[Drabble] Breakup


breakup cover

[Drabble] Breakup

Judul: Breakup

Author: Tisa Khansa

Main Cast:
– Super Junior Cho Kyuhyun
– SNSD Im Yoona

Other Cast(s):
Find them!

Genre: romance, angst

Rating: PG-12

Length: Drabble

NB: hei hei. Langsung baca aja ya, cover tutored by putryladena on wordpress!

~~
KY
~~

Ini semua dimulai saat Yoona memutuskan untuk pindah ke Jepang. Di hari pertama pindahnya, she just can’t freaking stop whining about how she misses him. Yap, him; her boyfriend.

Kekasih Yoona, namanya Cho Kyuhyun. Keduanya baru lulus dari SMA Dayeong dengan nilai sama-sama di peringkat empat se-SMA Dayeong dengan rata-rata 9,33. Jodoh mungkin? Walau dengan presentase nilai matematika Kyuhyun yang lebih tinggi, atau nilai fisika Yoona yang lebih tinggi, keduanya sama-sama meraih peringkat empat.

Dua minggu setelah pindahnya Yoona adalah hari ulangtahun Kyuhyun. Bodohnya, keduanya kehilangan kontak selama lebih dari seminggu sebelum ulangtahun Kyuhyun. Tepat tengah malam pukul 00.01, Yoona mengirimkan chat pada Kyuhyun.

00.01! Happy not-even-late-for-five-minutes birthday to my one and only Cho Kyuhyun! Wish you all the best! Aku tidak mengerti kenapa kau tidak juga mengabarkan kabarmu di Korea, tapi tak apa. I still love you tho! Good luck on your new school! I mean university!

Empat jam kemudian, tepat jam empat, Kyuhyun membalas SMS Yoona.

GomawoπŸ’• Aku kira kau akan marah karena aku tidak mengabarimu selama sembilan hari~ Padahal aku suka melihatmu marah.

Masih ingat betul bagaimana hari itu tampak lebih menyenangkan dari biasanya. Biasanya, chat keduanya hanya tahan dua sampai tiga kalimat sebelum Kyuhyun permisi duluan. Kali ini chat mereka tahan sampai sore hari, beberapa kali break untuk makan dan sebagainya.

Satu bulan berlalu dengan sepi. Tidak ada chat dari Kyuhyun untuk Yoona mau pun sebaiknya. Kyuhyun terlalu sibuk, ospek universitas di Korea mulai lebih dulu daripada di Jepang. Yoona tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya menunggu dan menunggu.

Puncaknya adalah bagaimana Yoona mengirimkan teks singkat pada hari Rabu dan sampai hari Minggu, teks itu belum dibalas, bahkan tidak dibaca. Sementara sahabat Yoona mengirimkan teks kepada Kyuhyun, memberitahu Kyuhyun bahwa Yoona masih menyayanginya, Kyuhyun langsung membalasnya, walau hanya singkat dan membuat hati Yoona melecos. Sahabatnya yang menerima teks dari Kyuhyun itu pun juga shock.

Ya.

Malam hari pada hari Minggu yang menyedihkan; bagi Yoona; ia berkata pada Kyuhyun melalui SMS.

Hei. Maafkan aku kalau aku mengganggumu. Aku lelah, terlalu lelah, Kyu. Aku tidak mau jadi satu-satunya yang menangis, satu-satunya yang menunggu. Aku lelah. Kita berhenti saja ya? Maaf sekali lagi kalau aku mengganggumu.

Tapi, takdir berkata lain. Sekitar dua jam kemudian, Kyuhyun membalas perkataan Yoona bahwa ia sibuk di sana. Keduanya masih saling menyayangi, walau Yoona tahu ia akan tetap menjadi satu-satunya yang tersakiti. Akhirnya mereka memilih untuk bertahan.

Hampir seminggu kemudian, Yoona mengabari sahabat-sahabatnya di Korea bahwa ia akan mengunjungi Korea untuk menandatangani ijazah dan melakukan cap tiga jari. Yoona tidak mengabari Kyuhyun, ia ingin melakukan surprise.

Tapi malam sebelum pesawat Yoona berangkat pada pagi hari, Kyuhyun menyapanya. Bocor sudah, pasti seorang sahabat Yoona membocorkan rencana bahwa ia akan ke Korea kepada Kyuhyun. Tapi entah, Kyuhyun cepat kehilangan minat, chat mereka hanya bertahan tiga puluh kalimat, kebanyakan berisi Kyuhyun dengan jawaban singkatnya yang seluruh chat-nya bahkan hanya berdurasi dua puluh menit.

