” Seru Kyuhyun kemudian menopang tubuh Yoona dan mengembalikannya ke kursi roda.

“Noona!” Seru Minho. “Gwenchana!?”

Yoona tersenyum tipis. “Geurom!”

Minho kemudian menoleh ke arah Kyuhyun dan menatapnya dengan tajam. “Kenapa kau ke sini?”

“Minho… tidak apa-apa. Aku sudah berbaikan dengannya, kami sahabat sekarang.” Jelas Yoona. Minho mengangguk singkat saja.

“Baiklah.” Balas Minho. Ia pu menghampiri Yoona dan duduk di hadapan kursi roda Yoona. “Kau tidak apa-apa, Noona?”

“Hanya sedikit kok lukanya. Geogjeongma.” Sahut Yoona. Minho kemudian mengelus rambut Yoona dan menaruh poni-poni Yoona yang terletak dengan bebas di wajahnya kembali ke belakang telinganya.

“Sedikit darimana? Maafkan aku, Noona… Ini semua salahku.” Ucap Minho.

“Aniya. Aku sendiri salah melawan perampok itu. Ia pasti marah lalu melukaiku begini.” Jawab Yoona cepat, tidak ingin membuat Minho merasa bersalah. “Kau sudah beritahu Yuri Eonnie tentang keadaanmu?”

“Sudah. Ia bilang semingu lagi SNSD akan kembali ke sini.”

“SEMINGGU!?” Pekik Yoona. “Perbanku bisa aku lepas 5 hari lagi dan mereka baru pulang semingu lagi?”

“Tidak apalah, Noona. Masa kau takut tidur sendirian di dorm? Tidak, bukan?” Tanya Minho. Yoona menjitak kepala Minho.

“Tentu tidak! Masa aku takut?” Sahut Yoona. “Oh ya, Kyu. Kau boleh pulang, nanti biar Minho yang mengangantarku kembali ke kamarku.”

Kyuhyun hanya mengangguk. “Baiklah, aku pulang. Jaga Yoona baik-baik, Minho.”

“Ne, bahkan jika kau tidak memintaku untuk menjaga Noona, aku sudah menjaganya.” Jawab Minho dingin, sebelum Kyuhyun keluar dari kamarnya.

KLEP

Suara Kyuhyun menutup pintu terdengar jelas di telinga Yoona dan Minho.

“Kenapa kau dingin sekali pada Kyuhyun?” Tanya Yoona pada Minho. Minho sudah berjalan ke belakang Yoona, hendak mendorong kursi roda Yoona mendekat ke tempat tidurnya agar ia bisa duduk.

“Dia sudah menyakitimu, Noona. Kau bodoh sekali mau memaafkannya.” Sahut Minho.

“Setidaknya ia memohon. Lagipula aku tidak sepenuhnya yakin kalau Kyuhyun bersalah.” Jelas Yoona. “Jadi, tolong bersikaplah yang baik di hadapannya. Ok?”

“Baiklah jika itu permintaanmu.” Sahut Minho. “Akan aku coba.”

~~~~

“Huaah… Hari yang sangat panjang.” Gumam Yoona di atas tempat tidurnya. Minho sudah mengantarnya ke kamarnya dan membantunya merebahkan dirinya.

“Bwara Mr. Simple, Simple…” Ringtone handphone Yoona berdering.

“Yeoboseyo?” Sapa Yoona. “Oppa? Wae geurae?”

“Oh… Aku hanya khawatir. Tadi Kyuhyun berkata padaku bahwa ia ingin menjengukmu. Apa ia sudah pulang dari sana?” Suara Eunhyuk terdengar dari ujung telepon.

“Eh? Tentu sudah. Sudah agak lama malah, mungkin sekitar 20 menit yang lalu. Apa ia belum sampai di dorm-mu, Oppa?”

“Hm, ajik… Aku sudah meneleponnya tapi ia tidak mengangkatnya sama sekali. Yang lain juga sudah meneleponnya, tapi hasilnya sama.”

“Jeongmalyo? Baiklah Oppa, aku akan mencarinya ke sekitar rumah sakit.” Jawab Yoona.

“Kabari aku saat kau sudah bertemu Kyuhyun, ok? Aku akan meneleponnya jika Kyuhyun sudah sampai di sini.”

“Ne, arraseo, Oppa.” Jawab Yoona lagi.

KLIK

“Cho Kyuhyun… Neon jigeum eodini?” (Kau berada dimana sekarang?)

~~~~

KRRRR
KRRR
KRR

Yoona yang sudah susah payah untuk mendudukkan dirinya di kursi roda itu tengah memutari area rumah sakit untuk mencari Kyuhyun. Ia sudah sampai di resepsionis lantai dasar.

Masih cukup banyak reporter dan fans yang menunggu di luar gedung rumah sakit. Yoona merasa iba melihatnya. Ini sudah malam, tapi orang-orang tersebut menunggunya dan Minho untuk keluar dan memberikan penjelasan sedikit.

“Tidak ada salahnya untuk menyapa mereka, bukan?” Gumam Yoona. Dengan tangannya yang memutar roda dari kursi roda yang ia naiki itu, ia bergegas menuju luar pintu rumah sakit.

“Itu Yoona! Itu Yoona!” Pekik para reporter.

Yoona tersenyum sopan kepada para reporter dengan kameramen mereka yang sibuk memotret foto dirinya.

“Yoona-ssi, bagaimana keadaan anda sekarang?” Tanya seorang reporter.

“Ne, sekarang keadaanku sudah lebih baik, para dokter mengobati lukaku dengan cekatan. Kalian semua tidak perlu mengkhawatirkanku lagi. Mungkin 5-7 hari lagi aku bisa keluar dari rumah sakit.” Jawab Yoona.

