[One-Shoot] The Feeling of Love {Yoona Version}


[One-Shoot] The Feeling of Love {Yoona Version}

Judul: The Feeling of Love

Main Cast:

– SNSD Im Yoona

– Super Junior Cho Kyuhyun

Other Cast(s): find by yourself!

Genre: romance, angst

Length: one-shoot

Rating: general

NB: INI DIA LANJUTAN DARI YANG KYUHYUN VER👐😆 Finally gue post juga kan🔫 thanks for the support all this time! RCL YA💕

~~~

IYA

~~~

But he’s my bestfriend…

~~~

IYA

~~~

Yeoboseyo?”

Yoona-ya, bisakah kau datang?” Suara lembut Sungmin menyapa.

Ne? Ke dorm oppa?” Tanyaku heran.

Terdengar anggukan dari ujung telepon, “Iya. Kyuhyun… Ia masih tidak mau mengatakan apa-apa, ia tidak memakan sarapannya. Aku tahu ia sedih, dan tentu saja kami semua sedih. Tapi kami tidak bisa membiarkan ini terjadi, Kyuhyun bisa sakit.”

Helaan nafasku terdengar cukup berat.

Hankyung menuntut SM dan berkata ia ingin keluar dari Super Junior karena para member tidak peduli padanya juga karena SM memperlakukannya dengan tidak adil. Berita itu sudah tersebar luas di Korea, dan mungkin sudah meluas ke seluruh dunia.

Bagaimana tidak? Super Junior yang baru saja membuat hit-song Sorry Sorry kembali muncul dengan breaking news yang ketiga tahun ini.

Setelah kasus penyerangan Kangin di sebuah klub yang sudah diputuskan bahwa Kangin tidak bersalah, kasus Kangin menabrak taksi dengan penumpang di dalamnya, kini kasus tuntutan Hankyung.

Awal tahun ini adalah tahun terbaik bagi Super Junior, tapi siapa yang menduga sebelum tahun ini berakhir, Super Junior malah menjadi seperti ini?

Yoona? Kau masih di telepon?” Ucap Sungmin menyadarkanku.

“Ah ya, Oppa. Aku akan datang.” Jawabku. Aku sangat, sangat khawatir dengan Kyuhyun.

Terima kasih, Yoona. Aku berhutang banyak padamu.

“Tidak sama sekali, Oppa.”

Kyuhyun. Aku benci melihatmu tersedih. Aku berani bersumpah aku bisa melakukan apapun hanya untuk melihatmu tersenyum.

Dengan cepat aku meraih mantel hitam dan masker, kemudian berlari keluar dari kamarku dan Yuri. Di luar, aku mendapati Taeyeon dan Tiffany tengah menonton TV bersama.

“Yoong? Kau mau kemana?” Tanya Tiffany.

“Dorm Super Junior.”

Aku berlari ke arah pintu depan dan memakai boot-ku.

“Pasti ini adalah tahun yang berat bagi oppa.” Gumam Taeyeon pada Tiffany.

Ya, Eonnie. Ini adalah tahun yang berat bagi mereka. Sangat berat.

Keluar dari dorm, aku langsung menyetop taksi yang lewat dan memberikan alamat gedung dorm Super Junior. Tak perlu menunggu lama aku pun sampai.

Walau licin dan dingin, aku terus berlari hingga aku sampai di dorm Super Junior lantai sebelas. Aku mendapati diriku menekan tombol password dorm Super Junior dan langsung masuk.

“Yoona-ya… Kyuhyun ada di dalam.” Ucap Sungmin sambil tersenyum.

“Baiklah, Oppa.”

KLEK

Perlahan tapi pasti, aku masuk kedalam kamar Kyuhyun dan Sungmin itu. Sebelum mendekati Kyuhyun yang tengah melamun, aku langsung menutup pintu.

“Cho Kyuhyun…”

Kyuhyun tidak menjawab dan terdiam sambil melamun menatap dinding. Ia sedang memikirkan apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi, aku yakin.

Tiba-tiba ia menundukkan kepalanya di atas bantal yang ia peluk di kakinya. Aku mendekatinya sembari berkata, “Kau tidak perlu memaksakan dirimu, kau tahu?”

Kyuhyun masih tidak merespons. Ia diam saja dengan wajahnya yang tak dapat aku lihat, ditenggelamkan begitu saja di atas bantal.

Aku kemudian duduk di ujung ranjangnya dan bermonolog sekali lagi, tapi kali ini sambil mengusap punggung Kyuhyun. “Kau tahu, Kyu? Kau punya aku.”

