[Chapter] She’s A Bully! 1st


shes a bully cover

[Chapter] She’s A Bully! <1st>

Judul: She’s A Bully!

Author: Tisa Khansa

Main Cast(s):
– Super Junior Cho Kyuhyun
– Girls’ Generation Im Yoona
– Red Velvet Bae Irene

Other Cast(s):
– Girls’ Generation Tiffany Hwang
– f(x) Krystal Jung
– Red Velvet Son Wendy

Rating : PG – 13

Genre: romance, friendship, hardship

Length: Chaptered

NB: fvslove, ily, youre mine, clueless dude belum kelar. apalagi brokside yang statusnya sekarang “digantungin since 2013/14” sumpah udah gaada ide lagi buat brokside.

disini gue bikin ff chapter lagi, dan mulai saat ini gue janji akan terus aktif! karena udah lama banget gue ga aktif, terakhir post pan sebtember. astagfirullah september lho mber. yasudahlah silakan di cekidot chap1 dari sab!

~~~

“Aish, kalian benar-benar tidak tahu Tiffany sedang dimana?” Keluh seorang gadis berperawakan tinggi dengan rambut blonde. Jika kedua sahabat yang ada di sampingnya menghitung dengan benar, ini kali kelima gadis blonde itu mengeluh dalam lima menit.

“Ya Tuhan, Yoona! Sekali lagi mengeluh aku bisa menyiram rambut kuningmu itu dengan air mendidih!” Pekik seorang gadis dengan rambut hitam-biru yang sangat absurd, geram pada gadis blonde yang disebut Yoona itu.

“YA, kalian diamlah. Lihat ke sana, seperti biasa, Putri Telat sedang berlari.” Ucap seseorang lagi, yang tengah menunjuk ke arah luar gerbang SMA Hyunji. Ia berambut merah kepink-pink-an, semakin absurd.

Sementara itu, dari kejauhan, tampak seorang perempuan dengan rambut merah maroon diikat ke atas tengah berlari. Tak lama ia sampai di hadapan sang blonde Yoona.

“Maafkan aku, drama yang aku tonton semalam membuatku kesiangan.”

Wendy; si rambut hitam-biru menyahut, “Ah! Drama yang semalam itu? Apa judulnya? Drama yang diperankan oleh Kim Dasom dan Baek Seunghyeon itu kan?”

Yoona memukul dua buah kepala, kepala maroon dan kepala hitam-biru. “Fokus! Ini hari pertama kita di sini, kenapa kau bisa hampir-telat-lagi, Tiffany!?”

“Sudahlah, Yoona. Sudah bagus ia datang sebelum bel, biasanya sampai jam kelima pun ia belum bangun.” Ucap sang merah pink, dengan nada dingin yang biasa ia keluarkan. Sang maroon yang mendengarnya hanya bisa memutar bola mata indahnya.

Yoona menghela nafas membenarkan kalimat yang baru saja ia dengar. Bibirnya kembali terbuka, “Ayo ke kelas. Kelas kita berdekatan, kan?”

~~~

Im Yoona, Tiffany Hwang, Krystal Jung, dan Son Wendy. Empat sahabat, bersahabat sejak mereka masih kelas empat SD. Sangat kaya, sangat dimanjakan. Maka dari itu mereka memiliki kelakuan buruk. Dengan nilai sikap nol besar, mereka selamat naik kelas dan lulus hanya karena nilai pengetahuan yang sangat tinggi.

