[One-Shoot] The Feeling of Love {Kyuhyun Version}


the feeling of love kyuhyun ver cover

[One-Shoot] The Feeling of Love {Kyuhyun Version}


[One-Shoot] The Feeling of Love {Kyuhyun Version}

Judul: The Feeling of Love

Main Cast:
– Super Junior Cho Kyuhyun
– SNSD Im Yoona

Other Cast(s): find by yourself!

Genre: romance, angst

Length: one-shoot

Rating: general

NB: ANNYEONGGGGG! Gue lagi gak ada feel buat ngelanjutin ff yang Chapter, alhasil malah post ff lepasan kayak gini. Gapapa kan? Hope u like it! RCL ya!πŸ’πŸ’• ohya hari jumat kemaren, hasil nem SD se DKI keluar. walau nggak sesuai target nem 28,5+ dan dikasih 28 sama Allah, gue udah bersyukur banget. dan gakbegitu khawatir juga, rata-rata nem SD tahun ini emang turun. se-indonesia. doain dapet smp negeri yang bagus di jogja, gue ambil resiko daftar dari luar kota^^ RCL ya(;

~~~~
CKH
~~~~

What if I love my own bestfriend?

~~~~
CKH
~~~~

“Siapa member SNSD yang paling kau suka?” Tanya Kangin dan Heechul pada seorang aktor cilik; Wang Seokhun.

“Yoona-noona.” Sahut Seokhun.

Kangin refleks menoleh ke arahku yang berada di atas dirinya dengan Heechul; secara mereka berdua sedang duduk sementara aku berdiri; sambil tersenyum. Kangin dan Heechul kemudian berpandangan dan tersenyum.

Aku yang dipandang tadi; Cho Kyuhyun; hanya dapat tersenyum balik pada kedua hyung-ku. Sialan mereka… Mentang-mentang bocah itu menyebut Yoona, mereka langsung menoleh ke arahku?

Oke, oke. Mereka semua; notabene seluruh member Super Junior; tahu aku punya tiga sahabat perempuan dekat di SM. Yang pertama Qian, kemudian BoA-noona, dan yang terakhir Im Yoona.

Mereka tidak pernah menggodaku atas Qian mau pun BoA-noona. Tapi mereka malah selalu menggodaku atas Yoona. Hey, hey! Aku tidak punya perasaan apapun terhadap wanita tengil itu.

Anak itu; Seokhun; melenggang pergi dari ruang tunggu. Dengan death glare yang sangat tajam, aku menatap Kangin dan Heechul. Hei! Aku butuh penjelasan.

“Oh, Kyuhyunnie.” Ujar Kangin singkat kemudian menepuk punggungku. Begitu saja, lalu ia pergi keluar. Sepertinya pergi membuntuti Seokhun agar dapat screentime lebih banyak.

“Bagaimana penjelasanmu, Hyung?” Tanyaku pada Heechul, sarkastik.

“Tabahkan dirimu, Anak Muda.” Heechul mengusap punggungku kemudian pergi keluar.

Oh bagus! Aku kini akan menjadi topik pembicaraan para ELF dan SONE yang memiliki mata jeli.

~~~~
CKH
~~~~

Aku masih menatap dinding kamarku dengan Sungmin. Entah sudah berapa jam, sudah berapa hari aku tidak begitu melakukan apa-apa. Hanya mandi, tidur dan kembali menatap dinding.

Aku kemudian menutup wajahku di atas bantal, terutama karena aku tidak mau ia melihatku depresi.

“Kau tidak perlu memaksakan dirimu, kau tahu?” Ujar Yoona.

Aku masih menenggelamkan wajahku di atas bantal yang kutempatkan di lututku, terduduk. Yoona kemudian duduk di ranjangku sambil terus mengusap punggungku.

“Kau tahu, Kyu? Kau punya aku.” Ucapnya sekali lagi.

Airmata yang sudah kutahan demi harga diriku akhirnya tumpah sudah. Aku menangis sejadi-jadinya di atas bantalku. Dan hal selanjutnya yang aku tahu, Yoona memelukku dengan erat.

Jantungku berdegup dengan cepat. Oh tidak. Itu bukan berarti aku menyukai wanita ini. Aku hanya tersanjung dengan caranya menenangkanku.

“Kau tidak bisa memutar waktu, Cho Kyuhyun. Jangan sesali apa yang sudah terjadi, cukuplah kau berbuat lebih baik untuk menyembuhkan masa lalu.”

Aku mengangkat wajahku dari bantal dan langsung membalas pelukkan Yoona. Aku buang jauh harga diriku dan membasahi t-shirt hitam yang dipakai Yoona dengan airmata.

“Kami semua mengecewakannya… Padahal kami hanya ingin yang terbaik untuknya. Kami semua menyayanginya… Aku tidak siap menghadapi ini semua… Aku takut.”