Tak begitu lama aku melihat punggungnya bergetar. Aku terdiam. Saat isakkan tangis keluar dari mulut seorang happy-go-luck Cho Kyuhyun, di sanalah aku sadar bahwa dirinya sedang benar-benar terluka.

Aku ingin membuat punggung itu berhenti berguncang. Aku tak menyadari apa yang kulakukan. Setelah kembali ke alam sadarku, aku tengah memeluk Kyuhyun.

Pikiranku yang sudah pergi kemana-mana, kembali lagi ke sosok lelaki yang aku peluk. Punggungnya masih bergetar.

“Kau tidak bisa memutar waktu, Cho Kyuhyun. Jangan sesali apa yang sudah terjadi, cukuplah kau berbuat lebih baik untuk menyembuhkan masa lalu.” Ucapan panjang itu keluar begitu saja saat aku berusaha menenangkan sahabat lelaki favoritku ini.

Kyuhyun kemudian mengangkat wajahnya, membuatku lega bahwa dia masih bisa memperlihatkan wajahnya padaku. Tapi tiba-tiba ia memelukku dengan sangat erat. Sayangnya… aku merasakan airmatanya masih mengalir dengan deras.

“Kami semua mengecewakannya… Padahal kami hanya ingin yang terbaik untuknya. Kami semua menyayanginya… Aku tidak siap menghadapi ini semua… Aku takut.”

Aku terdiam. Cho Kyuhyun… Ia benar-benar menyayangi Hankyung. Aku mengusap punggungnya.

“Tak apa, Kyu. Aku tahu bagaimana rasanya ditinggal orang yang sangat kau sayangi. Kau tahu mereka masih hidup, tapi mereka tidak berada di lingkup kehidupanmu. Aku tahu.”

Kyuhyun kemudian mengangkat wajahnya dari pundakku. Ia kemudian memegang kedua pundakku dan menatapku dengan manis. Aku menelan ludahku agak gugup melihatnya seperti itu dengan jarak yang amat dekat.

Masih dengan senyuman indahnya, Kyuhyun berucap, “Aku kuat.”

Rasanya aku ingin menangis dan memeluk Kyuhyun mendengar ia berkata seperti itu. Kau rapuh, tapi terlihat kuat. 

Oh Cho Kyuhyun-ku.
“Aku tahu itu.” Sahutku sambil tersenyum tipis.

“Berjanjilah untuk tetap berada di sisiku, Im Yoona.” Ucap Kyuhyun sambil menyingkirkan beberapa helai poni yang jatuh di wajahku dan menyelipkannya ke belakang telingaku.

Aku agak tersipu terhadap ucapan juga perbuatannya, tapi aku tetap menjawab. “Bahkan jika kau tidak berbicara seperti itu, aku sudah berjanji pada diriku sendiri.”

~~~

IYA

~~~

“Ah aku bisa gila!” Aku mendapati diriku sedang melihat ke arah TV dimana Kyuhyun sedang menjadi guest di salah satu variety show.

Para saudaraku melihat ke arahku dengan tatapan menggoda.

“Yoona, aku tidak tahu kau menyukai…”

“Ya Tuhan, Im Yoona bagaimana kau bisa menyukai bocah itu?”

“Jadi Kyuhyun-oppa tidak mengalami cinta bertepuk sebelah tangan?”

Aku refleks berteriak, “YA! Aku tidak menyukai Kyuhyun!”

Kedelapan saudaraku langsung mendekat ke arahku dan menatapku dengan intens. Aku mundur ke belakang sedikit sebagai respon.

“Yoong, jujurlah pada kami.” Pinta Taeyeon.

Aku menghela nafas. “Mungkin sedikit…”

Jawaban singkatku mendapatkan reaksi heboh tidak karuan dari saudaraku. Mereka berteriak-teriak menggoda.

“Sekumpulan idiot.” Makiku.

YA IM YOONA!”

Beberapa hari kemudian adalah hari dimana kami syuting untuk variety show kami, SNSD and the Dangerous Boys. Segmen di episode keempat kali ini adalah para mentee membuat surat untuk kami.

Kini giliran mentee Tiffany dan Sooyoung; Gyongkyu yang membacakan surat. “Untuk mentor Sooyoung. Halo, Noona. Aku Kyu.”

Saudaraku; tepatnya seluruhnya; tertawa mendengar kata ‘Kyu’ dan langsung menoleh ke arahku, walau yang dimaksud Gyongkyu pastilah kata Kyu dari namanya. Aku tahu apa yang mereka maksud. ‘Kyuhyun’

“Kyu..” gumamku.

“Gyongkyu menulis ‘Kyu’ dan ‘❤️’!” Ucap Tiffany padaku.

