[Chapter] She’s A Bully! 4B


img_3083

[Chapter] She’s A Bully! <4th> || 4B

Judul: She’s A Bully!

Author: Tisa Khansa

Main Cast(s):
– Super Junior Cho Kyuhyun
– Girls’ Generation Im Yoona
– Red Velvet Bae Irene

Other Cast(s):
– Girls’ Generation Tiffany Hwang
– f(x) Krystal Jung
– Red Velvet Son Wendy

Rating : PG – 13

Genre: romance, friendship, hardship

Length: Chaptered

NB: hellaaaaaa fellaaaaa~ kemaren sudah digantungin gajelas di chap 4a (mana bukan adegan kyuna lagi pas dipotong tbc :v), kini gue balik dengan chap 4b. Nyok langsung dibaca~

~~~

“Yaa, mundur.” perintah Yoona sambil memejamkan matanya.

“Imut.” goda Baek Seungho sebelum mencolek dagu Yoona.

“Brengsek!” umpat Yoona.

“Cantik, tolong kabulkan satu permintaanku…” ujar Baek Seungho.

~~~

Yoona menatapnya risih sambil menunggu dengan sabar lanjutan perkataan Baek Seungho yang adalah… “Tukar kursi dengan Song Yura… please?”

What the f…” umpat Yoona. “Kalau mau duduk bersama Song Yura, kau yang pindah! Jangan pernah menyuruh seorang Im Yoona.”

“Cih, dasar sombong.” gumam Baek Seungho. Ia kembali duduk rapi di kursinya sebelum membereskan tasnya. “Aku pergi, jangan rindu padaku.”

Yoona hanya dapat berdecak pada kepercayaan diri seorang Baek Seungho. Baek Seungho pergi ke kursi seberang, memaksa untuk duduk di samping Song Yura. Yoona hanya mengiyakan permintaan Baek Seungho. Lebih baik duduk bersama si-culun-yang-sudah-menjadi-temannya dibanding dengan si-tampan-nan-bodoh bagi Yoona.

Tak lama Kyuhyun berdiri dari kursinya lengkap dengan tas punggung dan koper. Ia kemudian mengambil tempat di samping Yoona, kursi jendela.

“Sepertinya kita bertemu lagi?” sapa Kyuhyun sambil tersenyum manis.

“Oh, jangan mulai. Kita bertemu setiap hari, seatmate.” jawab Yoona yang mengundang tawa Kyuhyun.

“Kau benar-benar tidak seru.”

Yoona tidak menanggapi ucapan Kyuhyun dan hanya sibuk bermain dengan handphone-nya. Yoona kemudian memasang earphone dan memejamkan matanya.

Kyuhyun sendiri juga sibuk dengan kegiatannya. Ia membuka meja lipat yang ada dan mulai sibuk dengan laptop-nya.

Apa yang Kyuhyun lakukan? Bermain game. Hobi yang tidak diketahui oleh orang banyak, hobi yang sudah ia tekuni sejak dulu, gaming.

TEP

Tiba-tiba sebuah kepala berambut kuning jatuh di pundaknya. Yoona tertidur di pundak Kyuhyun.

Jantung Kyuhyun berdegup kecil, ia terkejut. Ia menoleh ke arah si gadis tertidur sebelum tersenyum. Kenapa gadis ini harus menutupi sifat aslinya yang semanis ini?

Melihat Yoona, Kyuhyun jadi teringat dengan projek karya tulisnya. Ia keluar dari program game Starcraft dan masuk ke Microsoft Office Word untuk mencari dokumen tugasnya.

Kyuhyun kemudian berniat untuk mengetikkan pertanyaan yang Yoona buat sewaktu itu dan ia sederhanakan. Ia belum sempat mengetikkannya.

Baru mengetik pertanyaan pertama, Kyuhyun tiba-tiba mendengar senandung lagu ballad di telinga kanannya. Ia sadar lagu itu berasal dari earphone Yoona.

