[Chapter] You’re Mine || Chapter 1


youre mine cover

[Chapter] You’re Mine || Chapter 1

Judul: You’re Mine

Author: Tisa Khansa

Main Cast:
– SJ Cho Kyuhyun
– SNSD Im Yoona
– EXO-M Xi Luhan
– f(x) Song Qian aka Victoria

Other Cast:
– SJ Shin Donghee aka Shindong
– Park Youngmu (OC)

Length: chaptered

Genre: action, thriller, detective, romance

Rating: PG (unconditional action / thriller scenes)

NB: heyho ma brader en sista~ gue kambek dengan ff chapter genre thriller-action😆 pengen banget bikin ff bergenre kayak gini sejak lama, terutama setelah baca salahsatu ff karya bluekyuna eonnie yang gue lupa judulnya (sori eonnie😰). Jadi ngebet bikin ff ini ditengahtengah fvslove, brokside en ily yang nggak kelar-kelar. Pengen banget sih bikin ff genre gini soalnya juga gue conanian terberat sedunia… Jadi yah sebagai shipper kyuna dan shinran (shinichi-ran) akut stadium 4(?), gue bikinlah ff ginian. Gue banyak bacot banget sumpah😅 CEKIDOT! RCL JANGAN LUPA!


~~~
YM
~~~

“Inspektur Shin, ini berkas-berkasnya.” Ucap seorang yeoja cantik berpakaian seragam polisi dengan rambut yang ia cepol sambil menaruh tumpukan berkas di atas meja atasannya.

“Terima kasih, Yoona-ssi.” Jawab Kepala Kepolisian daerah Ilsan, Inspektur Shin Donghee.

Wanita yang dipanggil Yoona itu membungkuk sopan kemudian keluar dari ruangan Inspektur Shin. Dari luar ia telah dihadang seorang opsir lelaki muda yang sekitar lima belas sentimeter lebih tinggi darinya.

“YA. Berkas apa yang kau serahkan pada Inspektur Shin?” Tanya lelaki itu.

Yoona memutar bola matanya. “Kyuhyun-ah, pergilah. Aku masih memiliki banyak berkas untuk diperiksa.”

“Oh ayolah, berkas apa yang kau serahkan itu?” Tanya Kyuhyun.

“Berkas kasus pembunuhan di rumah keluarga Kim di ujung jalan.” Jawab Yoona singkat. Ia kemudian bergerak menuju meja miliknya dan kembali duduk. Ia kemudian mulai mengotak-atik komputer yan ada di hadapannya.

Kyuhyun mengikutinya. “Kau masih percaya kalau itu adalah kasus pembunuhan, huh?”

“Tentu saja. Banyak yang janggal di kasus itu, dan kepolisian malah menetapkannya sebagai HANYA kecelakaan biasa?”

“Anti-kepolisian sepertimu kenapa malah mendaftar menjadi polisi?” Sindir Kyuhyun.

Memang bukan kali pertama Yoona menentang keputusan sidang dan kepolisian. Pernah dulu Yoona menentang salahsatu keputusan sidang yang menyatakan seorang kakek bersalah karena telah membuat seorang pria terluka.

Yoona menyelidiki kasus itu sendirian; dengan bantuan Kyuhyun yang Yoona paksa untuk membantu; dan berhasil membuktikan kakek itu tidak bersalah karena pria yang ia serang telah menyerangnya terlebih dahulu. Sehingga kakek itu dihitung telah melakukan pembelaan diri dan terlepas dari tuduhan.

“Aku adalah pembela kebenaran, dan menjadi polisi adalah satu-satunya sarana.” Sahut Yoona.

“Ya, ya, terserah apa katamu.” Kyuhyun duduk di meja miliknya yang terletak di seberang meja Yoona.

“Kyuhyun-ah.” Panggil Yoona pada rekannya sekaligus sahabat karibnya di kepolisian.

“Wae?” Tanya Kyuhyun.

“Temani aku menyelidiki kasus keluarga Kim nanti sore.” Jawab Yoona.

“Mwo? Kau masih belum mau menyerah?” Tanya Kyuhyun.