Im Yoona, yang disebut-sebut sebagai ketua geng. Berambut blonde dan sangat kurus. Tiffany Hwang, sang rambut merah maroon yang disebut sebagai Putri Telat oleh ketiga sahabatnya, tetapi merupakan otak utama perbuatan keempat diva. Krystal Jung dengan rambut merah pink-nya yang menandakan bahwa ia sangat tahu mode, berperan sebagai kembaran dari Yoona. Terakhir, Son Wendy, termuda dan terpendek. Rambut hitam ombre biru-nya mencolok sekali, tapi ia tidak peduli. Wajah Amerika-Asia yang kental seperti Tiffany menambah daya tariknya.

~~~

Yoona, Tiffany, Krystal, dan Wendy berjalan masuk ke dalam kelas mereka masing-masing. Sejak masih di koridor tadi pun mereka sudah menarik perhatian banyak orang, apalagi di ruang kecil seperti kelas. Perhatian akan dengan pasti jatuh ke keempat siswi menarik ini, walau berbeda kelas terbagi menjadi dua; Yoona dengan Wendy dan Tiffany dengan Krystal.

Tanpa menyapa mau pun tersenyum pada siswa-siswi lain di kelas itu, Yoona dan Wendy langsung mengembat dua jatah kursi paling belakang.

“Aih, mereka cantik sekali.”

“Kau lihat gadis blonde itu? Namanya Yoona, ia sudah terkenal sejak masih SD.”

Kalimat-kalimat itu sudah familiar terdengar di telinga mereka sejak mereka menjadi satu geng yang sama beberapa tahun silam. Sudah dapat Yoona dan Wendy pastikan, Tiffany dan Krystal mendapat perlakuan persis di kelas sebelah.

Bel masuk berbunyi, hanya bersela sepersekian detik dengan langkah masuk wali kelas X-9; kelas Yoona dan Wendy; Han-seonsaengnim.

“Baiklah, pagi semua. Hari ini adalah hari perkenalan bagi kita semua, sebelum saya mulai mengenalkan sistem sekolah ini.” Jelas Han-seonsaengnim. “Mari kita mulai dari barisan paling depan.”

Satu-persatu siswa-siswi X-9 memperkenalkan diri mereka masing-masing hingga sampailah ke barisan belakang. Wendy berdiri dan mulai memperkenalkan dirinya, “Annyeong. Namaku Son Wendy. Hobiku menyanyi dan berbagai hal lainnya.”

“Son Wendy kenapa rambutmu…”

Annyeonghaseyo, saya Im Yoona.” Ucapan Han-seonsaengnim dipotong sengaja oleh Yoona. Jelas, Yoona menyelamatkan temannya dari ceramahan guru mengenai warna rambut di hari pertama sekolah.

“Im Yoona, rambutmu…” Ucapan Han-seonsaengnim lagi-lagi dipotong oleh si blonde, dengan caranya sendiri yaitu dengan langsung duduk kilat dari berdirinya. Kelakuan tidak berakhlak milik Yoona ini hanya mendapat gelengan berat dari Han-seonsaengnim.

“Tahun ini akan menjadi tahun yang berat untukku…” Hela Han-seonsaengnim.

~~~

“Hwang Miy…”

“Tiffany, Saem! Tiffany Hwang.” Potong Tiffany.

Kim-seonsaengnim, guru BK SMA Hyunji menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya, “Tiffany Hwang, Im Yoona, Jung Sooj…”

“Krystal. Krystal Jung.”

Kim-seonsaengnim lagi-lagi berhela, “Krystal Jung, Son Wendy.”

Tiffany, Yoona, Krystal, dan Wendy berdiri di satu barisan urut sesuai umur mereka di hadapan meja guru Kim-seonsaengnim. “Jelaskan.”

“Tentang?” Tanya Wendy.

“Rambut.”

“Rambut kami warna-warni.” Ucap Krystal singkat.

“Mengapa?” Tanya Kim-seonsaengnim, masih menahan agar kesabarannya terlihat tidak terbatas.

“Karena kami peduli akan kecantikan kami.” Ucap Tiffany.

Kim-seonsaengnim mengalihkan pandangannya ke arah Yoona, “Im Yoona? Tidak ada komentar darimu?”