Esok paginya setelah ia arrive di Korea, ia ingin sekali mengabari Kyuhyun. Tapi tidak, ia hanya akan menunggu. Saat tahu dari para sahabat Kyuhyun yang otomatis adalah sahabatnya bahwa mereka tadi melihat mobil Kyuhyun lepas landas dari gedung sekolah, hati Yoona melecos sudah. Tapi masih ada harapan karena kata para sahabat Kyuhyun, mereka hanya melihat ibu Kyuhyun di dalam mobil tanpa Kyuhyun.

Beberapa jam kemudian, Yoona memutuskan untuk pergi hangout dengan para sahabat Kyuhyun yang semuanya lelaki dan salah satu sahabat perempuannya bernama Tiffany. Mereka pergi ke rumah Changmin; sahabat Kyuhyun; sebelum pergi lepas landas ke COEX.

Di jalan, Yoona menerima SMS dari Kyuhyun yang bertanya apakah Yoona masih berada di sekolah. Yoona membalas bahwa ia sedang on the way to COEX bersama sahabat-sahabat sang lelaki.

Yoona mengharapkan balasan yang dulu sering ia terima dari Kyuhyun ketika ia pergi hangout bersama sahabat lelakinya yang tidak terhitung jumlahnya. Dengan fitur wajah yang cantik dan sifat tomboy yang bisa melakoni berbagai macam game online juga olahraga lelaki seperti basket, sepakbola dan angkat beban, banyak lelaki yang merasa nyaman dengannya. Walau persahabatannya dengan beberapa lelaki hancur karena pada akhirnya mereka jatuh cinta pada Yoona.

Balasan yang selalu Kyuhyun keluarkan dulu, balasan yang Yoona rindukan.

“Apakah kau perempuan sendiri?”

“Tidak ada sahabatmu yang ikut?”

“Jangan pakai shorts apalagi rok pendek!”

“Beritahu aku jika ada yang nakal padamu.”

Balasan-balasan standard dari the otherΒ overprotective boyfriend out there, but Yoona loves Kyuhyun for those crazy stupid little things. Yoona rindu akan itu.

Tapi kali ini tidak, balasan singkat Kyuhyun membuat mood Yoona turun seketika.

Oh, baiklah.

Yoona mulai mengeluh kepada para sahabatnya; yang originalnya adalah sahabat Kyuhyun; bertanya apakah Kyuhyun sudah melupakannya. Sahabatnya mengelak, karena Kyuhyun sebenarnya masih sangat mencintainya.

Tapi Yoona lelah. Sudah berapa kali Kyuhyun dan dirinya bertengkar hanya karena satu perkara ini.

Perkara waktu.

Ya, waktu. Tahun lalu Yoona ingat sekali bahwa ia bertengkar dengan Kyuhyun karena Kyuhyun lebih memilih game daripada dirinya. Cukup lama mereka bertengkar, sekitar dua minggu tanpa bertemu maupun berbicara sedikitpun. Di sana Yoona berdoa agar Tuhan memindahkan Yoona dan keluarganya ke Jepang. Yoona bercerita kepada orangtuanya, orangtuanya tidak keberatan karena masa kecil dulu kedua orangtuanya sama-sama tinggal di Jepang. Ibu Yoona berkata, mereka tinggal menunggu keputusan kantor ayah Yoona. Dan benar, ayah Yoona dipindah kerja ke Jepang.

Itu adalah satu-satunya doa yang Yoona sesali. Ia tidak pernah semenyesal ini sebelumnya. Kalimat dengan awalan “jika saja…” terus banyak mengiang di kepala Yoona.

“Jika saja aku masih tinggal di Korea.”

“Jika saja aku tidak terbawa emosi saat itu.”

“Jika saja aku…”

“Jika saja…”

“Jika…”

“…”

Kali ini Yoona terlalu lelah. Ia bisa merasakan bahwa Kyuhyun sudah tidak begitu menyayanginya. Ia yakin masih, tapi tidak semenggebu dulu. Yoona memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini.

Ya, hubungannya dengan Kyuhyun yang sudah berjalan selama satu setengah tahun dengan banyak break. Sebenarnya sudah dimulai sejak empat tahun yang lalu, tahun 2011, dimana Kyuhyun menyatakan perasaannya pada Yoona. Tapi Yoona belum menyukai Kyuhyun saat itu. Di tahun kedua; tahun 2013, Yoona mulai menyukai Kyuhyun.