Yoona menggeleng lalu tersenyum. “Ya, aku masih yakin itu adalah kasus pembunuhan.”

~~~
YM
~~~

“Jadi, bisa ceritakan kembali alibi para penghuni rumah saat kecelakaan menimpa Kim Yumi?” Tanya Yoona. Enggan sekali ia menyebutnya sebagai kecelakaan, tapi mau apalagi? Keluarga juga sudah menganggapnya sebagai kecelakaan biasa.

Kim Yumi, wanita yang mengalami ‘kecelakaan’. Ia sedang berada di dalam toilet saat tiba-tiba listrik mati karena breaker rumah keluarga Kim turun. Saat listrik kembali menyala, Kim Yumi ditemukan tewas karena benturan di kepalanya.

“Kau datang lagi, Yoona-ssi?” Sahut Kim Mari, kakak Kim Yumi.

“Kenapa kau teguh sekali menyelidiki kasus ini? Bukankah kepolisian sudah menyatakannya sebagai kecelakaan?” Tanya Kim Goohyun, ayah Kim Yumi.

“Kau bisa pulang, Yoona-ssi, Kyuhyun-ssi. Kami sudah menerima kejadian itu sebagai kecelakaan.” Ucap Kim Mirae, ibu Kim Yumi.

“Juseonghamnida… Tapi aku masih merasa ada yang janggal.” Jawab Yoona sambil tersenyum. Kyuhyun di belakangnya hanya bergumam, entah sudah berapa kali ia bergumam; ‘menyerahlah, ini adalah kecelakaan’ kepada Yoona.

“Baiklah.” Sahut Tuan Goohyun.

“Bisa tolong jelaskan kejadian secara runtut?”

“Saya, Mirae dan Mari tengah makan malam ketika listrik tiba-tiba mati. Saya dan Mirae tetap di ruang makan dan Mari pergi untuk memeriksa breaker dan mendorong tuasnya untuk kembali menyalakan listrik. Saat listrik sudah menyala, kami bertiga pergi untuk memeriksa keadaan Yumi. Tapi… saat ditemukan dia sudah…” Ucapan Tuan Goohyun terhenti, tidak kuat melanjutkan kata-katanya.

Yoona mengangguk mengerti. “Bolehkah saya memeriksa rumah?”

“Ya, silahkan.” Jawab Nyonya Mirae.

Kyuhyun dan Yoona pergi mengelilingi rumah keluarga Kim untuk memeriksa apa yang menurut Yoona janggal.

“Jadi apa sebenarnya yang janggal dari kejadian ini?” Tanya Kyuhyun.

Yoona membuka catatan kecilnya yang berisi alibi tersangka, runtutan kejadian dan apa yang menurutnya janggal.

“Pertama, listrik rumah keluarga Kim mati padahal listrik tetangga tidak ada yang mati.”

“Kan bisa saja listriknya melewati batas watt dan padam? Bukankah itu hal yang biasa dan sangat kebetulan?”

“Tidak. Saat diperiksa, AC di masing-masing kamar dimatikan, begitu pula dengan lampu di masing-masing kamar. Yang menyala hanyalah lampu ruang tengah, ruang makan, kamar mandi karena dipakai oleh korban, dan pompa air.” Jawab Yoona yakin.

Kyuhyun mengangguk mengerti juga kagum dengan analisa Yoona. “Lalu apalagi?”

“Kedua, korban diperkirakan terpeleset sabun batang yang tergeletak di dekat kepala korban saat ditemukan. Tapi korban jatuh dengan posisi terbalik, ia tertelungkup.”

“Apa yang aneh dari itu?” Tanya Kyuhyun heran.

“Coba kau pikir, jika kau terpeleset sabun batang, menerutmu posisi jatuhmu dan posisi sabun batang bagaimana?”

“Ngggg…” Kyuhyun mesimulasikan jatuh terpeleset sabun batang, tapi ia mengganti sabun batangnya menjadi pensil yang dibawa Yoona.

Alhasil Kyuhyun jatuh dengan posisi tiduran dan pensilnya berada di dekat kepalanya. Berarti jika dikonklusikan, jika korban jatuh dengan posisi tertelungkup, seharusnya sabun batangnya berada di dekat kakinya bukan di dekat kepalanya.