Kyuhyun menyingkirkan kepala Yoona dari pundaknya, hendak mematikan lagu yang berasal dari handphone Yoona. Ia menoleh ke arah layar handphone Yoona, menemukan judul lagu yang sangat familiar di mata serta telinganya.

Two People – Sung Sikyung

Kyuhyun tersenyum. Selera musik Yoona ternyata memang tidak jauh dengannya; karena selain penggemar ballad, Kyuhyun sebenarnya diam-diam mengoleksi album Super Junior. Niatnya untuk mematikan lagu itu terurungkan, ia malah melepas earphone di telinga kiri Yoona dan memasangnya di telinga kanannya.

.

~ Modeun iri chueogi doel ttaekkaji, ~

Until everything becomes a memory,

Hingga semuanya berubah menjadi kenangan,

~ uri du saram soroui shwil goshi dwae eo juri ~

let’s become each other’s resting place

kau bisa melepas lelah padaku seperti aku melepas lelah padamu

.

Berakhirnya bait reff dari lagu andalan Sung Sikyung itu bersamaan dengan jatuhnya kepala Yoona ke atas pundak Kyuhyun serta kepala Kyuhyun menumpuk kepala Yoona, seperti melindungi si gadis dari segala kegelapan yang ada. Kyuhyun pun mengikuti Yoona jatuh ke jurang mimpi.

~~~

Yoona terbangun dari tidurnya, mendapati Kyuhyun di sampingnya tengah bermain Starcraft. Masih setengah tidur, Yoona bertanya, “Jam berapa ini?”

Kyuhyun masih menatap ke arah laptop-nya, “Jam tujuh kurang, sebentar lagi kita sampai.”

Yoona hanya mengangguk mengerti. Ia kemudian mencari handphone-nya hendak membuka akun sosial medianya tapi tidak menemukannya.

“Handphone-mu ada di dalam tas, di saku kanannya.” ujar Kyuhyun tiba-tiba.

Yoona menoleh terkejut ke arah Kyuhyun tapi memutuskan untuk tidak begitu memikirkannya. Setelah menemukan handphone-nya di tempat Kyuhyun menginstruksikan padanya.

Agak lama keduanya terlena dalam diam, Kyuhyun membuka suara. “Kau tidak lapar?”

“Hh?” tanya Yoona heran.

“Yang lain sudah makan satu jam yang lalu, saat kau masih tidur.” jelas Kyuhyun.

“Oh,” sahut Yoona mengerti. “biar saja, aku tidak begitu lapar.”

Kyuhyun menghela nafas tetapi tidak sekali pun menoleh ke arah Yoona. Ia sibuk dengan kesayangannya (re: Starcraft). “Kenapa kau senang sekali melewatkan makan? Itu tidak sehat, tahu?”

“Ya, ya.” sahut Yoona acuh.

Tiba-tiba wali kelas X-10 maju ke depan gerbong dan mengumumkan bahwa mereka sudah tiba di Busan. “Kita akan beristirahat di Blueboat Hostel yang berada di Haeundae. Lekas bereskan barang-barang kalian karena kita akan segera turun dan langsung melesat ke hostel.”

Saem!” panggil Hong Raim, siswi X-10.

“Ya?” sahut Gil-seonsaengnim.

“Apa kelas lain tinggal di hostel yang sama dengan kita?” tanya Hong Raim.

Kyuhyun mengangguk setuju dengan pertanyaan Raim. Ia juga sempat heran karena setahunya, Blueboat Hostel tidaklah se-glamourous itu untuk menampung tiga ratus orang remaja, sepuluh wali kelas, lima anggota inti OSIS dan lima guru pendamping.

“X-6 sampai X-10 akan bermalam di Blueboat Hostel sementara X-1 sampai X-5 bermalam di Sopoong Guesthouse.” Mendengar hal itu, Yoona dan Wendy sama-sama menjadi excited. Mengapa? Karena pernyataan Gil-seonsaengnim berarti keduanya dapat bercengkrama kembali dengan Tiffany dan Krystal yang berasal dari X-7.