Bahkan Taeyeon dan Hyoyeon ikut-ikutan menggodaku sambil terus menggumamkan kata ‘Kyu’. Aku hanya mengumpat mereka dalam hati.

Tapi perlahan aku tersenyum tersipu. Kyuhyun denganku? Tidak terdengar begitu buruk sepertinya.

~~~

IYA

~~~

Aku meremas kepalaku. Aku kesal, sedih, kecewa, dan marah pada diriku sendiri. Kembali aku melempar segala hal yang ada di dalam kamarku dan Yuri.

Aku berteriak sekencang yang aku bisa sambil membiarkan airmataku deras mengalir melewati pipi dan dagu-ku.

“JESSICA JUNG AKU MOHON JANGAN PERGI!” Pekikku nyaring. “Eonn.. Sica-eonnie…!!”

Aku memandangi wallpaper handphone-ku. Selca-ku dengan Jessica. Kembali airmata ini mengalir.

“JESSICA JUNG AKU PERINTAHKAN KAU KEMBALI! KEMBALILAH JESSICA JUNG!”

Suaraku terdengar menyedihkan. Sangat menyedihkan bahkan. “APA ARTI DARI 10 TAHUN MENEMPUH SEMUANYA BERSAMA BAGIMU, EONNIE!?”

Aku berlari keluar dari kamarku dan Yuri, meninggalkan tatapan iba dari para saudaraku. Mereka menitikkan airmata, tapi tetap tidak sekeras aku.

Aku bergegas ke basement dari dorm ini dan masuk ke mobilku. Di sana aku menangis sepuasnya, berteriak.

EonnieEonnie maafkan aku, aku benar-benar menyayangimu… Eonnie, kembalilah…” Tangisanku kembali pecah.

Hari itu, saat aku baru pulang dari schedule individual-ku, aku mendapat informasi dari manager bahwa Jessica memaksa keluar dari SNSD mengatakan bahwa aku dan saudaraku yang lain mengusirnya dari SNSD. Tangisku pecah seketika ketika mendengarnya.

“Kau salah paham, Eonnie… Kami benar-benar tidak bermaksud untuk menyakitimu sedalam itu… Maafkan kami tapi tolong kembalilah…”

Aku memukul-mukulkan kepalaku ke permukaan stir mobil. Bodoh. Aku begitu menyayangi Jessica, kami semua menyayanginya. Tidakkah ia sadar akan hal itu?

Tiba-tiba seorang lelaki datang dan masuk ke kursi penumpang bagian depan. Ia langsung memelukku dan airmataku mengalir semakin deras saat merasakan hangatnya pelukan lelaki itu. Kyuhyun.

“Aku sudah berbuat dosa, Kyu. Aku gagal menjadi seorang anggota SNSD.”

“Tidak, Im Yoona. Kau tidak berbuat salah sepercik api pun. Tidak, Im Yoona.” Ucapnya menenangkanku. Oh kau sama sekali tidak tahu sebagaimana bahagianya aku mempunyai sahabat seperti Kyuhyun.

“Ia kecewa! Ia kecewa padaku, pada kami semua. Tidak ada satu pun dari kami yang benar-benar ingin ini terjadi. Tidak satu pun.” Erangku cukup kencang di pelukan Kyuhyun. “Kami memang sempat bersitenggang, tapi hubungan kami tidak separah itu.”

“Aku tahu, Yoona, aku tahu.” Kyuhyun mengusap kepalaku dengan lembut, membuatku bisa merasakan ketulusannya.

“Aku menyayanginya lebih dari aku menyayangi ibuku sendiri! Aku sangat menyayanginya!”

Aku tidak berbohong sama sekali. Aku sangat sangat sangat menyayangi Jessica. Tidak ada yang tahu sebesar apa rasa sayangku padanya.

“Tenang, Yoona, tenang.” Ujar Kyuhyun sambil mengusap leher belakangku.

Apa yang Kyuhyun lakukan merangsang tangisan-ku untuk kembali keluar. Betapa bahagianya aku mempunyai sahabat sesetia Kyuhyun.

“Kami sudah bersama sejak lama, aku tidak ing… Hmphhh.”

Kyuhyun membekap mulutku dengan telapak tangannya. Mataku terbelalak, tapi aku tahu dengan pasti Kyuhyun bukan orang jahat. “Sadarlah, Im Yoona. Bahkan aku sendiri tahu kau menyayanginya.”

Kyuhyun terus-terusan menatapku, membuatku tidak punya pilihan lain selain menatap mata indah yang ia miliki.

Dan aku… anehnya… tidak merasa risih sama sekali.