“Ah… Aku mengerti maksudmu sekarang.” Gumam Kyuhyun. “Lalu yang ketiga?”

“Ketiga, bekas benturan fatal korban ada di bagian ubun-ubun korban, dan bukan di bagian belakang kepala korban.”

“Benar juga, jika ia terpeleset harusnya lukanya ada di bagian belakang kepalanya.” Sahut Kyuhyun setuju. “Jadi itu saja?”

“Ya, itu yang aku temukan.”

Sebenarnya Yoona belum pernah benar-benar menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Ini kali pertamanya. Sebelumnya ia hanya bertugas menginterogasi korban dan malah tertarik dengan kasus ini.

Kyuhyun dan Yoona sampai di tempat breaker rumah keluarga Kim terletak.

“Bagaimana dengan perkiraan waktu kematian korban?” Tanya Kyuhyun.

“18.43, sesuai dengan waktu Tuan Goohyun mendengar suara benturan yang diperkirakan adalah suara jatuhnya korban. 18.43 juga adalah waktu listrik kembali menyala.” Jawab Yoona.

“Tadinya aku mencurigai adik korban melakukan sesuatu karena jarak tempat breaker ini dengan kamar mandi jauh lebih dekat dibanding jarak ruang makan dengan kamar mandi. Tapi jika tidak dengan berlari, maka dari tempat breaker ke kamar mandi bisa ditempuh lebih dari satu menit. Tapi jika berlari maka Tuan Goohyun dan Nyonya Mirae bisa mendengar suara kakinya.”

“Ya, benar. Tuan Goohyun dan Nyonya Mirae sendiri mengaku tidak mendengar suara Kim Mari berlari karena aku sudah menanyai mereka tentang itu saat menginterogasi mereka dua hari yang lalu.” Yoona mulai melihat-lihat ke sekitar tempat breaker terletak. Dan kemudian ia melihat vas bunga yang tidak berisi bunga sama sekali.

Yoona mendekat ke arah vas tersebut dan melirik ke dalamnya. Sangat terkejut ia karena isinya adalah timer penurun listrik. Jika timer diset, maka listrik di rumah akan mati seketika.

“Kyuhyun-ah, aku menemukan timer listrik.” Bisik Yoona.

“Coba aku lihat.” Kyuhyun adalah opsir yang ahli dalam peralatan, lebih ahli dari Yoona. Itu juga karena ia adalah pindahan dari divisi penjinakkan bom ke divisi investigasi; menjadi divisi yang sama dengan Yoona.

“Ya, kau benar. Ini adalah timer otomatis yang lebih sederhana dari timer buatan dari tali dan lilin api. Berbeda dengan timer buatan, timer ini bisa di-setting dari jarak jauh dan dengan penemuan ini, kecurigaan berlebih terhadap Kim Mari terhindar. Semua tersangka bisa menyetel timer ini.”

“Benar, jika sebelumnya kecurigaanku mengarah ke arah Kim Mari karena ia tidak terkejut melihat timer buatan saat menyalakan breaker, ini menjelaskannya.”

Tapi dari dalam vas, tiba-tiba Kyuhyun menemukan garpu yang sudah dibengkokan dan malah menjadi mirip pengait. Yoona tampak terkejut melihatnya.

“Kyuhyun-ah, periksa berapa tinggi badan keluarga Kim di catatanku. Cepat!” Perintah Yoona. Ia meninggalkan catatannya di rak kecil dekat tuas breaker. Kyuhyun berlari dan mengambil catatan Yoona.

“Tuan Goohyun 168, Nyonya Mirae 153 sentimeter, Kim Mari 164 sentimeter dan Kim Yumi 156 sentimeter.”

Yoona tersenyum tipis. “Aku tahu siapa pelakunya dan trik yang dilakukan pelaku untuk mengelabui kita semua.”

~~~
YM
~~~

“Kenapa kalian memanggilku ke sini? Kenapa aku diinterogasi lagi?” Pekik Kim Mari.

Di hadapan Kim Mari sudah ada Yoona yang siap menginterogasinya.

“Kim Mari-ssi, anda dijerat pasal pembunuhan berencana karena telah membunuh Kim Yumi.” Jawab Yoona tenang.