Siswa-siswi serentak keluar dari kereta yang mereka naiki. Terbentuklah dua kelompok gerombolan, kelompok X-1 sampai X-5 dan X-6 sampai X-10. Keduanya berpisah karena tempat penginapan yang berbeda.

Pembagian bus ternyata seperti apa yang sudah Kyuhyun terka kemarin saat berbincang dengan Irene. Bus I berisi X-1 dan X-2, bus II berisi X-3 dan X-4, sementara bus III tidak beroperasi malam ini karena X-5 dan X-6 bermalam di tempat yang berbeda. Sehingga, X-5 dibagi dua untuk dimasukkan ke bus I dan II, sama seperti X-6 yang dimasukkan ke bus IV dan bus V.

Masuk ke bus V, Kyuhyun berpapasan dengan Irene yang ternyata termasuk ke golongan ‘terbagi dua’ dari X-6. Irene mendapat pembagian masuk ke bus V untuk malam–karena di siang hari ia akan pergi dengan bus III bersama X-5.

“Kyu, duduk bersamaku, ya!” ucap Irene.

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Namun, tidak diketahui Irene, Kyuhyun sempat menoleh ke kanan-kiri mencari keberadaan Yoona. Ia khawatir apa gadis itu sudah mendapat seatmate di bus apa belum. Tapi saat Kyuhyun melihat si rambut blonde; teman yang dengan aneh selalu berdekatan dengannya akhir-akhir ini; sudah sibuk berbincang dengan Wendy, ia menghela lega.

“Ayo, Irene.” ajak Kyuhyun. Keduanya naik ke dalam bus V berdampingan.

Bus V melesat bersama bus IV menuju Blueboat Hostel Haeundae. Sesampainya di sana dan check-in, terjadi pembagian kamar. Satu kelas mendapat lima kamar berisi enam ranjang. Setiap kelas di SMA Hyunji berjumlah tiga puluh siswa dan prosentase siswa perempuan dan lelaki berbeda pada tiap kelasnya. Jadi ada kelas yang siswanya mendapat tiga kamar dan siswinya mendapat dua kamar, ada yang siswanya mendapat satu kamar dan siswinya mendapat empat kamar, dan pembagian lainnya.

Yoona dan Wendy bermalam di kamar yang sama. Dan entah bagaimana caranya, Tiffany dan Krystal berhasil bertukar tempat dengan dua siswi yang berada di kamar yang sama dengan Yoona dan Wendy. Serta dengan kekuatan diva mereka, keempatnya berhasil membuat Min Yooji dan Song Daehi; dua siswi yang tidak terkena pertukaran tempat Tiffany dan Krystal; pergi dari kamar tersebut. Jadilah keempat diva mendapatkan satu kamar untuk keempatnya saja.

“Yaa, apa yang harus kita lakukan malam ini?” tanya Tiffany.

“Tentu saja menyelinap keluar!” sahut Wendy.

“Sungguh apa yang ada di otak para guru? Ini baru jam delapan.” timpal Yoona sambil melirik ke jam digital yang terpampang di layar handphone-nya. “Tidur jam delapan?”

“Aku sudah memikirkan cara untuk menyelinap keluar, omong-omong.” ucap Krystal yang langsung mendapat lirikan meminta jawaban dari ketiga sahabatnya. “Tinggal keluar. Bukankah guru-guru sudah dipastikan tidak akan membantah kita?”

Senyuman setuju muncul di wajah Yoona, Tiffany, dan Wendy.

~~~

“The night breeze is just…” gumam Krystal pelan sambil menutup matanya dan menghirup angin malam.

“I know right? Feels like the wind is blowing to us… and only to us.” timpal Tiffany.

Keempat diva tengah berada di Pantai Gwangalli, salah satu dari sekian banyak pantai yang ada di Busan. Seperti yang dikatakan Krystal, keempatnya pergi keluar dari hostel tanpa menyelinap, hanya pergi biasa saja; secara kasual.

