[One-Shoot] Change


 changes cover

[One-Shoot] Changes

Judul: Changes

Author: Tisa Khansa

Main Cast: Cho Kyuhyun, Im Yoona

Genre: romance, cute

Length: One-Shoot

Rating: General

NB: heyho, bikin Drabble nih gua😁 wdyt? Lagi seneng aja sih gua ;3 inget tanggal 1 November kemaren gua post 3 ff, itu karena merasa bersalah-___- sekarang karena bosen /lah okelah jan lupa RCL CEKIDOT!

~~~~


Bukan Cho Kyuhyun namanya jika ia tidak senang berdiam diri di taman. Setiap hari, sepulang kerja dari perusahaan ternama milik ayahnya yang diatas namakan dirinya, CKH Entertainment, ia akan pergi ke taman dan meneguk sekaleng kopi sambil duduk di atas ayunan.

Bukan tanpa alasan ia melakukan itu. Yeojachingu-nya, Jung Soojung yang biasa dipanggil Soojung itu memilih taman sebagai tempat favoritnya. Yang membuatnya berdiam diri sendirian di sana adalah merenungi kepergian Soojung untuk selama-lamanya.

Ya, yeojachingu-nya, Jung Soojung itu meninggal sebulan yang lalu karena kecelakaan tunggal saat mengemudi. Tangki bensin mobil Soojung yang bocor mengakibatkan mobilnya hilang kendali dan menabrak bahu jalan yang kemudian membuat ia tewas di tempat kejadian. Kyuhyun tidak dapat menyalahkan siapa-siapa, karena ini memang kecelakaan tunggal.

“Ahjussi! Awas dong, aku juga ingin main ayunan!” Seru seorang yeoja dari hadapan Kyuhyun yang lagi-lagi tengah melamun sambil menatap rumput di bawah kakinya itu.

Kyuhyun mendongak dan melihat sesosok yeoja yang tampak sangat cantik. Yang membuatnya terpesona tidak hanya itu, tapi wajah yeoja di hadapannya ini… sangat mirip dengan wajah Soojung.

“Soo… Soojungie, itukah kau? Apakah kau kembali untukku?” Tanya Kyuhyun sambil mencengkeram erat pundak yeoja yang ada di hadapannya. Kopi kaleng langganannya itu pun terjatuh dari genggaman erat tangannya.

“Soojungie? Siapa dia? Hello…., Ahjussi! Namaku Im Yoona!” Pekik yeoja bernama Yoona itu.

“Yoo.. Yoona?” Tanya Kyuhyun masih melamun dan merasa melihat sosok Soojung.

“Ya, aku Im Yoona! Bukan Sojung atau Soojung-mu itu, Ahjussi…!” Sahut Yoona sekali lagi.

“Oh! Mianhae.” Ucap Kyuhyun lalu kembali duduk di ayunan. Yoona kemudian berjongkok di hadapan Kyuhyun.

“Ahjussi…” Panggil Yoona.

“Hmm?” Sahut Kyuhyun acuh tak acuh pada Yoona.

“Wajahmu tampan juga, ya.” Puji Yoona yang membuat Kyuhyun berdecak. Mana ada yeoja yang memuji seorang namja di hari pertama mereka bertemu?

“Benarkah?” Sahut Kyuhyun.

“Apa yang membuatmu sedih, Ahjussi?” Tanya Yoona sambil memilin rambut cokelat panjangnya, masi berjongkok di hadapan Kyuhyun.

“Hhh…” Helaan nafas Kyuhyun terdengar. “Yeojachingu-ku meninggal.”

“Mwo? Mianhae, Ahjussi.” Ucap Yoona. “Aku tidak tahu.”

“Aniya, jangan dipikirkan.”

“Lalu apa yang membuatmu kehilangan semangat?” Tanya Yoona.

“Maksudmu? Karena yeojachingu-ku meninggal, tentunya.” Jawab Kyuhyun ketus. Ia malas menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan Soojung. Itu hanya akan membuatnya semakin merindukan Soojung.

“Apakah ia orang baik, Ahjussi?” Tanya Yoona. Kyuhyun mengangguk.

“Ia adalah orang yang cantik dan sangat baik. Ia ramah terhadap orang lanjut usia mau pun anak-anak.” Jawab Kyuhyun sambil menutup matanya, memutar kembali memorinya saat Soojung tersenyum kepada para lansia di panti jompo yang ia kunjungi rutin setiap bulannya juga panti asuhan untuk melihat anak-anak yang tidak memiliki orang tua itu.