Sambil mengusap punggungnya, mulutku berbicara, “Tak apa, Kyu. Aku tahu bagaimana rasanya ditinggal orang yang sangat kau sayangi. Kau tahu mereka masih hidup, tapi mereka tidak berada di lingkup kehidupanmu. Aku tahu.”

Aku mengangkat wajahku dari pundak Yoona dan memegang kedua pundaknya dengan kedua tanganku. Aku menatapnya kemudian tersenyum dan berkata, “Aku kuat.”

“Aku tahu itu.” Sahut Yoona.

“Berjanjilah untuk tetap di sisiku, Im Yoona.” Aku berkata sambil menyingkirkan poni liar yang menghalangi wajahnya untuk bersinar.

“Bahkan jika kau tidak berbicara seperti itu, aku sudah berjanji pada diriku sendiri.”

~~~~
CKH
~~~~

Apa-apaan ini…

Aku langsung berlari keluar dari kamar Yoona dan Yuri yang sangat berantakan. Seperti segala barang yang ada di sana sengaja dilempar dan dibanting ke sana-sini.

“Mana dia sekarang, Kim Taeyeon!? Mana dia!?” Pekikku sambil memegang kedua pundak dari leader SNSD itu.

Taeyeon menunduk. “Maafkan aku, Oppa… Aku tidak tahu.”

Kyuhyun, tenang. Jernihkan pikiranmu. Dimana Yoona sekarang… Kau bisa menemukannya jika kau tenang.

Muncul sebersit ilham di otakku. aku berlari keluar dari dorm SNSD menuju basement. Dengan sigap aku mencari dimana mobil Yoona berada.

Dia ada di sana. Duduk di kursi pengemudi dengan make up luntur dan mata yang merah. Im Yoona…

Aku berlari secepat kilat masuk ke kursi penumpang bagian depan. Setelah duduk, aku langsung memeluknya.

“Aku sudah berbuat dosa, Kyu. Aku gagal menjadi seorang anggota SNSD.”

“Tidak, Im Yoona. Kau tidak berbuat salah sepercik api pun. Tidak, Im Yoona.” Aku mengeratkan pelukanku padanya, membiarkannya membasahi t-shirt putihku.

“Ia kecewa! Ia kecewa padaku, pada kami semua. Tidak ada satu pun dari kami yang benar-benar ingin ini terjadi. Tidak satu pun.” Erang Yoona. “Kami memang sempat bersitenggang, tapi hubungan kami tidak separah itu.”

“Aku tahu, Yoona, aku tahu.”

“Aku menyayanginya lebih dari aku menyayangi ibuku sendiri! Aku sangat menyayanginya!” Teriak Yoona lebih kencang lagi.

“Tenang, Yoona, tenang.” Ucapku.

Tuhan. Kau tahu seberapa besar aku membenci Yoona ketika ia menangis. Airmata berharga yang ia teteskan itu, tidak pantas untuk dicurahkan. Satu-satunya hal yang pantas di diri Yoona hanyalah lengkungan tulus di bibirnya.

“Kami sudah bersama sejak lama, aku tidak ing… Hmphhh.”

Aku menutup mulut Yoona dengan telapak tanganku. Sepertinya aku sudah kehilangan kesadaranku karena benciku terhadap Yoona yang tersakiti. “Sadarlah, Im Yoona. Bahkan aku sendiri tahu kau menyayanginya.”

“Aku pernah merasakan ini, ingat? Kau berkata kita tidak dapat memutar balik waktu, dan kita cukup berbuat lebih baik untuk menyembuhkan masa lalu. Ingat kata-katamu sendiri, Im Yoona?”

Aku menarik nafas kemudian menatap Yoona lagi, membuat pandangannya terkunci hanya padaku.

“Dan lebih lagi, kau berjanji untuk tidak meninggalkanku.” Ujarku. “Kini adalah saat yang tepat bagiku untuk berjanji padamu. Aku tidak akan meninggalkanmu, Im Yoona. Satu sentimeter pun tak akan.”

Dengan tangan kiriku yang bebas tidak membekap Yoona, aku menghapus airmata indah itu. Airmata indah yang diteteskan dari mata yang tak kalah indah.

“Aku tidak mau melihat sahabat kesayanganku menangis. Jangan menangis, Im Yoona.”

Dengan perlahan Yoona membuka tangan kananku yang sejak tadi membekap mulutnya. Ia lalu bersender di jok mobil kursi dan menutup matanya.

Tak lama, aku mendapati wanita di hadapanku ini sudah terlelap. Sambil tersenyum tipis, aku merapikan rambut Yoona yang berantakan tak karuan.

Aku kemudian mengambil handphone Yoona dan membuka kolom SMS. Kemudian aku menulis sesuatu.

To: Lee Seunggi Chagi<3
From: Me

Datanglah ke basement dorm-ku seperti biasa. 15 menit lagi bisa? Aku menunggumu!<3

Aku tersenyum. “Setidaknya inilah yang aku bisa lakukan untukmu, Im Yoona.”