Saat ditanya oleh wali kelas X-7; wali kelas Tiffany dan Krystal; Park-seonsaengnim; Krystal hanya menjawab, “Pergi sebentar.”

Di Pantai Gwangalli, keempat diva menikmati pemandangan lepas laut malam yang disisiri oleh pasir putih bersih. Dari kejauhan, terlihat Jembatan Gwangan dengan lampu neon indah yang menyala di malam hari.

Keempatnya berjalan menyisiri lautan Gwangalli, sekali-kali menyentuh air yang terasa sangat dingin. Yoona membuka suara, “Ayo kita ke Tom n Toms.”

Tom n Toms Coffee adalah sebuah café di dekat Pantai Gwangalli. Sebenarnya tidak ada yang spesial di Tom n Toms Coffee karena ada berbagai café di dekat Pantai Gwangalli seperti De Chocolate Coffee dan Mango Six Coffee and Dessert. Hanya saja, Tom n Toms Coffee adalah tempat keempatnya menghabiskan sore di Busan beberapa tahun lalu dan tersimpan dengan rapi di hati mereka.

Keempat diva berjalan, menikmati kebersamaan mereka pada malam hari ini. Sesampainya di Tom n Toms Coffee, keempatnya langsung mengambil meja kosong berkursi empat yang berada di luar gedung café.

Mereka memesan minuman mereka masing-masing; Caramel Macchiato untuk Yoona, Cappuccino untuk Tiffany, Cottoncandy Frappé untuk Krystal, dan Americano untuk Wendy. Tak lama, pesanan datang.

“Bagaimana dengan dress untuk prom night kita?” tanya Wendy membuka topik.

“Sepertinya usulku tadi siang terlalu banyak-request, sebaiknya kita pergi shopping di COEX besok Minggu dan mencari apa yang ada saja.” sahut Krystal.

Yoona mengangguk seraya menyesap macchiato kegemarannya, “Setuju. Kita ke COEX besok Minggu.”

“Hei, apa kalian tidak ingin punya pacar?” tanya Tiffany seraya menyeruput Cappucino dinginnya.

“Aku tahu kita semua ingin punya pacar.” Krystal mengujar. “Tapi dimana pun juga, lelaki yang mendekati kita berempat hanya menyukai wajah kita dan…”

“Kekayaan orang tua kita.” potong Wendy yang mendapat anggukan setuju Krystal.

“Kita sudah single sejak jaman jebot. Kenapa? Karena alasan tadi. Tidak ada yang tulus pada kita.” ucap Yoona.

“Menyedihkan, ya? Kita dielu-elukan di sekolah, di mana pun kita berada, tapi sampai saat ini kita belum mendapatkan kebahagiaan yang kita cari.” timbrung Tiffany sebelum meneguk kembali Cappucino-nya.