Yoona menggeleng sebelum membuka bibirnya, “Tidak begitu banyak. Hanya saja, kami akan berkomitmen sesuatu pada anda, Saem. Kami akan melanggar beberapa peraturan sekolah ini, seperti warna rambut kami dan sikap kami. Namun kami dapat memastikan bahwa kami berempat akan meraih nilai tertinggi dan membawa pulang piala-piala yang seluruh guru pedulikan.

Saat hal itu terjadi, tolong ingat kata-kata saya, dan jangan panggil kami ke ruang guru hanya untuk menceramahi kami mengenai warna rambut dan kelakuan kami.”

Setelah mengatakan hal itu, Yoona memberi isyarat agar ketiga temannya mengikutinya keluar dari ruang guru.

~~~

“Wah, Yoong! Kata-katamu men-skak mat-kan Kim-seonsaeng!” Puji Wendy.

“Apa yang dikatakan Yoona di minggu pertama kelas tujuh dahulu dan apa yang dikatakan Yoona tadi, SAMA PERSIS.” Ucap Tiffany dengan menekan kata sama persis.

“Aku yakin Yoona menghafal kalimat itu.” Ucap Krystal.

“Ya, ya. Aku memang menghafalnya.” Sahut Yoona sarkastik, menanggapi ucapan Tiffany dan Krystal.

“Benarkah?” Tanya Wendy.

“Tentu saja tidak, Bodoh. Aku hanya mengatakan apa yang ada di otakku pada guru-guru secara jujur.” Ujar Yoona.

“Aw, Yoona berbijak diri. Aku terhura mendengarnya.”

~~~

“Yoona, turunlah, ayo makan malam.” Seru Im Changjo, ayah Yoona.

“Baiklah, Appa.” Sahut Yoona dari lantai atas rumahnya.

Sampai di lantai bawah, Yoona sudah disambut oleh berbagai macam makanan yang dimasak sang ayah. Yoona duduk di sebelah sang ayah di meja makan.

“Bagaimana hari pertama sekolahmu? Menyenangkan?”

Yoona tersenyum manis, “Menyenangkan.”

Yoona kemudian memulai makan makanan yang tersedia di hadapannya sebelum membuka mulutnya, “Ikan ini enak sekali. Appa yang masak?”

“Tentu, siapa lagi?” Sahut Im Changjo sebelum mengelus rambut Yoona. “Putriku manis sekali, kau pasti sudah berteman dengan banyak orang baru di sana, hm?”

Sosok yang terlihat 360 derajat berbeda dengan Yoona di sekolah. Yoona yang ceria, Yoona yang murah senyum, Yoona yang bahagia, sosok yang ia perlihatkan untuk sang ayah. Hanya sang ayah, tidak bahkan Tiffany, Krystal, atau pun Wendy.

~~~

Sudah enam bulan lamanya Tiffany, Yoona, Krystal, dan Wendy bersekolah di SMA Hyunji. Selesai sudah semester satu di SMA Hyunji setelah merampungkan semester dengan ujian akhir semester ganjil.

Nilai ujian akhir semester ganjil tersebut keluar seminggu setelahnya, menunjukkan nilai-nilai keempat diva SMA Hyunji terpampang di paling atas peringkat. Nomor satu Yoona, diikuti Wendy, Krystal, baru Tiffany. Bahkan nilai-nilai mereka tidak terpaut begitu jauh, hanya berbeda 1-5 poin.

Dengan ini, terbukti sudah perkataan Yoona pada Kim-seonsaengnim enam bulan silam. Dengan ini juga, guru-guru tidak dapat ‘mengganggu’ keempat diva.

Hari ini hari pertama semester dua SMA Hyunji, Tiffany, Yoona, Krystal, dan Wendy tengah berbincang di koridor mengenai toko nail-art anyar yang baru saja buka di dekat rumah Krystal saat tiba-tiba bel masuk berbunyi. Keempatnya tidak begitu peduli, masih saja santai berjalan. Mengingat perjanjian yang dibuat Yoona dengan Kim-seonsaengnim awal semester ganjil, guru-guru hanya pasrah menghela nafas melihat keempatnya masih seru dengan dunia mereka sendiri.

Sementara itu di ruang kelas X-9, Han-seonsaengnim masuk membawa seorang lelaki yang tidak familiar ke dalam ruang kelas.