Aku kemudian keluar dari mobil Yoona dan mendapati pemandangan aneh saat aku melihat kaca spion yang memperlihatkan aku sekarang. Aku menampakkan raut sedih saat melihat wajahku sendiri.

Karena sejak saat aku mengirimkan SMS itu, ternyata aku tidak tersenyum manis. Aku tersenyum pahit.

Rasanya sakit saat mengetahui diriku tidak bisa berbuat ikhlas pada sahabatku sendiri. Tapi aku merasakan sakit yang jauh lebih sakit lagi.

Bisa kau bayangkan? Rasa sakit saat kau sadar kau sudah terlambat untuk menyadari bahwa sahabatmu sendiri adalah orang yang sangat kau cintai.

~~~~
CKH
~~~~

Aku akan melangkah masuk ke dalam gedung putih itu. Tak dirasa, sudah lewat lima belas tahun sejak aku mengenalnya. Dengan jas hitamku, aku siap. Seperti lelaki sejati, aku akan masuk ke dalam gedung itu.

Sambil menghela nafas, aku melangkah. Tapi sebelum langkah pertamaku selesai, seseorang memegang pundakku dari belakang.

Aku menoleh. Eunhyuk terutama, juga para member Super Junior lainnya dengan tatapan iba mereka padaku. Aku tersenyum pahit, dan tampaknya hatiku baru saja bergetar kencang.

“Aku kuat.” Bisikku pelan, karena aku tidak ingin para wartawan yang dilarang masuk ke dalam mendengarnya.

“Kyu…” Gumam seseorang dari sebelah Leeteuk yang sudah lama aku rindukan keberadaannya di atas panggung bersama kami. Kibum.

“Aku tidak lemah dan kau tahu itu, Kibum.”

Aku kembali menatap ke arah pintu besar itu, dengan latar belakang suara helaan suara nafas kakak-kakak juga adikku. Mendengarnya membuatku ingin jatuh di lututku dan menangis.

“Sudah lebih dari satu dekade tampaknya?” Bisik Donghae–karena telingaku tajam.

“Bagaimana aku terus berharap bahwa Kyuhyun bisa menemukan kebahagiaan yang ia berhak untuk dapatkan.” Heechul bergumam dengan suara pelan.

“Apakah sebaiknya kita ajak dia pergi dari sini saja?” Usul Yesung.

“Aku setuju.” Sahut Sungmin.

Hyung, aku benar-benar tidak suka melihat Kyu-hyung seperti ini.” Bisik Henry pada para hyung-nya.

Oh betapa leganya aku bisa memiliki mereka semua. Aku memutar balikkan badanku untuk menatap mereka.

Hyung-ah, Henry-ah, aku tidak apa-apa dan semua orang tahu itu. Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku.” Ucapku.

“Tapi jika kalian bertanya kenapa aku tidak juga mengganti tambatan hatiku, aku punya satu kalimat yang aku sesali seumur hidupku kenapa tidak aku beritahukan pada orang itu sejak dulu.” Lanjutku sebelum menarik nafas yang cukup panjang

“Aku mencintai Im Yoona.”

~~~~
CKH
~~~~

Appa!”

Ne? Ada apa, Seulhyun-ah?”

“Ada anak perempuan cantik yang sangat aku sukai di sekolah!”

“Oh ya? Siapa namanya?”

“Lee Seunga.”

.
.
.
.
.
.

FIN.

Tidak jelas? Tentu. Dijelaskan selengkapnya nanti di yang Yoona version. Tapi semua ff gue wajib punya 10comment+ ya! Kalo nggak, Yoona versionnya gakbakal gue post! Awas loohhhhh~ tapi gue serius, apalagi di ily yang chap 7, masa comment nya cuma 1? 10 c0mment/ff ya! makasih((; kalo ada 15 comment gue bakal upload 2 ff terbaru! wait for it ya^^

Advertisements

20 thoughts on “[One-Shoot] The Feeling of Love {Kyuhyun Version}

  1. Apa yoona eoni
    Dgn kyuhyun oppa
    Ngga bersatu
    Apa itu ank yoona eoni dan lee seungi?
    D tnggu yoona version
    Fighting:)

  2. Apa-apaan ini nyeseknya di ending demi apapun ini aaaaaaaa jadi iba sama kyuhyun kirain di ending kyu bakal sama yoona pokoknya ditunggu banget deh yoona versionnya pasti sebenernya yoona ada rasa sama kyu 😦 oiyaa btw congrats yaa itu nem gede banget loh masih mau nambah? Hehehe pokoknya sukses yaa di smp nantiii dan seterusnya<3

  3. ya ending y bgni… pdhl ak berharap yoong bahagia ma kyuhyun… trs it ank y yoong ya? next thor di tggu kljtn y…

  4. ohhh seperti biasa, hal yang palng nyebelin dalam hidup emang saat perasaan kita ke sahabat berubah jadi cinta. saat berusaha ngerubah Friendzone jadi lovezone

    itu ituu maksudnya yoona ama seungi n kyu ama seo yaaa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s