“Aku pernah merasakan ini, ingat? Kau berkata kita tidak dapat memutar balik waktu, dan kita cukup berbuat lebih baik untuk menyembuhkan masa lalu. Ingat kata-katamu sendiri, Im Yoona?”

Aku terdiam, mengingat-ingat bagaimana dulu Kyuhyun juga merasakan hal yang sama persis sepertiku saat ditinggal Hankyung. Bagaimana persamaan kami bahwa kami sama-sama salah satu magnae di grup kami, bagaimana kami begitu rapuh.

“Dan lebih lagi, kau berjanji untuk tidak meninggalkanku.” Ujar Kyuhyun.

Benar… Aku berjanji padanya, dan pada diriku sendiri.

“Kini adalah saat yang tepat bagiku untuk berjanji padamu. Aku tidak akan meninggalkanmu, Im Yoona. Satu sentimeter pun tak akan.”

Dengan tangan kirinya, Kyuhyun menghapus airmata yang menetes ke pipiku. Tanpa sepengetahuannya, di balik tangannya yang membekap mulutku, aku tersenyum kecil.

“Aku tidak mau melihat sahabat kesayanganku menangis. Jangan menangis, Im Yoona.”

Sahabat. Kenapa itu terdengar begitu salah di telingaku? Aku sudah punya Seunggi, kenapa begitu serakah?

Oh Im Yoona… kau tidak masih menyimpan perasaan pada Kyuhyun, kan?

Aku membuka bekapan tangan Kyuhyun kemudian bersender di jok mobil. Aku memejamkan mataku sambil memikirkan apa yang baru saja Kyuhyun katakan padaku juga semua kejadian ini.

Tanpa kusadari, aku tertidur.

.

“Huaah.” Aku menguap, terbangun dari tidur lelapku. Aku menoleh ke arah kananku.

Oh! Bukan Kyuhyun! Seunggi?

Oppa! Apa yang kau lakukan di sini?” Tanyaku manis.

“Apa-apaan? Kan kau yang SMS aku untuk datang ke sini.” Seunggi mengacak rambutku gemas.

Aku langsung memeriksa handphone-ku dan melihat ada SMS dari Kyuhyun; berada di paling atas. Aku kemudian membuka kolom itu dan tersenyum pahit.

From: Kyuhyun Pabo

Jangan menangis lagi, ya! Aku mengirim SMS ke Seunggi-hyung dari handphone-mu mengatakan kau mengajaknya kencan di basement seperti biasanya. Maaf lancang untuk pergi tanpa pamit. Tapi aku tidak tega membangunkanmu :p Seunggi-hyung sudah sampai, kan? Kuharap ia bisa membuatmu ceria lagi. Cheer up, Yoona!

Tidak tahukah Kyuhyun bahwa aku merindukannya? Sebenarnya sejak berpacaran dengan Seunggi, aku tidak begitu sering bermain dengan Kyuhyun lagi.

“Dasar bodoh.” Umpatku sambil tersenyum masam seraya terus memperhatikan SMS yang dikirim Kyuhyun.

Cho Kyuhyun. Kau benar-benar tidak tahu seberapa dalam perasaanku padamu dan seberapa bodohnya aku yang ternyata masih menyimpan perasaan ini.

Dasar bodoh.

~~~
IYA
~~~

“Dia belum datang?” Gumamku.

“Ng.. siapa?” Tanya Seunggi.

“Kau tahu sendiri kan…” Sahutku.

“Kyuhyun?” Tanya Seunggi.

Aku mengangguk sambil terus mengintip ke arah para audience yang datang ke pernikahanku dengan Seunggi hari ini. Kebanyakkan adalah para artis yang berteman denganku dan Seunggi.

Tapi dimana Kyuhyun dan Super Junior-oppa yang lain? Mereka bisa masuk ke ruang pengantin tentunya, mereka kan, keluargaku.

Seunggi tersenyum geli melihatku gelisah. “Apa?” Tanyaku, irritated.

“Eyy, calon istriku sulky sekali.” Seunggi mengusap kepalaku.

“Aish Oppa! Rambutku nanti berantakan!”

KREK

Pintu ruang pengantin terbuka lebar menunjukkan kedelapan saudaraku ingin segera masuk dengan segera kehebohan mereka. Delapan? Ya, kami berdelapan sudah berbaikan dengan Jessica. Bukan berarti dia adalah anggota SNSD lagi, hanya saja kami sudah menjadi seperti keluarga lagi.

“LEE SEUNGGI-SSI! KELUAR!” Perintah Taeyeon.

“YA YA YA, apa-apaan kalian mengusirku pergi menjauh dari istriku sendiri?” Protes Seunggi. Aku terkekeh.