Dan jika ditotal, sudah lima tahun sejak Kyuhyun menyukai Yoona. Sejak 2010, ditolak pada tahun 2011, saling menyukai sejak 2013 dan memutuskan untuk bersama sejak 2014 sampai selesailah sekarang.

Yoona dan para sahabatnya sampai di COEX dengan total berlima. Yoona berusaha menenangkan dirinya kemudian larut dengan serunya hangout bersama sahabatnya setelah satu bulan tidak bertemu. Di COEX mereka berlima bertemu dengan dua orang sahabat Kyuhyun, jadi sekarang mereka jalan bersama dengan total tujuh orang. Tapi di tengah serunya hangout, Tiffany undur diri lebih dulu membuat Yoona menjadi perempuan sendiri.

Ini kali pertama baginya untuk pergi hangout perempuan sendiri.

Pertama kalinya? Ya.

Hello? Yoona tahu diri untuk tidak pergi kemana pun hanya dengan sahabat lelakinya kecuali jika ada Kyuhyun.

Tapi Yoona sekarang lepas dari genggaman Kyuhyun. Ia bermain dengan puas bersama sahabat-sahabatnya. Mereka bermain ice skating, beruntung Yoona lihai. Para sahabatnya yang tidak bisa bermain akhirnya hanya menjadi bahan tertawaan Yoona. Walau saat Yoona kesulitan memakai sepatu skatingnya, Changmin dengan senang hati membantunya. Yoona juga sering membantu Yonghwa, pacar dari sahabat terdekatnya; Seohyun yang kini juga melanjutkan studi keluar negeri. Walau saat ditanya, hubungan Seohyun dan Yonghwa masih sejuk.

Berbeda sekali dengan aku dan Kyuhyun.

Keenam pemuda-pemudi ini melanjutkan adventure mereka di COEX, berhenti sana-sini untuk memuaskan dahaga shopping para lelaki. Yoona hanya bisa menggelengkan kepala, seperti seorang single-parent yang pergi ke mall bersama lima anak lelaki yang masih TK.

Single-parent.

Kelima lelaki itu sesekali menggoda Yoona, mengatakan mereka akan membawa Yoona ke tempat sepi; yang mereka sebut-sebut sebagai basement; untuk melakukan hal yang tidak-tidak terhadap Yoona. Reaksi lucu Yoona yang merengek menjadi favorit mereka, walau Yoona tahu kelima sahabatnya ini adalah orang baik-baik walau kadang sedikit kotor.

Waktunya pulang. Para lelaki sebenarnya mengajak Yoona untuk nongkrong sejenak di Starbucks, tapi Yoona menolak. Ia berkata ibunya di rumah menunggunya. Akhirnya, keenamnya memutuskan untuk pulang.

Mereka bukan remaja yang memiliki uang banyak. Bahkan seluruh uang yang dipakai untuk jalan-jalan kali ini dikeluarkan oleh Yoona dan Tiffany. Karena itulah mereka memutuskan untuk naik satu taksi. Kelima lelaki; berlaku sebagai lelaki baik-baik pun membiarkan Yoona duduk sendiri dengan lega di samping supir taksi sementara kelima lelaki bodoh itu duduk himpit-himpitan di kursi belakang.

Sesekali kelima lelaki itu mengeluarkan lawakan kotor, yang membuat Yoona geleng kepala walau ia tetap tertawa. Ia benar-benar lupa akan sakit hatinya.

Tapi kemudian Eunhyuk; sahabat Kyuhyun; mulai membuka topik tentang putusnya Yoona dan Kyuhyun. Ya, Yoona memang langsung memberitahu kelima lelaki itu.

Yoona hanya bisa menghela nafas. Bahkan kata para lelaki, Kyuhyun mulai menjauhi kelimanya karena mereka berlima mengambil fakultas yang berbeda dengan Kyuhyun. Lagi-lagi mengatakan bahwa lelaki itu sibuk.

Sampailah sudah Yoona di depan komplek perumahan tempat dulu ia tinggal sebelum pindah ke Jepang. Rumahnya belum dijual, masih terletak di tempat yang sama.