“MWO? Aku tidak membunuhnya! Apa yang membuatmu bisa berkata seperti itu?”

“Pertama, kau menyetel timer ini untuk mati pada saat adikmu sedang mandi. Kau pergi ke tempat breaker. Di sana sudah terbentang dua buah tali yang saling berhubungan. Tali pertama membentang ke jendela ventilasi kamar mandi yang menyambungkannya dengan dua buah sabun batang, tali kedua adalah pemberat. Kau memotong tali kedua dan membuat tali pertama yang terikat pada sabun batang jatuh bersamaan dengan kau menyalakan breaker.

Tali pertama yang jatuh ke dalam kamar mandi menjadi bukti tewasnya adikmu karena terbentur sabun batang yang jatuh dari ketinggian satu meter di atas kepalanya. Adikmu tidak tinggi dan itu sebuah keberuntungan besar bagimu karena dengan itu jarak jatuhnya sabun batang menjadi semakin jauh sehingga benturan akan menjadi lebih keras.”

“A.. Apa? Lalu jika sabun jatuh ke kamar mandi dengan masih terikat dengan tali pertama, bagaimana caraku menghilangkan tali yang terikat? Dan polisi hanya menemukan satu buah sabun batang, bagaimana caranya aku menghilangkan sabun batang yang satu lagi?” Tanya Kim Mari menantang.

“Ujung tali pertama juga terikat dengan sebuah garpu yang sudah dibengkokan. Jadi saat pemberat dipotong, sabun batang jatuh tapi tidak seluruh tali pertama ikut jatuh ke dalam kamar mandi karena garpu itu sudah menjadi penahan yaitu dengan cara menyangkut di atas permukaan dinding. Buktinya adalah empat garis goresan yang terdapat di dinding bagian luar di bawah jendela ventilasi kamar mandi.

Setelah sabun menghantam adikmu bersamaan dengan listrik yang menyala, kau menarik tali pertama dan melepaskan kedua sabunnya dari utasan tali. Kau kemudian menaiki rak kecil yan berada di dekat breaker dan memasukkan salah satu sabunnya kembali ke dalam kamar mandi.”

“Apa buktinya aku melakukan itu, hah!? Apa kau punya bukti!?” Desak Kim Mari.

Yoona tersenyum sinis. “Tentu punya. Kau pasti memakai sarung tangan saat menyalakan breaker dan menarik lagi tali pertama dari dalam kamar mandi. Tapi kau tidak bisa mengambil resiko mengenakan kaos kaki saat menaiki rak. Salah-salah benang wol dari kaos kakimu bisa jatuh atau kau bisa terpeleset dari rak. Begitu juga dengan sandal rumah, kau bisa terpeleset.

Kau juga tidak bisa mengambil resiko untuk memakai sandal jepit karena jika di atas rak ditemukan bekas sol bawah sandal, polisi bisa memeriksa sandal seisi rumah dan trikmu berantakan. Jadi kau naik ke atas rak tanpa menggunakan alas kaki.

Dan itu membuat sidik jari kakimu tertinggal di atas rak.”

Kim Mari tertunduk dan menyembunyikan wajahnya di atas meja. Dengan kata lain, ia menyerah dengan analisis Yoona.

“Aku sudah tahu motif pembunuhan ini… Melihat dekorasi kamar Kim Yumi dan dekorasi kamarmu pun aku tahu. Kamar Kim Yumi adalah kamar yang cukup mewah sementara kamarmu sangat sederhana. Kukira itu adalah seleramu, tapi melihat jejakmu di tempat kerjamu, kau bahkan berteman dengan orang-orang kaya. Jadi itu pasti bukan seleramu.”

“Eomma dan Appa… lebih menyayangi Yumi daripada aku. Bahkan mereka membedakan segala hal yang berhubungan denganku dan Yumi….” Ucap Kim Mari sedu.

“Apa kau tahu mengapa orang tuamu begitu membedakanmu dengan Yumi?”

Kim Mari tidak menjawab tapi ia mengangkat wajahnya, menandakan bahwa ia ingin tahu. Ia lalu menatap Yoona.