~~~

KLEK

Yoona dan Wendy masuk ke dalam ruang kelas X-9 tanpa mempedulikan Gong-seonsaengnim yang sudah masuk ke jam kedua pagi itu. Keduanya langsung menuju kursi paling belakang dan duduk. Yoona dengan heran mendapati meja di depannya yang biasanya hanya diisi seorang siswa, kini sudah diisi dua. Walau begitu, Yoona tidak terlalu memikirkannya.

Gong-seonsaengnim mulai menjelaskan tentang sejarah-sejarah Korea Selatan yang sebenarnya tidak begitu dipedulikan oleh Yoona dan Wendy. Keduanya malah sibuk membicarakan anak kelas XII-3 yang digosipkan dekat dengan Donghae Super Junior.

“Kau tahu? Dia bahkan tidak secantik yang kukira.” ucap Yoona.

“Siapa namanya? Hong Jira?” sebut Wendy. “Tidak sebanding dengan kecantikan kita.”

“Memang. Dia hanya mencari sensasi. Tidak mungkin juga Donghae-oppa mau dengan gadis sepertinya.” sahut Yoona yang juga ternyata menyimpan sisi fanatik terhadap Super Junior.

“Aku jadi ingat pernikahan Sungmin-oppa tahun 2014 lalu. Wah, benar-benar terkejut aku dibuatnya.” ucap Wendy, sengaja menggoda Yoona karena ia tahu Yoona sangat terguncang saat berita pernikahan Sungmin Super Junior terkuak.

“Hei, bukankah sudah kuingatkan untuk jangan mengungkit kisah itu lagi? Aku sudah mulai merelakan Sungmin-oppa, jadi enyahkan kisah itu dari otakmu.” labrak Yoona panjang lebar. Wendy yang mendengarnya puas tergelak.

“Im Yoona? Son Wendy? Perhatikan, jangan bicara sendiri.” tegur Gong-seonsaengnim yang berhasil membuat keduanya diam. Tapi tidak lama, karena Wendy mulai membuka topik mengenai warung odeng terkenal di samping SMA Hyunji yang buka di malam hari.

“Im Yoona! Maju dan jelaskan siapa itu Raja Jeongjo!” seru Gong-seonsaengnim.

“Majulah, kau kan pernah ikut lomba sejarah?” bisik Wendy.

Yoona maju sambil memutar bola matanya. Ia mengumpat Wendy dan Gong-seonsaengnim, berkata dalam hati mengapa dia yang diminta maju padahal Wendy yang memulai topik baru.

“Raja Jeongjo adalah raja kedua puluh dua Dinasti Joseon. Beliau lahir pada tahun 1752 dan memulai karirnya sebagai raja pada tahun 1776 serta berhenti menjadi raja sekaligus wafat pada tahun 1800…” Yoona mulai menjelaskan biografi Raja Jeongjo dengan sangat terperinci.

Penjelasannya membuat seisi kelas terperangah. Memang sudah pantas Yoona meraih peringkat tertinggi sesekolah untuk nilai UAS kemarin.

“Itu saja.” ujar Yoona mengakhiri penjelasannya, membuat Gong-seonsaengnim tidak dapat berkata apa-apa.