“Calon istri tepatnya.” Lanjut Jessica sarkastik yang Seunggi respon dengan memutar bola matanya.

“Oppa, bolehkah kau keluar dulu? Kami ingin berbicara dengan Yoona.” Ucap Seohyun sopan.

“Ah, sampai kapan pun aku tidak akan bisa menolak permintaan Seohyun. Baiklah, aku keluar.”

“Jangan menguping, ya Oppa!” Pinta Yuri.

Seunggi memutar bola matanya sekali lagi. “Iya, iya. Aku akan bertemu dengan keluargaku saja.”

“Bagus, kau bisa meminta restu untuk menikahi saudara kami.” Ucap Sunny.

“Yoong! Dengar apa yang mereka sudah katakan padaku!” Pekik Seunggi.

Aku tertawa renyah. “Pergilah sebentar, Oppa. Mereka tak akan lama.”

Seunggi menghela nafas kemudian keluar dari ruang pengantin. Sooyoung membuntuti Seunggi sebentar, dan saat ia yakin Seunggi benar-benar pergi menemui keluarganya di ruang yang cukup jauh, ia kembali ke dalam ruang dimana anggota SNSD berada.

“Jadi, ada apa?” Tanya Yoona.

“Yoong, apa kau yakin? Seratus persen yakin?” Tanya Tiffany dengan raut wajah yang serius.

Aku memperhatikan satu-satu wajah dari kedelapan saudaraku. Mereka terlihat sangat serius.

Aku tertawa canggung, memecah keheningan. “Ada apa dengan kalian?”

“Yoong, kau masih mencintai orang itu, kan?” Tanya Hyoyeon sambil menatap mataku.

Aku tahu kemana pembicaraan ini mengarah… Pasti ke orang itu. Cho Kyuhyun.

“Jujur pada kami, Yoona.” Desak Taeyeon dengan nada serius.

Aku menelan ludahku. “Aku… boleh jujur?” Kedelapan saudaraku mengangguk.

Airmata menitik dari mata kiriku. Melihat itu, kedelapan saudara yang sudah aku sayangi lebih dari sepuluh tahun itu langsung serempak memelukku.

“Ya Tuhan, Im Yoona…” Ucap Jessica dengan nada iba-nya.

“Aku memang masih mencintainya. Aku tidak pernah bisa melupakannya.” ucapku. “Tapi kemudian Seunggi-oppa datang, mengisi hari-hariku saat aku masih menunggu pengakuan dari Kyuhyun.”

“Rasanya sakit jika diingat-ingat. Kyuhyun sama sekali tidak pernah membuatku secara resmi menjadi miliknya. Padahal aku yakin ia juga memiliki perasaan yang sama denganku.” Lanjutku.

Kedelapan saudaraku melepas pelukan mereka.

Eonnie, aku harap pilihanmu untuk menikahi Seunggi-oppa adalah pilihan yang tepat.” Perkataan Seohyun menusuk hatiku tepat di tengah.

Apakah pilihanku tepat?

“Aku menyesal tidak memberitahunya kalimat yang dari dulu aku simpan untuknya.” aku menarik nafas dalam-dalam.

“Aku mencintai Cho Kyuhyun.”

“Tapi ini semua sudah terlambat. Aku, Kyuhyun, kalian, dan Super Junior-oppa juga tahu itu.”

“Dan walau pun aku tahu ini sudah tidak berarti lagi, aku masih menyimpan namanya di suatu tempat di dalam sini.”

Aku menunjuk ke arah hatiku sambil menarik nafas yang sangat berat dan panjang.

~~~

IYA

~~~

“Seunga-ya!”

Eomma!”

“Bagaimana sekolah hari ini?”

“Menyenangkan! Dan aku baru saja berkenalan dengan murid tampan dengan mata super indah dari kelas sebelah.”

“Benarkah? Siapa namanya?”

“Cho Seulhyun.”

.

.

.

.

.

.

.

.
FIN.

Quiet a sad ending, isn’t it? Tapi agak Happy end juga gimana akhirnya ternyata Kyuhyun Yoona emang Ngaku kalo mereka pernah dan masih saling cinta. RCL YA❤️

Ps. Sekuel lagi proses😂 itu pun kalau ada yang mau baca🐟 judulnya dark love, three-Shoot. Karena ff ini dibuat emang sebelum Yoona lsg putus, tabah aja dengan munculnya lsg serta segala yang berhubungan dengan yoonalsg. Paipaiiiii~

Advertisements

3 thoughts on “[One-Shoot] The Feeling of Love {Yoona Version}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s