Yoona agak ragu, tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk membeberkan semuanya. “Kau adalah anak angkat keluarga Kim. Dahulu kau adalah anak dari musuh perusahaan keluarga Kim yaitu keluarga Park. Aku mengetahuinya setelah menyelidiki perusahaan Park.

Keluarga Park telah menjatuhkan perusahaan keluarga Kim yang membuat keluarga Kim sangat dendam pada keluarga Park. Tapi akhirnya perusahaan keluarga Park tutup karena tuduhan perekrutan karyawan ilegal dan pergi ke luar negeri. Kau yang masih berusia tiga tahun dititipkan di salah satu panti asuhan. Suatu hari, keluarga Kim pergi ke panti asuhan dan mengangkatmu menjadi anak pertama mereka. Dan dinamakan Kim Mari.

Lima tahun kemudian, Kim Yumi lahir dan entah darimana Tuan Goohyun dan Nyonya Mirae mengetahui bahwa kau adalah anak dari musuh mereka. Tapi kau sudah berumur delapan tahun, terlalu tua untuk dikembalikan ke panti asuhan dan kau pasti akan memiliki dendam kepada Tuan Goohyun dan Nyonya Mirae dan saat kau sudah besar kau bisa melaksanakan dendammu jika saat itu Tuan Goohyun dan Nyonya Mirae benar-benar menelantarkanmu.

Maka dari itu Tuan Goohyun dan Nyonya Mirae mulai membeda-bedakanmu dengan Kim Yu…”

“TIDAK MUNGKIN! Aku bukanlah anak angkat! Lihat namaku! Aku adalah Mari yang memiliki nama yang mirip dengan Eomma! Sementara Yumi? Ia malah memiliki nama berbeda jauh!”

“Dilihat dari genetik tinggi badan, hubungan keluargamu bahkan bisa di tebak. Keluarga Kim mempunyai gen yang bertubuh pendek sementara genetik keluarga Park adalah gen bertubuh tinggi. Tinggi Nyonya Mirae dan Kim Yumi adalah 150-an sementara kau hanya berbeda empat sentimeter dengan Tuan Goohyun. Dihitung seperti itu, Tuan Goohyun, Nyonya Mirae dan Kim Yumi memiliki gen bertubuh pendek.”

~~~
YM
~~~

TAP

“Hebat juga kau.” Puji Kyuhyun sambil menempelkan sekaleng kopi dingin ke pipi Yoona.

“Terima kasih kopinya.” Yoona menerima kopi kaleng itu lalu meneguknya.

Keduanya diam memperhatikan pemandangan dari atas rooftop gedung kepolisian Ilsan itu.

“Tapi aku merasa iba kepada Kim Mari.” Ucap Yoona.

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona. “Wae?”

“Kau tahu… Ia benar-benar seperti dikucilkan oleh Tuan Goohyun dan Nyonya Mirae. Walau masih dirawat hingga tumbuh besar, kudengar bahkan Kim Mari tidak pernah diajak pergi jalan-jalan dengan Tuan Goohyun dan Nyonya Mirae. Hanya Kim Yumi yang bersikap baik pada Kim Mari. Sayang, Kim Yumi malah dibunuh.”

Kyuhyun kemudian memegang kedua pundak Yoona dan membuat tubuh mungil itu menghadap ke arahnya.

“Ingat. Seorang pembunuh tetaplah pembunuh. Ia sudah membuat seseorang mati, dan kau tidak punya keperluan untuk iba padanya.” Ucap Kyuhyun.

Yoona tersenyum mengerti. “Kau benar.”

“Kau memang seorang polisi yang hebat, Im Yoona.”

Yoona terkekeh. “Hebat? Apa maksudmu?”

“Entahlah, aku hanya ingin mengatakan itu padamu.” Kyuhyun kemudian mengacak rambut Yoona.

Yoona tersenyum.

“Gomawo, Kyuhyun-ah.”

~~~
YM
~~~

“Aku? Sehabis ini aku mau jalan dengan Yoona. Eyy, kau curiga sekali. Qian-ah, kau sendiri tahu Yoona punya pacar dan aku punya kau. Kita mau jalan sekaligus membicarakan kasus.” Ucap Kyuhyun di telepon.