“Terima kasih, Im Yoona. Silahkan kembali ke tempat dudukmu.” ucap Gong-seonsaengnim saat kembali ke alam sadarnya.

~~~

Bel berbunyi menandakan istirahat pertama dimulai. Yoona dan Wendy tidak keluar dari kelas, menunggu Tiffany dan Krystal untuk mampir ke kelas mereka.

Rutinitas yang sudah maklum, dimana para diva akan berkumpul saat istirahat pertama, entah di X-9 atau di kelas Tiffany dan Krystal; X-7. Kali ini mereka berkumpul di X-9.

“Hei, warung odeng sebelah sekolah tampak ramai setiap aku melirik saat kita selesai jam malam.” ucap Tiffany membuka topik.

Yoona langsung berdecak mendengarnya. “Wendy sedang membicarakan itu tadi saat kemudian Gong-saem memanggilku ke depan. BA-YANG-KAN. Wendy yang berbicara, aku yang tertimpa sialnya.”

Hal itu mengundang tawa Wendy, “Dan kalian tahu? Yoona maju kemudian diminta menjelaskan biografi Raja Jeongjo.”

“Sudah gila sepertinya Gong-saem? Dia ternyata tidak tahu Yoona pemenang olimpiade sejarah saat SD dulu.” timpal Tiffany.

“Pasti Gong-saem tampak speechless saat Yoona selesai memaparkan biografi itu.” tambah Krystal.

“Tidak, super speechless.” ralat Wendy.

Keempatnya asik berbincang saat tiba-tiba Wendy pamit ke toilet dan berdiri. Kemudian ia merasakan kopi panas menjalar ke seragamnya.

“AISH! Apa-apaan ini!” pekik Wendy yang membuat ketiga sahabatnya menoleh.

Di hadapan Wendy sudah nampak seorang lelaki yang tidak familiar di mata keempat diva, dan Yoona sadar itulah lelaki yang duduk di hadapannya di kelas tadi.

“Siapa kau, huh? Berani-beraninya menumpahkan kopi ke seragam anggota-ku?” Yoona menekankan kata -ku, tapi masih dengan leha-leha duduk di kursinya.

Suara lelaki berkacamata terdengar, “Maafkan aku, aku tidak bermaks…”

“Aku tidak meminta jawaban!” Pekik Yoona lagi.

“Tanya siapa nama anak itu, Yoona.” Pinta Tiffany yang kemudian singgah ke kursi dimana Wendy duduk, berusaha membantu gadis malang yang tersiram kopi panas.

“Siapa namamu, Anak Baru?” Tanya si blonde. Ia kemudian berdiri dari duduknya, menghadap ke arah lelaki berkacamata tadi. Ia kemudian menebas tumpukan buku yang dibawa lelaki itu ke lantai untuk melihat name tag di baju lelaki itu.

BRAK

“Cho.. Kyu.. Hyun…?” Gumam Yoona agak terdiam. Tapi kemudian gadis itu tersenyum miring. “Namanya Cho Kyuhyun, Tiffany.”

“Siapa namanya? Jung Kyeohyun?” Sela Wendy.

“Tutup mulutmu, Wendy. Kau bahkan tidak pintar mendengar.” Hardik Krystal.

Wendy kemudian berdiri, mengibaskan rambut hitam-biru miliknya lalu mendekat ke arah lelaki berkacamata yang disebut-sebut sebagai Cho Kyuhyun. “Kau baru saja mendengar sambutan surga dari kami, Anak Baru.”

Wendy kemudian mengisyaratkan ketiga sahabatnya untuk menemaninya pergi ke toilet, membersihkan seragam putihnya. Keempat diva keluar, membiarkan suasana hektik terjadi di ruang kelas X-9.

“Anak baru di X-9?” tanya Krystal di perjalanan empat diva ke toilet wanita.

“Ya, setidaknya bagiku karena ia nampak tidak familiar.” sahut Wendy yang terang-terangan memanggil lelaki bernama Cho Kyuhyun tadi dengan sebutan Anak Baru.

“Ini hari pertamanya?” tanya Tiffany.

“Ya, tampaknya Han-seonsaengnim tadi pagi mengenalkannya saat kita berempat masih di koridor.” jawab Wendy dengan spekulasinya.

“Berani sekali dia, bercanda dengan kita di hari pertamanya.” ucap Tiffany sambil tersenyum penuh kelicikan.

“Benar. Beruntung ya si Cho Kyuhyun itu, bisa langsung kenal dengan kita di hari pertamanya di Hyunji.” tambah Wendy.

“Tidak biasanya kau diam di saat seperti ini, Yoong?” tegur Krystal yang menyadari gelagat aneh Yoona yang bungkam sejak tadi.

“Oh, ya.” sahut Yoona terkejut dengan teguran Krystal. “Aku hanya merasa lucu dengan anak itu.”

“Kenapa?” tanya Wendy heran.

“Entah, aku hanya penasaran dengannya.” jawab Yoona. “Sepertinya pas juga kalau kita sedikit bermain dengannya sesudah ini.” Bermain, dalam artian; mem-bully.