Suasana menjadi hening hingga keempat diva memutuskan untuk kembali ke hostel.

~~~

Matahari pagi di hari Jumat, pagi pertama siswa kelas sepuluh SMA Hyunji di Busan. Terik sinar matahari yang tidak begitu terlihat karena Korea Selatan tengah dilanda musim dingin menjadi keuntungan bagi para siswa yang akan melaksanakan berbagai macam kegiatan di Busan kali ini.

Hari ini, siswa-siswi SMA Hyunji akan singgah ke dua buah museum. Museum pertama adalah sebuah museum arkeologi Busan yang terletak di Beokcheon-ro, Museum Beokcheon. Sementara yang kedua adalah museum kelautan pertama dan terbesar di Korea Selatan, Museum Sejarah Alami Kelautan Busan (Busan Marine Natural History Museum).

Padahal di hari kedua besok, SMA Hyunji akan mengunjungi sebuah museum kelautan lagi; Museum Maritim Nasional, kenapa kedua museum kelautan itu tidak dikunjungi di hari yang sama saja?

Alasan klasik, karena berbeda daerah. Museum Sejarah Alami Kelautan Busan dan Museum Beokcheon sama-sama berada di Dongnae-gu sementara Museum Maritim Nasional berada di Yeongdo-gu.

Pukul delapan lebih seperempat rombongan bus IV dan V (plus kelas X-6) lepas landas dari Blueboat Hostel Haeundae. Mereka janjian dengan rombongan bus I dan II serta bus-kosong III di salah satu lapangan luas. Tujuannya untuk briefing angkatan dan transmigrasi X-5 dan X-6 ke bus III.

“Kyuhyun-ah… kita tidak akan bertemu lagi pada hari ini…” keluh Irene pada Kyuhyun. Keduanya tengah duduk di kursi paling depan bus V yang sedang melesat menuju lapangan.

“Dasar berlebihan, kita akan bertemu lagi nanti malam.” ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

Yoona yang duduk bersama Wendy dua baris ke belakag di banjar seberang Kyuhyun dan Irene hanya dapat mensimulasikan orang muntah. “Melankolis.”

Bus V tiba terakhir dibanding keempat bus lainnya di lapangan. Yoona dan Wendy turun dengan berisik seperti biasa, membicarakan hal-hal tidak penting yang mereka anggap menyenangkan.

“Baiklah. Hari ini kita akan mengunjungi dua museum. Sebuah museum arkeologi dan sebuah museum kelautan.” jelas ketua OSIS Kim Kangin yang memang ikut ke Busan juga dengan beberapa petinggi OSIS lainnya. “Kali ini rombongan akan dipecah menjadi dua. Rombongan bus I-III akan mengunjungi museum arkeologi terlebih dahulu sementara bus IV-V akan pergi ke museum kelautan.”

~~~

Museum Sejarah Alami Kelautan Busan.

Yoona, Tiffany, Krystal, dan Wendy seperti biasa jalan bergerombol, memecahkan diri dari barisan kelas masing-masing dan berakhir di barisan paling belakang; setelah absen terakhir X-10. Keempatnya tidak mendengarkan penjelasan pemandu dan sibuk melihat-lihat museum sendiri.

“Kapal,” gumam Yoona sambil melihat figur kapal di salah satu section di museum.

“Ada apa dengan kapal, Yoong?” Tanya Tiffany heran.

“Ah? Tidak.” Elak Yoona.

Perasaan apa ini?

“Demi Neptunus, aku baru tahu museum adalah tempat yang menarik.” Ucap Wendy tiba-tiba.

“Menarik, bagi kita. Karena kita berempat memang memiliki keterkaitan aneh dengan ilmu pengetahuan.” Timpal Krystal.

Itu dia. Keterkaitan. Aku memiliki sebuah keterkaitan dengan kapal. Apa dulu aku pernah menyukai kapal-kapalan? Tapi kenapa sekarang… aku tidak mengingat apa-apa tentang kapal?

“Yoong! Kenapa kau melamun? Ayo.” Tegur Wendy. Yoona melihat ketiga sahabatnya sudah berjarak sekitar enam meter di depannya.

Bergegas ia menyusul ketiganya yang tengah menatapnya aneh, “Akhir-akhir ini aku sering mendapatimu melamun, Yoong?”

“Mungkin otakku sedang overload, banyak pikiran.” Sahut Yoona menanggapi ucapan Tiffany.

“Banyak-banyak istirahat,” Nasihat Krystal tanpa nada seperti biasa, tapi Yoona tahu kembarannya itu sebenarnya khawatir padanya.

Siswa-siswi SMA Hyunji mengitari museum; tempat yang menarik bagi keempat diva, kata Wendy; sampai akhirnya tiba di section terakhir.

“Section apa ini?” Tanya Tiffany.

Section terakhir, sectiontribute to the Sewol accident‘. Section yang baru dibuka tahun lalu untuk mengenang kejadian Sewol yang terjadi pada tahun 2014 silam.