Yoona yang berada di sebelahnya hanya dapat memutar bola matanya. Jelas-jelas tadi Kyuhyun mengajaknya jalan-jalan untuk refreshing setelah kasus menyedihkan keluarga Kim. Dan Kyuhyun berkata ia tidak mau membahas kasus apapun sama sekali.

“Anak itu tidak selevel denganmu, Qian-ah. Kau tidak akan tergantikan.”

“Aish… Menjelek-jelekkanku di hadapan pacarnya. Sialan.” Umpat Yoona.

“Ya, aku akan menelponmu lagi nanti, Qian-ah.”

TUT

“Apa-apaan ‘anak itu tidak selevel denganmu’? Sialan kau.” Ucap Yoona.

“Terserah aku dong.” Sahut Kyuhyun. “YA kau sudah izin pada pacarmu itu? Siapa namanya? Lohan? Ikan mas?”

“YA!! Namanya Luhan!” Seru Yoona. “Sudah, ia bilang ia tidak khawatir jika aku jalan denganmu karena ia jauh lebih kurus dan cute darimu.”

“YA! Aku tidak gemuk!” Pekik Kyuhyun.

“Ya, terserah apa katamu deh.” Jawab Yoona. “Jadi kita mau bahas kasus apa?”

Kyuhyun yang merasa tersindir hanya nyengir. “Itu hanyalah alasan untuk Qian agar jalan-jalan kita terdengar mempunyai alasan yang berbobot.”

“Otakmu memang penuh dengan berbagai alasan licik.”

“Aku tahu. Jangan memujiku.”

Kyuhyun dan Yoona kemudian masing-masing membereskan meja mereka. Keduanya lalu menyandang tas dan berjalan berdampingan.

“YA kau bawa baju ganti?” Tanya Kyuhyun.

“Wae?” Tanya Yoona balik.

“Hanya saja… tidak aneh kita jalan dengan seragam seperti ini? Masyarakat nanti mengira kita bolos kerja padahal kita kan memang sudah izin untuk pulang lebih awal.”

“Benar juga. Aku bawa, bagaimana denganmu?” Tanya Yoona.

“Aku bawa. Yasudah kau ganti sana di toilet, aku juga akan ke toilet untuk mengganti bajuku.”

“Baiklah. Tunggu sepuluh menit, ok?”

~~~
YM
~~~

“Yoona-ya! Ppali!” Pekik Kyuhyun di depan toilet wanita.

KLEK

“Iya, sabar sedikit.” Sahut Yoona kemudian keluar dari toilet wanita.

Yoona tampak sangat kasual seksi, image yang belum pernah dilihat Kyuhyun sebelumnya. Ia mengenakan croptee putih tanpa lengan juga tanpa motif yang memperlihatkan perut tirusnya dan skinny jeans panjang berwarna light blue. Rambutnya yang cokelat dan bergelombang itu ia biarkan tergerai dengan indahnya.

Kyuhyun tampak ternganga melihat Yoona yang ia biasa lihat dalam bentuk kaku dan serius dengan seragam polisi yang rapih itu dapat berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat kasual.

“YA aku tahu aku cantik, kenapa kau bengong memperhatikanmu seperti itu?”

“Siapa yang memperhatikanmu? Enak saja.” Sahut Kyuhyun.

Tapi Kyuhyun tidak dapat mengalihkan pandangannya dari perut Yoona yang sedikit terbuka dan leher jenjang Yoona karena ia memakai croptee tanpa lengan. Yoona terlihat sangat seksi.

“Apa kau tidak…” ‘geli memakai pakaian seperti itu? Bagaimana jika para lelaki memperhatikan perutmu dan tulang belikatmu?’ urung Kyuhyun katakan. Entah apa yang bisa Yoona kira jika Kyuhyun mengatakan itu.

“Tidak apa?”

“Tidak kedinginan memakai pakaian itu?” Tanya Kyuhyun. Yoona menatap Kyuhyun heran, tidak mengerti maksud Kyuhyun sebenarnya.

Kyuhyun yang mengenakan t-shirt putih dan celana panjang berwarna cokelat tua dengan jaket abu-abu itu kemudian melepas jaketnya. Ia kemudian memakaikan jaket itu kepada Yoona.