~~~

Hari itu Yoona pulang ke rumah dengan hati mengganjal. “Siapa sebenarnya Cho Kyuhyun itu? Kenapa aku merasa familiar dengan namanya?”

Yoona masuk ke dalam rumahnya mendapati ayahnya tertidur lelap di sofa depan TV, tampak jelas menunggu anak semata wayangnya yang tidak kunjung pulang walau hari sudah agak larut. Yoona tersenyum kecil melihat perlakuan manis ayahnya sebelum memeriksa jam dan sadar bahwa sudah jam sembilan dan ia baru sampai di rumah.

Yoona baru selesai jam malam SMA Hyunji pada pukul tujuh, kemudian pergi bersama Tiffany, Krystal, dan Wendy ke warung odeng yang mereka heboh-hebohkan sampai pukul delapan. Setelah itu berpisah dengan ketiga sahabatnya yang pulang bersama karena rumah mereka berdekatan. Rumah Yoona memang agak jauh dengan rumah sahabatnya yang lain.

Di halte, ia menunggu bus malam yang tidak kunjung datang hingga delapan tiga puluh. Jam sembilan ini, ia baru sampai di rumah.

“Kenapa appa tidak meneleponku saja daripada ketiduran disini?” gumam Yoona halus sambil mengelus wajah ayahnya yang sangat ia sayang itu.

Tiba-tiba ayahnya terbangun. Mendapati putrinya tengah tersenyum sambil memperhatikannga, ia langsung ikut tersenyum. “Kenapa pulangnya malam sekali hari ini?”

“Aku ada jam malam, kemudian pergi sebentar dengan Tiffany, Krystal, dan Wendy. Bus juga datang sedikit telat dibanding biasanya.” Jelas Yoona seraya tersenyum. “Appa sudah makan?”

Ayah Yoona menggeleng polos, “Appa menunggumu.” dan berhasil membuat Yoona terkikik.

“Baiklah, ayo kita makan.” ucap Yoona kemudian menarik tangan ayahnya dan duduk di kursi meja makan.

“Makanannya sudah dingin, tak maukah kau menunggu Appa untuk memanaskannya sebentar?”

Yoona tersenyum kemudian menggeleng, “Tidak perlu. Walau dingin, makanan buatan Appa tetap paling jago seantero bumi.”

~~~

Yoona dan Wendy masuk ke dalam ruang kelas X-9 dan langsung berpapasan dengan Kyuhyun. “Minggir.” Wendy langsung mendorong Kyuhyun ke tepi.

Yoona dan Wendy duduk di tempat mereka dan bel langsung berbunyi ba’da itu. Kyuhyun pun duduk di kursinya, persis di kursi depan Yoona. Sepanjang kelas, Yoona dan Wendy mengerjai Kyuhyun. Mendorong kursinya dan berbagai perlakuan lainnya. Kyuhyun yang sadar bahwa ia berbuat salah kemarin juga pasrah saja.

~~~

Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Anak dari CEO sebuah perusahaan yang dirahasiakan oleh Kyuhyun. Bahkan di data diri, ia hanya menuliskan bahwa ayahnya adalah seorang CEO tanpa menyebut nama perusahaannya. Walau pun begitu, sekolah tahu Kyuhyun adalah anak keluarga kaya, karena biaya sekolah dan sumbangan-sumbangan dihaturkan Kyuhyun dengan lancar dan full sampai lulus nanti.