Tiffany, Krystal, dan Wendy berjalan mengitari section tersebut, melihat rangkaian praduga terjadinya kecelakaan kapal Sewol. Dari para kru kapal yang memutar kendali kapal dengan sangat tajam, sempat terjadi putaran sepuluh derajat dalam satu detik, hingga penyelamatan korban.

Tinggal para divalah yang masih berada di section Sewol. Siswa-siswi yang lain sudah keluar dari museum sejak lima menit yang lalu, meninggalkan para diva yang memang berada di baris paling belakang.

Yoona sendiri masih berdiri di depan pintu masuk section, sibuk dengan handphone-nya sendiri. Ketika ia mengalihkan pandangannya dari handphone-nya, melihat isi section, jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.

Keringat dingin jatuh bercucuran di pelipis Yoona, matanya membulat lebar. Ia bahkan tidak sadar handphone-nya terjatuh,

BRAK

“Yoona?” Panggil Wendy.

“Yoona? Kau tidak apa-apa?” Tanya Tiffany.

Ketiga diva tergopoh-gopoh mendekati Yoona. Sesaat ketiganya hampir sampai di hadapan Yoona, tubuhnya lunglai dan terjatuh.

BRAK

Yoona tidak sadarkan diri.

~~~

Epilogue

Kyuhyun terbangun dari tidur lelapnya. Ia menoleh ke arah kirinya dan mendapati gadis blonde itu masih nyenyak tidur di pundaknya.

Kyuhyun kemudian menarik earphone Yoona dari telinga sang gadis. Setelah menggulung earphone itu melingkari handphone Yoona, Kyuhyun menyisipkannya di saku kanan tas Yoona.

Kyuhyun kemudian melirik sedikit ke arah Yoona, mencuri pandang tapi tidak bergerak agar tidak membangunkan Yoona. “Kenapa dia cantik sekali?”

Kyuhyun merapikan rambut Yoona yang jatuh menutupi sebagian kecil wajah cantiknya. Ia kemudian menoleh sedikit ke arah Yoona, berusaha agar pundaknya tidak bergerak sehingga Yoona tetap tidur. Kyuhyun lalu mendekat sedikit lagi, mendekat.

Bibirnya berakhir di dahi Yoona.

Dua detik berselang, Kyuhyun langsung menarik kepalanya–tetap tidak menggerakan pundaknya. “Apa yang… baru saja kulakukan?”

.
.
.
.
.
.

TO BE CONTINUED~

Yeyyyyyy chap 4 selesai dengan adanya epilog di 4b. Piye piye? Jelek ben, yang penting kelar sudah chap 4. Chap 5 akan di post secepatnya insyaAllah.

Advertisements

17 thoughts on “[Chapter] She’s A Bully! 4B

  1. hoho q pikir dia akn mlkukan ap trnyt cm minta yoona pindah hahahha…wah enak bgt diva 4 bsa gbng 1 kmr…ap mrk dlu tinggal dibusan??q pikir kyu jg msh tdr trnyt dia udah bngun…ad ap dg yoona??ap yoona mlpakan sesuatu??

  2. Kirain yoona mau diapain taunya cuma minta pindah hahahaha udah gitu kyuhyun curi kesempatan pula. anyway itu yoona kenapa tuh pokoknya penasaran banget ditunggu chapter 5-nya

  3. Apa dulu yoona jg merupakan korban kapal sewol? Sepertinya sebagian ingatan yoona hilang. Semoga yoona gak pa2 ya.

  4. Kek ny yoona nngalami kcelakaan gt yah,. Kok liat kpal yoona ny kek gt,. Ap lg gk sadar kn dri pas liat isi section kapak sewol,. Kyu ngmbil ksempatan nyicum yoona biar pun d dahi,.
    Dtggu next part ny chingu,.

  5. kapan dilanjut chapter 5 thoor…. udh kgen bggt… hehehehe… d tggu lanjutannya thooor… your the best… semangaaat… hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s