Yoona pamit pulang, sekaligus pamit bahwa besok ia akan kembali ke Jepang. Changmin; yang hari itu mengaku-ngaku sebagai oppa-nya Yoona agar Yoona tidak dikira ‘wanita bayaran’; meminta Yoona untuk salam dengan menyalimi tangan Changmin seperti layaknya di film-film Indonesia atau film berbasis Islam yang pernah mereka tonton. Sementara keempat lelaki lain hanya bersalaman ala yo-man-I-gotta-leave style.

Yonghwa terus mengatakan bahwa Yoona harus hati-hati agar tidak diculik dan diperkosa dengan nada kasar dan lawak, tapi Yoona tahu Yonghwa hanya khawatir padanya.

Hari menyenangkan itu berakhir. Besok Yoona akan kembali ke Jepang, dan akhirnya ia kembali ke pikiran utamanya.

Kyuhyun.

Cho Kyuhyun.

~~
KY
~~

Hari kedua Yoona di Jepang setelah short trip-nya ke Korea. Setelah pulang kuliah, orangtua Yoona mengajak dirinya dan sang eonnie; Im Gaehee; untuk pergi ke pusat penjajalan handphone di Jepang. Handphone Yoona sudah rusak, sementara handphone Gahee sudah benar-benar tua.

Hari menjelang malam dan selesailah sudah keluarga Im berbelanja handphone. Keempatnya kembali ke rumah dengan menaiki mobil.

Entah. Tiba-tiba Yoona berkaca-kaca.

Entah. Tiba-tiba ia teringat akan Kyuhyun.

Handphone Yoona berbunyi. Oh kau tidak tahu betapa Yoona berharap bahwa Kyuhyun-lah yang membuat handphone-nya berbunyi.

Tapi bukan. Yang muncul adalah salah seorang fans Yoona; seniornya; sejak ospek universitas Yoona dimulai beberapa minggu yang lalu. Lelaki itu memberitahu Yoona bahwa besok Yoona harus menguatkan mentalnya. Akan ada pelatihan baris-berbaris dan para senior akan mulai mengeras.

Yoona makin rapuh. Ia tidak suka dimarahi. Ia duduk di atas kasurnya kemudian memeluk guling putih pink miliknya. Tangisan kecil mulai keluar dari mata indahnya.

Lagu Super Junior yan menjadi alarm Yoona tiba-tiba berbunyi.

Niga geuriwoseo apeun-gae aniya…

Geunyang heojeonhaejyo,

nunmuri nan geoya…

It’s not hurt because I miss you…

It just that I feel empty,

So I cry.

Ya, aku tidak merindukan Cho Kyuhyun. Ini hanya karena aku merasa sepi, karena hati ini kini kosong.

Airmata bodoh, berhentilah mengeluarkan airmata. Aku lelah untuk terus menangis, sumpah aku lelah.

Tiba-tiba ketukan dari pintu kamar Yoona terdengar.

“Yoona, bantu eomma masak nasi, ya?” Pinta ibu Yoona.

Yoona langsung menarik nafasnya kemudian keluar dari kamarnya.

Senyuman indah terplester di bibirnya, seperti biasanya, berlaku seolah tidak ada apapun yang terjadi.

“Nasinya mau berapa porsi?”

.
.
.
.
.
.
.
.

Dan kau tahu? Dua hari setelah ospek dimulai, Yoona berhenti pergi kuliah selama satu hari.

.
.
.
.
.
.
.
.

Ia mengalami verbal bullying sampai benar-benar dibully di kampusnya.

.
.
.
.
.
.
.
.

FIN.

HAHA ini sebenarnya lebih kayak curhat karena kisah cinta gue berakhir seperti ini. Persis karena gue buat sedetail-detailnyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ‘Œ yang adegan nangis itu Subhanallah sebenarnya gue lagi gak dengerin -Ing loh, cuma tiba-tiba keinget ex, jadi nangis. btw ini ditulis udah lama banget, karena gue end sama dia itu 15agustus’15… setengah tahun anjir baru gue post :v btw sekarang ai menjomblo. gakbahagia juga ternyata anj. biasa aja deng. yasudahlah, tengkyu sudah mantengin<3

Advertisements

10 thoughts on “[Drabble] Breakup

  1. Oh curahan hati… hahaha sedih amat keknya… jangan sedih bila kau jomblo.. aku juga kok… selama masih jomblo masih ada temennya gapapa.. hahaha πŸ˜‚πŸ˜‚

  2. eonn aku kira bakal gimana gitu kyu nyaa atau ketahuan selingkuh ehh ternyata curahan hati tohh. kalau gitu jangan sedih ya eon banyak bgt lelaki yg lebih dari dia yakan yak? wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s