Lelaki berkacamata bulat dan rambut hitam klimis. Bajunya selalu rapih dimasukkan, pelajar tingkat akut yang tidak akan mungkin membantah guru mau pun orang tua, serta menaati peraturan sekolah dengan baik. Tipe siswa favorit guru.

Baru saja pindah dari San Fransisco, kembali ke Korea setelah tujuh tahun lamanya meninggalkan negara tempat ia dibesarkan ini.

~~~

Kyuhyun tengah berjalan di taman bunga SMA Hyunji saat tiba-tiba mendengar suara pekikan seorang gadis memanggil namanya.

“Cho Kyuhyun, kaukah itu?” Seru seorang gadis cantik berlari mendekati lelaki berkacamata dengan nama Kyuhyun itu.

“Irene?” Gumam Kyuhyun.

Gadis yang disebut Irene itu sampai di hadapan Kyuhyun. “Wah, aku tidak tahu kau sudah kembali dari San Fransisco?”

“Appa tiba-tiba memberi aku tiket penerbangan ke Korea. Kata appa mulai saat ini aku akan bersekolah di Korea, lagi.”

“Ah benarkah?” Sahut Irene kemudian tertawa.

Kyuhyun tidak dapat menyembunyikan rasa rindunya pada suara tawa Irene. Sudah tiga tahun sejak kali terakhir ia menginjakkan kakinya di Korea Selatan, dan tujuh tahun sejak ia tidak hidup di sini. Dan itu membuat Kyuhyun sadar, ternyata ia masih menyukai cinta pertamanya; Bae Irene.

“Aku tidak percaya kita bisa dipertemukan di SMA yang sama.” ucap Kyuhyun membuka topik saat keduanya duduk berdampingan di kursi taman.

“Benar. Kapan terakhir kali kita bertemu, ya? Kau sempat mengunjungi Korea tiga tahun yang lalu, tetapi tidak bertemu denganku… Berarti tujuh tahun lamanya, Cho Kyuhyun!” ucap Irene. “Aku lega bisa bertemu lagi denganmu, aku seperti kehilangan seluruh ragaku saat tahu kau pindah ke Amerika.”

Kyuhyun tertawa mendengar ucapan berlebihan Irene, “Ragamu? Dasar. Kau bahkan masih terlihat sama cantik seperti dulu.”

Perkataan Kyuhyun membuat Irene tersipu, “Dan kau… malah tambah kutubuku!”

“Hei, Bae Irene!”

Dari kejauhan, Yoona yang baru saja kembali dari kantin melihat sepasang sahabat lama yang bertemu kembali itu. Ia tampak heran saat melihat tawa dan senyum Kyuhyun, jelas karena ia belum pernah melihat Kyuhyun tersenyum sejak sebulan yang lalu Kyuhyun pindah ke SMA Hyunji.

Dengan ini, secara resmi Yoona penasaran dengan Kyuhyun. “Aku yakin pernah mendengar namanya, aku bersumpah dulu aku pasti sempat mengenalnya.”

~~~

Epilogue

Yoona tengah tertidur. Di dalam mimpinya, ia sedang berdiri di sebuah kelas tapi penglihatannya memperlihatkan seorang Yoona memegang spidol papan tulis.

Tangannya meliuk-liuk di papan tulis, menuliskan berbagai hal dengan spidol papan tulis yang ada di tangannya. Agak lama Yoona dapat membaca apa yang ditulis Yoona-dalam-mimpinya.

조규현

Cho Kyuhyun dalam huruf hangul, banyak sekali tertulis di papan tulis. Kemudian muncul si empunya nama; Kyuhyun; dari luar ruang kelas mendekati Yoona-dalam-mimpi. Yoona terkejut dengan segala apa-apa yang baru saja ia lihat, ia reflek terbangun.