Yoona agak terkejut dengan sikap Kyuhyun, tapi ia menangkap maksud baik Kyuhyun. Yoona tersenyum tipis sedikit haru.

“Gomawo, Kyuhyun-ah.” Bisik Yoona pelan sekali.

Kyuhyun tersenyum tipis mendengarnya tapi memilih untuk tidak membalas perkataan Yoona.

~~~
YM
~~~

Kyuhyun dan Yoona tampak kalem menonton film yang terputar di hadapan mereka. Kisah horor Annabelle menjadi pilihan tontonan mereka.

Adegan yang seram muncul. Yoona langsung mencengkeram lengan Kyuhyun dengan kuat sampai Kyuhyun merasa sangat kesakitan.

“YA appo!” Adu Kyuhyun. Tapi Yoona terlalu terhipnotis dengan film di hadapannya sehingga ia tidak bisa mendengar Kyuhyun.

“YA Im Yoona! Tanganku bisa remuk! YA!” Pekik Kyuhyun tapi masih dengan suara berbisik.

Kyuhyun agak ragu sebelum kemudian ia menggenggam tangan Yoona erat. Yoona menoleh ke arahnya, membuatnya bingung harus berkata apa.

“Tanganku bisa remuk jika kau cengkeram terus. Jika kau ketakutan, genggam tanganku, jangan dicengkeram.” Yoona hanya mengangguk malu.

Di setiap adegan seram, tautan tangan Kyuhyun dan Yoona menjadi makin erat. Kyuhyun tersenyum geli melihat tangan Yoona terus-terus menggenggam tangannya, makin erat di setiap adegan seram.

~~~
YM
~~~

“YA kau sudah bisa melepaskan tanganmu dari tanganku.” Goda Kyuhyun.

Kyuhyun dan Yoona sudah keluar dari bioskop, sedang berjalan santai di taman kota yang sepi.

Yoona memeletkan lidahnya lalu menarik tangannya dari tangan Kyuhyun. “Maaf saja, aku juga tidak sudi memegang tanganmu.”

“Kau berkata seperti itu sebagai orang yang tadi membuat genggamannya makin erat.” Sahut Kyuhyun.

“Enak saja, itu karena aku takut!”

“Iya, iya.” Balas Kyuhyun pendek.

DORR

Tiba-tiba Yoona terjatuh. Perutnya yang terbuka memperlihatkan luka yang mengeluarkan banyak darah.

Kyuhyun terkejut bukan main. “Im Yoona! Im Yoona! Jangan main-main!”

Kyuhyun langsung menahan tubuh Yoona agar tidak terjatuh sepenuhnya ke tanah. Ia kemudian menggendong Yoona di atas punggungnya dan melirik ke sana kemari.

Kyuhyun kemudian menangkap seseorang dengan sniper berusaha kabur. Kyuhyun mengejar orang itu sambil masih menggendong Yoona.

“JANGAN KABUR!” Pekik Kyuhyun.

Tapi apa daya, dirinya yang menggendong Yoona tidak bisa mengejar seseorang yang berlari dengan kecepatan tinggi.

Kyuhyun langsung tersadar dari lamunannya ketika ia merasakan darah mengalir ke bajunya. “Im Yoona, bertahanlah!”

.
.
.
.
.
.
.

TBC~

Gimana? Action? Thriller? Detective? Jago kan gua bikin ff ginian😆 betewe sori sumvah kalo yang adegan kasus keluarga Kim rada kurang penjelasan, soalnya kalo trik-trik kasus gitu emang biasanya kurang jelas kalo nggak digambar~ jadi mohon maaf sajah jika ada yan kurang ngeh. Tapi gue itu udah berusaha menjelaskan dengan sedetil-detilnya~~~ see u on the next chap🌝

Advertisements

6 thoughts on “[Chapter] You’re Mine || Chapter 1

  1. waeee?? kenapa tbc?!
    siapa yg nembak yoona eonni?? yaah kok kyuna couple malah punya pasangan sendiri2 siih??
    next partnya ditunggu eonni ^__^

  2. Wahhh,, sepertinya aku bru nme ini tempat, dan aku gk tau ada ceritassebagus ini, ohh ia salam knal reader baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s