“Kalau ia bisa melihatmu, aku yakin ia sangat marah padamu, Ahjussi.” Ucap Yoona sambil memainkan ujun celana kerja Kyuhyun.

“Huh? Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun kesal lalu menatap wajah polos Yoona yang terfokus pada celananya itu.

“Kau bilang ia adalah orang yang baik dan ramah, bukan? Kalau benar begitu, pasti ia ingin Ahjussi menemukan yeoja baru yang bisa menggantikannya.” Ucap Yoona yang mengganti fokus matanya menjadi rumput di sekitarnya. Ia pun berdiri lalu melentangkan kedua tangannya. “Carilah yeoja baru, Ahjussi. Hidup ini harus kita jalani sebanyak apapun rintangan yang ada, bukan?”

Pandangan Kyuhyun mengikuti arah Yoona berjalan sambil berputar dengan kedua tangannya yang terlentang bebas.

“Seperti saat kau naik sepeda roda dua, Ahjussi. Jika kau ingin sepedanya terus melaju, kau harus tetap menggerakkan kakimu untuk mengayuh sepeda itu, bukan? Jika tidak, kau akan jatuh. Dan dalam hidup, jika tidak bergerak, keseimbangan hidupmu akan hilang. Lalu kau akan jatuh.”

Kyuhyun mengiyakan perkataan Yoona yang sedang seenaknya melentangkan tangannya di tengah taman sambil menatap langit itu, tidak peduli berapa banyak orang sekitar yang memperhatikannya dengan tatapan aneh. Kyuhyun pun bangun dari tempatnya dan berdiri di samping Yoona.

“Lalu, apa yang harus kau lakukan jika orang-orang terus mengomentari apa yang aku lakukan? Ini salah, itu salah.” Ucap Kyuhyun yang dengan absurd-nya ikut-ikutan menatap langit biru di atasnya.

“Mau benar mau salah, perbuatan kita pasti dikomentari. Bagaimana tidak? Di sekolah kita diajari untuk mendengar. Seperti kata mereka, Tuhan menciptakan kita satu mulut dan dua telinga agar kita lebih banyak mendengar. Maka dari itu kebanyakkan dari kita berbicara tanpa pikir panjang, karena pembicaraan di sekolah dipotong karena konsep mendengarkan itu. Tidakkah kau setuju, Ahjussi?”

“Dan jika aku sudah tidak tahan lagi dengan orang-orang yang menyuruhku untuk melupakan yeojachingu-ku itu sampai rasanya aku ingin menyusul yeojachingu-ku… Bagaimana?”

“Menyerahkan hidupmu dengan sengaja? Sia-sia. Di alam sana, jika kau menyusul yeojachingu-mu, Ahjussi, ia pasti akan marah besar karena kau sudah menyerahkan kehidupan yang hebat ini dengan percuma.” Jawab Yoona lalu menoleh ke sampingnya dan tersenyum manis. “Di dunia ini banyak yeoja lainnya, Ahjussi. Himnae!”

Kyuhyun tersenyum tipis tanpa disadari dirinya sendiri setelah melihat senyum tulus Yoona. Tiba-tiba Yoona melihat ke arah jam tangannya dan menepuk kening bersihnya.

“Ohya! Hari ini jadwalku untuk membersihkan ruang tengah! Aduh, aku terlalu lama main!” Seru Yoona. “Sudah dulu ya, Ahjussi, aku pergi dulu!”

Keinginan aneh membuat Kyuhyun menahan lengan Yoona untuk pergi. “Kau tinggal di dekat sini? Di asrama?”

Setahu Kyuhyun, di dekat taman ini ada sekolah asrama putri yang cukup ternama dan mahal.

Yoona tergelak. “Asrama katamu? Sekola asrama itu? Aduh, Ahjussi bisa saja! Aku tidak punya uang untuk itu. Aku ingin kembali ke panti tempat aku tinggal, Ahjussi.”

“Panti? Panti asuhan? Yang ada di seberang?” Tanya Kyuhyun. Yoona mengangguk pasti.

‘Panti asuhan yang dikunjungi Soojung kan panti asuhan di seberang taman…?’

“Hm, aku sudah tinggal di sana sejak lama! Sudah dulu ya, hari ini jadwalku membersihkan ruang tengah! Dan apalagi, lusa aku ada ujian akhir!”

“SMA mana?” Tanya Kyuhyun.

“SMA Dayeong! Sudah dulu ya, annyeong!”