“APPAAA!” pekik Yoona.

BRAK

Ayah Yoona muncul seperti kilat dengan membanting pintu kamar Yoona. “Ada apa, Yoona?”

“Aku mimpi aneh.” gerutu Yoona.

“Mimpi apa? Bukan mimpi yang seram, kan?” tanya ayah tampan bernama Im Changjo itu.

Yoona menggeleng. “Aku memimpikan seorang yang tidak kusukai.”

Ayah Yoona berdecak, “Hanya itu? Dasar. Kau tahu? Appa baru saja merusak pintu kamarmu karena panik.”

Yoona menoleh ke arah pintu kamarnya yang sudah tidak berbentuk, lalu terkekeh. “Itu sih salah Appa!”

Ayah Yoona menggerutu pelan sebelum mengacak rambut putrinya yang sebenarnya sudah acak-acakkan akibat tidurnya yang berantakan. “Tidur yang nyenyak, Yoona. Jangan terjaga dan langsung pejamkan matamu kembali.”

Yoona tersenyum menanggapi ucapan sang ayah kemudian mengangguk. “Baiklah, selamat malam, Appa.”

Ayah Yoona keluar dari kamar Yoona kemudian bergumam. “Mimpi mengenai orang yang tidak disukanya? Aku penasaran mimpi apa itu. Dahulu kan…”

Ayah Yoona kemudian teringat akan kemampuan putrinya yang mengesankan saat putrinya masih belia dulu. Mimpi Yoona yang membuat Yoona terbangun tiba-tiba di tengah tidurnya, secara terkejut atau pun hanya tiba-tiba terbangun, biasanya memiliki kaitan dengan apa yang akan terjadi di ke depannya.

“Aku harap bukan mimpi buruk.” timpal ayah Yoona sebelum kembali ke kamarnya.

.
.
.
.
.
.

TO BE CONTINUED

Yak yak yak bagaimana episode 1 shes a bully? lumayan? disini belum ada moment kyuna sama sekali ya, dan malah lebih ke arah perkenalan lebih lanjut mengenai si empat diva. kyuhyun sendiri munculnya agak di akhir-akhir chapter. banyakkin comment sama like nya yaaw☺️💞👌🏻

Advertisements

14 thoughts on “[Chapter] She’s A Bully! 1st

  1. Haaaaa akhirnya balik jga nihh eonni^^ dah lama taukk nunggu update fict KyuNa lagi 😦

    Ada fict baru nihh, bagus!! Kyu oppa jdi kutu rambut / ehh maksudnya kutubuku wkwkwk :v pasti seru nihhh 🙂

    Next chap ditunggu 😉

  2. aiih senang sekali dengan fanfic ini! hihi
    jalur cerita waah baguss hehe. yoona sempat mengenal kyu kah? atau karena mimpinya? yoona bisa liat masa depan lewat mimpi kah? wah heol daebbak! hihi next chap aku tunggu^^

  3. Kyaa ga sabaran nunggu lanjutannya
    Apa ya hubungan yoona sama kyuhyun? Jadi penasaran
    Jadi yoona punya kekuatan? Hmmm pantes dia percaya diri sekali waktu ngomong sama gurunya. Jangan-jangan kemampuannya meramal masa depan ya wkwkwkkw
    Di tunggu banget lanjutannya ☺☺

  4. Apa yoona sm kyuhyun dulu pernah kenal? Dan penasaran apa penyebab yoona punya kehidupan berbeda saat dirumah sma di sekolah?

  5. hahahhaha ini keren bgt jd yoona n gengnya pintar tp nakl bgt ya….knp sikap yoona jd bda drmh n dsklh ya??ayah yoona krjnya ap kyk g pny ksbkn sbnrnya yoona dr klangan atas atau bukan kok naeknya bis…kyu pura2 jd anak culun??yg trnyt dia udah jth cnt ma irene….yoona pnya kyk indra keenam gt ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s