“Yoona-ssi, bagaimana penjelasan tentang hubungan anda dan SHINee Minho-ssi?”

“Aku dan Minho tidak memiliki hubungan spesial sama sekali, kami hanya memiliki hubungan Noona-Dongsaeng yang dekat.” Jawab Yoona.

“Lalu mengapa anda bisa berada di mobil yang sama dengan Minho-ssi?”

“Seperti yang kalian tahu, anggota SNSD yang lain sedang berada di Jepang sekarang. Saat sedang berada di gedung SM sebelum berangkat ke bandara Incheon, ada barangku yang tertinggal di dalam gedung, padahal jadwal penerbangannya sudah tidak lama lagi.” Jelas Yoona.

“Jadi kemudian aku meminta mereka untuk pergi ke bandara terlebih dahulu dan aku dapat menyusul setelah aku menemukan barangku yang tertinggal. Walau pun nanti mereka sudah terbang ke Tokyo, aku dapat mengambil penerbangan selanjutnya. Setelah kutemukan barangku yang tertinggal, aku bertemu Minho. Karena terburu-buru, aku memintanya untuk mengantarku ke bandara.” Lanjut Yoona.

“Ah ini sudah malam, lebih baik kalian pulang. Cuaca sudah mulai dingin. Kalau kalian mau datang, kalian bisa datang besok. Aku tidak mau kalian kedinginan di sini. Besok mungkin kalian bisa bertemu Minho. Aku akan coba untuk mengajaknya bertemu dengan kalian.” Pinta Yoona sebelum kembali masuk ke dalam rumah sakit.

Para reporter tersenyum puas mendapati penungguan mereka membuahkan hasil, yaitu Yoona memberikan penjelasan terkait. Walau pun hanya menjawab dua pertanyaan, jawaban Yoona memberikan titik terang dari rasa penasaran rakyat dan penggemar.

~~~~

Setelah Yoona kembali ke dalam rumah sakit, ia melanjutkan aktifitas sebelumnya yaitu mencari Kyuhyun. Eunhyuk belum meneleponnya, jadi pasti Kyuhyun belum pulang.

“Apa mungkin ia sedang bersama dengan Changmin Oppa?” Gumam Yoona. Ia kemudian menelusuri phonebook di handphone-nya, mencari nama ‘Changmin Oppa’.

KRRR
KRR

“Yeoboseyo?” Sapa Changmin dari ujung telepon. “Oh Yoona-ya!”

“Oppa, apa Kyuh..”

“Bagaimana keadaanmu sekarang, hah? Baik-baik saja? Yang kulihat di TV, kau menggunakan kursi roda, apa yang para perampok itu lalu kan padamu dan Minho?”

Yoona terkekeh. “Aku baik-baik saja Oppa, geogjeongma. Hanya saja.. apa Kyuhyun sedang bersamamu?”

“Kyuhyunnie? Ani.. Memangnya ada apa?”

“Hyukkie Oppa meneleponku tadi, mengatakan bahwa Kyuhyun belum pulang ke dorm. Sebelumnya ia memang pergi menjengukku. Tapi ia sudah pulang jauh sebelum Hyukkie Oppa menelepon.” Jelas Yoona panjang.

“Geurae? Aku tidak melihatnya… Mungkin ia sedang bersama Qian?” Tebak Changmin.

“Aku juga berpikir seperti itu tadi, jadi aku sudah menelepon Vic Eonnie. Tapi ia juga sedang tidak bersama Kyuhyun.” Jawab Yoona.

“Hmm, kau cobalah telepon dia lagi, aku akan menelepon yang lain untuk bertanya. Telepon aku kalau sudah mendengar kabar darinya, ok?”

“Hm, baiklah Oppa. Gomawo, hmm.”

KLIK

“Just where in the world does he standing at right now?” Gumam Yoona. Ia kemudian menoleh ke arah jam dinding yang terletak di kamar rawatnya itu. “Sudah jam 11! Apa-apaan kau ini, Cho Kyuhyun?”

“Apa.. aku boleh berhenti mencarinya?” Yoona menguap. “Sepertinya tidak apa-apa.. Toh tidak ada yang mungkin terjadi pada Kyuhyun.”

To: Hyukjae Oppa
Cc: Changmin Oppa
Cc: Vic Eonnie
Aku tidak dapat menemukan Kyuhyun. Mianhae, aku sangat mengantuk. Jeongmal mianhae.

~~~~

Matahari sudah naik ke ufuk timur menyapa pagi. Walau pun tidak membuat pagi menjadi panas dan terik, at least matahari membuat udara menjadi lebih hangat dibanding saat sore dan malam hari.

“Huaah.. Sudah pagi..” Ujar Yoona sambil menggeliat. Ia pun bergumam, “Apa Kyuhyun masih belum pulang ke dorm?”

“Oh, kau sudah bangun? Aku baru saja ingin membangunkanmu.”

Yoona menoleh dan matanya berubah dua kali lebih besar dari biasanya.

.
.
.
.
.
.
.

Well hello pembaca setia ily! Masa bodoh lah dengan rating yang nggak setinggi wgm atau broken inside~~ yang penting ff ini itu ff terkeren yang pernah gue buat. Serius dah gua. Kalo broken inside inti utamanya kan flashback, dan Kalo wgm ya seperti layaknya wgm-wgm yang kalian sendiri pasti pernah tonton tapi lebih choding aja gitu /kok dijelasin?/

Seriusan gue butuh RATE / COMMENT and obviously LIKE! IM going to ThanKYU all for giving me one of those rcl :*

Wait for the next chap! Chap 7 of I LOVE YOU^^~ annyeong><!

Advertisements

3 thoughts on “[Chapter] I Love You || Chapter 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s