Kyuhyun tersenyum melihat sosok Yoona yang berlari dengan gesit. Ia kemudian merogoh saku celananya untuk mengambil kunci mobilnya.

Tiba-tiba Kyuhyun merasa ia memegang sebuah kertas yang dilipat dengan rapih dan agak lusuh di saku celananya itu. Kyuhyun langsung mengambilnya dan membuka lipatan kertas itu.

‘Kyuhyun Oppa yang sangat aku cintai. Entah mengapa aku ingin sekali menulis ini.

Mungkin… saat kau membaca ini aku telah tiada.

Lho? Kenapa aku tau aku akan meninggal? Aku tidak akan mati hanya karena tangki bensinku bocor secara tidak sengaja, Cho Kyuhyun-ku yang bodoh. Kau sendiri tahu Sooyeon Eonnie sangatlah rajin memeriksa segala keperluan mobilku.

Aku divonis dokter mengidap kanker stadium empat akhir. Cukup terkejut? Aku tidak berani memberitahumu. Jadi kupikir lebih baik aku buat tangki bensinku bocor saja. Bodoh ya? Aku tidak ingin kau tahu aku sakit, dan malah aku memberitahumu lewat surat ini.

Jangan ingat-ingat aku lagi, Oppa. Ada yeoja cantik yang aku temui di panti asuhan tempat aku berkunjung setiap bulan itu. Kau tahu panti asuhan itu, kan? Yang ada di seberang taman. Ia sangat baik dan memiliki wajah yang sangat identik denganku.

Namanya Yoona. Ia merawat anak panti dengan baik, karena ia kakak tertua di sana. Ia adalah murid tingkat 3 di SMA Dayeong. Aku sangat menyukai sifatnya unik. Ia bisa menjadi akrab dalam sekejap dengan orang yang baru ia temui! Keren? Oh tentu, ia langsung akrab denganku sejak pertama kali kami bertemu.

Kumohon jaga dia baik-baik. Di balik sifat uniknya yang kadang aneh itu, ia sangatlah rapuh. Kamarnya di panti adalah kamar paling ujung di lantai dasar, dekat dengan kamar para pengasuh panti yang sebenarnya, berbeda dengan para anak panti lainnya. Ia tidur sendiri di sana. Saat aku tidak sengaja masuk ke dalam kamarnya saat sedang berkunjung, aku melihatnya sedang menangis sambil menggenggam beberapa foto di tangannya. Kalau tebakanku jitu, itu adalah foto ayah dan ibunya yan meninggal ketika ia masih kecil dan foto kakaknya yang diculik saat ia masih kecil juga.

Dan ternyata benar, ia bercerita padaku setelah itu.

Melihat sifat uniknya itu, kukira ia bisa membuatmu bahagia, Oppa. Jaga Yoona baik-baik. Aku sangat menyayanginya seperti aku menyayangi Sooyeon Eonnie.

Surat ini menjadi terlalu panjang, ya? Aku tahu, aku memang berbakat menjadi seorang penulis. Aku tahu, aku tahu! Tidak perlu memuji Jung Soojung yang hebat ini.

Sudah dulu ya^^

Salam cinta hangat untukmu,
dari Jung Soojung.

PS: aku memberitahu Yoona dan anak panti bahwa namaku adalah Krystal! Nama yang keren bukan? Biar aku kelihatan misterius😎’

Kyuhyun meneteskan banyak airmata. Ia tidak tahu sejak kapan surat itu bertengger di saku celananya. Entah mengapa ia baru menemukannya sekarang.

Satu hal yang ia tahu pasti, ia akan menuruti kata-kata Soojung. Ia akan menjaga Yoona dengan baik.

“Soojung-ah… Jangan-jangan kau sudah tahu bahwa aku akan bertemu dengan Yoona hari ini, dan akan menemukan suratmu?”

.
.
.
.
.
.

Wakakakakk😂 one-Shoot yang pendek nih ;3 mirip drabble ya? Tapi cuma males ganti jadi drabble aja sih gua-_- kan bego. Udah ya! RCL DIPERLUKAN💙

Advertisements

4 thoughts on “[One-Shoot] Change

  1. Keren banget
    suka sama karakter yoona disini
    Rasanya aku ikut ngerasain feel dari pemain
    Please,ada sequelnya dong xixi keren banget kalau dilanjutin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s